
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" a...ga usah ngikut deh a...!" tanganku sudah seperti seorang penggoda membuat pola bola kusut di dadanya ,kedua tangan Rama bertaut di pinggang belakang ku ,menahan tubuhku agar tetap menempel ,semua kata rayuan sudah ku berikan namun nihil ! . Rama tetap saja kekeh ingin ikut demo .
" kali ini imanku lagi kuat ,yang ! " jawabnya membuat bibirku lencang depan , Rama terkikik dan mengecup bibir bebek ku.
" biar keren ,yang!" hanya itu yang Rama ucapkan ,biar keren ! biar ngerasain jadi mahasiswa seutuhnya ! ada lagi alasannya karena ingin ngerasain disemprot pake gas air mata sama polisi . Sungguh alasan yang tak masuk akal.
tampilan Rama saat ini sudah mirip seperti aktor Iqbal Ramadhan yang memerankan sosok dilan hanya saja jika dilan warna rambutnya hitam , Rama ku berambut blue black apalagi bila berdiri dibawah sinar matahari,bila dilan tak beranting sedangkan Ramaku menempelkan anting tempel kesayangannya.
bisakah kamu tidak sekeren ini hanya untuk mendapatkan semprotan gas air mata,sayang !!!! wajahku cemberut tingkat nasional...
" masa cuman karena mau ngerasain gas air mata sampe se-all out ini sih ?" tanyaku ketus ,tak terima jika nanti Rama ku dikecengin orang.
" kan bisa pake scarf ini yang..!" tunjuknya pada scarf merah putih yang terikat di lehernya
" janji ga luka luka ?" pintaku mengulurkan jari kelingking memintanya pinky swear,ia menyahutnya dan mengait jari kelingkingku.
" insyaallah "
" janji ga ngecengin cewek ?" tanyaku lagi masih kurang puas.
" kalo yang itu janji ! " jawabnya mantap,senyumku terbit .
" hey ,pasangan lawas ! kalo mau mesra mesraan nanti aja di rumah !!" pekik Abay yang menunggu Rama di depan gerbang , sudah seperti nyamuk yang hanya nyimak di pojokan saja ,wajah Abay masam bin kecut ,melihat orang mesra mesraan di depan mata sedangkan sang kekasih sedang bekerja rasanya seperti anda menjadi iron man ,mesti kuat ...
" ya udah aku pergi dulu ya " Rama mengusap kepalaku lalu menempelkan bibirnya di keningku.
" cinta kamu !" ucapnya
" wa'alaikumsalam..." jawabku tak nyambung , Rama membetulkan posisi scarfnya menutupi mulut dan hidungnya dan melajukan sepeda motornya bersama Abay.
"hati hati ,a" gumamku ,melihat punggung Rama yang semakin menjauh lalu masuk ke dalam rumah .
.
.
.
.
Di kampus Rama ,sudah banyak mahasiswa yang berkumpul untuk selanjutnya pergi ke depan gedung berhiaskan sate diatas atapnya beberapa juga berorasi di depan gedung dewan yang terhormat.
Rama sampai, ia bertos ria dengan yang lain ,banyak diantaranya mahasiswi juga ,mereka bersiap dengan perintilan demonya , mereka antusias bukan karena akan mengikuti demo tapi juga bisa melihat cowok cowok kece dan Rama salah satu yang menjadi idolanya.
" hemmm ,Res... Rama ganteng banget ! keren!" pekik mereka kegirangan
jujur Resti belum bisa melupakan Rama, perasaannya masih sama seperti dulu " iya !" jawabnya malu malu , wajah bening Rama...kapan lagi liat cowok keren ikutan demo ,andai aku ada disana sudah kusemprot para gadis yang pecicilan minta digaruk karena kegatelan ,bukan lagi dengan gas air mata tapi dengan pembasmi serangga sekalian...
Semuanya berkumpul sebelum nantinya mereka menyatu dengan mahasiswa kampus lain.
.
.
.
" drrtt....drrttt....."
__ADS_1
" mamah " gumamku yang baru saja duduk di sofa tengah sambil melahap buah buahan yang sudah dipotong.
Mamah menghubungiku ,rasa rindu mendera . Kebetulan sekali mamah mengajakku bertemu sambil ngopi ngopi cantik ,di rumah juga aku merasa bosan, sekalian katanya beliau ingin mengajakku berbelanja perlengkapan bayi untuk cucunya nanti ,
Beberapa kali aku menelfon Rama namun tak ada jawaban , fikirku Rama mungkin sedang demo makanya tak bisa mengangkat telfon ,sebaiknya aku ijin pada ambu dan Abah saja
" ambu...!!" aku merangkul dan menggelayuti lengan ambu.
" iya neng ??!"
" ambu Nara mau ketemuan sama mamah ,mau makan di luar sekalian mau belanja perlengkapan dede " ijinku .
" boleh dong ,,,minta Wawan nganter aja neng!" jawab ambu .
" Wan!!! " pekik Abah memanggil Wawan
" antar neng Nara ketemu mamahnya ,hati hati di jalan !" ucao Abah sarat akan ancaman.
" siap 86 bah !!" jawab Wawan semangat.
saking antusiasnya aku sampai lupa menanyakan dimana cafe yang akan dijadikan tempat janjian , fikirku nanti saja setelah masuk mobil ku lihat pesan dari mamah.Setelah mendapat ijin dari Ambu dan Abah ,dengan diantar Wawan menggunakan si Jagur.
Mamah mengirim lokasinya saat ini karena sekalian pulang bekerja ,aku memberikannya pada Wawan sebagai supir ,tapi tunggu ini lokasinya melewati jalur demonstrasi . Beberapa kali aku menelfon mamah namun ponselnya malah tak aktif kalau aku membatalkan pasti mamah akan menungguku tanpa kejelasan.
" lahaula saja " ucapku dalam hati.
.
.
.
" teh di depan macet ,kayanya gara gara ada yang kecelakaan deh !" jawab Wawan yang tak tau ,kepalanya menoleh ke belakang.
Aku mendekatkan posisiku dengan mencondongkan kepalaku " bukan Wan,lagi ada demo " jawabku celingukan betapa panjangnya antrian kendaraan yang ditertibkan polisi , Wawan terlihat kaget dan mengangkat kedua alisnya " waduh teh ! gimana dong?" tanya nya
jalanku sudah setengah jalan dan mamah ada di cafe Simpang jalan depan,hanya berjarak 40 meter di depan.
" Wan ,aku jalan aja deh ,tuh deket ko di depan situ cuman 40 meteran " tunjukku ,saat ini si Jagur berada di tengah jalan ,terjebak tak bergerak.l sama sekali .Bunyu bising klakson kendaraan saling bersahutan tak karuan , beberapa diantaranya juga sedang terburu-buru dan memiliki janji terlihat dari dumelan mereka.
" tapi teh..." Wawan pun serba salah tak mungkin juga ia meninggalkan mobil di tengah kemacetan begini , " hati hati teh ,nanti Wawan nyusul.. " jawab Wawan ,kuangguki lalu melepas seatbelt dan keluar mobil ,suasana begitu chaos bukan karena rusuh saling berkelahi ,tapi suara suara mahasiswa lewat pelantang dan teriakan teriakan mahasiswa dari seluruh penjuru Jawa Barat hadir disini,apalagi cuaca sedikit panas .
" ckckckckck ,keren !!!" aku merasakan kebanggaan tersendiri sebagau mahasiswa walaupun tak bisa ikut.
Aku berjalan hati hati menuju cafe dimana mamah berada ,logo cafe sudah terlihat hanya tinggal beberapa langkah lagi,
" greppp !!"
" hey loe ,masuk barisan...!!" sebuah lengan kokoh menarik lenganku untuk mengikutiku,sontak aku melawan namun seperti sudah di lem tangannya terus menempel mencengkram ku.
" wait..!!! tunggu. tunggu....gue bukan..." ia memotong ucapan ku dan menarikku ,sebelah tanganku memegangi tas selempang yang ku tarik kedepan menutupi perutku.
" ahh udah ,ga usah banyak ngomong tuh temen temen kita disana ,cepetan jangan pisah,nanti kenapa-napa lagi !" sarkasnya tanpa mendengar penjelasan ku ,tangannya menarik kuat ,tenaga bak kuda menarik ku menjauh dari cafe. Ingin rasanya kujambak saja rambutnya yang berani berani menarikku .
" eeehhh tunggu dulu...!!!" pekikku,langkahku lebar menyesuaikan langkah kakinya dengan lengan yang sedikit pegal karena cengkramannya ,namun sia sia,aku sudah berbaur dan menyatu ke dalam barisan ,suasana mulai tidak kondusif dan mencekam saat ini aku berada di tengah-tengah barisan pendemo tak jauh di depan kulihat polisi yang sudah berjejer melindungi gedung. Aku baru menyadari kalau blazer yang kupakai berwarna hitam sama dengan almamater yang mereka pakai , pantas saja mereka mengira aku adalah mahasiswa satu kampus ,padahal perutku buncit apa mereka tak sadar dengan tampilan bumil satu ini.
stelan dress baby doll unyu unyu begini bak girlband disamakan dengan pejuang hak rakyat kecil ,apa kalian tidak bisa lihat ???
Aku mengedarkan pandangan ,bau ban terbakar membuatku terbatuk belum lagi gas air mata yang di semprotkan oleh polisi membuat pandanganku kabur karena situasi yang mulai ricuh ,belum lagi asapnya membuatku sesak.
ya Allah ,mimpi apa gue semalam??? niat mau nongki cantik malah kejebak di barisan demo begini , niat kepengen nyemil nyemil manja malah makan asap,niat temu kangen sama mamah malah jadi ketemuan di medan perang sama polisi gini ,aku memang selalu mengagumi sosok sosok pahlawan perang apalagi saat mereka berantem ,tapi kalau untuk merasakan disituasi chaos begini aku akan berfikir dua kali ,lebih baik aku belajar ,meraih gelar juara olimpiade,dan hormat bendera saja,aku tidak seloyal ini pada negara yang harus sampai mengikuti simulasi keadaan perang.
" uhuuk...uhuukk..." aku menutup hidung dengan lengan . Dengan tenaga yang tersisa walaupun kepalaku sedikit limbung aku merogoh tas selempangku dan meraih ponsel mencari nomer Wawan.
" Apes banget sih gue " gerutuku dalam hati ,aku mengeratkan tanganku di perut seakan melindungi kandunganku dari semua marabahaya yang mengelilingi ku ,mataku menyipit karena perih dan juga asap pembakaran dengan hidung yang kututupi dengan kerah blazer . beberapa mahasiswa berlarian ,batu terlempar kesana kemari dengan bebasnya.
Pasokan udara mulai menipis disini ,
" uhuuk..uhuukkk..." kembali aku terbatuk-batuk ,telingaku berasa berdengung ,semua campur aduk disini
" dede bertahan ya nak bunda cari jalan keluar dulu,nak !"
gara gara blazer gue item nih ,fix mulai hari ini nih blazer bakalan pensiun ,gerutuku dalam hati ,kuusap peluh yang sudah membasahi kening
.
.
.
__ADS_1
.
Mata Abay memicing ,saat ini ia sedang duduk di pinggiran jalan bersama Rama dan yang lain peluhnya bercucuran
" Ram..ko gue kaya liat si Jagur disana !" tunjuk Abay,mata Rama memicing ,pikirnya tak mungkin si Jagur kan ada di rumah ,namun hanya demi menuntaskan penasarannya ,karena si Jagur memang ia modif beda dari mobil mobil lain,hanya ada satu mobil seperti si Jagur.
Matanya menyipit melihat detail yang sama ,ia berdiri lalu melangkah dengan tegas menuju mobil yang mirip si Jagur yang sedang terjebak di tengah tengah kemacetan.
benar saja ,ia berlari " tok..tok...tok...!!" ketoknya pada kaca mobil , Wawan yang fokusnya beralih pada ketukan jendela tersentak kaget
" a Rama !!" ucapnya,dengan segera ia membuka kaca mobil .
" ngapain disini Wan???" tanya Rama,wajah Wawan menjadi pias , sekali lagi ia selalu terjebak di situasi seperti ini.
" anu a... Wawan nganter teh Nara " jawabnya hati hati,alis Rama mulai menukik tajam seperti tikungan lintasan balap...
" Nara !! "Rama celingukan mencariku di jok belakang namun tak ada seorang pun .
" terus sekarang Nara mana ???" tanya Rama lagi , tensi nya mulai meninggi ,
" teteh tadi jalan ke cafe situ ,a.." tunjuk Wawan
" katanya tadi janjian sama mamahnya disitu ,mau makan bareng sambil belanja peralatan bayi.." jelas Wawan ketakutan ,kali ini ia mengulang kesalahan yang sama seperti dulu.
Rama berbalik hendak mengecek ,ia merogoh ponsel hendak menghubungiku namun ponselku sibuk.Ia menepuk kap mobil si Jagur saat nada ponselku selalu bernada sibuk.
" hallo teh ???" seru Wawan mengangkat panggilanku ,sontak mata Rama membola lalu merebut ponsel Wawan.
" yang !! kamu dimana ??!!!" pekik Rama menajamkan pendengarannya menutup sebelah telinganya.
" a..!! aku di tengah tengah pendemo!!!!! " pekikku yang tersamarkan suara suara pelantang dan teriakan juga seruan mahasiswa
" tuut...tuut...."
" shitttt...!!!"Rama menyerahkan ponsel Wawan dan menendang ban si Jagur
" teteh dimana a ??" tanya Wawan .
" Nara kejebak diantara pendemo !"
" hah ??!!" Wawan menggaruk-garuk kepalanya .
Rama berlari ,rambutnya naik turun dengan peluh di pelipis yang ia seka.
Rama kembali ke barisan kawan kawan mahasiswa nya ternyata disana sudah berkumpul pula mahasiswa dari kampusku , terlihat para mahasiswi sudah duduk di trotoar dan meluruskan kakinya termasuk Airin . Rama memakai kembali scarf di hidung dan mulutnya .
" Ram..udah cukup ! kita gantian sama kampus lain dulu !" ucap ka Sony dan diangguki kang Miftah dan bang Akhsan " semangat 45 !!" kelakar bang Akhsan sambil meneguk air mineral ,tanpa ingin membalas kelakar kakak ipar ,pandangan Rama tetap lurus dan menajam
" Nara kejebak di sana bang !!" ucapnya
" apa ???!!"
" hah ??!!! "
" byurrrrr...." bang Akhsan menyemburkan air minum yang belum sempat ia telan.
" kok bisa ???! kan Nara ga ikutan demo !!" tanya Airin yang langsung berdiri lagi lupa akan rasa pegal di kakinya.
" Nara janjian sama mamah di cafe Pelangi (samaran) tapi malah kejebak sama pendemo ! " ucap Rama
" bummm !!!" suara ledakan dari arah area yang tengah chaos terdengar ,belum lagi asap putih yang mengepul menghalangi pandangan,semuanya tertegun melihat kejadian itu .
" kang ,kampus xxxcc bakar ban pake bensin dalem botol !! jadi jangan kesana dulu situasi ga aman ! polisi juga nyemprotin gas air mata" ucap salah seorang mahasiswa dari kampus Rama
" si*alan ...!!!" pekik Rama, seraya berlari kencang menuju ke arah pendemo .
" adek gue!!!" bang Akhsan segera memakai scarf dan menyusul Rama. Sementara kang Miftah mengintruksikan agar mahasiswi perempuan menunggu disini dan ia membawa beberapa mahasiswa untuk membantu mencariku.
" ya Allah Nara ," ucap Airin menutupi mulutnya
beberapa kali bang Akhsan menelfon nomerku sambil langkah kakinya dipercepat , namun tak ada satupun panggilannya terangkat .
.
.
.
.
__ADS_1
.