Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
antara Rama dan kang Miftah


__ADS_3

happy reading all 😍


bismillah


aku mengangkat alisku saat kang Miftah menggantung ucapannya


" siapa kang ???" tanyaku tak sabar,udah kaya host acara ajang bakat yang selalu menggantung keputusan eliminasi peserta ,ga tau kaya authornya CDPPS yang suka gantungin cerita kaya cucian basah ,minta ditabok iya engga gengs..!!!


" kalian tau salah satu juri disana , bunda Priscil???" tanya kang Miftah .


kami mengangguk karena hanya ada satu juri perempuan dan penampilan yang sangat mencolok diantara yang lain.


" iya ...beliau gitaris band ternama di kota Bandung pada masanya..." jawab Nino ,mungkin Nino salah satu fans beratnya .


" kemarin beliau langsung menanyakan kepada pihak panitia tentang kalian ,dan beliau berniat mengajak kalian ikut tampil sebagai band pembuka..."


mungkin hanya aku yang merasa tidak begitu senang dengan kabar gembira ini ,aku semakin merasa bersalah kepada mereka ,aku memperhatikan gerak-gerik mereka yang sampai berjoget ria.


terlihat jelas kang Miftah dan bang Akhsan juga tampak canggung dengan situasi ini


" gengs bisa gue ngomong sebentar ..." pintaku, menghentikan aktivitas euforia mereka.


" elah , Ra mau ngomong mah ngomong aja kali ....didengerin ko..." jawab Nino terkekeh ,diangguki yang lain termasuk Vico dan Rizal.


" gue mau kenalin seseorang sama kalian " jawabku, jelas mereka semua menatap penasaran ke arahku.


" a...!!" panggilku pada meja di belakang ku , Rama berbalik dan duduk di sebelahku .


" Ra..itu..." tunjuk Nino yang memang mereka semua tak asing lagi dengan wajah Rama,entah itu Rama yang sering datang ke kampusku untuk sekedar mengantarku atau bertemu kang Miftah ataupun dari acara kompetisi kemarin.


" gue Ramadhan..." sapa Rama,para teman mahasiswi ku masih saja melihat Rama dengan melongo seperti ayam sawan,pesona buaya daratku ini memang tak ada matinya,para gadis ini seperti menganggap wanita di sebelah Rama tak ada ,aku berdecih ...


" ekhemmm...!!" dehemku membuyarkan tatapan gemas mereka pada Rama


" mungkin di kampus banyak kabar yang bilang kalo gue pacaran sama adeknya terus embat kakanya ,tapi sorry gue ga semaruk itu..." ucapku tersenyum smirk seraya melirik Kiara cs yang memalingkan wajahnya .


" ekheemmmmm, dengerin tuh....!!!jangan suka nebar gosip murahan..." ledek Airin mengedarkan pandangannya ke segala arah, Kiara yang merasa diledek hanya memutar bola matanya jengah.


" pacar gue cuma satu ko...ini dia " aku memeluk lengan Rama yang ikut tersenyum manis kearah ku


" SUAMI GUE...." tambahku


" uhuukkk....!!!" Vico dan Rizal tersedak salivanya sendiri,sedangkan yang lain membulatkan matanya seakan tak percaya kalau aku sudah melengkungkan janur kuning di rumah dan itu sudah lama.


wajah mereka sudah tak bisa di jelaskan dengan kata kata ,bukan merah dan kelabu lagi ....tapi sepertinya mejikuhibiniu ada di sana.


melihat begitu lekatnya aku memeluk lengan Rama , Rizal langsung beranjak dan pamit.


" sorry gue duluan..." ucapnya .


" upsss!!! kalah sebelum berjuang..." ucap bang Akhsan .


" cel...boncel...mau berapa laki loe giniin..." gumamnya .


" seriusan , Ra ???" tanya Nino ,yang mewakili pertanyaan dari yang lain ,


" jadi adeknya kang Miftah ini ??!!! suami loe ???" tanya nya dengan ekspresi wajah yang melotot dan panik.


" biasa aja muka loe..." usap bang Satria di wajah Nino.


aku mengangguk " yapp...!!"


sedangkan teman temanku yang perempuan masih dengan keterpakuannya melihatku dan Rama,antara tidak percaya dan masih terpesona dengan Rama,secara tak mereka pungkiri mereka sangat mengagumi sosok Rama yang selalu datang ke kampus untuk menemui sang abang ataupun saat Rama tampil kemarin yang sudah berhasil menyihir kaum hawa...


pengakuan sudah kuungkapkan dan lega sudah rasanya ,tapi masih ada yang mengganjal buatku pasal tawaran itu


" udah lah daripada kalian bengong karena Nara udah merit meningan makan ,kan sayang udah dapet traktiran..." ucap bang Satria yang meraih buku menu dan mulai memesan makanan.


" dihhh ga tau malu..." sarkas Airin.


" gue bukan ga tau malu ,justru gue bukan manusia munafik gue mah jujur....." jawabnya sekenanya, ditertawai yang lain .


" oke merayakan publikasi nya hubungan Nara..." ucap Vico terlihat mencoba tegar dengan senyum getirnya, sedangkan Kiara tentu saja senang karena itu berarti Vico dan Rizal bisa ia dapatkan,padahal tadinya ia juga menyukai Rama,tapi tak apa pikirnya tak ada akar rotan pun jadi,sudah tak ada lagi saingan jadi miss wanna be di kampus.


semua akhirnya makan dengan diselingi candaan ala ala mereka , Rama ikut bergabung malahan ia gampang sekali akrab dengan teman teman ku yang lain kecuali Vico yang mungkin masih menyimpan rasa cemburu ...

__ADS_1


" ihhh keliatan banget kaya kelaperan, udah berapa minggu ga makan ???!!!" ledek Airin melihat bang Satria yang lahap makan.


" 2 minggu !!!! puas loe...!!!!" sarkas bang Satria menjawab Airin dengan mulut penuh makanan


" pantes...!!!" gumam Airin ,bang Satria melirik sinis gadis cantik di depannya ini ,wajah cantiknya kesilep dengan mulut pedasnya ,kalau bukan karena pertemuan yang selalu diwarnai dengan pertengkaran mungkin saat ini ia sudah mengejar mati matian gadis di depannya ini.


" guys ..masalah tawaran bunda Priscil...gue minta maaf..gue ga bisa ikut " ucapku hati hati dengan penuh penyesalan,mereka mendongak kearahku seakan meminta penjelasan.


Nino tersenyum namun tetap terlihat ada kecewa disana, sebenarnya sebelum kang Miftah menyampaikan aku sudah tau duluan dari Rama karena band kampusnya juga mendapat tawaran yang sama, Rama sebenarnya tidak melarang ataupun mengijinkan ,tapi aku sendiri lah yang mengambil keputusan dan Rama sangat menghargai itu ,aku hanya ingin bertanggungjawab atas diriku dan calon buah hati yang sedang kukandung itu saja,untuk saat ini aku tidak ingin menambah lagi beban mental dan fisik ,dengan kondisiku yang sekarang aku hanya ingin menikmati masa masa kehamilan ku saja,cukup masalah kampus saja tanpa harus memikirkan yang lain.


" gue minta maaf guys...tapi saat ini kondisi gue tak memungkinkan,gue lagi hamil..." cicitku


mereka kembali terkejut dengan ucapanku , seperti nya banyak sekali kejutan yang kuberi untuk mereka akhir akhir ini... Vico yang semakin tak punya harapan ,merasa sudah kalah sebelum bersiap mengangkat senjata, terlihat dari wajahnya yang sendu tentu saja Kiara semakin senang.


beda halnya dengan kang Miftah ,bang Akhsan,dan yang lain yang sudah mengetahui bahwa aku memang sedang mengandung.


" hah ???!! seriusan lagi, Ra ????!!!" pekik Nino ,aku mengangguk bahkan ka Maria pun baru mengetahui kenyataan ini .


" wahhh gue mau punya keponakan baru dong , Ra.." serunya ,aku tersenyum ke arah ka Maria ,ada rasa tak nyaman di diri kang Miftah dengan obrolan ini ,ia memilih mengambil vape nya dan memilih tempat khusus area merokok.


" gue permisi dulu..." ia menunjukkan vape nya ,diikuti bang Satria ,bang Akhsan dan Rama.


Kiara yang asalnya selalu menjadi rivalku kini mendekat padaku ,ia bersikap manis pasalnya saingan terberatnya di kampus berkurang satu.


" beneran , Ra...???" ia mendekat sambil melirik perutku , Vico langsung permisi pulang duluan.


aku hanya merutuki diri sendiri , berulang kali meminta maaf karena pengakuan ku semuanya malah berada di posisi tak nyaman sekarang.


sementara aku sedang mengobrol dengan teman teman lainnya ,kang Miftah , Rama,bang Akhsan dan ketiga cs yang lainnya asyik menyesap vape.


" jadi Nara udah berapa bulan Ram..." tanya bang Satria ,membuat yang lain menoleh


" 3 bulan bang...." jawab Rama memainkan asap vape yang ia hisap ,beraromakan strawberry....


sejak mengenalku Rama yang notabenenya lelaki sejati mulai mencicipi dunia strawberry... apapun kini yang menjadi konsumsi nya selalu memilih buah yang rasa aslinya masam itu..


" sejak kapan loe suka strawberry, Ram...???" tanya kang Miftah yang sangat mengenal sosok Rama yang cool namun konyol ...


" sejak kenal yang namanya cinta kang...." kekehnya


" pfffttt...." bang Akhsan menahan tawa nya,


yang lain sudah kembali ke ruangan semula hanya tinggal tersisa kang Miftah dan Rama saja


" kang..ada yang mau gue luruskan sama loe bentar..." ucap Rama,kang Miftah mengernyitkan dahi.


" tentang apa ???" tanya nya.


" sejak kapan loe suka Nara ???"


deg.....


ia tau Rama pasti merasa akan hal itu,dan tak ada gunanya juga ia terus membohongi diri sendiri apalagi Rama,ia pasti tau jika kang Miftah berbohong.


" sejak kapan loe tau ???" kang Miftah membenarkan posisi kursinya,obrolan mereka tak begitu menegangkan tidak saling mengangkat senjata pula atau berpandangan ala ala koboi yang siap duel ,hanya sebatas obrolan antar lelaki , kedekatan mereka membuat keduanya selalu menyelesaikan masalah secara dewasa, seringkali mereka berbenturan dalam segala hal ,tidak ada persaudaraan ataupun persahabatan yang mulus mulus saja.


" sejak pertama gue liat cara loe mandang Nara..." jawab Rama menatapku dari kejauhan yang sedang makan dan bercanda dengan yang lain,kang Miftah menghela nafas


" sejak pertama Nara debat gue..." itu saat pertama pertemuan ku dengan kang Miftah


" tenang aja ,gue lagi coba buat nata hati ,gue tau tempat ...." helaan nafasnya membuang asap yang ia sesap....


" sorry...kayanya gue salah udah minta loe buat jaga Nara..." sesal Rama


" no problem , Ram...loe kaya ga tau gue aja..." ucapannya kali ini membohongi perasaannya sendiri ,bulshit kalau ia bilang bunga itu semakin tumbuh dan mekar , kebersamaan justru memupuknya semakin subur


" mungkin untuk saat ini gue bakal ngejauh dulu ,dan mengawasi dari kejauhan..." ucap kang Miftah terdengar seperti sebuah tamparan bagi Rama,bukan karena tak ada yang menjaga ku tapi karena ia sudah salah menganggap semuanya akan baik-baik saja,memang benar orang bilang jikalau dua orang bukan muhrim bersama maka syaitan akan berada tepat di tengahnya, walaupun syaitan disini merupakan dewi amor.... Rama menyesal kenapa harus aku yang menjadi sosok pengganti Mutia ,bila orang lain ia akan ikhlas bahkan mendukung sepenuhnya, tapi bila orangnya adalah aku ,kali ini ia akan mencoba egois dan menjadi jahat,ia hanya akan memikirkan dirinya sendiri juga calon juniornya yang tengah dikandung olehku.


kang Miftah menatap ku gamang ,kedua laki laki idaman para gadis diluar sana ini menatap ku dengan persepsi yang berbeda.


" loe terima tawaran bunda Priscil ???" tanya kang Miftah


" engga , gue minta maaf juga sama beliau termasuk pada kang Rasya....ada yang lebih penting dari sekedar mencari popularitas kang..." Rama menjeda ucapannya.


" Nara dan junior gue...!!!" sebelum akhirnya Rama yang duluan berdiri dari posisinya

__ADS_1


" wah...wah.. Rasya bakalan ngamuk besar sama gue..." gelengan kepala kang Miftah membuat Rama tertawa " selamat menerima amukan bunda sama kang sya..kang..." ia pergi menghampiriku.


" yang ...! pulang yuu...!!" ajaknya membuat yang ada disitu menoleh..


" oh oke...bang Akhsan juga barusan pamit duluan bareng ka Nisa..." jawabku yang mulai membereskan tas selempang ku.


" guys gue duluan ...." pamitku diangguki yang lain


" bang Sat...!!! jangan lupa anterin Airin..sendirian kasian..." pintaku sarat akan ancaman


" ogah!!!!!" pekik keduanya kompak sambik mendelik satu sama lain


" cieee...!!" goda yang lainnya.


" ko gue?? ogah ahhh " gidik bang Satria


" Ra..gue balik sendiri...!" ucap Airin sewot


" so wonder woman loe,gue tau di deket rumah loe ada yang meninggoy gantung diri dan loe takut kan..hayoo loh baliknya loe di cegat ..." ucapku menakut nakuti Airin yang memang penakut.


" haaa biarin dia balik sendiri aja ,biar dicegat etan...ikhlas gue...." jawab bang Satria


" yakin ???" tanya Nino


" so jual mahal banget loe ,sat...!" ucap ka Andri .


" ya udah sii ,kalo ga mau ga apa-apa kan gue cuma kasih saran sama kasih info..." tunjukku bergantian pada Airin dan bang Satria.


Airin dan Bang satria saling memandang " apa ???!!" teriak keduanya,ditertawai yang lain.


" a...ko tawaran bunda Priscil ditolak a ...yang lain gimana ???" tanyaku menyayangkan kesempatan langka ini.


" jagain kamu sama junior kita lebih penting dari sekedar tampil buat cari popularitas,masalah yang lain mereka memang kecewa tapi mereka lebih mengerti sama keputusan ku." jawab Rama tangannya dengan lihai memijit mijit betis sampai lutut dan kembali ke betis...mata kaki ku dan sendi pergelangan kakiku juga tak lupa terjamah oleh pijitan tangannya


" bakat banget..." senyumku melihat aktivitas Rama,yang tengah memijatku seperti tukang pijit profesional


" tinggal pake konde sama kebaya ditambah kain jarik ya..." jawabnya ,aku tergelak membayangkan Rama dengan tampilan mak Ijah si tukang pijit.


" oke kalo servisnya memuaskan kubayar ..." ucapku jumawa .


" bener nih ???" tanya nya ,aku mengangguk cepat


" mau berapa ???" tanyaku


" lagi ga butuh uang..." jawabnya


" terus???" aku mengangkat alisku setengah waspada kalau kalau Rama tiba tiba menerkamku.


" maunya dibayar pake kamu...." jawabnya seunyu mungkin,rasanya bila dengan lelaki ini tiada hari tanpa tertawa.


" boleh...semuanya buat kamu..." seruku dengan semangat


" semuanya ??! termasuk hatinya ???" aku mengangguk


" usilnya ???" aku kembali mengangguk


" manja nya ???"


" huum..." anggukku


" asikkk ...!!" seru Rama


" yang...aku ga perlu bayaran ,kalo perlu aku pijitin kamu tiap hari selama aku bisa, justru aku yang makasih , karena kamu udah mau bersusah susah ngandung anakku,aku tau ini ga mudah buatmu,rasa ga nyaman,gampang cape, semuanya bakalan serba sulit buat kamu...tapi kamu masih bisa tersenyum udah cukup buatku..." ucapnya menghentikan pijitannya


" ko gitu ngomongnya??!bukan anakmu tapi anak kita..." ralatku " aku ga pernah keberatan ataupun menyesal ,sudah menjadi fitrahnya perempuan itu mengandung dan melahirkan,memang tidak mudah, Rama...aku tau kedepannya akan lebih dari ini ,lebih melelahkan,lebih membuatku kesulitan untuk beraktivitas, lebih tak nyaman ,tapi selama kamu ada di sampingku semua itu akan terasa ringan buatku...bukankah dengan ikhlas semua akan lebih mudah ,aa ustadz???" kekehku


" betul sekali,muridku..." jawab Rama mencubit hidungku.


" yang...mau pijit plus plus ga ???" Rama menaik turunkan alisnya ,aku menggeleng


" haaa....ayolah gratis yang..." jawabnya merengek seperti anak kecil,aku tetap menggeleng


" dikasih gratis minum deh yang...sama WiFi...." tambahnya lagi tak hilang rayuan,aku menggeleng


"cukup aa...." ucap ku menarik kaki dan masuk ke dalam selimut.

__ADS_1


__ADS_2