Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
gagal belah duren


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


Teman ga ada akhlak memang pantas disematkan untuk Rama dkk , malam nya Rama pamit padaku untuk pergi ke rumah pohon ,ijinnya sih sudah lama tak bersua bareng Ridwan dan Abay,namun jangan salah bersua nya mereka dalam artian lain, ketiga makhluk yang usilnya ini tak ada duanya memang bertemu di rumah pohon ngopi dan menyesap vape,tapi ada udang di balik tumisan ,bukan Rama cs namanya jika tak bisa membuat penganten yang sedang hangat hangatnya ngamuk ...


" Wan, coba telfon Gilang !" pinta Rama


" siap 86 ,panglima !!" seru Ridwan yang mengepulkan asap rokok Vape.


" masih aktif " serunya gembira , beberapa kali Ridwan menelfon nomer Gilang dan mematikannya sepihak , mereka tergelak kegirangan . Hingga beberapa saat kemudian nomer Gilang sudah tak aktif .


sungguh terlalu mereka ini ,ya Allah suami siapa ini ???


" bay.. telfon mas Nana,suruh kirim baso lewat Firman ke rumah Vina,terus telfon juga kang Wahyu suruh kirim bajigur ,bandrek ke rumah Vina ,gue siapin boom nya " tunjuk Rama menunjukkan 2 buah kotak , mereka tertawa jahat dan mengiyakan saja perintah tak berhati nurani itu.


" tok...tok..tok...."


" Vin... Lang..!!" pekik bu Sufi dari luar kamar ,dengan membawa keresek hitam berisi dua buah bungkus baso komplit dengan sebuah pucuk surat di dalamnya yang sengaja sudah ketiga makhluk pengganggu ketenangan ini siapkan.


" jangan lupa dimakan ,biar ada tenaga goyang sampe subuh " :)


Gilang menggelengkan kepalanya ,sudah tak aneh dengan kelakuan ketiga kawannya ,ia sudah tau kelakuan makhluk makhluk bernama kawan itu.


" siapa ,sayang ??" tanya Vina yang sudah setengah toples


" siapa lagi yang berani ganggu ketenangan orang kalo bukan mereka !" jawab Gilang menaruh bungkusan di meja kamar tanpa mau membukanya


selang 10 menit kemudian


" tok..tok..tok...."


" Vina, Gilang,maaf ibu ganggu ada kiriman bajigur bandrek katanya buat kalian ! "


Gilang kembali membuka pintu kamar ,menampilkan senyum yang dipaksakan ,tak mungkin juga ia marah marah pada ibu mertuanya.


" makasih bu.." jawab Gilang sedikit menggertakan giginya .


" apa lagi ???" tanya Vina dengan rambut sedikit berantakan.


" shittttt !!!" Gilang bergumam namun rasa menggelikan juga ada ,ini dia resikonya berteman dengan mereka,harus siap menerima keusilan mereka.


Kembali tanpa niat membukanya Gilang menaruh kembali kresek hitam yang di sertai surat.


" diminum dulu bro biar makin semangat selagi hangat biar makin panas , sepanas bandrek...:)"


ketiga cs gilaaa ini sedang terbahak membayangkan betapa ngenesnya Gilang ,inilah sebabnya dulu sewaktu menikah Rama mengajakku menjauh dari kampung ataupun rumahku ,lalu mematikan ponsel kami berdua.


selang 10 menit kemudian


" tok..tok..tok...."


Gilang membuka pintu , cengkraman tangannya pada handle pintu membuat urat urat tangannya keluar.


" Lang maaf ibu ganggu lagi " wajah bu Sufi juga sudah terlihat tak enak karena terus saja mengetuk dan mengganggu,padahal ia pun tau jika anak dan menantunya ini sedang tidak ingin diganggu.


" iya bu tak apa-apa,kiriman apa lagi bu ???" tanya Gilang yang sudah tau .


"ini ada kiriman dua buah kotak " jawab bu Sufi menyerahkan kedua buah kotak itu pada Gilang.


Gilang sedikit penasaran dengan isi kotak kotak ini , begitupun Vina , Vina merapatkan pegangan nya di selimut tipis menutupi tubuh toplesnya.


Gilang dan Vina membuka kotak itu satu persatu


alis mereka terangkat


" jamu ??!" gumam mereka ,sebuah kertas bertuliskan


" ini jamu kuat ,gue ga tau kuat berapa jam , Lang tapi insyaallah loe bakal sekuat Superman walaupun ga akan bikin an*u loe sekuat palu Thor.."


" si*alan....!!!" ucap Gilang,sedangkan Vina sudah tergelak sedari tadi.


kotak kedua mereka buka ,betapa terkejutnya mereka melihat lingerie berwarna merah menyala , Vina membentangkan lingerie itu


" astaga...!" ucapnya


Gilang mengambil sebuah benda lagi isinya adalah balon dalam tanda kutip ,balon yang diciptakan bukan untuk ditiup saat ultah anak anak ,yang beraromakan strawberry

__ADS_1


" harap dipakai ,karena sudah dibeli !!"


nb : buat balon gue harap loe ga pake karena kata ustadz Hasan rejeki itu tidak boleh ditolak, jadi pajang aja buat kenang kenangan atau pake aja buat iket rambut Vina :)


" kam*pret ...!!!!!!" pekik Gilang


Belum Vina dan Gilang melanjutkan aktivitas mereka yang tertunda bu Sufi kembali mengetuk pintu kamar dengan wajah pasrah jika nanti anak menantunya akan marah.


" Lang maaf ibu ganggu lagi , Ucup barusan kesini ,katanya titipan dari Rama..." ucapnya dengan senyuman getir lalu pamit.


Gilang meraih satu amplop coklat kecil ,kini apalagi yang Rama kirimkan untuk mereka , Gilang menutup pintu dan menguncinya,ia berjanji jika nanti mertuanya mengetuk lagi ia tak akan membukakan pintu kamarnya , untuk kali ini biarkan dia berdosa sekali saja ,walau di awal pernikahan ia sudah menggoreskan tinta hitam karena pura pura tuli saat mertuanya memanggil.


Gilang membuka amplop itu dan merogoh isinya , Gilang mengangkat sebelah alisnya dan tertawa kecil ,dua buah tiket ke Bali lengkap dengan voucher hotel dan liburan.


" thanks brother,selama ini loe udah banyak andil di hidup gue , termasuk bantu gue mendapatkan kehidupan gue yang sesungguhnya,,,hadiah gue belum ada apa apanya dibanding dengan kehadiran dan pengorbanan loe buat gue dan Nara "


Ramadhan Restu Al Kahfi


sejenak ia terharu dengan hadiah kecil dari Rama, namun saat ia berbalik hendak menunjukkannya pada Vina, gadis cantik itu sudah terlelap tidur karena lelah seharian menjadi ratu sehari


" si*alan loe pada...!!!" Gilang menyambar t-shirt nya lalu memakai nya ,lalu pergi keluar rumah ,ia tau tujuannya harus kemana ,ia berlari kencang dan menemui tiga orang tengah tergelak bersama


" kamp*ret loe bertiga..!!!" sontak ketiganya terjengkat dan refleks berhamburan turun ,lompat sekaligus berlari dengan Gilang yang sudah membabi buta


sambik tergelak mereka memekik " ampun Lang...ini ide Rama...!!" pekik Abay


" ko gue, Ridwan, Lang...!" jawab Rama


" satbang , Abay tuh....!!!" jawab Ridwan ,di saat merencanakan dan beraksi kesolidan mereka patut mendapatkan penghargaan, namun disaat ketahuan persahabatan mereka berhak dipertanyakan.


" bang ..keeee loe semua !!! ,si Vina jadi keburu tidur !!!" pekik Gilang menangkap ketiganya dan memberikan serangan serangan telak yang ditepis ketiganya


" ha ha ha...!!" ketiganya malah makin terbahak-bahak,senang sekali melihat orang sengsara.


" ya...kasian aa Gilang gagal belah duren !!!" ucap Abay


.


.


.


Langkah kaki ku kian hari kian memberat dan lelah ,tapi kunikmati itu sebagai proses menjadi seorang ibu .


Peluh membasahi kening dan pelipis,kunyalakan kipas kecil yang Rama belikan untukku,karena keluhanku yang sering kepanasan dan memintanya mengipasi bila sedang bersamanya.


angin berhembus yang berasal dari kipas angin bermodelkan hello Kitty, Rama bilang ia ingin mencari karakter Wiro sableng namun tak menemukannya hoffftt yang sableng ya yang nyarinya...hehehe peace...


" sruuttthhhh !!!" satu gelas jus jeruk sudah tandas kuminum ,cuaca siang ini panas sekali membuatku enggan keluar dari gedung kampus


" Ra,engap ya ???" tanya Airin menatap bergantian dari wajah ke perut ku ,semenjak lewat masa trimester pertama, BB ku selalu bertambah begitupun janin yang ada di kandungan ku ini , Rama adalah calon ayah yang tak pernah melewatkan kesempatan memberikan nutrisi pada buah hatinya,setiap saat buah,susu dan teman temannya yang masuk dalam keluarga 4 sehat 5 kenyang tak pernah ketinggalan , untungnya aku bisa mengendalikan nafsuku karena cermin kamar selalu mengingatkanku betapa cantik itu mahal.


" kenapa, Ra??"tanya Airin


aku menggeleng " engga ..."


Rama sudah menjemputku , terbukti dari pesan yang ia kirim


" Rin, Rama udah di parkiran gue duluan ya.." pamitku


" wokeh, bareng aja Ra .Soalnya gue juga mau ke ruang senat ,ada rapat tentang acara lusa..." Airin ikut berdiri.


" acara apa, Rin?" tanyaku heran ,setauku kampus tak ada kabar berita tentang acara yang akan digelar dikemudian hari kecuali satu.... demo mahasiswa yang akan menyuarakan aspirasi masyarakat, sebagai pihak terpelajar mahasiswa kerap melakukan aksi demo sebagai bentuk dari keikut sertaan masyarakat dalam perihal kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan di negri kita tercinta .


" demo lusa, Ra..jangan bilang loe kepengen ikut !" sergah Airin .


" engga ! makasih lagian Rama ga akan ngijinin ,bukannya gue menyuarakan aspirasi rakyat yang ada bisa bisa lahiran disana ! " gidik ku ngeri bila harus seperti.


" ha ha ha...." Airin tergelak ,membayangkan kalau sampai itu terjadi.


" bye Rin..!"


" bye , Ra...!"


Airin bergabung bersama anggota senat lainnya termasuk bang Akhsan


" assalamualaikum sayang..." sapaku .


" wa'alaikumsalam sayang,hay boy ! " usapnya di perut buncit ku.


" bay boy bay boy ..kalo cewek gimana?" tanyaku belum menerima jika hasil USG minggu kemarin adalah laki laki


flashback on


antrian sudah berkurang ,kugeser posisiku mendekat ke arah pintu masuk ruang obgyn


" nyonya Narasheila ! " pekik suster.


Aku dan Rama masuk ke ruangan , suster dan dokter mempersilakan aku untuk naik ke atas kasur pasien ,untung saja dokter spesialisnya perempuan kalau tidak sepertinya sudah diajak duel terlebih dahulu oleh Rama.


" silahkan baringan ,bu..!" pintanya.


Lalu suster mengoleskan gel di perutku si dokter mulai menempelkan alat USG , mulai dari detak jantung , visual si calon jabang bayi terlihat dari layar monitor di samping ,bahagia kurasakan bersama Rama , tangannya yang memegang erat tanganku seperti setiap sela jariku tercipta hanya untuk diisi olehnya dan hanya untuknya.


senyuman Rama mengembang manakala visual 4D menunjukkan wajah si bayi saat di dalam perutku apalagi sang dokter bergelar SpOG di belakang namanya ini menjelaskan tentang, berat badan,kesehatan,dan juga yang terpenting yaitu jenis kelamin janin yang ada di perutku.


" jadi laki laki ,dok ?" tanya Rama menoleh pada dokter berambut pendek itu.

__ADS_1


" iya pak bayinya laki laki ,itu lihat monasnya terlihat " jelas si dokter menunjuk ke arah layar.


Aku sedikit kikuk saat dokter bicara mengenai itu ,menunjuk nunjuk ke*la*min bayiku , walaupun sebenarnya itu hal wajar.


" mana ??" tanya nya ingin lebih diperjelas dengan mendekat ke arah layar ,aku sampai menahan lengan Rama untuk tidak bertanya lebih dan mengiyakan saja,namun melarang Rama sama saja seperti mencari caranya bagaimana mengeringkan air laut , mustahil !! semakin dilarang semakin dia penasaran.


" ko gitu bentuknya dok ??!" wajahku sudah sangat malu melihat dokter dan suster itu mengulum bibir menahan tawanya .


astaga ganteng ganteng tapi absurd ,pikir mereka welcome to duniaku dok...!!


" terus mau gimana bentukannya ??? bunga mekar??" tanyaku menyudahi aktivitas dokter yang menggerak gerakkan alat USG.


" udah ga usah banyak nanya ,kamu juga punya sendiri..!!" sarkas ku , suster itu tak dapat lagi menahan tawanya.


" tapi..." aku membekap mulut Rama sebelum kata kata yang akan keluar berikutnya pasti lebih memalukan daripada tadi, setelah mendengarkan semua saran dan penjelasan dokter kami keluar .


" tapi yang! bentukan punyaku ga kaya gitu !" bisik Rama.


" stop ! masa iya punya si mboy mau kamu samain sama punya kamu yang udah banyak dosanya??!" jawabku , Rama terkekeh.


" iya banyak dosa sama kamu ya ,yang!!" jawabnya


" iya punya mboy masih suci...!!" ucapku sambil berjalan cepat meninggalkan Rama si belakang.


.


.


.


flashback off


" besok lusa ka Sony ngajak demo , yang ! " ucap Rama tangannya memegang erat stir mobil


" ga usah ikut deh a..! ngapain sih demo tuh identik nya sama kekerasan " jawabku yg keberatan jika Rama mengikuti kegiatan demo itu .


" pengen nyobain,yang! gimana rasanya kaya orang orang ,selama ini palingan liat di tv doang ,pengen aja ngerasain jadi mahasiswa seutuhnya."


" terserah " jawabku singkat .


Percayalah wahai lelaki dibalik kata terserah itu ada sebuah rasa tidak terima dan tak ikhlas.


.


.


.


.


" Aku berangkat lagi ,ya ! " hanya sampai depan gerbang saja Rama mengantarku ,setelah ini Rama masih harus bekerja di percetakan.


" hati hati " aku mengecup punggung tangan Rama sebagai bakti seorang istri.


" sini ku sun dulu " ucapnya menangkup pipi chubby ku ,mulai dari pipi, mata, hidung sampai ke bibir.


" daddy kerja dulu mboy..." serunya mengusap usap lembut perutku.


Nafasku sedikit tersengal saat menaiki tangga menuju kamarku ,langkahku yang sudah tak sebebas dulu pun membuatku tak bisa berjalan cepat apalagi berlari hanya untuk menggunting kuku kaki saja aku sudah mulai kesulitan. Rupanya begini rasanya menjadi wanita seutuhnya ,pantas saja balasannya surga , namun perjuangan ku baru dimulai .


.


.


" neng..!" panggil ambu


" iya ambu ?" aku menoleh menghampiri ambu yang sedang duduk di gazzebo belakang .


" jangan lupa bilang sama keluarga neng Nara kalo minggu depan acara 7 bulanan " ambu mengingatkan,ambu ini seperti tak ingin melewatkan setiap moment moment prosesi memiliki cucu pertamanya ,maka dengan senang hati aku pun menerimanya


" iya ambu " jawabku yang ikut duduk


" kalau sudah 7 bulan ,harus banyak banyak jalan neng.. biar dimudahkan jalan lahirnya nanti,juga latihan nafas..." setiap nasihat yang keluar dari mulut ambu sebisa mungkin aku pahami dan jalankan .


Sudah pukul 5 sore ,bumil tidak baik bila ada di luar ,makanya kalau sudah memasuki waktu sore begini aku segera masuk ke dalam berbarengan dengan mobil Rama yang masuk ke area parkiran


" assalamualaikum..."


" wa'alaikumsalam...."


cup...!!


Rama meraih beberapa barang di jok belakang mobilnya


" apa itu a ??" tanyaku


Rama menunjukkan sebuah scarf yang berwarna merah putih bendera Indonesia


" scarf ! buat demo lusa!" aku menghela nafasku dan menggelengkan kepala


" benar kan..apa kataku ! " mataku memutar malas.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2