Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
pulang


__ADS_3

Siang hari tepatnya pukul 2 siang mereka berempat meninggalkan Villa, karena hari esoknya mereka harus bertemu kembali dengan segala aktivitas yang padat.


Rahma yang diantar pulang dengan Zia seperti biasanya. Sepanjang jalan seperti ada benteng yang membatasi mereka, mereka berdua sama-sama tidak bicara. Yang biasanya Rahma tertidur dimobil Zia jika perjalanan yang cukup jauh, tapi kali ini tidak demikian. Sampai dipertengahan jalan, Rahma terlihat gelisah, dan sekali meneteskan air matanya.


Zia yang melihat tetesan air mata yang mengalir dipipi Rahma yang mulus merasa bersalah, walaupun sepertinya Rahma menahannya namun sudah tidak kuat menahan bendung air matanya. Rahma pun dengan sembunyi menghapus air matanya, dan menujukan wajah kalau Rahma biasa saja. Zia pun gelisah dan merasa bersalah, serta bingung karena khawatir apabila pembicaraannya dengan Rahma tadi di Villa melukai perasaannya. Zia pun mencari rest area untuk membicarakan apa yang terjadi sehingga Rahma bersedih seperti ini yang membuat Zia tidak fokus menyetir mobilnya.

__ADS_1


"Dek, kamu kenapa?", tanya Zia dengan khawatir sambil memegang bahu Rahma.


" Ga apa-apa kok Kak, aku cuma ga habis pikir aja selama ini aku cuek dan tidak peka dengan perasaan kakak selama ini sama aku, padahal kakak sudah maksimal memberi perhatian padaku yang luar biasa", jawab Rahma yang sangat pelan karena menahan air matanya menetes lagi.


"Aku tau kamu belum bisa mencintai kakak Dek, kalau memang hal ini menjadi beban yang berat untuk kamu, sebaiknya kamu abaikan pembicaraan kita tadi", sambung Zia yang melihat dan peka bahwa hal ini menjadi beban yang berat untuk Rahma dan tak tega dengan Rahma, namun pahitnya Zia belum tahu alasan yang jelasnya kenapa Rahma bersedih.

__ADS_1


"Dek, kakak akan selalu menunggu kamu sampai kamu siap, tapi maaf, jangan kelamaan juga nanti takut kakak keburu tua", ucap Zia tersenyum yang mencairkan suasana dan Rahma pun kembali tersenyum.


***


Marisya yang sudah mengenal karakter Rahma, bergumam di dalam mobil bersama Fajri "kayanya hubungan persahabatan kita bakal rengangg Kak".

__ADS_1


" Kakak merasakan kalau Rahma tidak mencintai Zia, Kakak cuma khawatir Zia ditolak, dan Rahma semakin menjaga jarak dengan kita bertiga", tambah Fajri yang sudah bisa memprediksi hubungan Rahma dan Zia karena Fajri dan Marisya sangat mengenal karakter Rahma dan Zia.


JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR YA. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH


__ADS_2