
Melihat hari sudah menjelang siang, suasana kamar dengan penghangat ruangan sehangat pelukan suami istri yang terlelap dengan tidurnya. Rahma lebih dulu membuka mata dari tidurnya, melihat suaminya memeluknya dan tertidur pulas. Rahma mengusap wajah polos suaminya ketika tertidur, karena penasaran dengan wajah suaminya yang berewok tipis, sebab selama ini ia belum pernah menyentuh wajah Zia dengan tangannya sendiri.
"Yang.. bangun.. ayo kita jalan jalan.. " suara serak Rahma karena baru bangun tidur membangunkan suaminya dengan tangan Zia yang melingkar dipinggang istrinya.
"Kalau bangunin suami itu dicium begini, nih, muach..muach.. jangan cuma dielus elus aja mukanya", jawab Zia dengan suara khas orang yang bangun tidur, dengan matanya masih segan dibuka tapi bisa mencium pipi istrinya untuk memberi contoh bagaimana ia ingin dibangunkan dari tidurnya.
" Kok dia tau aku membelai wajahnya..?? ", gumam Rahma dalam hati namun wajah Rahma seketika memerah karena malu sebab suaminya tahu jika ia membelai wajah tampan suaminya.
" Yang ayo jangan numpang tidur aja, kita siap siap !!, seru Rahma yang berusaha melepaskan pelukan suaminya itu.
"Cium aku dulu !!" perintah Zia yang masih memejamkan mata.
"Ga mau, geli banyak berewoknya !!", gerutu Rahma dengan menyipitkan matanya.
" Ya Tuhan, mencium suaminya sendiri saja harus dipaksa !!", saut Zia yang tidak berdaya memelas.
"Nanti cutiku habis baru aku cukur, aku pikir kamu suka dengan laki laki yang punya berewok seperti ini", jelas Zia yang baru tahu jika istrinya geli dengan berewok tipisnya, tetapi kenapa istrinya gemar dengan aktor India yang rata rata ada berewoknya ?.
"Iya.. iya.. muach.. ", Rahma akhirnya mendaratkan ciuman di pipi suaminya dengan terpaksa.
__ADS_1
" Masa cuma itu, jidad, mata, pipi satunya, terus bibir belum !", melas Zia lagi menunjukan bagian yang belum dicium oleh istrinya.
"muach..muach..muach..muach.. udah puas !!", gerutu Rahma yang makin membuat Zia gemas.
" Kalau cium bibir suami tuh begini Yang.. muach", Zia yang memberi contoh bagaimana cara ia ingin dicium bibir oleh istrinya, tapi bukannya mengecup seperti yang Rahma lakukan tapi malah melumat bibir istrinya. Alhasil Zia jadi meminta lebih dari sekedar ciuman.
"Ih kak nanti malam aja, nanti keburu siang, kita ga puas jalan jalannya.. ", keluh Rahma yang segera menghentikan aksi suaminya yang sudah hampir membuka kancing baju piyama istrinya.
" oh iya ya.. tapi ... tanggung Yang, sebentaaaar saja, please... !!", pinta Zia memelas dan istrinya pun pasrah merelakan suaminya melanjutkan hasratnya.
Setelah mereka selesai dengan urusan mereka, Rahma menarik handuk disamping tempat tidur untuk menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai benang pun, dan langsung berlari menuju ke kamar mandi, karena khawatir suaminya mengajaknya mandi bersama lagi. Zia yang melihat tingkah istrinya tertawa geli karena lucu melihat tingkah istrinya.
Mereka berdua menyusuri tempat perbelanjaan. Zia membelikan istrinya pakaian branded serta tas yang dipilih istrinya saat mereka mampir ke butik fashion terkenal.
Zia juga mengajak istrinya ke counter arloji, Zia meminta istrinya memilih arloji couple untuk mereka berdua. Seketika Rahma teringat, arloji yang dikenakannya sekarang pun pemberian Yoga dulu dan couple dengan Yoga dibelinya ketika mereka di Singapore.
Zia yang tahu jika arloji yang dikenakan istrinya adalah arloji couple dengan mantan kekasihnya dahulu. Zia melihat ketika dulu Rahma mengupload foto diakun medsosnya, Zia melihat di foto itu Yoga dan Rahma memakai alroji yang sama. Maka dari itu Zia berinisiatif ingin menggantikannya dengan arloji yang baru dan dengan segera memusnahkan arloji masa lalu istrinya itu.
"Yang mana yang bagus modelnya Yang buat kita berdua ?", tanya Zia lagi yang tidak terasa istrinya hampir 30 menit hanya melihat lihat tanpa mencobanya dan istrinya hanya terdiam gelisah.
__ADS_1
" Yang, kamu sebenarnya mau ga kita pakai arloji yang sama seperti arloji yang kamu kenakan sama dengan mantan kekasih kamu dulu ?!!" , tanya Zia lagi untuk memastikan namun agak sedikit membentak dan menyinggung masa lalunya, karena merasa sudah tidak sabar dengan sikap istrinya yang sepertinya ingin mempertahankan arloji masa lalunya itu melingkar ditangannya.
Rahma memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam dalam karena bentakan suaminya ditempat umum. Bagusnya pelayan di counter itu tidak mengerti bahasa yg dipakai oleh mereka berdua.
"Ya sudah ini saja kita ambil", Rahma pun memilih arloji yang sesuai dengan seleranya dengan nada suara yang lemas.
" Lepas arloji yang kamu pakai Yang, aku mau kamu pakai ini sekarang yang baru, pemberian aku suami kamu, aku juga akan melepas arloji lamaku pemberian ayah dan memakai yang baru sekarang !!", perintah Zia yang tidak ingin terbantahkan sebab dari ekspresi wajahnya sudah membuat istrinya tidak nyaman.
Rahma yang masih sabar dengan sikap suaminya, bertahan untuk diam dan menahan emosinya tapi raut wajahnya tidak bisa dibohongi, karena ia tahu seberapa posesif seorang Zia padanya. Rahma sangat memahami dan bisa mengatasi sifat suaminya sejak dulu jika jiwa posesif dan cemburunya kumat, yaitu cukup dengan diam dan sabar. Dan satu hal, jangan coba coba membantahnya, karena Rahma tidak ingin melihat kemarahan Zia dihadapannya.
Setelah Zia memakaikan arloji baru pada istrinya, Zia mengambil arloji lama Rahma dan meminta izin kepada si pemilik untuk membuang arloji masa lalu itu.
"Maaf Yang, aku ga mau melihat arloji ini masih berkeliaran dikehidupan kita, aku meminta izin untuk membuangnya", ucap Zia dengan nada agak sedikit rendah dengan arloji bermasalah itu digantung dijari telunjuk Zia.
" Mau aku apakan arloji ini supaya enyah dari pandanganku selamanya Yang ?", tambah Zia lagi memastikan nasib arloji bermasalah itu bagi Zia.
"Kamu jual saja, uangnya kamu berikan untuk yang membutuhkan, agar amal dan pahala orang yang memberikannya padaku terus mengalir", jawab Rahma yang pasrah dengan keadaan dan situasi yang ingin mempertahankan arloji kenangan masa lalunya, karena tidak ingin berdebat dengan suaminya yang sedang terbakar api cemburu akhirnya ia menyarankan demikian untuk yang terbaik.
" Ok, aku akan jual di counter ini !!", jelas Zia yang sudah mencoba menego penjualan arloji bermasalah bagi kehidupannya.
__ADS_1
HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.