
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" alumni hati tuh !" tunjuk Rama dengan dagunya ,menatap kepergian mobil merah milik ka Lebi.
" terus ?" tanyaku mengangkat alisku sebelah
" ga mau ngejar ??" tanya nya.
" buat apa aku ngejar perak kalo disini ada emas ??!" jawabku tanpa menoleh ke arah lain ,selain mata Rama.
" mas Rama maksudnya ??" tanya Rama berkelakar,aku tergelak
" besok Ambu, Abah sama Nia mau ngunjungin teh Ayu !" ucap Rama
Saat ini teh Ayu ikut suaminya yang bertugas di Sulawesi,daerah timur Indonesia.
" ohhh ! terus kamu ga ikut ??" tanyaku . Rama menggeleng " terus yang jagain kamu siapa ?" tanya nya .
" ada Wawan ,ada keluargaku ,kan jarang ketemu teh Ayu.." jawabku tak ingin hanya gara gara aku Rama jadi melupakan kaka perempuan nya itu.
" masih ada waktu lain buat ketemu ,teteh juga ngerti ko ,aku ga bisa ninggalin kamu sendiri " jawabnya no debat.
" ya udah , terserah kamu aja "
.
.
.
Hari ini aku ada kelas pagi ,langkah dan gerakan yang mulai semakin berat membuatku sedikit lama bersiap siap.
Sebenarnya aku sudah memberikan surat ijin cuti lahiran pada pihak kampus dan menyanggupi mengerjakan tugas tetap sesuai jadwal ,namun belum waktunya aku berhenti,masih ada waktu sekitar seminggu lagi.
.
.
" Ra ,kapan loe cuti ??" tanya Airin .
" seminggu lagi Rin !" jawabku mengatur posisi duduk ku ,mulai serba salah ,satu kata yang kurasakan ..sesak...!!
Mata Airin melihat gelagatku yang tak mau diam karena tak nyaman
" kenapa ga bawa kasur sih Ra buat rebahan..!!" kekeh Airin.
" asemmm loe !! " sinisku.
" loe takut ga, Ra ?? katanya lahiran itu sakit loh ...!!" Airin mendekatkan wajahnya , penasaran.
" ya pasti sakit lah ,yang enak tuh minum cendol siang siang gratis pula ..." jawabku lirih.
Bibir Airin bergelombang sambil berdecih " serius , Ra !!" pekiknya
" gue juga serius , Rin ...siapa sih yang ga takut ,semua perempuan pasti punya ketakutan tersendiri lah , do'a in aja yang terbaik buat gue " ucapku menjawab pertanyaan Airin yang malah menakutiku.
" Rin ...! " panggilku Airin yang sedang serius membaca chat hanya bergumam menjawabku.
mataku memicing ,ingin aku merebut ponselnya ,hingga ada kesempatan dengan cepat aku merebut ponsel Airin penasaran siapa yang bisa membuat Airin begitu serius hingga membuatku merasa jadi kulit kacang , terlupakan !
" happ !!" aku menjauh dari Airin .
" Ra...!!! ihhh balikin !!" pekik Airin hendak merebut ponselnya , terang saja aku berkelit .
Hanya sepersekian detik aku bisa melirik ,mataku menangkap tulisan 'kesayangan ' ,apa sekarang Airin memiliki kekasih.
Airin bisa dengan mudah merebut ponselnya " kemal deh loe Ra!!" membawa ponselnya masuk ke dalam saku. (kepo maksimal)
" abisnya gue penasaran,siapa sih yang udah bikin gue jadi kacang gini " jawabku mengomel.
" ada deh !!" godanya tertawa ,akhir akhir ini Airin terlihat senang ,saking senangnya ia juga tak pernah terlihat mendebat lagi musuh bebuyutan nya di BEM ,siapa lagi kalo bukan bang Sat...
" serah loe deh ,jangan salahkan gue kalo gue cari tau !!" ancamku, Airin tertawa kecil " semangat !!!" jawabnya mengepalkan tangan memberi semangat.
" pake nama kesayangan lagi !!" gidikku , tak sangka ternyata sifat Airin yang kocak dan bar bar nya ia juga bisa lebay.
" ihhh... Nara !! biarin aja kenapa sih...lagian loe kenal ko " jawabnya memainkan telunjuknya.
Aku semakin penasaran saja dengan clue yang Airin beri.
.
.
Sekarang kang Miftah lebih sering bersama ka Maria,aku menyimpulkan kalau mereka mencoba memulai suatu hubungan , walaupun wajah kaku itu tak bisa dipungkiri lagi ,ka Maria sudah seperti pacaran dengan kanebo kering ,kaku..
titt...tiit.....
klakson mobil berbunyi dari arah belakang, rupanya Rama sudah datang menjemput , itu artinya kuliahnya sudah selesai sebelum aku . Hari ini rencananya aku dan Rama akan pergi ke rumah mamah , sudah lama sekali aku tidak kesana sekaligus membantu persiapan celebrate pertunangan bang Akhsan yang sempat gagal karena orangtua ka Nisa yang masuk RS.
" hai cantik ! pulang yuu " godanya tak bisa melihat situasi dan kondisi.
" maaf lagi ga bisa digoda kang ,!' jawabku memeluk lengannya .
__ADS_1
" idihh katanya ga bisa digoda tapi udah nemplok aja !" kekeh Rama membawaku memasuki mobil .
" ini dia definisi lain di hati lain di mulut !!" argumenku mantap.
" bang Akhsan sama ka Nisa mana ?" tanya Rama celingukan mencari sosok abang tembok Berlin ku.
" bang Akhsan masih ada kelas !" ucapku pada Rama
" katanya kita disuruh duluan a...yang lain juga nyusul !" , maksudku yang lain adalah kang Miftah dan ka Maria,juga ada bang Sat..dan si duo ka Titus dan ka Andri.
.
.
" a tangannya bisa fokus aja ke stir ngga , nanti nabrak !" ucap ku ,sedari tadi tangannya tak lepas dari mengusap usap perutku hingga si mboy bergerak bebas seperti sedang gulat MMA di dalam sana .
" tanggung ,yang !" jawabnya ambigu .
" tanggung apa ??"
" tanggung,tanganku udah pewe disini alias posisi wenakk ..!"kata Rama sekenanya ,tak mau menyingkirkan tangannya yang saling berbalas dengan anaknya di dalam perut hingga perutku terasa ngilu.
" udah a ngilu ihhh !!" pintaku. sambil mengaduh...
.
.
sesampainya di rumah ,tanpa menunggu aba aba mobil terparkir,aku langsung mengambil langkah seribu tak kuat ingin selalu Pi*pis....
" yang ...! ati ati !!" pekik Rama,aku masuk dan sedikit berlari
" assalamualaikum " pekikku
" wa'alaikumsalam..."
langsung saja ku masuk , gerakan si kecil menyentuh nyentuh kandung kemih ku .Setelah beberapa menit kemudian aku keluar kamar mandi , aku baru sadar ,barusan melewatkan ruangan tengah yang penuh dengan benda perintilan pertunangan layaknya seserahan saat nikahan /hantaran untuk pihak perempuan.
" ya Allah, Nara ! mamah kirain kenapa??" mamah menghembuskan nafas lega.
" ga kuat mah pengen pi*pis...!!" cicitku lalu duduk di samping mamah yang sedang membungkus perintilan hantaran bersama keluarga ku dari Jakarta.
" assalamualaikum,mah " Rama meraih punggung tangan mamah ,oma dan yang lain dan ikut duduk di sebelahku tangannya yang tak mau diam menyentuh dan memainkan plastik kado di depannya
" assalamualaikum " pekik bang Akhsan bersama yang lain terkecuali ka Nisa,yang tak ikut .
" heleh si boncel,baru inget punya rumah juga, udah kaya bang toyib ??" pekik bang Akhsan mengacak rambutku gemas
" ishhhh acak acakan rambut gue ,ahh lagian gue di pingit ! ga boleh keluar rumah gara gara demo itu !" bibirku mengerucut.
" rasain loe!!" sarkasnya ,yang lain yang datang hanya ka Maria yang membantu sedangkan yang laki laki bukannya membantu malah ikut meramaikan suasana saja di taman belakang rumah termasuk Rama,mereka menyanyi nyanyi bersama dan ngobrol ngaler ngidul seperti ibu ibu komplek ,dan yang pasti ngabisin makanan yang punya hajat.
" nih..." aku menyodorkan piring berisi kue di depan mereka
" dateng kesini cuma ikut berisik aja !!" sarkasku , sebagian lelaki memang makhluk berkulit tebal terkhusus para lelaki di depanku tebal seperti kulit badak.
" thanks adek gue yang paling nyebelin !!' bang Akhsan mencubit pipiku gemas , sedangkan aku hanya memejamkan mata
Aku duduk di pangkuan Rama ,dengan senang hati Rama menerimaku dan menaruh tangannya di depan perutku.
" idihh si Nara bikin ngiler aja !!" ucap bang Satria
" makanya punya pacar !!" jawabku
" otewe, do'ain aja ya !!" alisnya naik turun ,sedangkan kedua lainnya hanya pasrah saja menjomblo
" kalian betah ngejomblo ??" tanya ka Maria dari arah dalam membawa teko minuman dingin lagi ,dan duduk di sebelah kang Miftah,segaris senyuman dari Rama. Aku menyambar gelas milik Rama dan minum , ka Titus dan ka Andri hanya nyengir kuda " belom ada , ria...sabar aja ..." jawab ka Andri.
" eh iya ,tempo hari gue ketemu si Lebi, Ra di jalan ,makin keren yah ??!!" bang Akhsan si mulut toa menaik turunkan alisnya
" uhuukkk !!!!uhuukk !!" aku tersedak minuman yang tengah enak enaknya kuminum.
Aku kelimpungan mencari tisue ,sedangkan ekspresi yang lain hanya melongo tak mengerti , Rama yang memang senang menggodaku bersama bang Akhsan sudah tertawa ,apalagi abang tembok Berlin ku sangat puas ia tertawa.
" Rama tau ga , Ra?? tanya nya ,aku mataku mengilat menatap permusuhan pada bang Akhsan,kenapa harus mengungkit itu lagi sih...
" tau ,kenal deket malahan!!" ucapku jumawa.
" Lebi siapa , Ram ??" tanya kang Miftah bersuara.
" Genta,kang...!!" jawab Rama
"emang siapa Nara ??"
tetot ....!! akhirnya pembahasan siang ini tentang aku dan ka Lebi,aku melirik Rama kalau kalau nanti wajahnya akan memerah marah.
" si Lebi itu gande......" aku menyumpalkan kue ke dalam mulut bang Akhsan.
" mulut loe rese ihhh ,dibilangin ga usah bahas si cowok rasa cewek ihhh !" jawabku mulai kesal dan masuk ke dalam rumah ditambah gerakan lincah si mboy membuat perutku ngilu ,dan keringat dingin. duduk pun tak nyaman
kaki ku yang menghentak seketika diam mematung saat merasakan keram di perutku juga sakit seperti mulas yang amat sangat ....
" aaw....!!!" pekikku mencengkram bingkai pintu
" Ra !!!" sontak Rama menghampiriku bersama bang Akhsan ,dan yang lain beranjak dari duduknya.
" perut gue mules !!!" aku menggigit bibir bawahku ,peluh yang sebesar biji jagung keluar dari pelipis dan kening.
" duduk dulu !!" panik Rama dan yang lain...
" ini belum mau lahiran kan ??" tanya bang Sat...
" ko gue yang panik ya ,yang lakinya kan Rama...!!" ka Titus gelagapan , dihadiahi toyoran kepala dari ka Andri.
" mah...!!" bang Akhsan memanggil mamah dan menceritakan semuanya
Aku hanya berusaha sebisa mungkin untuk tak panik seperti pesan dokter,mengambil dan membuang nafas panjang .
" mana yang sakit ,yang ?? perutnya ?? sebelah mana ??" tanya Rama panik namun terlihat ia sangat berusaha untuk tetap tenang.
" siapin dokter bawa ke mobil...!!" ucap bang Sat , sontak semua melongo lalu tergelak
" kebalik be*go!!" jawab kang Miftah.
__ADS_1
" kenapa sayang ??" tanya mamah yang langsung datang .
" perut Nara sakit mah !!" bukan aku yang menjawan namun Rama.
" tetap tenang sayang , Rama siapin air anget deh biar Nara berendam ...!!" pinta mamah belum selesai Rama sudah beranjak ,memang benar benar suami siaga .
" kalo cuma sebentar berarti itu kontraksi palsu sayang ,memang wajar di akhir akhir masa trimester ketiga suka begitu " mamah menenangkanku sambil memberiku air hangat.
Setelah air hangat siap ,aku di bawa Rama untuk berendam di kamar mandi atas
" kamu ngapain disini ??" tanyaku hendak membuka pakaian .
" nemenin kamu lah , takut kenapa-napa!!" jawabnya yang ikut masuk ke kamar mandi. Aku hanya menghela nafas , percuma mendebatnya pasti ujung ujungnya aku yang cape sendiri tapi hasilnya nihil .
Akhirnya aku berendam dengan memakai daleman.
" aku perlu ikut masuk bathtub ga ??" tanya Rama
aku yang baru saja akan memejamkan mata langsung melotot " engga !!'
" biasa aja yang cuma tawaran " kekehnya. Aku memejamkan mata untuk mencari ketenangan , Rama memasangkan headset di telingaku lagu lagu yang menenangkan.
.
.
Beberapa saat mataku terpejam dan saat kubuka Rama masih melihatku nanar.
" kenapa a ??" tanyaku
" udah enakan ??" tanya nya,aku mengangguk
" bener kata mamah ,itu kontraksi palsu " jawabku.
" ko aku jadi ga tega ,yang ...! sama kamu ,sakit banget ya ??" tanya nya.
aku terkikik lirih " terus mau gantian ??" tanyaku
" kalo bisa ! biar aku aja yang ngerasain sakitnya yang ....!!" jawabnya mengusap peluhku ,
" baru kontraksi palsu aja aku udah ga tega ,yang..!" ucapnya menunduk sendu.
" jadi ?? gimana sama kesebelasan??" kikik ku.
" kalo bikin kamu tersiksa mening ga usah !" jawabnya dengan pede nya.
" biarkan aku berjuang ,a !! dampingi saja aku ,tetap berada di sampingku insyaallah semuanya akan mudah untukku" jawabku ,tanganku keluar dari bathtub memegang tangannya .
" makasih sayang ,!!" kecupannya mendarat di keningku.
" tangan kamu udah keriput ,naik yu !! udah enakan kan ?? nanti masuk angin !!" katanya.
" gendong !!" rengekku ,tanpa mendebat Rama langsung membawa badanku yang basah keluar bathtub dan menutupinya dengan handuk kimono .
Segelas susu hangat sudah di tanganku
" gimana , Ra ?? udah enakan ??" tanya bang Akhsan,aku mengangguk.
" lah Nara yang berendam ,si Rama yang basah !!" ucap bang Sat...
" ikut berendem kali ,jangankan Rama gue aja ikut mules...!!" lirih ka Andri.
" a,ganti dulu baju kamu ,nanti sakit ,di lemari kamarku ,ada baju kamu deh !!" ucapku mengingat .
drrtt....
drrttt.....
ponselku bergetar Airin ,gumamku
baru saja kuangkat suara Airin sudah menggelegar mengusik gendang telingaku , untung saja tidak sampai pecah, ia menanyakan kabarku yang barusan mengalami kontraksi palsu , suaranya begitu khawatir,tapi tunggu Airin tau darimana kalau aku ??? rupanya salah satu orang disini memberitahu Airin,apa Rama??? tidak mungkin, Rama bersamaku .apa bang Akhsan?? tidak mungkin juga , untuk apa bang Akhsan memberitahu Airin,ka Maria?? kenal deket juga engga , ngapain juga ?? kang Miftah ?? oh ayolahhh ga mungkin .
" loe tau darimana kalo gue kontraksi palsu ??" tanyaku pada Airin.
Airin diam tak bicara ,padahal panggilan belum ditutup
" ga usah pura pura ga denger ya Rin..." ancamku .
" ka Satria !" cicitnya
sontak mataku langsung tertuju pada bang Sat..mengingat kejadian tadi pagi saat di kampus ,apa mungkin si kesayangan ini adalah bang Sat ?? tapi sejak kapan ??
" ada yang mau loe jelasin Rin ??" tanyaku menyeringai, Airin menutup panggilannya sepihak.
Kini hanya tinggal satu terduga di depanku
" bang Sat..." panggilku .
" kenapa , Ra ??"
" sejak kapan loe sama Airin ???" aku menggantung ucapanku karena kurasa bang Satria tau apa maksud ku.Ia gelagapan namun terlanjur tertangkap basah.
" baru seminggu Ra..." jawabnya menunduk malu
" hah ??!" pekik ka Titus dan ka Andri yang juga mengerti
" seriusan men ??" tanya bang Akhsan.
sedangkan kang Miftah sudah pulang karena mengantarkan ka Maria dahulu.
" jadi kesayangan di ponsel Airin itu.......
.
.
.
.
.
.
__ADS_1