
" Mohon maaf sebelumnya kalau saya panggil kerumah Dok, karena tadi siang saya tidak bertemu dengan jam praktek Dokter Ahmad", ucap Zia mengawali pembicaraan.
" Saya justru senang bisa silaturahmi ke kediaman Dokter Zia, ada yang bisa saya bantu Dok?", balas Dokter Ahmad selaku dokter senior spesialis syaraf.
" Ini Dok, istri saya terkadang mengalami sakit kepala yang luar biasa, saya sudah melakukan scan, dan membaca hasilnya tidak ada masalah dengan hasil scan di kepalanya, mungkin barang kali Dokter Ahmad bisa lebih jeli menganalisa, mohon untuk dilihat Dok ", ucap Zia dengan santai dan menyerahkan print out hasil scan istrinya kepada Dokter Ahmad.
" Tidak ada masalah yang membahayakan dari hasil scan ini Dok, saya yakin sekali ", ucap Dokter Ahmad saat menganalisa hasil scan yang ada ditangannya seraya mengeryitkan kedua alisnya dengan kaca mata untuk yang terpasang dikedua matanya.
" Mohon maaf sebelumnya Dok, jika diizinkan, apa boleh saya bertemu dengan Ibu ?", sambung Dokter Ahmad karena ingin memeriksa keadaan fisik Rahma.
" Ok tunggu sebentar Dok, saya panggil istri saya dulu ", ucap Zia dengan sopan kepada Dokter Ahmad yang jauh lebih tua dan hampir seumuran dengan Ayah kandungnya.
Rahma keluar dari kamarnya bersama suaminya Zia, Rahma dan Zia berjalan santai menghampiri dan menemui Dokter Ahmad.
" Sore Bu.. ", sapa Dokter Ahmad pada Rahma dengan sopan dan ramah.
" Sore Dokter Ahmad, mohon maaf sudah merepotkan dan terima kasih sudah bersedia datang ", jawab Rahma dengan ramah pada Dokter Ahmad.
__ADS_1
" Maaf Dok, Bu, jika saya diizinkan, saya mau memeriksa secara fisik, yang paling penting dari telapak tangan dan bagian kelopak mata bagian bawah ", ucap Dokter Ahmad meminta izin kepada Zia.
" Maaf Dok, Dokter cukup melihat saja, nanti untuk membuka kelopak mata istri saya yang membukanya ", sambung Zia yang sudah mulai posesifnya yg menjengkelkan. Dan Rahma pun menghelakan nafasnya di depan Dokter Ahmad, dengan maksud agar Dokter Ahmad paham dan memakluminya akan suaminya yang sangat posesif.
" Baik Dokter Zia dengan senang hati hahahaha ", jawab Dokter Ahmad sambil tertawa karena sikap Zia yang menggemaskan.
Pemeriksaan selesai, Dokter Ahmad memberikan hasil diagnosa analisanya.
" Alhamdulillah semua hasilnya bagus tidak problem apa apa ", ucap Dokter Ahmad dengan tatapan yang menegaskan kepada Zia dan Rahma.
" Lebih baik seperti itu, tidak ada salahnya kita terus ikhtiar untuk berobat dan mencari penyebab dari sakit kepala yang diderita ibu ", jawab Dokter Ahmad dengan santai.
Setelah kedatangan Dokter Ahmad, Zia merencanakan mengobati istrinya dengan cara di ruqyah. Zia akan meminta kepada salah satu guru ngajinya Ustadz Afrizal saat ia masih kuliah dulu, namun ketika dihubungi ternyata Ustadz Afrizal sedang melaksanakan ibadah umroh, sehingga Zia harus menunggu Ustadz Afrizal kembali ketanah air.
****
Hari menjelang malam, Zia dan Rahma melaksanakan sholat Magrib berjamaah. Setelah selesai sholat dan doa, Zia melantunkan ayat Al Quran di lantai yang beralaskan permadani yang sangat nyaman. Seusai sholat Rahma langsung berbaring dengan kepalanya berbantal dipangkuan paha suaminya karena merasa lelah sekali tidak seperti biasanya. Seraya membaca Al Quran Zia membelai kepala sang istri. Karena suara merdu suaminya, Rahma tertidur dipangkuan suaminya.
__ADS_1
Setelah selesai membaca dan melantunkan ayat suci Al Quran, Zia memindahkan kepala istrinya dibantalnya dengan perlahan. Dan Zia ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya dilantai dengan beralasan permadani yang nyaman. Sambil tiduran disamping sang istri, Zia membuka layar Handphone nya. Dan membaca chat dari Dokter Ahmad.
* Chat Zia (Z) dengan Dokter Ahmad (A)*
A : Assalamualaikum Dokter Zia
Z : Waalaikumsalam Dokter Ahmad
A : Dok, mohon maaf sebelumnya, saya harap dokter segera membawa istri Dokter untuk menyembuhkan penyakit non medisnya. Saya melihat Ibu, pandangan dari matanya sudah terlihat kosong, seperti ada yang mengendalikannya.
Z : Baik Dok, terimakasih atas saran dan masukannya.
Zia memandang wajah istrinya, Zia tahu jika istrinya akan tersakiti jika Zia menyentuhnya, karena dari setiap kali Zia ingin memulai bercinta dengan Rahma, penyakit itu datang dengan tiba tiba.
Dan malam ini Zia mengalahkan hasratnya untuk tidak menyentuh istrinya sampai istrinya terbebas dari penyakit non medisnya, walaupun sebetulnya Zia tidak bisa melewati malam tanpa berhubungan lebih dulu dengan istri tercintanya, apalagi melihat istrinya mengenakan pakaian tidur yang sangat tipis Zia sebagai suami dan laki laki normal tidak mampu menahannya.
HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.
__ADS_1