Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
Dihatiku cuma kamu


__ADS_3

Kebisingan ibukota pagi hari tidak membuat patah semangat Zia untuk menjemput dan mengantar Rahma untuk ke kantornya.


"Dek, nanti kita makan siang bareng berdua ya, kakak nanti siang mulai praktek jam dua, jadi masih bisa ngejar waktu", pinta Zia dengan pandangan matanya fokus kedepan menyetir mobil.


" Liat nanti dulu ya Kak, takutnya kerjaan banyak, karena mau sidak keluar nanti dengan Pak Andra", jelas Rahma dengan lembut memberi pengertian pada Zia.


"Ok siap nanti kamu kabarin aja, kalau ga sempat juga ga apa apa sayang.. nanti kakak bisa makan siang dengan yang lain", ledek Zia yang sengaja memancing kecemburuan Rahma.


"Oh sama yang lain... ok ditunggu selfienya", saut Rahma dengan nada datar.


" Hahaha bercanda sayang, sama yang lain ya sama para dokter diruangan dokter", ucap Zia gemas dengan Rahma sambil meremas dagu Rahma yang manis.


"sama siapa aja ga masalah kok Kak, sama perempuan lain juga, atau sama perawat yang cantik cantik juga ga apa apa kok Kak.. ", saut Rahma dengan nada yang masih datar.


"Dihatiku cuma ada kamu seorang sayang, Rahma Azzahra, nama itu yang terukir dihatiku selamanya, tidak bisa tergantikan dengan siapapun. Makan aku lahap jika makan sama kamu, apalagi makan masakan kamu", ucapan Zia menunjukan isi hatinya sambil mengelus pipi halus Rahma.


" Apa sih kakak, iseng banget tangannya dari dulu", gumam Rahma yang merasa risih Zia menyentuhnya.


"Dikit Yang...Hahaha.. ", goda Zia dengan mengedipkan sebelah matanya dan tertawa.


Rahma tiba di gedung kantornya, Zia menurunkan Rahma dilobby utama gedung kantor. Zia pun langsung melajukan kendaraannya menuju Rumah Sakit tempatnya praktek sebagai dokter spesialis penyakit dalam.


Sampai masuk ruangan Rahma melihat sang boss sudah hadir lebih dulu, hanya mereka berdua dalam ruangan.


" Assalamualaikum Pak", sapa Rahma pada Andra.

__ADS_1


"Waalaikumsalam Rahma, bagaimana jadwal saya hari ini?", tanya Andra pada sekretaris cantiknya sambil membaca arsip arsip.


" Ok Pak, hari ini kita sidak disalah satu tempat penyalur Tenaga Kerja Indonesia didaerah Bek*si bersama dengan Kementrian Ketenagakerjaan, setelah ini kita membuat laporan apa yang ada dalam lokasi dan mencari solusi jika tempat penyalur itu bermasalah Pak", ucap Rahma pada Andra melaporkan jadwalnya untuk hari ini.


"Jam brp kita berangkat?", tanya Andra menatap Rahma dengan memastikan.


" Tunggu Mba Hesti dan Bang Alam Pak, karena beliau beliau juga harus terjun langsung", jelas Rahma.


"Ok kalau begitu saya siap siap", saut Andra.


Tidak lama Alam dan Hesti pun tiba dikantor, dan mereka langsung beranjak untuk sidak. Setelah selesai tugas sidak, mereka pun kembali ke kantor, dalam perjalanan jalan kembali ke kantor, Rahma memberi kabar kalau tidak bisa makan siang bersama Zia karena waktunya tidak akan keburu untuk makan siang diluar.


*chat Zia(Z) dengan Rahma (R)*


R : Maaf kak kayanya aku ga keburu untuk makan siang diluar sama kakak. Sebab ini aja aku masih diperjalanan dan macet.


R : ok, good luck kak


Z : kamu juga be carefull, i love you !!


Seperti biasa ungkapan cinta Zia belum pernah dibalas oleh Rahma. Tapi Zia memakluminya.


Sore menjelang malam Zia menjemput Rahma untuk pulang. Ketika Zia sudah menunggu diparkiran mobil, terlihat Rahma oleh Zia dari dalam mobil, Rahma sedang keluar lobby mencari cari mobil Zia, lalu Zia pun menelepon Rahma menunjukan arah dimana mobil Zia terparkir, dan Rahma pun langsung menoleh ke arah Zia. Rahma berjalan menuju mobil Zia dan masuk kedalam mobil.


" Kak, capek ga?", tanya Rahma dengan manja pada Zia.

__ADS_1


"Enggak sayang.. Kenapa ?", jawab Zia dengan santai.


" Mau anterin aku ga?", bujuk Rahma pada Zia, Zia pun tidak akan menolak apapun yang Rahma pinta, sebab Zia tidak tahan dengan rayuan Rahma apalagi jika sedang merayu manis seperti ini.


"Kamu mau kemana sayang... ?", tanya Zia lagi dengan lembut.


" Mau beli cosmetic", ucap Rahma dengan senyum merayunya.


"Di Mall mana enaknya kira kira?", tanya Zia yang menyetujui mengantar Rahma, walau keliling dunia pun, Zia akan rela mengantar dan menemani Rahma.


" Mall yang ini aja Kak", saut Rahma karena tidak jauh lagi mereka akan sampai Mall.


Setelah sampai dan masuk Mall, Zia menggandeng tangan Rahma dengan genggaman erat sekali. Setelah sampai di counter cosmetic Rahma memilih apa saja yang ia perlukan. Ketika selesai yang dipilih Rahma, bill pembayarannya Zia yang inisiatif membayar dan sudah siap menunggu di cashier.


"Terimakasih ya Kak", ucap Rahma yang melihat inisiatif Zia untuk membayar segalanya untuk Rahma.


" Kita mau kemana lagi? kamu mau makan?", tanya Zia yang menawarkan segalanya untuk Rahma.


"Memang makan masih keburu ya kak?", tanya Rahma sambil melihat jam tangannya.


" Ya keburu lha orang masih jam 7 kok, kita mau nonton aja juga masih keburu", ucap Zia sambil menawarkan nonton dibioskop pada Rahma, sebab sudah lama sekali mereka tidak nonton bareng apalagi berdua.


"Ayo kita nonton !!", ucap Rahma yang menarik tangan Zia mencari bioskop.


*bersambung*

__ADS_1


HAY READERS, JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH


__ADS_2