
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
aku berjalan menyusuri lorong menuju ruang senat berada lantai 2 ,mentok ,paling ujung ... terdengar beberapa orang tengah mengobrol di dalam, ada suara perempuan dan laki-laki mungkin itu anggota senat , baru kali ini gue berharap kehadirannya abang gue tersayang...
" fiuuhhh...." aku membuang nafas lega ,bang Akhsan ada disana bersama teh Nisa
" tok...tok...tok...."
" assalamualaikum...."
" wa'alaikumsalam..." semua mendongak ke arahku
" ini dia boncel kesayangan gue..." pekik bang Akhsan ia beranjak dari duduknya menghampiriku ,aku salim padanya ,ia pun mengacak rambutku ,teh Nisa hanya tersenyum manis melihat kelakuan kami yg memang sudah tak aneh.
" muka loe asem banget , Ra kaya belimbing wuluh.." ledeknya ,berasa di ulang tahunkan saja abangku ini meledekku habis habisan tanpa perlawanan ,dari ujung sana tepatnya sofa single nampak seorang beraura dingin ikut menatap kami dengan wajah triplek nya minta dihajar...
bang Akhsan merangkul ku tak tau malu di depan beberapa orang anggota senat
" bang ikhhhh....lepasin tangan loe...maen rangkul rangkul aja...tangan loe berat..." aku melepaskan tangan abang tembok Berlin ku
" ihh mentang mentang loe udah pindahan , sombong banget ...ga inget pulang ,,,adek durhako..." jawabnya ,baru juga sehari aku tinggal gaya nya sudah seperti ditinggal pacar berbulan bulan,padahal pacarnya disitu...
" ka Nisa maaf ya jangan cemburu ..emang abang kalo lagi kumat gila nya begini.." ujarku di tertawai semuanya termasuk ka Miftah yg tersenyum tipis .
" Ra...emang kamu udah pindahan ???ya Akhsan ga ada temen berantem dong.." diangguki ka Titus dan ka Andri...
" udah bang.. sat...." jawabku
semua tercekat lalu tergelak
" asemmm adek lo san... Ra jangan manggil gue setengah setengah dong " ka Satria tak terima
" oke deh di copy ...!! Roger...!!!"
aku sudah mengenal beberapa diantara anggota senat khususnya senior karena memang mereka teman teman bang Akhsan , tetap saja ada yg tidak menyukai ku seperti kaka kaka perempuan di ujung sana,mungkin mereka menganggap aku adalah kecoak yg harus diberantas
aku mendekat ke arah ka Miftah menatapnya malas " ada apa manggil manggil ??" tanyaku
" Naraa...yang sopan " bang Akhsan memintaku menurunkan intensitas ke sensian ku ,aku selalu ingat saja ucapannya waktu tak sengaja Airin menabraknya,dasar manusia titisan Hitler...bisa bisanya Rama menjadikan dia abang abangan nya .
" oke jadi ada apa paduka yang mulia ketua senat memanggil hamba..."
mereka mengulum bibir menahan tawa ,pasalnya baru kali ini ada mahasiswi yg berani pada ka Miftah apalagi itu junior
" Naraaaa...." ucap bang Akhsan panjang namun lembut
" gini nih maenannya sama Rama makin diasah sikap nyebelinnya " kekeh bang Akhsan
" iya terus Nara harus gimana bang ??tadi to the point salah , sekarang senyum senyum sambil berkata manis kaya fakegirl salah juga..."
" minggu depan pelantikan anggota senat junior kamu ikut...kamu masuk BEM..."
__ADS_1
mataku membulat ,ahahay...sungguh aku tidak berminat...
"bang.." aku berbalik menatap bang Akhsan ,bang Akhsan menggidikan bahu
" Miftah...kamu yakin masukin nih junior songong ke BEM kampus kita " pekik mahasiswi yg sedari tadi menatap tak suka padaku bersama anggota geng nya ,dari name tag nya kubaca ia bernama " Maria " ,cantik , putih ,tinggi tapi wajahnya mengingatkanku pada seseorang....
bang Akhsan berdiri " dia emang songong tapi dia cukup pintar melihat mana yg baik dan mana yg munafik...lagipula dia masuk sini karena prestasi bukan karena sogokan..." telak bang Akhsan membelaku membuat Maria memutar bola matanya malas
" apa karena dia adek loe jadi dengan gampangnya dia masuk anggota senat tanpa di tes ..." ucap Maria lagi
" nih kalo loe mau bukti ,bahwa Nara itu memang cocok dan cukup mumpuni untuk jadi anggota senat otaknya pintar,mudah bergaul ..." ucap ka Satria memberikan selembar kertas hasil ujian SMA ku
" Ra...ikut gue bentar ...." ajak bang Akhsan keluar ruangan
" apa sih bang ??gue ga mau ahhh....ikut ikutan organisasi beginian.." aku memalingkan wajahku
"please untuk kali ini loe ikutin ya,gue sama Miftah udah minta ijin Rama ko buat ngajak loe..ini juga buat keamanan loe,dek..." aku menautkan alis mendengar nama Rama di sebut sebut meminta penjelasan
" iya , Rama tau dan ijinin tapi Rama bilang ,gue sama Miftah yg bilang sendiri sama loe..." jelasnya lagi
" emang Nara kenapa bang , Nara aman aman aja..."kilahku
" nanti gue jelasin,, tapi nanti setelah tau rencana mereka apa ,gue sama yg lain cuman ga mau loe bertindak ceroboh kaya dulu ,main gerak sendiri..,untuk saat ini please berdamai lah sama Miftah..."
" kalo loe ikut senat ,gue... Miftah bisa jagain loe selama Rama ga di samping loe...sedangkan di rumah ada Rama..."
aku menggaruk kepalaku tak gatal " ya udah..udah iya gue ikut.." aku masuk kembali bersama bang Akhsan menandatangani surat keikutsertaan kegiatan BEM
" nih..." aku menyodorkan selembar kertas itu pada ka Miftah .
" udah kan...??aku mau balik ,masih ada kelas " aku pamit undur diri dan kembali ke kelas
" yeee... ada adek emeshhh ,nambah lagi satu..." seru ka Satria
" yakin loe bilang adek gue adek emeshhh, sat ??"tanya bang Akhsan
" iya adek loe emeshh cuman mulut nya aja pedes..." jawab ka Satria
Maria menatap tajam ke arah ka Miftah dan bang Akhsan " kita liat ntar..." gumamnya " cabut girls.." ajaknya pada kedua temannya
.
.
.
.
Rama mengirimiku pesan kalau ia sudah di parkiran
aku sengaja berjalan mengendap-endap melihat Rama sedang duduk diatas motornya "assalamualaikum daddy.." bisikku , Rama tersentak kaget ,dan aku terkikik
" Ra..bikin kaget aja..." ia mengusap dadanya
" serius banget sih..aa..." ujarku
Rama menarik tanganku , sebelum akhirnya aku mengecup punggung tangannya lalu cemberut
" loh..kenapa ???" tanya nya memainkan rambutku
" ada yg jahatin kamu ???" ia sudah beranjak , terlihat ekspresi khawatir darinya
aku menggeleng " engga...ga ada yg berani jahatin aku orang bodyguardnya aja ketua sama wakil senat ...kamu ngapain sih ijinin aku masuk BEM..??" keluhku
" jadi kang Miftah sama abang udah minta kamu masuk senat ya ???bagus kalo gitu ,biar kamu ada yg jagain...jangan pikir karena Gilang sama yg lain pisah terus kamu bebas ya , Ra...aku cuma ga mau kamu kenapa-napa..." ia menatap rambutku yg sedang dirapihkan nya ,tapi aku tau dibalik tatapan itu matanya menerawang jauh entah apa yg sedang dipikirkan nya...
" hey...kenapa sih ??ada apa ???" tanyaku menangkup rahang tegasnya
ia menoleh padaku " belum waktu nya kamu tau, Ra...aku ga mau kamu banyak pikiran.. cukup pikirkan saja kuliahmu, menjadi lulusan terbaik, dan jadi istri yg sholeha banggain aku,sama keluarga kita...biar masalah yg lain aku yg urus.." jelasnya
" Rama...aku ga suka kamu kaya gini ya...aku tuh istri kamu bukan orang lain..." jawabku melipat kedua tanganku , Rama tertawa kecil melihatnya lalu ia menarikku ke dalam pelukannya,aku tak pernah bisa menolak
" iya istri ceroboh...suka bertindak sendiri.. selalu mikirin keselamatan aku tanpa mikirin keselamatan kamu sendiri..." ucapnya ,aku melepaskan pelukannya
__ADS_1
" aku janji bakal bilang tapi kalau sudah pasti ya,soalnya masih samar..." hanya itu penjelasannya,
" yoo pulang...!!aku ga bisa lama lama ,aku harus kerja..." jawabnya ,aku naik di jok belakang
" harusnya kamu ga usah repot-repot jemput aku dulu , Ram...aku bisa pulang sendiri ko.." tanganku memeluk perut Rama posesif
" ga bisa lah... karena kamu tanggung jawabku , Ra..." jawabnya , motor menembus membelah jalanan...hingga sampailah kami di rumah
" aku langsung berangkat ya...ingat jangan kemana-mana..."
" ga makan siang dulu ??" tanyaku
" nanti aja di kantor,,biar aku bisa pulang cepet," aku meraih tangannya dan salim
" assalamualaikum.."
" wa'alaikumsalam..hati hati love u..." Rama tersenyum dan pergi
.
.
.
. terbersit di pikiran ku apa yg sebenarnya mereka rencanakan,dan siapa yg mereka hadapi ,hufffttt lapar...!!! daripada pusing sendiri sedangkan dugaanku cuma muter muter disitu meningan aku makan siang ,
" mamah mertua i'm coming...."
aku cukup tau diri menjadi menantu rumah bukan berarti harus semuanya tuan rumah yg mengerjakan,aku tidak sedurhaka itu...
"ambu...kalo aa tuh makanan manisnya suka apa ya ???" tanyaku sambil mengiris sayuran
" aa tuh kurang suka makanan manis ...yg ada juga paling minuman kaya jus atau kopi susu..." jawab Ambu yg menyiapkan bumbu
" neng ...tolong titip sebentar ambu mau dzuhur dulu..belum dzuhur soalnya ,nanti gantian saja ya..." aku mengiyakan
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
makan siang tanpa Rama,bagai sayur tanpa garam...asiikkk....!!! a.k.a hambar...
setelah selesai makan aku bergegas ke kamar mengambil buku dan laptop lalu mengerjakan tugas kampus di ruang tengah bersama Nia yg sedang nonton si kotak kuning dan warga bikini bottom...
Nia sesekali tertawa melihat jalan ceritanya dan kekonyolan si bintang laut pink yg bo*dohnya ga ketulungan,kadang juga bertanya dan mengobrol denganku , denting waktu menunjukan sudah pukul 5 sore..
" assalamualaikum ...cupp..." Rama tiba-tiba mengecup pipiku
" ihh lebay..." gumam Nia sambil bergidik
" jangan mau ...!!!" Rama mengusap kasar wajah adiknya yg langsung merengut...
" wa'alaikumsalam..."
" lagi ngerjain tugas ya...aku ke kamar dulu deh bersih bersih..." jawabnya ,aku mengekor hendak menyiapkan baju ganti Rama
" Ra...aku maghrib di masjid ya sekalian silaturahmi sama anak anak ,udah lama ga ikut ngajar..." sekeluarnya dari kamar mandi langsung memakai baju yg sudah kusiapkan
" iya..emang ga capek ??" tanyaku
" insyaallah..engga...udah isya pulang ko..tadi papasan sama ustadz Hasan di jalan , sekalian beliau ngajak berjamaah.."
" oke deh..."
" sini peluk dulu daddy..." Rama menarikku ke pelukannya meluapkan rasa rindunya
" kasih kiss buat daddy dong.." pintanya aku mengecup pipinya ia membalas dengan mengecup semua inci wajah ku..
" udah jangan keterusan nanti berabe lagi..." jawabku
" oke deh tapi nanti malem siapin stamina ya..." bisiknya mengedipkan sebelah matanya lalu mengambil songkok nya ...
.
.
__ADS_1
.