
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
hari Sabtu tiba ....kata orang malam ini malam yang panjang buat muda mudi , Rama tak henti-hentinya mengingatkan ku , katanya takut aku mengalami amnesia dadakan...
walaupun tak sepenuhnya aku yg pergi sendiri ,tetap saja aku dijemput oleh Gilang
" Lang...kamu mau maunya sii disuruh jemput ..emang kamu ga ngapel apa ??" tanyaku setengah menggerutu
Gilang menahan tawa melihatku yg mencak mencak kesal " ngga ..lebih seruan liat orang dikerjain..."
kurang asem si Gilang ,aku lapor Vina tau rasa
" sorry , Ra...bukannya gue yg ada di kubu Rama...tapi loe bakal tau ko ntar...."jawaban Gilang tak membuat kekesalanku surut
pukul delapan malam aku sudah sampai di rumah Rama ,dan Nia yg membukakan pintu
" assalamualaikum, Nia "
" eh teh Nara ... masuk teh ..tuh anak gadisnya lagi siap siap..." jawab Nia
si*al kenapa jadi malu gini sii ,,,berasa lagi nungguin anak gadis orang lagi dandan ..
" Neng Nara....mau ngapel ya..." pertanyaan ambu bikin aku tambah malu ,besok kubur aku hidup hidup ...rasanya aku tak berani menampakkan batang hidungku lagi dirumah ini ,minta minta anak perjaka orang ....duhhhh Rama...!!!!!
mukaku tertekuk masam " hay honey....udah minta ijin belum sama abah sama ambu mau ngajak aku jalan ...." tanyanya jumawa.
jangankan bilang kalimat menggelikan itu , Ram lidahku saja terasa kelu...kakiku sudah menciut...
" Ram...aku nyerah deh...jangan kaya gini...kamu menjatuhkan harga diri aku...." ucapku lesu.
" bwahahahahah..." tawanya sangat puas...
ia mengacak rambut ku gemas " aku cuma mau ngerjain kamu yang,udah ...aku mau nunjukkin sesuatu buat kamu..."
" ihhh nyebelin...." aku semakin memanyunkan bibir dan menggembung kan pipi , Rama terkekeh " sorry..." ia menarik tanganku untuk mengikuti nya.
" Abah...ambu...aa yg ganteng dan kalem pamit malam mingguan dulu, do'a kan anak dan calon mantumu ini dalam keadaan sehat walafiat..."
" awas jaga anak gadis orang , aa...calon mantu Abah jangan sampai cacat..."
" siap kapten...!!!"
" assalamualaikum...."
__ADS_1
" wa'alaikumsalam...."
Rama terlihat lebih fresh hari ini , seperti biasanya ia nampak keren dan ganteng dimataku
klik..!!!
" yu jalan...." Rama memasangkan helm di kepalaku dan aku dengan senang hati duduk di jok belakang ,
aku tersihir suasana malam kota Bandung yg ramai namun menenangkan , Rama melajukan motornya ke daerah dataran tinggi ,awalnya aku takut karena jalanan memang gelap namun ternyata kami tidak sendiri banyak muda mudi bahkan segerombolan orang yg ikut meramaikan suasana disini, untuk sekedar malam mingguan atau berencana camping,disana pula ada wisata yg menyuguhkan sebuah lampu besar berbentuk bintang di puncak sana ,ia menyala bila di malam hari...
rasa dingin malam hilang seketika saat kini dihadapan ku tersuguh pemandangan alam kota Bandung dengan kelap kelip lampu bangunan dan jalanan apalagi dari atas sini ,hiruk pikuk dunia malam kota ini tersaji indah di depan mata
kami berada di sebuah bukit dengan view eksotisme kota Bandung ,bukan jazz apalagi koplo... suara binatang malam menjadi musik syahdu yg mengiringi acara kencan kami kali ini...(hayoo kalo orang Bandung pasti tau Rama dan Nara kemana malam mingguannya)
" wahhhh bagus banget Ram....sumpah....!!" pekikku terkagum-kagum..
Rama menatapku penuh " kamu suka , Ra???" aku mengangguk cepat
" kalo bisa tiap hari aku kesini..." ucapku senang
" hehehhe...boleh..." jawab Rama
aku duduk di sebuah kayu yg sudah tumbang sedangkan Rama bersandar di jok motornya,
" aku pesenin dulu minum ya ...ga lama ko tuh..." tunjuknya pada sebuah kedai yg lumayan aga jauh si....
aku mengangguk mengiyakan,
beberapa saat kemudian Rama datang membawa 2 cup minuman persis seperti yg kubeli bersama Nia dulu...
" biar anget..." ia menyodorkan satu cup untukku
" makasih ...." aku menangkup gelasnya yg terasa hangat lalu menyeruputnya , Rama mengambil dan menaruhnya di samping, ia menggenggam tanganku
" Ra...aku ga bisa ngasih kemewahan buat hubungan kita... tapi aku bisa memberi keistimewaan ,aku ga bisa selalu memberi semua hal yg mahal buatmu tapi aku berusaha memenuhi semua yg kamu inginkan dan kamu butuhkan...aku tidak bisa menjamin bagaimana hubungan kita ke depannya tapi ijinkan aku untuk tetap selalu ada disampingmu..." matanya menatap lekat jauh ke dalam relung ...
" kamu inget ga tepat setaun yg lalu ,,,,di jam ini aku memutuskan untuk mendekatimu ,datang ke rumahmu dengan dalih menjadi ahli gizimu hanya untuk memastikan kamu baik baik saja..."
" setiap hari semakin bertambah rasa sayang aku , Ra...buat kamu...semakin bertambah rasa posesif aku ...jangan pernah bilang berpisah ,karena saat itu juga kamu membunuh seorang Ramadhan..."
" Rama.. " gumamku saat Rama mengeluarkan sebuah kalung berinisial huruf R....dan memasangkannya di leherku...
ya Allah tampar aku ,,,sadarkan aku kalau ini bukanlah mimpi... tapi hentikan waktu agar tidak cepat berlalu...
" Ra..nanti bila sudah saatnya tiba...aku mau kamu untukku ...." ucapnya lagi
hari ini Rama begitu cerewet bagiku,malam ini Rama berubah menjadi seorang pujangga ,penyair cinta..bukan preman pasar ....
" aku tidak meminta pendapat mu Ra..." ia mengambil cup lalu menyeruputnya isinya yg masih hangat ," aku hanya mau kamu bilang iya ...." tatapannya lugas tak terbantahkan...
"mungkin ke depannya bakal banyak rintangan buat hubungan kita , Ram...belum lagi bila nanti kuliah waktu kita bakalan banyak tersita...belum lagi kamu yg bakal sibuk bantu usaha abah..." ucapku sendu membayangkan betapa sedihnya bila hari itu sudah tiba, tidak akan sebebas seperti sekarang
" kesalahpahaman pasti akan menjadi makanan kita sehari-hari, Ram...tapi berjanjilah satu hal sama aku... berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku...." aku menunjukkan kelingking ku , Rama terkekeh lalu menyambut kelingking ku dengan menautkan kelingkingnya...
" insyaallah...." jawabnya .....
" kalung itu ...bukan sebuah hiasan semata , Ra..tapi maknanya jauh dari itu...aku simpan sebagian perasaan ku disitu..." tunjuknya
hahh....udara dingin tak menembus hati dan wajahku yg menghangat...
" Siti apa kabar ???"
" byurrrr.....!!!" Rama menyemburkan minuman yg masih ada di mulutnya
" kenapa jadi Siti sih....kamu malah bikin suasana romantis jadi tragis, Ra.... "
aku tertawa kecil ,melihat Rama meringis " maaf ...abisnya kudengar sepulang aku dari rumah kamu waktu kamu sakit, Siti datang ke rumah sama ibunya kan ??"
__ADS_1
" kamu tau darimana ??? " tanya Rama
" Gilang..." jawabku dengan senang hati
" hemmm minta di empanin ke ben*cong nih anak...." gumam Rama
" hah ??? Gilang takut banci ???" Rama mengangguk
"bwahahahaha...."
" kalo kamu takut apa ???" tanyaku
" takut kehilanganmu..." jawabnya, Rama ia back...gombalnya si kadal....
" yang serius Ram...." aku mencubit lengannya
" dua rius...." kekehnya
malam ini semakin larut ,tapi tak ingin cepat berlalu
" yuu pulang....udah malem ,nanti aku yg di ajak ke ring tinju sama bang Akhsan kalo adek kesayangannya ini pulang kemaleman...."
" aku mau kamu yg menang...." bisik ku di dekat telinganya
" hemmm sabar ya Allah....masih lama ...." gumamnya
" apanya yg lama ??" tanyaku
" halalin kamu...." jawabnya sambil memasangkan helmnya di kepalaku
.
.
.
.
.
.
" ya udah masuk gih...dingin...udah malem...." pintanya...
aku mengangguk " hati hati....jangan ngebut..."
" wokehhh ...jangan mimpiin Siti ya..." ucapnya membuat ku mendelik
" tenang honey... hati aku penuh sama kamu ,ga bisa dimasukkin cewe lain ...ambu aja kamu geser geser..."
aku mengangguk " iya percaya...bilangin maaf buat ambu,,karena udah geser posisinya..."
" tenang ambu udah punya Abah...hati Ambu udah penuh sama kumisnya abah...."
aku tergelak
" suttt... berisik udah malem....!!!" sarkas seseorang dari arah atas tepatnya ia sedang melongok lewat jendela
" dihhh ga ada kerjaan ngintipin orang pacaran...." celaku...dialah si tembok Berlin....sang orang ketiga yg ada diantara aku dan Rama
.
.
.
.
__ADS_1
.
hello guys...masih SMA nih bentar lagi masuk kuliah ,gimana jadinya kalo kampus Rama berbeda dengan kampus Nara,mereka jarang ketemu dan mulai banyak konflik yg menguji cinta manis mereka.. pantengin terus ya....