
Tiba di tanah air, Rahma dan Yoga melakukan aktivitasnya kembali ke kantor perwakilan rakyat. Diruangan sudah ditunggu oleh Alam dan Hesti yang sudah bersiap diri meledek sepasang dua sejoli ini.
Benar saja, Rahma dan Yoga diledek habis-habisan oleh Hesti dan Alam, Rahma dan Yoga dipalak oleh-oleh. Yoga pun berjanji akan mentraktir para anak buahnya karena telah menjaga ruangannya dengan baik selama Yoga tugas keluar negeri.
***
Zia yang terus berusaha meminta Rahma untuk bertemu, namun Rahma yang memang ingin menghindar dengan beribu alasan menolaknya.
Waktu pun berlalu, Zia menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar dokter spesial penyakit dalam. Zia yang berusaha menghubungi Rahma untuk merayakan perjuangannya menjadi dokter sesuai cita-citanya bersama para sahabatnya tapi tak ada jawaban sama sekali, begitupun Marisya sangat sulit menghubungi Rahma. Padahal Marisya juga ingin sekalian mengundang acara pernikahannya untuk Rahma.
***
__ADS_1
Diruang kerja Yoga, Yoga memerintahkan pada anak buahnya untuk hadir saat hari Minggu acara Car Free Day, Yoga memerintahkan karena akan ada kegiatan jalan santai dari partai yang mengusungnya maju sebagai anggota dewan.
Hari Minggu pun tiba, Yoga dengan para anak buahnya sedang selfie untuk mendukung acara jalan sehat ini. Dan Yoga pun memerintahkan Rahma agar foto-foto selfie tadi segera dishare diakun pribadi Yoga, dan Rahma pun melaksanakan perintah Yoga, dengan meng tag akun Rahma, Hesti dan Alam. Dan pastinya Zia yang notifikasi berbunyi karena Rahma baru saja mengupload foto-foto terbaru.
Setelah pukul 08:00 WIB Alam dan Hesti izin pamit pulang karena mereka ada keperluan keluarga masing-masing. Yoga pun yang ingin mengisi hari Minggunya mengajak Rahma untuk ke Puncak Pass berdua selagi masih pagi.
Sepanjang perjalanan mereka berdua asyik bercanda dan bercerita. Sesekali Yoga menggombali Rahma. Tiba di Puncak agak siang karena macet pun tidak terelakan. Setelah waktu jam makan siang, Yoga mengajak Rahma makan ditengah-tengah kawasan kebun teh. Rahma dan Yoga makan siang dengan ayam bakar khas warga kampung sekitar.
Disitulah Yoga mengungkapkan cintanya kepada Rahma dan Yoga menyatakan niatnya untuk melamar Rahma untuk segera dipinang menjadi istrinya.
" Iya silahkan Mas, ngomong aja, jangan ragu, lagi tumben pakai serius, memangnya Mas Yoga bisa ngommg serius?", jawab Rahma yang malah meledek Yoga.
__ADS_1
"Mas serius nih Mah", gerutu Yoga memelas.
"Mah, selama ini aku mencintai kamu, dari awal aku melihat kamu, aku sudah jatuh hati sama kamu. Dan aku berharap kamu bersedia menjadi yang bukan hanya sekretaris aku dikantor, tapi juga sekretaris manajemen hatiku. Yang membangunkan aku Subuhan, yang melahirkan anak-anakku nanti. Apa kamu bersedia Mah... ?", pernyataan cinta Yoga panjang lebar yang membuat Rahma tidak bisa berkata apa-apa, karena detak jantungnya berdebar-debar.
" Memangnya kapan Mas Yoga mau memperkenalkan aku dengan keluarga Mas Yoga?", malah itu jawaban Rahma. Itu artinya.. ?? pikir Yoga.
"Jadi kamu bersedia jadi istri aku?", tanya Yoga lagi karena masih belum yakin dengan jawaban Rahma seperti itu.
" Iya.. jadi kapan Mas Yoga siap mau bawa keluarga Mas Yoga silaturahmi ke keluarga aku?", jawab Rahma dengan memperjelas.
"Alhamdulillah... secepatnya sayangku,,", ucap syukur Yoga yang sangat bahagia karena Rahma pun membalas cintanya.
__ADS_1
" Lusa kita ambil cuti, dan Mas akan bawa kamu kenalan dengan keluarga Mas", sambung Yoga yang ingin segerakan hubungan mereka dihalalkan.
JANGAN LUPA LIKE NYA