
Beduk berbunyi, menghempaskan kesunyian malam, berkumandang suara Adzan Subuh terdengar selang seling bersahutan antar mesjid. Zia membangunkan sang istri tercinta untuk mandi dan melaksanakan sholat Subuh.
" Kak.. mau dibuatkan sarapan apa ?", tanya Rahma kepada mantan sahabatnya yang sekarang sebagai suaminya yang ia cintai seraya melipatkan sajadah.
" Sudahlah Yang... kamu benar benar bedrest dulu, nanti kalau usia kandungan kamu sudah masuk 4 bulan, baru kamu boleh masakin aku lagi ", jawab Zia yang tampak tidak ingin terbantahkan dan Rahma pun menuruti perintah suaminya.
" Yang, pagi ini ke Rumah Sakit dulu ya sendiri, nanti siang kamu berangkat dengan Mas Anto ke Rumah Sakit, kita cek ke Obgyn periksa kandungan kamu", ucap Zia dengan lembut seraya meraih tangan istrinya untuk duduk bersama dengannya dipinggir tempat tidur.
" Wajah kamu masih pucat wahai istriku, istirahat lha.. ", sambung Zia membelai wajah istrinya.
" Aku menahan mual apa ada obat anti mual untuk Ibu hamil muda seperti aku Yang ?", ucap Rahma memang dengan ekspresi menahan mual.
" Memang seperti ini gejala Ibu hamil wahai istriku.. kamu yang sabar.. tidak boleh seorang Ibu hamil mengkonsumsi obat obatan, kecuali vitamin dan penguat kandungan ", jelas Zia yang lucu melihat ekspresi istrinya tetap cantik walau bagaimana ekspresi wajahnya ketika menahan mual.
" Pak.. Bu.. sarapan sudah siap.. Monggo ", ucap Mba Ira dari pintu luar kamar Tuan dan Nyonyanya.
__ADS_1
" Ayo Yang.. kita sarapan.. ", ajak Zia pada istrinya.
Saat keluar dari pintu kamarnya, Rahma merasa mual ketika mencium aroma masakan. Rahma setengah berlari menuju toilet untuk mengeluarkan isi yang ada di dalam perutnya karena tidak tertahankan sudah berada di tenggorokannya.
Hueeek.. hueeek..
Zia mendengar sang istri muntah muntah di dalam toilet, ia inisiatif menghampiri istrinya dan membantu sang istri agar merasa lebih tenang dan lega dengan di usap usap punggung belakang istrinya.
" Sudah lega belum ? kalau sudah lega supaya kamu bisa tenang ", tanya Zia dengan penuh perhatian pada istri tercintanya yang sedang berjuang menjadi seorang ibu dari anaknya.
" Ga usah Pak, biar saya yang buatkan teh nya untuk Ibu ", ucap Mba Ira di dapur.
" Ok Mba terimakasih, tapi jangan terlalu manis ya Mba.. ", ucap Zia seraya meninggalkan dapur dan kembali menghampiri istrinya yang sedang duduk sofa ruang tengah.
" Kak, kamu sarapan dulu aja, aku nanti aja, kayanya sekarang aku belum bisa sarapan ", ucap Rahma dengan suara lemahnya seraya memijitkan keningnya.
__ADS_1
" Kamu pusing? biar aku yg pijat kepala kamu ", ucap Zia dengan sigap memijat kepala istrinya dengan lembut.
" Ini Pak, diminumkan dulu untuk Ibu ", ucap Mba Ira seraya meletakan gelas berisikan teh manis yang masih hangat diatas meja.
" Nanti aku minum Kak, kamu sarapan duluan aja, jadi ga kesiangan nanti ke Rumah Sakit biar ga macet di jalan Kak.. ", ucap Rahma dengan senyum agar suaminya tidak perlu mengkhawatirkan keadaannya karena lumrah ibu yang sedang hamil muda keadaannya demikian.
" Iya, tapi nanti kamu juga sarapan ya.. jangan sampai enggak sarapan sama sekali lho Yang.. ", ucap Zia dengan mencemaskan keadaan istrinya.
" Iya, nanti aku sarapan kalau aku sudah tenang, pasti aku paksain kok Kak ", jawab Rahma dengan senyum walaupun wajahnya masih pucat.
" Kau wanita pujaanku, inilah salah satu alasan kenapa aku begitu mencintaimu, hingga aku tidak mampu berpaling darimu", ucap Zia dengan lirih seraya menatap dalam mata istri tercintanya.
" Udah deh, jangan gombal aja !! ", seru Rahma yang tidak tahan tersipu malu dengan ucapan suaminya yang membuatnya berbunga bunga.
Zia beranjak dari sofa dengan mencium kening istrinya dengan seksama dan melangkah menuju meja makan besarnya untuk sarapan pagi. Sedangkan Rahma belum siap untuk ikut sarapan bersama suaminya karena tidak tahan mencium aroma masakan yang membuatnya mual mual.
__ADS_1
HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. BIASAKAN BERI LIKE MU SETELAH MEMBACA KARENA ITU YANG MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH. SELAMAT MEMBACA