Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
periksa kandungan


__ADS_3

Zia tengah bersiap siap untuk berangkat ke Rumah Sakit Astra. Ia pergi dengan mobil mewahnya yang dikendarai oleh Mas Anto.


" Yang aku berangkat ya, nanti siang kamu nyusul ke Rumah Sakit dengan Mas Anto ya ", ucap Zia yang tengah siap tidak lupa mencium kening istrinya dan Rahma pun meraih tangan serta mencium punggung telapak tangan suaminya. Zia melangkahkan kakinya menuju garasi mobil ketika mendengar suara mobil sudah dinyalahkan oleh Mas Anto.


****


Di lain tempat, Ibunda dan Ayahanda Zia mendapatkan kiriman amplop coklat berukuran 20x25 cm yang di kirim ke alamat kantor mereka dengan nama pengirim inisial satu huruf W dan alamat pengirim tidak lengkap. Amplop itu sudah tergeletak di meja kerja ruangan mereka bersamaan dengan beberapa berkas berkas kiriman surat dari beberapa client. Namun sayangnya sang penerima tidak sedang ada ditempat. Bunda dan Ayah Zia sedang berada di luar kota karena sedang mengurusi segala bisnisnya.


****


Zia sudah tiba di Rumah Sakit, dan disambut oleh security Rumah Sakit Astra dan diantar ke ruang kerjanya. Saat masuk ke ruangannya Zia juga di sambut oleh para perwakilan dari staffnya, untuk melaporkan hasil kerja mereka selama Zia tidak hadir ke Rumah Sakit Astra.


" Hallo Assalamualaikum ", suara Bunda dari seberang via telepon.


" Waalaikumsalam Nda ", jawab Zia dengan semangat karena sudah sangat kenal sekali suara Ibundanya.


" Gimana kabar kehamilan kesayangan Bunda Nak ?", tanya Bunda dengan hangat.


" Alhamdulillah bagus Nda, nanti siang akan kontrol ke Obgyn Nda, minta doanya selalu ya Nda ", jawab Zia dengan penuh rindu kepada Ibundanya.


" Ga sabar Bunda ingin bertemu kalian, besok Bunda akan kembali, dan Bunda akan langsung berkunjung kerumah kalian ", ucap Bunda dengan suaranya yang terdengar bahagia yang di nanti nanti oleh sang anak.


" Siap Nda, aku tunggu ", jawab Zia dengan penuh rindu pada Ibundanya.


" Salam untuk kesayangan Bunda.. Assalamualaikum ", salam Bunda dan mengakhiri sambungan teleponnya.

__ADS_1


" Insya Allah Nda.. Waalaikumsalam ", jawab Zia seraya menggeser icon merah pada layar hp nya.


****


Sinar matahari sudah menegakan cahaya, bertanda hari mulai masuk waktu siang. Rahma tengah bersiap siap menghias wajah cantiknya. Dengan lipstik merah muda menampilkan warna alami pada bibirnya dan senada dengan kulit putih di wajahnya.


****


Di Rumah Sakit Astra, Zia menunggu sang istri, ia merasakan rindu yang luar biasa, padahal hanya hitungan beberapa jam saja ia tidak bersama dengan istrinya. Zia menghubungi Mas Anto memastikan Mas Anto sudah siap untuk menjemput Rahma.


Diperjalanan Mas Anto mengendarai mobil dengan sangat hati hati, karena Mas Anto sudah berkali kali diberi peringatan agar pelan pelan melajukan mobil yang di tumpangi oleh Nyonya mudanya oleh suami si Nyonya mudanya itu.


Hingga selang beberapa menit Rahma telah tiba di lobby utama Rumah Sakit Astra, kehadirannya sudah ditunggu dan disambut oleh suaminya yang sudah tidak sabar bertemu dengan istrinya.


" Udah deh jangan genit ditempat umum, nanti aja pas sudah di rumah dan di kamar ", bisik Rahma dengan wajahnya tersipu malu dan meraih tangan suaminya serta mencium punggung telapak tangan suaminya.


" Aku genit juga sama istri sendiri kok Yang ", goda Zia disertai kedipan satu mata yang membuat istrinya gemas dan Rahma pun membalas dengan cubitan kecil di lengan Zia.


" Ayo, Dokter Fenita sudah menunggu kamu Yang.. ", sambung Zia mengajak Istrinya langsung ke poli kandungan dan bertemu dengan dokter kandungan.


" Lho dokternya perempuan Yang ?", tanya Rahma dengan sengaja memancing pertanyaan untuk suaminya, karena ia tahu kalau suaminya tidak akan rela jika dokter spesialis yang memeriksa kandungan untuknya dokter laki laki.


" Iyalah, dokternya pas adanya perempuan jam segini ", ucap Zia sekenanya mengalihkan jika ia tidak rela istrinya berkaitan dengan para dokter laki laki apapun keperluannya.


" Siang Dok.. Silahkan Dok, sudah di tunggu Dokter Fenita ", sapa perawat di depan pintu ruang periksa Dokter Fenita seraya membukakan pintu untuk Zia dan Rahma.

__ADS_1


" Terimakasih Sus ", jawab Rahma dengan ramah disertai senyum khasnya.


" Assalamualaikum Dok ", ucap salam Zia dan Rahma berbarengan dengan senyum.


" Waalaikumsalam, silahkan Bu .. Dok .. ", jawab Dokter Fenita dengan ramah.


" Apa ada keluhan Bu.. ? ", tanya Dokter Fenita seraya siap mencatat apa yang dikeluhkan oleh Rahma.


" Cuma mual mual aja Dok, saya ga tahan sampai pusing ", jawab Rahma mengungkapkan keluhannya.


" Tapi tidak ada flek kan ya Bu ?", tanya Dokter Fenita dengan penuh perhatian.


" Alhamdulillah tidak Dok ", jawab Rahma dengan santai.


" Terakhir datang bulan kapan Bu Rahma ?", tanya Dokter Fenita seraya menulis resep resep vitamin yang akan diberikan untuk Rahma.


" Terakhir itu tanggal 25 bulan lalu Dok ", jawab Rahma berusaha mengingat kapan iya datang bulan.


" Ok kalau begitu silahkan berbaring ya Bu, saya akan periksaan dengan Ultrasonografi ", ucap Dokter Fenita berdiri duduknya serta membantu Rahma berbaring di tempat tidur periksa.


" Ok, usia kandungannya sudah masuk 7 minggu ya Dok, sudah berbentuk kepala dan badannya, dan detak jantungnya sudah berdetak sempurna sesuai dengan usianya, Alhamdulillah sehat Dok bayinya ", ujar Dokter Fenita dengan semangat karena ikut bahagia melihat perkembangan kandungan istri dari pemilik Rumah Sakit Astra.


#bersambung#


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR YA. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.

__ADS_1


__ADS_2