Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
bawa aku ke KUA


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


kebetulan hari ini aku sedang berada di rumah Vina selepas UN ,kelas XII diberi hari yang jeda


"Ra...nanti setelah lulus loe mau kuliah dimana ???" Rika yg memang sudah biasa datang kesini ,kini sedang tiduran di ranjang milik Vina ,ranjang yg hanya mampu memuat dua orang saja, itupun berdempetan ..


"ga tau ...tapi kayanya mau coba dulu daftar di kampus tempat bang Akhsan " jawabku sambil ngemil keripik singkong yg disuguhkan sang pemilik rumah


" kampus favorit tuh...." sahut Mita


" kalo kamu Ka??? "


" kayanya mau langsung cari kerja, Ra...." jawabnya santai


" kalo aku kayanya cari dulu kerja terus setelah kekumpul uangnya baru kuliah..." kali ini Mita bicara .


tapi sayup sayup terdengar dari arah luar kamar perdebatan antara Vina dan ayahnya ,karena ke kepoan yg sudah mendarah daging Rika langsung beranjak dari posisinya lalu menempelkan kuping di daun pintu kamar ...aku dan Mita saling berpandangan, namun lekas mengikuti


aku menutup mulutku saat satu kalimat panjang yg begitu membuatku tersentak


" si Gilang itu ga punya apa-apa yg patut buat dibanggakan....lebih baik Ramadhan,anak baik dari keluarga baik baik...."


" cukup,pak...bapak tidak berhak menghakimi seseorang karena Vina yg merasakan..."


" apa yg kamu rasakan sama anak itu,lebih baik akhiri sekarang !!!! sebaiknya mulai sekarang kamu dekati Rama,masa depan dia cerah, ibu sama bapak saja sering mengunjungi rumah Abah haji untuk mengakrabkan diri , siapa tau nanti kalian bisa berjodoh...kami sedang berikhtiar untuk bisa mewujudkan hal itu. ." jelas bapak Vina


Mita dan Rika menatap kearahku ,aku mengernyit,suasana menjadi tak nyaman ,mendengar langkah seseorang yg akan mendekati kamar kami bergegas kembali ke posisi semula


Vina masuk dengan muka yg sudah memerah ,lalu tak lama ia menghambur ke pelukan ku


"kalian pasti denger kan ,obrolan ku dengan kedua orangtuaku ??" Vina si gadis tangguh bisa menangis karena cinta ,aku dan yg lain hanya tersenyum getir


" maafin orangtua gue ya Ra...." ucapnya terbata

__ADS_1


" it's ok Vin...yg sabar ya semoga loe sama Gilang dikasih jalannya mungkin ini salah satu ujian buat kalian..." ucapku yg tak tau harus menyemangati Vina seperti apa lagi karena aku bukan tipe orang yg pandai berkata-kata,diangguki Rika dan Mita..


aku dan kedua temanku yg lain pamit , Rama juga sudah menjemputku di depan rumah Vina, Rama sudah disambut dengan hangat oleh kedua orangtua Vina,ia pun sedikit canggung


" ibu kira Rama mau ngajak Vina keluar..." ibu Vina tersenyum penuh maksud


" ibu...!!" pekik Vina


" ahh engga bu... Rama mau ....."belum Rama menjawab aku sudah memotongnya


" Rama kebetulan lewat bu, katanya... tadi telfon Vina...terus mampir..." jawabku cepat


semua mata melihatku dengan berbagai pandangan


jujur gue ngerasa ga nyaman dengan keadaan canggung ini ,berasa kaya gue hello Kitty di depan ibu sama bapak Vina...padahal mah gue kan calon menantu abah sama ambu....cieee kepedean lu Ra...!!


" oh gitu ...baiknya.... wah..!!! calon menantu idaman...." jawab ibu Vina


ekhem....kacang kacang....mening besok besok gue jadi tukang cangcimen aja lah .


" bu , Vina ...kalau gitu kami permisi duluan..." ucapku pamit


marah ???pada siapa ???serumit ini hati seorang perempuan... seperti benang kusut ,kamu ingin terlihat tegar tapi terkadang itu yg membuatmu terlihat sangat rapuh...kamu ingin terlihat baik baik saja tapi itu yg membuatmu terlihat sakit , Vina sempat bercerita kalau orangtuanya sering datang ke rumah Abah membawa buah tangan,bahkan ibunya selalu saja menempeli ambu di pengajian,bapak Vina pun sering mengajak Abah memancing ,,,sampai orang-orang kampung sini menganggap kedua keluarga ini memang sudah berniat menikahkan anak mereka... begitulah pandangan orang sini....kenapa jadi aku yg merasa terkucilkan


" Ra....tunggu... Ra...." Rama mengejarku yg sudah berjalan menjauh ,rencanaku ke rumah Rama mendadak kubatalkan ,karena moodku yg sudah hancur ,setidaknya cerita Vina berpengaruh buatku..


" hey...katanya mau ke rumah ???ambu udah nunggu calon mantu tuh..." ucap Rama, untuk tersenyum saja bibirku serasa beku.


" ada apa , Ra ???" tanya nya yg melihat perubahanku


akhirnya kata kata itu keluar dari mulut ku... tapi Rama malah tertawa


" ga lucu, Ram...." jawabku sambil memukul dada Rama


" yu kerumah ....denger dari ambu langsung...." ajaknya ,aku menggeleng


" aku malu ntar orang kampung pikir aku orang ketiga ...."ketusku , Rama tertawa kecil " bilang aja lagi musim...."


lucu ya sekolah masih beberapa bulan lagi untuk lulus tapi hubungan kami sudah dibuat serumit ini...


Rama,memang sunshine ku , secepat itu mood ku kembali ,memang tak ada yg perlu dikhawatirkan,akunya saja yg lebay....


" assalamualaikum...."


" wa'alaikumsalam....ini dia yg ditunggu tunggu....ko lama neng ???" ambu merangkulku


" barusan liat drama keluarga dulu ambu..." ucapku to the point


" drama keluarga???" tanya ambu


" bilang...sama ambu drama keluarga apa ???" ambu mengajakku duduk


" itu ambu,,,,mantu ambu , takut kehilangan calon suami gara-gara orangtuanya Vina sering cari perhatian sama ambu sama Abah..." Rama menyampirkan jaket di senderan kursi


ambu jelas saja tersenyum " oh jadi takut kalah start nih...??" tanya ambu ...


" ih engga gitu ambu.. Rama nih ngomongnya suka...."

__ADS_1


" bener...!!!! " potong Rama mengesalkan


" memang sudah biasa ,neng kalo disini anak gadis itu biasanya selepas SMA suka langsung dinikahkan...sama laki laki pilihan kedua orangtuanya ..maklum saja kampung...." jelas ambu


" itu berarti aa masuk kriteria pemuda idaman ...." tambah ambu


dari arah lantai dua terdengar gelak tawa Nia


" bwahahahahahahah....aa???pemuda idaman???di pasar juga 10 dapet 3 kalo modelan aa...." pekiknya yg langsung dikejar dan digelitiki oleh Rama .


" justru ambu sama Abah seneng ,itu pertanda setidaknya aa berbobot dan patut dipertimbangkan untuk melamar seseorang...." jawab ambu mencolek hidungku


kenapa mendengar pernyataan ambu hatiku berflower ya...kepedean kamu Ra....harusnya loe sedih siapa tau bukan kamu orangnya...


" sudah....mening sekarang neng Nara ikut kita makan..."


aku dan keluarga Rama mengobrol ngaler ngidul perihal kelanjutan pendidikanku yg ingin satu kampus dengan bang Akhsan sedangkan Rama kemungkinan besar berbeda kampus denganku ,...bahkan untuk hal yg satu ini aku dan Rama sampai berdebat panjang


" kalo gitu aku bakal daftar juga di sana.... " ucap Rama


" engga...kamu kan mau ambil jurusan arsitektur ,disana ngga ada Ram..." jawabku tak kalah kencangnya


aku tak mau hubungan kami ini malah menjadi penghambat aku dan Rama untuk menggapai cita cita yg kami impikan...


" nanti siapa yg jagain kamu???kalo aku ga ada !!"


" kan ada bang Akhsan..."


keterima juga belum debatnya sudah mengalahkan debat capres...


" bang Akhsan kan sudah punya pacar, Ra... belum lagi dia juga senior dan sudah masuk semester 4 ,sisanya siapa yg mau jagain kamu kalau bang Akhsan sudah wisuda..." tanya nya tak kalah cerewet dari paslon yg tengah berdebat....


" ihh kamu udah kaya emak emak lagi nawar b*h aja Ram...aku bisa jaga diri sendiri lagian kan ntr kamu bisa antar jemput aku kalo lagi ga sibuk..." aku bersidekap, tanda aku ingin mengakhiri perdebatan ini lagi.


" Ram...udah ya...please jangan berdebat masalah ini lagi ....kalo kamu kaya gitu kamu berarti udah ga percaya sama aku Ram...udah ga percaya sama hubungan kita... tersungging loh aku..."


Rama tertawa " tersinggung Ra...kamu makin kesini makin ketularan aku kayanya..." jawabnya


" udah sore...aku mau pulang..." sela ku


" ga mau ahh ....aku mau kamu tetep disini ...." jawabnya menjengkelkan


" boleh...tapi bawa dulu aku ke KUA..." jawabku menantang berniat menggoda Rama, seperti yg biasa Rama lakukan .... Rama tersedak salivanya sendiri...


"uhukkk... "


"Ambu...abah....!!!! ayo ke pasar beli seserahan...!!!" pekik Rama masuk ke dalam ,mataku membelalak mengejar Rama...


" Rama..!!!!!"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2