
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
Di depannya dekan kampus sedang mengintrogasi nya seakan menyudutkan Rama ,namun ia hanya diam menyaksikan orang-orang menyalahkan dirinya atas tindakan yang tidak ia perbuat ,akan ada masanya dimana orang-orang akan meminta maaf padanya ,asalkan kabar ini tidak sampai ke telinga orang rumah ,masalah ini tak terlalu membuatnya gentar ,mental yang ditempa di jalanan membuatnya mampu menghadapi masalah dengan cukup tenang.
" boleh saya berbicara pak ??" suara Rama pertama kalinya sejak ia masuk ruang Dekan.
" silahkan !!" jawab Dekan dengan segala kebijaksanaannya.
" kalau memang saya yang menghamili dan mencoba menjadi seorang pengecut ,saya hanya ingin menanyakan bukti apa yang bisa membuat semua pernyataan korban memang terbukti benar adanya ? karena saya tidak pernah dan tidak akan pernah mengakui kesalahan yang tidak saya lakukan " tanya Rama ,sekalipun di depannya rahang bapak Resti sudah mengeras karena dia fikir tidak seharusnya Rama bersikap angkuh.
" jaga ucapan kamu !! kamu pikir anak saya wanita ja *lang yang mau menyerahkan kehormatannya kepada siapa saja, anak saya tidak serendah itu !!!" pekik bapak Resti berdiri saking emosinya.
" kalau anak bapa tidak serendah itu tidak mungkin dia bisa hamil di luar nikah !!" ucap Rama dingin tanpa harus membentak seperti yang dilakukan oleh ayah Resti pun ,sudah dipastikan nada dan maksud ucapan itu merendahkan.
" kamu !!!!" tunjuknya ditahan beberapa dosen.
" sudah pak, sudah !! sebaiknya kita mencari bukti dahulu apa benar memang Rama yang menghamili anak bapak atau bukan , karena setau saya dan rekan rekan dosen,Ramadhan mahasiswa yang patut menjadi teladan ,apalagi perihal ibadah !" jawab seorang dosen yang tentu saja mengenal Rama.
beberapa mahasiswa tidak percaya kalau Rama sampai tega melakukan itu ,apalagi di depan mata kepala mereka sendiri jangankan berhubungan dengan seorang gadis dekat dekat saja atau sekedar bersalaman saja Rama menghindari. Dimana ada pro pasti ada kontra ,hidup memang selalu imbang dan cenderung tak adil ,hanya yang kuat yang bertahan ,beberapa lainnya menganggap wajar saja Rama melakukan itu pandangan anak band memang selalu senegatif itu yang selalu bergonta-ganti pasangan dan meninggalkan seenak dirinya.
Rama keluar ruangan dengan wajah yang membuat hari mendung ....
" hallo ,bay ... Nara aman di villa bareng Azka??"
" aman , Ram...!!"
Tak ada angin tak ada hujan , Rama menyuruhku dan Azka untuk berlibur di villa sambil merenovasi villa katanya , Rama menyuruhku mengganti modelan perabotan rumah ....
" yang benar saja ,bay !! baru lahiran sudah disuruh pergi !!" omelku yang jadinya menyemprot Bayu.
" katanya biar loe bisa refreshing setelah acara aqiqah !!" jawab Bayu.
Acara aqiqah kemarin memanglah membuatku sedikit lelah ,karena banyak sekali tetamu yang hadir khususnya kenalan Abah dan ambu juga mamah dan papah ,maklum saja lah cucu pertama .
Mobil sudah sampai di depan villa
" sebentar lagi Rika dan Vina nyusul buat nemenin , Ra ...." ucap Bayu, aku mengangguk.
.
.
.
" bay .. titip Azka dong ,gue kebelet !!" pintaku pada Bayu ,
" oke...!! sini boy bareng om Abay...sekalian belajar gendong baby ,siapa tau kan disegerakan !!" seru Bayu
" aamiin !!" jawabku sambil berlari kecil.
" hoofff ...!! lega !!" ujarku
" Ra...!!!" pekik Bayu membuatku terkejut dan segera berlari menuju ruang tengah.
" kenapa ,bay?? Azka kenapa ??" tanyaku panik.
" asemm ,dasar bapak sama anak ga ada bedanya ! gue dapet jackpot dari anak loe !!" Bayu meringis.
" hahahahah !!" aku tergelak
" jarang jarang loh ,bay.. Azka gitu sama orang !" jawabku.
" jadi menurut loe gue harus say thanks ini anugerah gitu ??" omelnya saat sebuah cairan kuning pekat menempel di baju abay...
" udah sii bay ...bersiin aja !! " jawabku mengambil solusi.
Tak lama Rika dan Vina datang dan Abay pulang . Sedikit aneh buatku dengan keputusan Rama yang mendadak ini ditambah dia yang tidak mengantarku atau ikut bersama ku dan Azka.
" assalamualaikum bro !! gimana ?? si Resti udah mau ngaku yang sebenarnya??!" tanya Abay yang baru bergabung bersama Rama , Gilang dan Ridwan. Rama menggeleng yang berarti hasilnya nihil
" gue cuma curiga sama seseorang yang dari kemarin ilang, Ram...." ucap Abay " apa loe sepemikiran sama gue , Ram ??" tanya nya.
" bukannya dia itu ...." tuduh Gilang sambil bergidik, yang dipahami oleh semuanya,lantas ia duduk di sebelah Abay.
__ADS_1
" anj*irrr ....loe abis nyelem di selokan mana bay ??" tanya Gilang menutup hidung . Abay baru teringat akan bajunya yang belum ia ganti.
" lupa gue ! gara-gara Azka nih ,asem ...anak loe ngasih jackpot , Ram...sama Om gantengnya ini ,sampe Rika bilang gue belom mandi seminggu!" keluh Abay mengadukan Azka pada ayahnya ,baru berusia beberapa hari saja Azka sudah mendapatkan laporan pengaduan. Semua tergelak,namun Rama menyendu , Azka...dia sangat merindukan tangan mungil itu menyentuh permukaan kulitnya ,dia sangat merindukan memajukan hidungnya saat Azka tengah menguap juga senyumannya yang lebar saat tengah bermimpi ,mungkin para dewa dewi langit sedang mengajaknya bermain.
" maafin daddy,mboy ....percayalah saat kamu dan bunda kembali saat semuanya sudah baik baik saja "
Rama tak ingin aku dan Azka terlibat dalam masalah ini , terlebih aku yang sedang dalam masa nifas dan menyusui karena beban pikiran yang akan kutanggung nantinya akan mempengaruhi produksi ASI ku untuk Azka juga masa penyembuhan ku sehabis melahirkan.
" sampai manapun dia pergi bakal gue kejar !!" ucap Rama memasukkan alat hisap vape lalu bergegas pergi menuju tempat yang ia duga tempar persembunyian nya.
keadaan lain
Resti sudah membaik ,ia tengah duduk di ranjang RS ditemani ibunya. Tangannya bergerak mengelus elus perutnya ,di dalam sana ada janin kecil yang tak berdosa dan justru harus ikut menanggung malu kedua orangtuanya nanti setelah lahir..miris memang..namun hatinya bukan hanya mencemaskan calon bayi kecilnya ,sudah pasti Ramadhan yang akan membencinya .Tapi jika itu cara yang akan membuat nya memiliki Rama dan menyelamatkan hidup janinnya kelak ,apalagi setelah ayah kandungnya sendiri ingin membunuhnya ,maka akan ia lakukan sekalipun bersama itu pula harga dirinya ia lenyapkan.
" res..ibu ke toilet sebentar ya ..! bapakmu sedang di kampus mu !" ucap ibu Resti ,ia mengangguk .
tap..tap..tap...
ceklek
" kamu !!! mau apa lagi kamu kesini ??" tanya nya panik.
" hay Res..gue cuma mau bawain ini buat loe !!" ia meletakkan sekeranjang buah buahan.
" pergi loe dari sini ! jangan sok peduli sama gue ,inget ya anak ini bakal tetep lahir meski loe ga mau tanggung jawab!" jawab Resti menangis.
" kenapa harus Ramadhan,res...loe sadar sama apa yang loe lakuin ??" tanya nya, menepuk jidatnya karena ia tau akan menjadi masalah besar jika Rama orangnya ,maka ia pun akan ikut habis olehnya.
" karena gue mencintai Ramadhan!! gue ingin memilikinya ...gue memang gila !!" sesenggukan nya.
" Rama sudah berkeluarga, Res..dia sudah memiliki anak !!" pekiknya tak kalah keras
" gue ingin di posisi Narasheila !! dicintai begitu dalam oleh seorang Rama!!"
" bukannya cinta sama loe tapi Rama bakal benci sama loe!"
" terus loe apa ??? berbuat dan setelah itu ninggalin gue menanggung semuanya ,loe malah nyuruh gue buat menggugurkan !!" pekiknya histeris ,
" maaf karena gue menjadikan loe sebagai pelampiasan atas fantasi gue ..." jawabnya sambil keluar.
Resti semakin menangis ,ibunya masuk ia panik melihat anaknya menangis sejadi-jadinya begitu.
" ibu telfon bapak dulu ,nak !!"
.
.
.
.
Abah dan ambu sudah menyuruh Rama untuk pulang ,kepalan tangan Abah sudah siap dilayangkan pada Rama jika itu benar terjadi ,namun setaunya ...senakal nakalnya Rama ia tidak berani sampai berkelakuan menjijikan seperti itu terlebih Rama sangat menyayangi ku dan Azka.
Deru mesin motor gede terdengar di parkiran rumah
" assalamualaikum !!"
" wa'alaikumsalam !!"
plakkkkk !!!!!
satu tamparan mendarat cantik di pipi Rama dari Abah.
" kenapa kamu sampai terlibat masalah semacam ini ,apa kamu tidak menghargai Abah di depan keluarga neng Nara!!!" pekiknya.
" tidak Abah,aa difitnah !' jawabnya.
" apa neng Nara tau?? abah tidak mau mantu dan cucu abah sampai kenapa-napa !! kalau memang kamu melakukan ,maka Abah sendiri yang akan mengusir kamu dan mencoret namamu di kartu keluarga Abah ,dengan Azka sebagai gantinya.!!" bentak Abah menggelegar.
Mata Rama memicing pada Resti ,sampai kapanpun ia akan ingat kejadian ini ,kejadian yang sudah menyangkut pautkan dan menyeret keluarganya ke dalamnya.
" gue bakal ingat ini ,Res ...! " ucapnya
" jujur !!! apa kamu yang menghamilinya ??" tanya Abah ,sudah sangat bosan Rama menjawab ini dan percuma juga jangankan menyentuhnya memandangnya saja Rama tak sudi.
" jadi bagaimana nasib anak saya ,pak ??anak bapa sudah menghamili anak saya !" tegas ayah Resti
Resti hanya mematung sedari tadi sesekali mengangguk saat ditanya apakah ia dan Rama melakukannya .Itu semakin membuat Rama mengepalkan tangannya kalau ia bukan perempuan sudah habis di tangan Rama.
" a duduk...! " pinta ambu yang bersikap tenang ,ia tau bukan anaknya ,kedua orangtua ini hanya ingin bersikap bijak.
" sudah berapa bulan ,nak ??" tanya ambu .
" 11 minggu " cicitnya.
" sekali lagi , ambu tanya apa betul kamu melakukannya dengan Ramadhan??" tanya ambu , Rama menoleh pada ambu seakan tak terima namun ambu mengangkat tangannya seakan berkata diam.
Resti melihat semua wajah yang ada di ruangan ini ,lalu terakhir pada Rama ia menunduk takut,lalu mengangguk pelan .
" sh*iittttt ,!!!!" pekik Rama "loe gila ??!! pergi bareng aja ga pernah , astagfirullahaladzim !!!" helaan nafasnya berat .
" tuh kan !! sudah jelas !!"pekik ayah Resti.
__ADS_1
" ambu ,abah ...aa tau zina itu perbuatan dosa yang benar benar hina ,kalau memang aa berniat begitu buat apa aa menikahi Nara di usia muda kalau hanya memikirkan kenikmatan semata !" jelas Rama.
Mereka tau bagaimana watak anaknya ,sikap anaknya selama ini
" begini saja bu ,kalau memang nak Resti memiliki bukti yang bisa menunjukkan kalau benar itu anak Rama ,maka kamilah yang akan menikahkan Rama dengan Resti !" jawab Abah .
" apa bah ??!!" pekik Rama.
braakkk !!!!
pintu terbuka
" assalamualaikum "
dengan Azka yang berada di gendonganku,tatapanku nanar menatap semua yang berada di dalam ruangan ini
flashback on
Tak semudah itu aku percaya dengan kata kata Abay ...
" please gue mohon ,kalian berdua sahabat gue ,cerita apa yang sebenarnya terjadi "
Rika dan Vina menceritakan semuanya padaku , berarti memang benar mengubah dekor rumah adalah alasan klasik Rama untuk membuat ku sibuk dan menjauh dari masalah yang Rama alami.
Aku segera memesan taxi online dan meluncur pulang dengan Azka dan kedua temanku ,dan disinilah aku bersama mereka yang sedang membicarakan pernikahan Rama dan Resti . berasa jadi remahan biskuit yang dibuang.
" sayang !!" Rama tergelonjak kaget termasuk Abah dan Ambu ,begitu juga dengan Resti yang sedang kutatap rendah ...senyumku tersungging smirk. Tak menyangka cobaan rumah tangga yang akan kujalani bersama Rama secepat ini .
" neng ..." ambu menyambutku.
" Azka sini bareng ambu ,nak !!" ambu membawa Azka.
" kita bicara ini secara baik baik ya !!"
Rama langsung bersimpuh di kakiku " maafin aku yang ,tapi itu bukan aku !!"
Hatiku sudah mati rasa, gemuruh panas menggelora di dalam dada ,sebulir cairan bening meleleh dari mataku , bagaimana pun Rama adalah imamku tak pantas ia bersimpuh di kakiku
" bangun ,a !!" ucapku bergetar.
" apa kamu ??" belum aku meneruskan pertanyaanku Rama sudah memotong.
ia menggeleng kuat " bukan aku !!aku tidak ingin bersumpah demi apapun apalagi membawa nama Allah,tapi bisa kupertaruhkan ucapanku di akhirat nanti !" jawabnya.
Aku menghela nafas mendekati perempuan yang sudah membawa nama suamiku ke dalam masalahnya
" apa buktinya kalau memang Rama yang melakukannya??" tanyaku berderai air mata.
" aku sangat mencintai Rama , Ra dan ini anakku dan Rama !!" jawabnya tak nyambung.
" aku tidak bertanya seberapa besar cintamu pada suamiku !! tapi apa buktinya kalau memang Rama yang melakukannya ??" tanyaku.
Resti kelihatan gugup , Rama menarikku ke dalam pelukannya tak tega melihatku yang mencoba tegar menahan air mata yang siap meluncur lagi.
" kamu perempuan kan ?? hatimu dimana ??" tanyaku mengesampingkan pelukan Rama tak membalas namun tak menolak.
" tapi aku sangat mencintai Rama,dan aku rela jika harus mengorbankan harga diriku untuknya !!" tangis Resti pecah entah apa yang ia tangisi.
" yang ,udah jangan bikin hati kamu makin sakit ..aku ga rela !!" bisik Rama.
Sampai kapanpun aku akan mempertahankan pernikahan ku ,akan aku buktikan padanya kalau hubunganku dengan Rama tak mudah digoyahkan hanya dengan fitnah keji macam ini.
" aku tak peduli jika harus dimadu atau jadi istri kedua ,kamu tak tau Ra ... Rama dan aku berkali kali melakukannya di kost an ku ...!!" Resti menunjukkan fotonya bersama Rama hanya berdua si sebuah kost an .
Aku tau ini hanya fitnah tapi entah kenapa ,walau hanya kabar bohong pun jika itu tentang Rama terasa sakit , Azka sudah di baringkan di ranjang milik ambu menjauh dari ruangan tengah.
" a...kalau kamu memang melakukannya bertanggungjawab lah dan lepaskan aku dan Azka!! jadilah laki laki hebat kami....laki laki hebat yang bertanggung jawab !!" ucapku menyayat hati , Rama menggeleng kuat " engga yang...!! aku ga mau !!"
" tunggu sebentar dan kamu bakal tau yang sebenarnya!!"
" aku dan Azka tetap akan menunggu ,a !!" ucapku terakhir lalu melepas tangan Rama.
Namun tak semudah itu Rama melepaskanku
" kamu dan Azka pergi ,aku ikut pergi !!" jawabnya
"tapi kalau kamu menolak ,aku akan menghilang !!"
ucapnya sambil memelukku erat tak ingin melepaskan.
senyumku tersungging di depan Resti ,memang ini tujuanku , memperlihatkan padanya jika Rama sangat mencintaiku dan Azka
" sudah cukup basa basi tak jelas ,sudah cukup kebohongan ini ,aku sudah mu*ak...!!" gumamku
Aku membawa tas milikku dari Vina dan merogoh isinya melemparkan beberapa lembar kertas di depan wajah Resti....
.
.
.
.
__ADS_1