Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
Sarah


__ADS_3

Zia melajukan kendaraannya menuju Mall yang diinginkan sang istri, situasi sore hari lalu lintas tidak asing lagi dengan kemacetan. Musik dan lagu romantis dalam mobil menambahkan bumbu kemesraan untuk mereka berdua.


Karena situasi jalan sedang macet, Rahma sedang asik dengan layar di Hp nya, Zia yang bosan dengan situasi lalu lintas hanya bisa mengelus wajah dan tangan sang istri dengan tangan kirinya. Terkadang Rahma membalas dengan mengelus tangan suaminya. Saat tiba di area parkir Mall, Rahma sedang tertidur pulas didalam mobil.


"Yang, bangun Yang sudah sampai ini", suara Zia membangunkan istrinya dengan mengecup bibir istrinya.


" Kamu cium cium aku nanti lipstik aku nempel dibibir kamu lho Yang, coba aku lihat dulu", ucap Rahma dan menyalahkan lampu mobil dan menarik wajah suaminya.


"Tuh kan benar, hahaha, sini aku hapus dulu", Rahma yang melihat bibir suami terdapat noda lipstiknya tertawa, lalu Rahma mengambil tisu dan membersihkan bibir suaminya, Zia memasang wajahnya yang sedang dibersihkan istrinya.


" Kamu mau nonton apa cari cari baju aja Yang ?", tanya Zia pada istrinya yang tak lepas menggenggam tangan istrinya.


"Kita cari cari baju aja sama keperluan lainnya aja Yang, ga keburu kalau nonton juga", jawab Rahma memperkirakan waktu sudah malam.


" Ya sudah kita makan dulu aja Yang", ucap Zia dengan menggandeng tangan istrinya kesebuah restaurant Jepang.


Mereka duduk berdua menikmati sajian khas Jepang.


"Kak Zia !! Apa kabar !!", sapa seorang wanita berhijab menghampiri meja Zia dan Rahma. Dan tanpa dipersilahkan sebelumnya ia sudah duduk dikursi yang tersedia dan kosong yang padahal kursi itu untuk meletakan tas milik Rahma.


" Oh iya Sarah, aku kabar baik Sar, gimana gimana Sar !! ", ucap Zia agak sedikit terkejut dan mereka berjabat tangan.


" I'm okey", jawab Sarah dengan sumringah dan menatap Zia dengan melirik Rahma memberi kode siapa wanita yang dibawa oleh Zia.


"O iya Sar, kenalkan ini Rahma, istri aku, Sayang, ini Sarah, junior aku di FK", ucap Zia memperkenalkan mereka berdua, Rahma dan Sarah berjabat tangan dan saling menyebutkan nama masing masing dengan tersenyum.


" Serius Kak, kalian sudah married ?", tanya Sarah penasaran. Dan Zia menganggukan kepalanya.


"Kok ga ngundang ngundang ?", tanya Sarah lagi karena tidak tahu soal pernikahan mereka.


" Perasaan udah di share digrup FK deh Sar", jawab Zia santai.


"Yah.. Sarah ga nyimak kak.. ", ucap Sarah merendah dan menyengirkan senyumnya.

__ADS_1


" Kak, jangan bilang ini Rahma yang kakak ceritakan dulu ? ", seru Sarah berubah menjadi semangat, karena ia tipe wanita yang ceria dan manja. Rahma pun sedikit bingung dengan ucapan Sarah dan Zia melihat kenyaman istrinya sudah mulai terancam tapi Rahma hanya diam dibalik senyumnya.


" Sar.. lanjut kemana sekarang ?", tanya Zia mengalihkan pembicaraan.


"Aku sudah selesai KOAS kak, Kakak praktek dimana sekarang?", ucap Sarah dengan menangkup kedua tangannya untuk menahan dagunya dimeja.


" Aku masih di RS Xxx, tetapi tinggal dua minggu lagi, karena next fokus ke Rumah Sakit Astra yang sebentar lagi akan opening", jelas Zia dengan Sarah, dan Rahma hanya terdiam namun tetap tersenyum ramah.


"Ajak aku dong Kak, ga apa apa deh aku stay di dokter jaga.. ", ucap Sarah dan Rahma pun masih bersikap biasa saja karena melihat suaminya dengan temannya ini sudah saling mengenal satu sama lain.


" Silahkan kirim ke HRD ya Sar, supaya bisa ikuti prosedurnya ", tawar Zia untuk Sarah.


" Ok siap, o iya Rahma, Kak Zia ini senior yang paling the best, jadi junior di FK semua kenal sama Kak Zia.. ", seru Sarah menceritakan bagaimana Zia kepada Rahma.


"Rahma tahu aku Sar, karena dari SMP dia tahu gimana aku.. ", saut Zia yang melihat istrinya sudah merasa tidak nyaman dengan kehadiran Sarah. Dan Rahma masih mempertahankan senyum ramahnya kepada sarah.


" Oh.. ok deh, o iya aku pamit ke mejaku ya, sorry udah ganggu kalian berdua nih", ucap Sarah dengan sumringah, dan mereka pun saling berjabat tangan.


Rahma dan Zia melanjutkan makan malam mereka.


" Itu.. dia(Sarah) tau karena aku suka upload foto kamu diakun medsos aku, dan dia tanya kamu itu siapa? ya aku cerita kalau kamu itu calon istri aku dari dulu ", jelas Zia namun sepertinya Rahma merasakan keakraban mereka lebih dari sekedar teman, karena Rahma tau sifat dingin suaminya terhadap lawan jenis.


" Yakin itu saja ?", tanya Rahma lagi memastikan kejujuran suaminya.


" Kenapa dia dengan percaya dirinya menanyakan tentang segala foto foto yang kamu upload, pastinya dia tidak ada jarak dengan kamu sehingga dengan lancarnya dia menanyakan siapa aku dimata kamu waktu itu", ucap Rahma dengan segala analisanya.


" Sudahlah Yang ga perlu dibahas, aku lagi pengen mesra mesraan sama kamu ", jawab Zia dengan memberi jawaban membuat istrinya tidak merasa puas.


"Kamu ga mau cerita sama aku ?", ucap Rahma yang sebetulnya ingin protes, bagaimana bisa suaminya tidak menjelaskan secara detail apa yang membuat perasaan istrinya tidak tenang.


" Sayang.. nanti aku ceritakan dirumah ya.. ", ucap Zia dengan nada yang lembut.


" Ya sudah habis selesai makan kita langsung pulang saja", ucap Rahma dengan nada datar namun pancaran wajahnya Zia melihatnya sudah sinis.

__ADS_1


"Lho kamu ga jadi cari kemeja buat aku Yang ?", tanya Zia yang ingin mengalihkan pembicaraan.


" Besok masih ada waktu sekarang juga sudah malam", jawab Rahma yang menahan emosinya.


"Ya sudah kalau mau kamu seperti itu", ucap Zia dengan tenang karena tidak mau semakin memperkeruh suasana, apalagi ia tahu jika istrinya sedang cemburu.


Didalam perjalanan dengan arus lalu lintas yang sudah lancar, Zia tetap melajukan kendaraannya dengan tenang. Sepanjang perjalanan Rahma hanya terdiam, Zia yang memulai pembicaraan pun tidak digubrisnya, hanya satu kata yang keluar dari mulut Rahma, " iya atau enggak".


"Yang, ada yang mau dibeli ga untuk keperluan besok?", tanya Zia dengan santai dan masih fokus menyetir mobilnya.


" Enggak", satu kata hanya untuk suaminya malam ini.


Sampai dirumah, Rahma langsung dengan cepat masuk kedalam rumah dan menuju ke kamarnya meninggalkan suaminya. Dan saat Zia masuk kedalam kamar, istrinya sudah didalam toilet. Zia hanya bisa menggaruk garukan kepalanya. Yang biasanya istrinya membantunya melepaskan pakaiannya, kali ini sepertinya istrinya tidak peduli, Zia merasa frustasi.


"Yang kamu mandi ?", tanya Zia saat istrinya sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidur seperti biasanya.


" Enggak", satu kata untuk Zia malam ini, Rahma pun dengan cepat naik ke atas ranjang lalu menutup tubuhnya dengan selimut sampai ke dadanya.


Zia bergantian masuk ke dalam kamar mandi dengan pikirannya yang semraut melihat istrinya bersikap seperti ini padanya.


"Emang ga enak klo dirumah keadaan bini lagi ngambek, syukur syukur masih dikasih jatah entar", gumam Zia didepan cermin toilet sambil mencuci wajahnya.


Saat Zia keluar dari toilet, ruang kamar sudah meredupkan lampunya. Dan melirik istrinya sudah memejamkan kedua kelopak matanya. Zia menghampiri istrinya keatas ranjang dan memeluk istrinya.


" Yang... kok udah tidur Yang.. kan belum Yang", rajuk Zia ditelinga istrinya.


"Aku lagi M", jawab Rahma dengan nada malas.


" Hah .. dari kapan M nya ?", tanya Zia terkejut dan langsung meraba raba bagian sensitif istrinya untuk memastikan jika istrinya sudah memakai pembalut. Alangkah makin frustasi Zia memastikan istrinya benar tengah datang bulan.


"Yang.. jangan ngambek gitu sih Yang.. itu orang bukan siapa siapa kok orang cuma temenan aja", rayu Zia dengan memeluk erat istrinya.


Tetapi Rahma tidak berselera membahas hal itu sebab suaminya sudah dianggap tidak ingin terus terang. Rahma tetap diam dan membuang muka dengan memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


bersambung


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. DAN JANGAN LUPA VOTE UNTUK AUTHOR. TERIMAKASIH.


__ADS_2