Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
truth or dare


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismilah


.


.


.


.


" ka Miftah...!!!" seru kami


" turunkan tanganmu ..." bisiknya jelas lalu aku mengibaskan tanganku


"kalian lagi ngapain disini ,acara sudah mau dimulai.." dengan ekspresi yg datar , namun tak membuatku takut


" iya ka..." angguk mereka lalu pergi berlalu dengan sedikit berlari , aku yg hendak kembali ke tempat acara pun sempat tertahan


" orang orang kaya gitu ga usah diladeni ...."


" tapi mereka udah keterlaluan kang... beraninya main keroyokan lagian gue ga ngerasa salah apapun ,gue ga terima pembullyan mereka pikir gue takut...." ucapku kesal dengan mata yg menajam


" gue tau ko dan gue yakin loe tau cara buat bales mereka tapi tidak dengan kekerasan yang bakal bikin loe salah dimata siapa pun..." jawabnya


aku menghela nafas lelah lalu pergi meninggalkan kang Miftah.


acara berlangsung dengan lancar , dengan predikat anggota senat yg bersanding di belakang nama...helaan nafas lelah mengiringi rasa rindu akan sosok Rama ,semakin banyak saja orang orang yang menjadi kerikil untukku berkuliah dengan tenang, baru saja bang Akhsan mewanti-wanti ku agar berhati-hati dalam bergaul apalagi dengan mahasiswa laki laki.


" darrrr....!!!" kejut Airin membuatku tersentak kaget ,membuyarkan semua lamunanku


" ngagetin aja...!" aku berdecak kesal


" hayooo lagi ngelamunin apa ???kangen dipeyukk Rama yah ???" tunjuknya seraya duduk di sampingku ,diundakan tangga..aku menggeleng sambil tersenyum membayangkan wajah Rama saja sudah bisa membuat ku tersenyum


" dihhhh bucin...." senggolnya


" masuk yuu ! udah malem..anak perawan ga boleh ngelamun disini malem malem sendirian.." ajak Airin


" loe lupa apa amnesia gue kan udah ngga perawan .." jawabku


" oh iya..lupa istri orang..." ralatnya sambil menepuk jidatnya sendiri


" Ra..di dalem lagi ada games loh ikutan yuu..." ajak Airin,aku menggeleng " engga ahh cape gue..."


" ya udah kalo gitu loe nonton aja...." bujuknya , akhirnya aku mengangguk siapa tau dengan melihat mereka bermain games mood ku bisa kembali .


ternyata disana sudah ada yang lain bersama para senior namun tak ada bang Akhsan disitu


" Nara...!!!" pekik mereka " ayo ikutan , Ra....!!" ajak mereka memohon


aku merasa tak enak padahal aku malas sekali bermain game macam ini


" ayolah , Ra....sekali aja..." bujuk mereka ,mau tidak mau aku ikut ,mereka memberikan ruang untukku dan Airin duduk lalu ka Satria dan ka Andri memutar botol ,yuppp inilah TOD.....truth or dare !!!!


botol diputar ,memutar cukup kencang


dag..dig...dug....!!!!


itulah yg kini semua rasakan takut takut kalau leher botol mengarah pada diri sendiri


trap....!!!


benar saja ! baru saja tarik kursi Airin sudah kena


" woahhhh....!!!! Airin.....!!!"


Airin menghela nafas lelah


" truth or dare ???" tanya ka Titus , Airin menimang nimang " dare...!!" jawabnya


semua menyeringai kami rembukan tantangan apa yg akan diberikan ,aku memberi usulan absurd ,semua setuju hanya satu yg tak setuju


" ga mau gue...!!!" ucap ka Satria menolak


" udah sii terima aja lumayan kapan lagi di tembak junior cantik...." ucap ka Titus

__ADS_1


" oke Rin...karena kamu milih dare ,tantangan buat kamu ....tembak Satria...!!" seletika mata Airin membola


" hah ??! dia??!!! ogah...!!" tunjuknya pada ka Satria


" dih so cantik banget...!!emangnya gue mau ditembak junior rese kaya loe " sewot ka Satria


" ayo...!!!kamu sendiri yang pilih..." ucap ka Andri tersenyum jahil


" tembak....!! tembak....!! tembak...!! " seru yang lain .


" cepet, Rin...!!"


Airin merengut kesal ,jatuh sudah harga dirinya ,menembak cowok bibir lemes seantero kampus " i hate u dude...." gumamnya


" pake cara romantis , Rin...!!" pekik yang lain


" go Airin....!!!" pekikku ,mata Airin menatap tajam ,aku mengulum senyum


Airin menghampiri ka Satria yg sedang mengalihkan perhatiannya ,menghela nafas ,di depan hampir semua mahasiswa ia meraih tangan ka Satria dan menggenggamnya


" ka...." matanya teduh menjiwai , sedikitnya ka Satria ikut baper padahal tau ini hanya sebuah permainan


" dari awal gue liat loe...gue udah suka sama loe..."


" cie......!!!" sorak mereka


" makin kesini gue jadi sayang sama loe..."


ka Titus dengan sengaja memutar lagu romantis dari pemutar musik di ponselnya yg disambungkan langsung dengan speaker bluetooth,menambah suasana syahdu....


" si*al..." gumam Airin tanp suara dan aku melihatnya , seketika aku tertawa


" gue .....gue mau loe jadi pacar gue ka...." ucap Airin ,pecah sudah suara pekikan heboh dari para penonton


" terima..sat....terima..!!!!"


" oke ...." jawab ka Satria jumawa


" asyik...diterima...." pekik yg lain


" oke...gue ga mau..!!" tambah Satria ,wajah Airin tersenyum kecut " lagian siapa yg mau jadi pacar loe,najis. !!!" sewot Airin


semua tergelak dengan sikap ogah ogahan mereka


" elahhh so ganteng loe ,sat.." ucap ka Andri


kami kembali ke tempat ,lalu kembali botol diputar


" Nara...!!!" tunjuk mereka bahagia


" truth or dare .....??" tanya mereka ,aku menimang nimang ,kalau kejujuran aku tak mau orang lain mengulik masalah pribadiku kalau dare aku hanya takut mereka akan menyuruhku melakukan hal yang tidak-tidak...tapi aku lebih memilih rahasiaku aman .


" dare..." jawabku ,mereka lalu rembukan tantangan apa yg akan diberikan


jantungku dag dig dug tak karuan....


" oke.. Ra kita ga akan ngasih yang susah susah ,kita juga ga mau nyuruh buat loe yg aneh aneh. . " ucap ka Andri ,mungkin maksud aneh itu seperti tantangan Airin barusan karena takut berurusan dengan Rama...


aku mengangkat alisku sebelah


" tantangan buat loe...diem sendiri di gudang dalam keadaan gelap selama 15 menit...." ucapnya


mataku membola dan menggeleng cepat , jantung ku berdegup hebat ,otak dan pikiran ku flashback kejadian beberapa taun ke belakang kejadian kelam yg membuatku menjadi seorang phobia gudang gelap...hatiku ikut tersentak dan kembali luluh lantah mengingat perasaan yg sudah lama hilang kini kembali kurasakan.


" gue ga mau...!!please apapun tapi jangan yg satu itu...!!" gelengku cepat


" alahhh itu cuma hal sepele ko, Ra....!!" ka Della dan ka Titus menggusurku ke gudang belakang dekat dapur dan memasukkan ku ,aku sudah memohon namun mereka sepertinya tak percaya lalu menutup ku di dalam gudang yg gelap


" 15 menit ya , Ra..." dari balik pintu


bau apek gudang dengan debu yg tebal menusuk hidungku ,gelap .....pasokan udara ku terasa sesak,aku terbatuk-batuk kakiku lemas


potongan memori kelam itu kembali menari di pikiranku ,keringat dingin membasahi kening ku


" ka Titus..gue takut..." aku menggedor pintu sambil menangis


" guys..kayanya Nara bener bener takut deh..." Airin mulai khawatir


" 15 menit ya , Ra..." pekik ka Della.


mereka ada di balik pintu gudang


pikiran itu kembali melayang layang ,aku semakin terisak mengingat seseorang...di pojokan aku memeluk lututku dengan badan yg bergetar


" Metta...." isakku ....


nafasku semakin lemas ...tanganku bergetar hebat seakan kejadian kelam yang dulu pernah terjadi kini kembali terulang di sekitarku....


bang Akhsan ,kang Miftah dan yg lain baru kembali dari luar, rupanya barusan Rama sengaja datang untuk menjemputku


" Ra!!! boncel!!!! " pekik bang Akhsan sambil menenggak minuman kaleng

__ADS_1


" Ni...liat Nara ???" tanya bang Akhsan


" tadi tuh lagi pada main games ka TOD gitu kalo ga salah barenga yang lain..." jawab Nian.


bang Akhsan mengernyitkan dahi" dimana sekarang mereka??" tanya kang Miftah


" Akhsan...cari Nara ???" tanya Andri yg kembali ke ruang tengah


ia mengangguk " eh Ram...mau jemput Nara ???" tanya Andri dulu , Rama mengiyakan " kejutan..." ucapnya


" Nara di gudang...dia kena Tod...." ucap santai ka Andri,seketika bang Akhsan melotot dan membanting kaleng minuman " apa loe bilang ???" semua terjengkat ketika bang Akhsan meremas kerah baju ka Andri


" santai bro.. Nara di gudang ...." tahan ka Andri , sontak saja ia panik begitupun Rama dan yang lain ,bang Akhsan berlari ke arah gudang disusul Rama,ka Annisa,ka Maria dan kang Miftah


" sh*ittttt....!!!" pekik bang Akhsan


" buka oyyy....!!!" bentak bang Akhsan pada yg lain ,mereka langsung terjengkat kaget melihat mata tajam bang Akhsan dan kepanikannya


" Ra.... Ra...." bang Akhsan menggedor-gedor pintu ,namun untuk menyahut saja rasanya tenggorokanku berat


melihat kepanikan bang Akhsan , Rama ikut panik begitupun yang lain suasana berubah menjadi panik....


" buka !!!!!" bentak Rama ,ka Titus mencoba membukanya dengan ketakutan melihat reaksi bang Akhsan dan Rama yang lain ikut terpundur


" ini ada apa ,san ?? kita cuma lagi main Tod doang ko..." ucap Della


" Nara phobia gudang gelap...!!! " bentak bang Akhsan,semua mata membola tak percaya sekaligus merasa bersalah , Airin ikut menangis " gue udah bilang kan ...." tangisnya ,tanpa sadar ka Satria menariknya ke dalam pelukannya


Rama membuka kunci gudang dan mencari ku bersama bang Akhsan


" Nara....!!!" aku kenal suara itu bang Akhsan dan Rama ,bang Akhsan tau dimana posisiku persis seperti kejadian dulu ,ia membawaku keluar yg sudah gemetar


Rama dan yg lain menyaksikan keadaan ku yg kacau


" bang.. " aku sesenggukan " Metta bang .... Metta..." badanku bergetar hebat dalam pelukan bang Akhsan


" Nara ga bisa tolong Metta bang.." tangisku sebuah kesedihan yg mendalam "Nara takut...pak Toni bang...." racauku bang Akhsan mengusap usap lembut rambut dan punggung ku


" bubar...!!" bentak kang Miftah


Rama sudah mengepalkan tangannya " siapa yang udah ngajak Nara main permainan konyol ini ???" tanya Rama,semua terdiam


" sorry Ram..San..kita ga tau kalo....." belum selesai dengan ucapannya Rama sudah beranjak dan menarik kerah baju ka Titus


" Rama...!!!" kang Miftah menyusul kemana Rama membawa ka Titus bersama ka Maria dan ka Andri...


" suttt.. Metta udah tenang disana Ra...ga usah loe ungkit ungkit lagi....udah jadi takdir dia kaya gitu, sebagai temen loe harusnya do'ain dia...pa Toni udah dapet ganjaran yg setimpal, Ra..." bisik bang Akhsan mendekapku erat sambil mengusap pucuk kepalaku ,ka Annisa membawa segelas air putih lalu pergi meninggalkan ku bersama bang Akhsan di sofa tengah .


" minum dulu..."


aku menggeleng masih tak mau keluar dari dekapan bang Akhsan yang menurutku tempat teraman


" gue takut pa Toni bang,kalo seandainya Nara dikasih berani buat pukul pak Toni.. Metta masih disini bareng Nara.." tangisku kembali pecah


kejadian 6 tahun yang lalu menjadi ketakutan dan trauma tersendiri buatku


cukup lama... aku kembali merasakan kejadian kelam itu ,kejadian yg menyebabkan aku menjadi seorang yang introvert...nafasku mulai teratur aku tidur di pelukan bang Akhsan dengan tanganku yg masih memeluk tubuhnya seakan tak mau lepas


" yang ...bawa aja ke ranjang...kasian kalo harus kaya gitu posisinya..." bisik ka Annisa


" iya nanti ,soalnya dia suka bangun lagi.. " jawab bang Akhsan tak kalah pelan .


Rama kembali bersama yang lain ,melihat keadaan ka Titus dan ka Andri yg sedikit berantakan dan lebam di ujung bibirnya,membuat mereka yakin jika Rama sudah memberikan pelajaran untuk mereka bahwa jangan pernah ada yg berani macam-macam denganku...


.


.


.


.


.


Rama duduk di sampingku ,bang Akhsan mengalihkan pelukanku pada Rama ,aku sedikit bergeming namun tak terbangun hanya kembali meracau sambil tertidur,itu menandakan trauma mendalam yang belum hilang ,menghirup aroma Rama membuatku tenang dan merasa aman.


" maafin gue Ta..." sesenggukan ku,lalu kembali tidur


Bang Akhsan meregangkan otot nya menghela nafasnya panjang


" sorry san...kita ga tau kalo Nara phobia gudang gelap..." ucap Titus dan Andri tulus termasuk Della


" kenapa Nara bisa sampe kaya gini bang..." tanya Rama yg memang sudah penasaran hal apa yg membuatku sampai begini....


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2