Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
positif


__ADS_3

" Sodaqollahul adzim ", Zia mengakhiri pembacaan ayat suci Al Quran karena terdengar suara adzan Subuh berkumandang memecahkan kesunyian malam yang akan disambut sinar mentari yang menghangatkan.


" Yang.. bangun.. kita sholat Subuh dulu ", ucap Zia membangunkan istrinya dengan lembut yang tertidur dipangkuannya, seraya meluruskan kakinya yang lumayan kesemutan akibat hampir sejam lebih istrinya tertidur dipangkuannya.


Rahma beranjak ke dalam toilet untuk ambil air wudhu, karena ia masih dalam ketakutan ia dengan sengaja tidak menutup pintu toilet yang ada di dalam kamarnya. Dan Zia yang masih terjaga wudhunya menunggu istrinya sambil berdzikir. Setelah Rahma selesai berwudhu ia menghampiri suaminya. Dan mereka berdua melaksanakan sholat Subuh berjamaah.


Setelah selesai melaksanakan sholat Subuh, Zia mencoba mengecek kegaduhan apa yang terjadi semalam.


" Kak.. mau kemana ? aku ikut !!", ucap Rahma menghampiri suaminya yang sudah membuka pintu untuk keluar kamar.


" Kamu kenapa Yang ?", ucap Zia menghentikan langkahnya karena mendengar istrinya meminta untuk menunggunya.


" Aku ga mau ditinggal sendiri, takut Yang ", gerutu Rahma seraya menggenggam lengan tangan Zia.


" Jangan takut dirumah kamu sendiri sayang.. Ini rumah kamu.. milik kamu.. kalau pun ada tamu yang tidak di undang dan kamu tidak berkenan, kamu berhak mengusirnya ", ucap Zia menasehati istrinya seraya membelai jemari tangannya yang melingkar di lengan Zia.


Ketika Zia dan Rahma keluar dari kamar, mereka berdua berpapasan dengan Galih dan Mba Ira yang sedang merapikan banyak pecahan beling di ruang tengah.


" Mba pecahan beling dari mana ?", tanya Zia kepada Mba Ira ketika melihat pecahan beling berserakan di mana mana seraya menahan langkah istrinya agar tidak menginjak pecah pecahan beling tersebut.


" Ini Pak, pajangan Ibu dari bufet Ibu itu Pak ", jawab Mba Ira seraya menunjukan arah dari mana pecahan beling tersebut dengan jempolnya.

__ADS_1


" Kok bisa pecah mba ?", tanya Zia heran mengeryitkan kedua alisnya.


" Saya juga ga tau Pak, semalam sy sm Galih dengar suara keras terjatuh ", jawab Mba Ira dengan serius menatap Tuan dan Nyonya mudanya.


" Iya semalam saya dengar kegaduhan semalam jadi ini sumbernya ? " ucap Zia seraya melihat keadaan lemari itu dan bermain dengan logikanya sebab isi dari lemari itu bisa keluar dan jatuh ke lantai serentak tanpa ada yang mendorong dan gangguan alam seperti gempa.


" Sayang.. lebih baik kamu kembali ke kamar, kamu harus banyak istirahat, disini banyak pecahan beling, aku temani kamu di kamar ", perintah Zia kepada istrinya dengan lembut seraya merangkul istrinya kedalam kamar.


" Yang hari ini kita ke Rumah Sakit ga ?", tanya Rahma kepada suaminya dan mereka merebahkan tubuhnya diatas ranjang mereka.


" Ga usah dulu, kamu istirahat aja, aku temenin ", ucap Zia dengan penuh kelembutan seraya merapikan anak rambut yang menghalangi wajah cantik sang istri.


" Aku mau ke toilet dulu Yang ", ucap Rahma beranjak dari tempat tidur.


" O iya lupa ", jawab Rahma dengan senyum diwajahnya yang tiba tiba memerah karena malu.


Zia menunggu di depan pintu toilet sambil membawa alat test kehamilan di tangannya, Ia tidak sabar dengan hasilnya.


" Yang.. di letakan dimana ini ?", seru Rahma saat membuka pintu toilet dan melihat suaminya sudah berdiri di hadapannya.


" Di atas dudukan closet aja Yang.. " , jawab Zia siap siap menyelupkan alat test kehamilannya ke dalam wadah yang berisikan urine istrinya.

__ADS_1


Dan Rahma memperhatikan apa yang dilakukan suaminya.


" Yang.. selamat ya Insya Allah kamu sebentar lagi akan jadi ibu dari anakku.. ", ucap Zia dengan penuh haru karena saking bahagianya dan ia memeluk istrinya.


" Kak, hasilnya aku positif hamil ? ", tanya Rahma dengan antusias tidak percaya.


" Iya sayang.. ini hasilnya kamu positif hamil..", jawab Zia tertawa karena gemas melihat ekspresi wajah polos istrinya. Dan mengajak istrinya kembali ketempat tidurnya.


" Alhamdulillah aku diberi kepercayaan menjadi orangtua untuk anak kita Kak ", lirih Rahma karena merasa sangat bahagia.


" Makanya.. tolong dijaga baik baik anak kita ini ya Yang.. kamu harus benar benar bedrest, aku ga izinkan kamu mengerjakan sesuatu di rumah ini ", ucap Zia dengan penuh perhatian dan kasih sayang mengecup kening istrinya.


" Sama aktif di ranjang juga ya Kak ?", ucapan Rahma menggoda suaminya dengan senyum yang membuat suaminya salah tingkah.


" Itu tetap sayangku.. cuma hati hati dan pelan pelan aja yang penting, tuh kan aku jadi kepengen ini, tanggung jawab kamu Yang.. ", ujar Zia dengan tidak kalah menggoda istrinya dan makin membuat wajah istrinya memerah karena malu.


Zia melumat bibir istrinya, dan seperti biasa ia mencumbu istrinya karena ia menginginkan sesuatu dari istrinya.


" Aaaaaaaa... aaaaaaaw kak sakit... ", teriak Rahma menahan rasa sakit dikepalanya yang luar biasa.


*bersambung

__ADS_1


HAY READERS TOLONG JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH*.


__ADS_2