
Setiba ditanah air, Rahma yang kembali menjalani rutinitas sebagai istri yaitu menyiapkan makan malam untuk suaminya.
Mereka makan malam hanya berdua di sebuah rumah yang lumayan besar untuk mereka berdua, dan manusia penghuni rumah baru tersebut hanya mereka berdua saja, sehingga suara ketukan sendok dengan piring saat mereka makan bisa terdengar.
"Yang.. udah ya kamu resign dari kantor kamu, aku pengen kamu temenin aku aja nanti di Rumah Sakit kita yang baru", ucap Zia memulai pembicaraan dimeja makan sambil mengunyah santapan makan malam hasil masakan istrinya.
" Kan banyak teman teman kamu orang orang hebat Yang, kenapa harus aku, seharusnya kamu terjunkan teman-teman kamu yang hebat hebat itu Yang, aku kan ga punya pengalaman tentang Rumah Sakit ", jawab Rahma mencoba bernegoisasi dengan suaminya.
" Kan aku meminta kamu untuk menjadi sekretaris aku Yang, ga ada masalah kalau basic kamu bukan dari dunia kesehatan, aku butuh kamu membantu aku, bukan orang lain meskipun mereka lebih hebat dari kamu", ujar Zia yang tidak ingin istrinya membantah keinginannya.
"Terus salary nya gimana ?", tanya Rahma dengan senyum memberi kode agar suaminya memberikan gaji lebih dari gaji pekerjaan Rahma menjadi sekretaris anggota dewan.
"Memangnya kamu masih butuh gaji Yang ? Mayoritas saham Rumah Sakit ada di aku, ATM aku ada di kamu semua", jelas Zia yang paham sifat para wanita.
" Ya namanya dipekerjakan ya butuh digaji dong Yang, kan harus profesional", jawab Rahma dengan wajah manjanya.
"Ya Tuhan !! kamu mau digaji berapa Yang.. ?itu Rumah Sakit punya suami kamu sendiri !, pusing aku kalau udah urusan duit sama bini.. dimana mana kalau sudah urusan duit sama bini ga kelar kelar..", ucap Zia memelas karena gemas dengan istrinya.
"Iya nanti aku segera resign asal salarynya cucok", jawab Rahma sekenanya dengan senyum kemenangan berhasil menggoda suaminya yang sedang menikmati makan malamnya bersamanya.
"Nah gitu dong Yang, nanti aku buat ruang kerja khusus kita berdua di Rumah Sakit, peresmian paling 1 bulan lagi selesai, soal salary aku yang gaji kamu pribadi, aku kasih lahir batin malah ", ujar calon Dirut Rumah Sakit Astra. Rahma pun menimpali dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Malam yang sunyi sepi dan semakin larut, hanya suara acara tv yang dibiarkan sedang menyalah, namun diacuhkan oleh pemiliknya karena sang pemiliknya sedang bercinta dengan istrinya.
***
Pagi hari dengan udara yang sejuk dan memberikan kesegaran saat menghirup udara pagi. Zia dan Rahma sedang menikmati sarapannya dan bersiap siap untuk bekerja.
Hari ini adalah terakhir Rahma bekerja sebagai sekretaris anggota dewan, sebab suaminya yang memintanya untuk resign dan beralih profesi sebagai sekretaris Dirut Rumah Sakit yaitu suami Rahma sendiri Zia.
Begitu juga Zia, yang pelan pelan meninggalkan pasiennya di Rumah Sakit terbesar milik pemerintah, karena Zia akan fokus mendirikan Rumah Sakit yang dibangunnya dan impiannya.
Selama ini Zia bersedia ikut bergabung di Rumah Sakit milik pemerintah ini karena ingin menambahkan pengalamaannya. Dan sekarang waktu yang tepat dan ia pun siap mendirikan Rumah Sakit impiannya.
***
" Mau gimana lagi Bang, big boss dirumah minta aku jadi sekretarisnya, bukan sekretaris buat Pak Andra katanya", ucap Rahma pada Alam dan meniru sedikit ucapan suaminya.
Hari ini resmi Rahma mengundurkan diri dari kantor yang diimpikannya sejak ia masuk keperguruan tinggi, ia harus menuruti keinginan dan perintah suaminya untuk fokus dengan Rumah Sakit yang sedang dibangun.
***
Dihari yang cerah, dan keramaian pasien rumah sakit milik pemerintah ini tidak pernah sepi pasien. dr. Zia Astra, Sp. PD setiap sebelum jam prakteknya, ia terlebih dahulu melakukan visit untuk pasien yang sedang rawat inap dirumah sakit tersebut.
__ADS_1
Saat visit pasien rawat inap, dua perawat selalu mendampingi Zia. Zia yang mempunyai sifat dingin dengan wanita manapun kecuali istrinya Rahma. Zia dokter yang tampan, tajir dan ramah, tidak jarang dari kalangan pasien atau yang mengantarkan pasien mencuri perhatian Dokter Zia. Begitupun dengan para perawat, mereka berlomba lomba mengambil perhatian Zia kala Zia belum menikah.
Zia tidak segan segan mengupload foto pernikahannya dengan istrinya Rahma bahkan lebih banyak foto istrinya daripada dirinya sendiri diakun sosmed pribadinya, agar seluruh manusia tahu bahwa ia mencintai istrinya, sebab Zia juga tidak mau baik pasien atau diluar pasiennya menyalah artikan kebaikannya walaupun perhatian kecil.
Disela sela kesibukannya Zia tidak lupa menanyakan kabar istri tercintanya.
*Chat Zia(Z) dengan Rahma(R)*
Z : Yang, lagi apa ?
R : Mau siap siap pulang, urusan resign sudah kelar
Z : Maafin aku ya Yang, aku ga bisa jemput kamu pulang, kasian pasien aku lagi banyak yang Sakit.
R : iya, aku langsung pulang kerumah aja ya
Z : naik apa?
R : ojek online aja
Z : hati hati Yang, tunggu aku dirumah.
__ADS_1
R : iya
HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMA KASIH