Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
aku menginginkannya


__ADS_3

Hujan pada malam hari menjadikan penyejuk untuk dua insan sepasang suami istri yang sekian lama sudah saling mengenal dengan diawali dasar hubungan persahabatan. Namun karena kecantikan dan kebaikan Rahma, Zia yang sebagai laki laki normal tidak mampu menahan rasa cintanya yang kian tumbuh menggunung pada Rahma.


Zia sudah berbaring diranjangnya berkutat dengan hp miliknya menunggu sang istri yang masih didalam toilet dikamarnya.


Keluar dari toilet, Rahma menghampiri suaminya diatas ranjang, Zia pun melebarkan satu tangannya dengan maksud memberi kode agar istrinya tidur dalam pelukannya dengan tangan yang satunya dan kedua matanya tetap fokus kelayar Hpnya dan Rahma meletakan kepalanya didada bidang suaminya. Zia pun mencium pucuk kepala istrinya.


Sambil dipelukan suaminya, Rahma memperhatikan layar Hp yang sedang dikutat oleh suaminya.


"Yang, lihat deh ini videonya lucu banget", ujar Zia kepada istrinya agar istrinya memperhatikan layar Hpnya untuk menonton beberapa video lucu. Dan mereka berdua tertawa tawa melihat video dari layar Hp Zia. Sebelum mereka pejamkan mata untuk tidur, Zia melihat istrinya sudah menguap, lalu Zia menutup dan meletakan Hp diatas meja disampingnya.


" Ya sudah Yang kita tidur", ucap Zia kembali dan menutupi tubuh Istrinya dengan selimut.


Rahma merasa heran, karena merasa tumben suaminya tidak merajuk untuk meminta haknya dan malah langsung ingin tidur. Yang padahal kebiasaan suaminya tidak akan lelap tidurnya jika sebelum tidur tidak bercinta lebih dulu dengan istrinya.


"Yang.. ", Rahma memanggil suaminya denga suara lirih.


" Heem", jawab Zia tanpa membuka mulutnya

__ADS_1


"Kamu ga sakit kan ?", tanya Rahma karena benar benar merasa heran dengan sikap suaminya.


" Enggak sayang, ya udh kamu tidur sayangku, istirahat lha", jawab Zia dengan membelai rambut Istrinya.


Rahma yang merasa tidak dibutuhkan malam ini oleh suaminya dengan perlahan membalikan badannya menjauh dari pelukan suaminya, posisinya pun sekarang sudah membelakangi suaminya. Zia terkejut melihat apa yang dilakukan Istrinya, sesungguhnya Zia hanya ingin tahu akan respon istrinya.


"Yang kok kamu menjauh gitu ?, aku mau tidurnya peluk kamu kok", tegur Zia mendekat pada istrinya.


" Ga apa apa, aku pengen ubah posisi aja karena agak pegal", jawab Rahma menutupi perasaan.


" Yang, para Malaikat melaknat kalau seorang istri menolak ajakan suaminya dan tidur membelakangi suaminya dengan sengaja", bisik Zia mengingatkan istrinya. Dan Rahma pun langsung membalikan tubuhnya menghadap suaminya dengan memejamkan kedua matanya tidak mau melihat Zia dan menutup wajahnya dengan selimut.


"Aku mengenal baik diri kamu wahai istriku. Ada apa denganmu? Apa ada yang salah denganku?", tanya Zia lagi memastikan bahwa istrinya betul-betul tersinggung.


" Ga apa apa, tumben aja kamu ga mau nyentuh aku malam ini !!", gerutu Rahma dibalik selimut, sebab ia merindukan belaian dan cumbuan suaminya.


"Sayang, maafkan aku, bukannya aku tidak ingin, justru aku tidak sanggup kalau aku tidak menyentuhmu, tetapi aku tidak mau kamu merasa terpaksa melayani aku karena kamu melakukannya atas dasar kewajiban kamu sebagai istri bukan tanpa dasar karena kamu mencintaiku. Aku paham akan hal itu, berbeda rasanya kalau kamu juga menikmatinya karena atas dasar cinta. Aku tidak mau berlaku dzolim terhadap istriku sendiri tanpa aku sadari. Mudah mudahan kamu paham dan mengerti", penjelasan Zia panjang lebar dengan lembut dan pelan pelan tepat diwajah istrinya dibalik selimut.

__ADS_1


" Memangnya aku pernah bilang ke kamu kalau aku melakukannya terpaksa dan tanpa rasa cinta?", jawab Rahma sinis masih dibalik selimut.


"Kamu memang tidak pernah mengatakannya, tapi setidaknya aku bisa merasakannya", ucap Zia yang berasumsi seperti itu pada istrinya.


" Kalau aku merasa senang dan selalu menginginkannya artinya kamu berburuk sangka denganku?", gerutu Rahma memanyunkan bibirnya dan bangun duduk tersentak mengejutkan suaminya.


"Hah, kamu serius Yang ??! kamu senang dan selalu menginginkannya ??!", Zia yang tidak menyangka kalau istrinya sudah mulai melibatkan perasaannya untuk hidup bersamanya dan langsung memeluk istrinya karena betapa bahagianya ia.


" Jangan sentuh aku !! tadi katanya ga mau nyentuh aku !! ", gerutu Rahma yang memanyunkan mulutnya dan menepis pelukan Zia. Zia pun makin semangat menggoda dan merayu istrinya yang sedang ngambek seperti itu.


" Jangan gitu Yang, maafin aku Yang.. aku kan pengen... katanya kamu juga pengen..", rayu Zia dengan merajuk agar istrinya membuang ngambeknya.


"Ayo dong Yang, kita mau berapa ronde Yang malam ini, aku ladenin Yang, aku kuatin, aku semangat nih !!", rayuan Zia yang makin menggoda istrinya.


" Ronde jahe emangnya !!", gerutu Rahma kesal yang makin membuat Zia gemas dan tertawa lepas.


Rahma pun pasrah menerima cumbuan suaminya dan tanpa sadar ia sudah tidak mengenakan sehelai benang pun. Malam ini serasa milik mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2