Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya

Cintai Aku Seperti Kau Mencintainya
ke Mesjid


__ADS_3

Hari menjelang malam, adzan magrib berkumandang, Zia dan Rahma melaksanakan sholat Magrib berjamaah berdua di dalam kamar mereka yang berukuran luas kamar tersebut kurang lebih 5x10 meter persegi, setelah itu Zia dan Rahma melantunkan ayat suci Al Quran secara bergantian tiap satu ayat.


Setelah selesai membaca Al Qur'an, Zia dan Rahma keluar dari kamar menuju kursi meja makan untuk makan malam yang telah disediakan Mba Ira.


"Mba Ira, nanti lebih sering masak seafood kecuali kerang dan tanpa digoreng ya Mba, supaya janin dikandungan istriku sehat Mba, utamakan sayuran seperti bayam juga ya ", perintah Zia kepada Mba Ira dengan santai.


" Baik Pak.. Alhamdulillah Ibu hamil .. ", seru Mba Ira dengan gembira dan haru ketika sedang menuangkan air mineral ke dalam gelas Tuan dan Nyonya mudanya.


" Iya Mba.. minta doanya ya Mba ", saut Rahma seraya menyuap makan ke dalam mulutnya.


" Pasti Bu, biar ibu dan bayinya sehat selalu dan panjang umur ", saut Mba Ira dengan semangat.


" Aamiin ", jawab Zia dan Rahma bersamaan.


Sesaat Zia dengan Rahma sudah ada di dalam kamar mereka berdua untuk siap siap tidur, Zia mendapati pesan chat dari Ustadz Afrizal yang akan membantu menyembuhkan Rahma dari sihir yang menyerangnya.


* chat Zia (Z) dengan Ustadzah (U)*


U : Assalamualaikum Zi..

__ADS_1


Z : Waalaikumsalam Tadz..


U : Zi.. afwan.. filing ana ga enak nih malam ini buat keluarga antum. Coba antum dan istri antum ga bermalam dirumah antum dulu sampai ana datang..


Z : ana kemana baiknya Tadz ?


U : kalau bisa antum berdua lebih baik bertahmid di mesjid yang selalu ada jamaah dan tidak pernah sepi. Sebab ana lihat rumah antum banyak sekali tamu yang tidak diundang hadir untuk mengganggu istri antum.


Z : Baik Tadz, ana bersiap akan bawa istri ana ke Mesjid Xxx di pusat kota itu Tadz.


U : betul Zi.. lebih baik disana.. mintalah selalu perlindungan pada Allah, karena Allah sebaik baik pelindung hambaNya.


Z : minta doanya Tadz..


Zia memberitahu istrinya agar bersiap siap dan membawa perlengkapan sholat dan peralatan mandi serta pakaian untuk salin besok.


" Kita mau kemana Yang ? ", tanya Rahma dengan rasa kebingungan mendengar ajakan suaminya dan melihat suaminya berkemas kemas.


" Nanti ak ceritakan di mobil saja, sekarang ganti pakaian km dan pakai jilbabmu ", jawab Zia dengan lembut seraya memegang kepala istrinya.

__ADS_1


Rahma mematuhi segala perintah suaminya dan mengikuti langkah suaminya. Mba Ira yang mengetahui Tuan dan Nyonya mudanya ingin pergi malam malam merasa bingung, akan tetapi ia sadar memiliki batasan untuk menahan diri bertanya tanya terlalu jauh.


" Tolong panggil Mas Anto ya Mba.. saya dan istri ingin keluar sekarang ", perintah Zia dan Mba Ira langsung menghampiri Mas Anto dibelakang.


" Ayo Yang !! ", seru Zia mengajak sang istri menuju mobil setelah mendengar suara mobil sudah di nyalahkan oleh Mas Anto di garasi mobil.


Zia dan Rahma di antar oleh Mas Anto dengan selamat sampai tujuan. Di dalam perjalanan Zia tidak bicara sedikit pun, tapi ia khusuk membaca Al Qur'an di dalam mobil.


" Yang kita ada apa, kok tumben kamu ngajak aku sampai kesini ?", tanya Rahma yang sejak tadi penuh dengan rasa penasaran.


" Aku dapat pesan dari Ustadz Afrizal, beliau punya filing yang tidak nyaman untuk kita berdua kalau ada dirumah malam ini sampai besok beliau datang menemui kita dirumah. Beliau memberi saran lebih baik kita ada disini bertahmid meminta perlindungan pada Allah ", jawab Zia dengan penuh kehati hatian agar istrinya tidak merasa takut.


Zia dan Rahma mencari cari tempat agar mereka bisa selalu bersama, dan setelah mereka mendapatkan tempat shaf yang pas dan nyaman untuk mereka berdua, mereka duduk bersila di dalam Mesjid, dan tetap duduk bersebelahan yang hanya dibatasi oleh pembatas papan dimana untuk jamaah laki laki dengan perempuan terpisah.


Sampai waktu menunjukan jam 2 malam, Rahma sudah merasakan kantuk, ia mengirim pesan chat kepada suaminya agar mereka mundur kebelakang dan dipojok supaya Rahma bisa tertidur duduk bersandarkan dinding. Suasana Mesjid yang selalu ramai dengan jamaah yang beribadah membuat ketenangan tersendiri untuk batin Rahma.


******


Keadaan rumah ditinggal oleh sang empu bertahmid ke Mesjid yang lumayan jauh dari rumah mereka, tengah malam sudah ada kekacauan. Terkadang Mba Ira dan Galih mendengar suara pintu tertutup sendiri dengan kencang dan banyak suara kegaduhan seperti barang yang terjatuh, tapi Zia sudah berpesan untuk mba Ira dan Galih untuk tidak keluar kamar apabila merasakan ada keanehan.

__ADS_1


bersambung


HAY READERS JANGAN LUPA LIKE AND VOTING AUTHOR. AGAR AUTHOR SEMANGAT MELANJUTKAN CERITA. TERIMAKASIH.


__ADS_2