
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" Ram.... Nara ada chat ???coba akfifin ponsel loe..." pinta Bayu ,mereka sudah masuk kelas
Rama menaikkan alisnya sebelah ,lalu merogoh ponselnya dan mengaktifkannya ,benar saja beberapa panggilan tidak terjawab dan pesan
" mau ngapain Mahesa ngajak ketemuan Nara ???" gumam Rama
" Ram,ada yg mau gue omongin bareng Gilang " Bayu melakukan panggilan pada Gilang
beberapa saat kening Rama mengernyit saat berbicara dengan Gilang di seberang telfon sana
" shiittttt....!!!!" Rama bergegas menggendong tas nya diikuti Bayu , Gilang yg berada di kampusnya ikut menyusul dan langsung datang ke TKP... Gilang tau persis dimana Mahesa berada ,setelah melakukan pengintaian selama seminggu
.
.
.
.
" sorry, Ra gue sempet berusaha ngerusak hubungan loe sama Rama..." diselingi hisapan rokoknya yg mengepul
bukan karena asap rokok,yg membuat paru paru gue kembang kempis ,tapi karena sikap keduanya yg membuat gue berulang kali istighfar...kalau tau tadi mau datang ke tempat beginian harusnya gue bawa ustadz biar pada di ruqyah aja semuanya,apa gue sembur juga pake air di depan meja...??? mataku menatap sebotol air mineral milikku yg masih tersegel...
" udah ??" tanyaku pada Mahesa
" yang.. sorry loe bisa tinggalin kita berdua dulu ga ,gue mau ngomong.. privasi...!!" katanya pada teman pria es*ek-es*ek nya...ia mengangguk dan mengecup bibir ,yang membuatku semakin gencar beristighfar
" sorry juga gue udah ngadu domba kalian berdua , awalnya gue sama Rama temenan tapi gue ngerasa ada yg beda ,gue suka sama Rama, Rama baik, Rama juga tampan dan keren...sampe gue liat kesungguhan Rama sama loe ,dia juga rajin ibadah...gue ga tega ,,,gue mundur..." sendunya
kenapa rasanya gue sama Rama berada di tengah-tengah orang yg... astagfirullah harus gue bilang apa mereka ??tak sehatkah ??? dulu Kenzi sekarang Mahesa....
" kenapa loe bisa terjerumus ke dunia kaya gini ,sa???"
" biar itu jadi masalah pribadi gue , Ra...gue belum siap untuk berbagi pada orang lain..." jawab nya mematikan rokoknya
" oke..." jawabku
" darimana loe bisa tau kalo gue tau loe seorang ho*mo??" tanyaku
" kemaren Rama bilang sama gue kalo loe curiga gue suka sama dia ,kalo gue g*ay..." jawab Mahesa
" dan gue belum jawab ... gue yakin sebentar lagi dia datang ..apa gue salah ??" tanya Mahesa mengangkat alisnya
__ADS_1
aku sedikit terkejut,darimana dia juga tau kalau Rama akan datang
" gue tau Rama sayang dan seposesif itu sama loe ,ga mungkin juga dia ga tau ..." tebak Mahesa tepat sasaran.
adegan selanjutnya bikin gue tambah mual ,Mahesa menjadikan gue penonton atas adegan mesra sepasang kekasih sesama jenis ,benar kata Gilang , mungkin juga apa yg Gilang lihat lebih dari ini ,aku memalingkan wajah, berdehem mengusir rasa tak nyaman
" sorry gue mau pulang...kalo gue disini cuma dijadiin penonton dan ga loe bayar gue permisi ...." ucapku hendak beranjak Mahesa tertawa lalu ikut berdiri dan memegang tanganku ,menahanku agar tidak pergi " loe juga lucu, Ra.. persis kaya Rama.."
" lepasin tangan loe...!!!! apa lagi yg loe mau ???" tanyaku
" gue cuma mau anterin loe balik ke kampus loe..."
" ga perlu...!!!" sarkasku mencoba melepaskan cengkraman Mahesa
" brakkkk....!!!"
Rama membuka dengan kasar pintu ,Gilang dan Bayu mengekor
" lepasin tangan Nara ,sa...!!" Rama melepas dengan kasar cengkraman Mahesa di lenganku, membawaku ke dalam dekapannya
" kamu ga apa-apa, Ra...???" aku menggeleng menatap Rama dengan mengiba
" maafin aku sempet ga percaya sama kamu..." ucapnya
Gilang yg sudah tak heran hanya mengalihkan pandangan nya dari manusia manusia kaum nabi Luth itu sedangkan Bayu hanya dibuat ternganga melihat mereka berpasangan,bukan karena melihat pasangan Hollywood yg fenomenal namun ini lebih dari itu ,mata mata yg haus akan santapan segar berlabel perjaka ini membuat Gilang dan Bayu bergidik ngeri terlebih Gilang, mereka hanya tinggal diberi make up lengkap sudah ketakutannya...
" busetttt ngeri..." gidik Bayu " ini nih tanda kiamat sudah dekat.." gumamnya
"hai Rama..." sapa Mahesa,teman pria berwajah oriental itu masih menempeli Mahesa bergelayut manja tak tau malu ,yahhh kami lah yg salah tempat..ini kan basecamp mereka...
Rama berdecih " gue ga nyangka sa...."
" sorry , Ram...." ucapnya
" bebs..siapa sih mereka?? anggota baru...??"
" ayo pulang...!!!" ajak Rama, tak sekalipun senyum terpatri di wajah kekasihku ,hanya wajah bringas yg membuat kadar cool dan tampan nya malah berkali lipat apalagi dengan topi bertuliskan badgirl yg petnya menghadap ke belakang ,semakin menjadi santapan lezat untuk para kaum LG*B*T ini
" sorry gue tadi pinjem Nara sebentar , Ram... udah niat gue balikin ko...lagian gue ga ngapa-ngapain Nara..." jelasnya
" urusan loe yg udah berani berani bawa Nara kesini tanpa seijin gue ga bisa gue lupain,sa..." dengan tatapn elangnya memperingatkan Mahesa
namun pandangannya berubah saat melihatku " kita pulang..." aku mengangguk karena memang hati dan perutku sudah terasa campur aduk..
Rama membawaku keluar melewati koridor remang remang lalu kembali keluar ,setelah sampai di luar aku menghirup nafas dalam-dalam
" bentar Ram...." aku membungkuk memegang lututku membuka topiku
" bwahahahahaha.... gue bilang juga apa, Ra..gue aja ampe ga bisa makan 2 hari..." tawa Gilang pecah
Rama masih memijat mijat tengkukku,sama halnya denganku Bayu bergidik merinding disko...
" anjimmmm!!! gila..loe liat ga tadi yg brewokan kaya buta...???liatin ngana...!!" ucap Bayu geli pada Gilang... Rama hanya menggelengkan kepala sambil terkekeh melihat respon aku dan Bayu...
" nih minum.." Rama menyodorkan sebotol air mineral yg ada di tas ranselnya...
" bentar ihhh...aku masih lemes...liat tuh sampe keringetan..." tunjukku pada tangan dan pelipisku , Rama tertawa lalu menyeka keringat ku yg membasahi kening dan pelipisku, memasangkan kembali topinya ....
" hemmm bisa kali mesra mesraan nya nanti aja kalo lagi berdua..." ledek Gilang ...
" ya udah...ini gimana kita udah telat masuk kampus...??" tanyaku berdecak.
" udah ....! sekali kali murid teladan,bolos ga apa-apa meren (kali) ??!" jawab Bayu
Gilang segera menelfon Vina dan Bayu menelfon Ridwan...
hari itu akhirnya kami berenam pergi hangout bareng dan membolos kuliah
__ADS_1
" ternyata bolos enak juga ya..." ucapku yg menjilat jilati es krim rasa buah agar tenggorokan ku merasa segar ,kami sedang berada di sebuah cafe ...
Vina tengah suap suapan dengan Gilang, sedangkan dua jomblo akut tengah asyik rebutan kentang goreng .
" Ra...jangan pernah pergi tanpa seijin ku...kamu ga tau seberapa khawatir nya aku..." Rama memegang kedua pundakku aku mengangguk " abisnya kamu ga percaya kalo aku ga punya bukti, Ram..."
" kata siapa ??" tanya nya balik
" iya aku minta maaf...ga kan diulangi lagi.."aku mengangkat telapak tanganku ke atas
" oke..!! dipegang janjinya ...kalo nakal lagi ,dinikahin sekarang juga..." Rama mencubit hidungku..
" oh iya...kapan kalian nikah ??" tanya Vina ,aku dan Rama menoleh
" gue sih pengen secepetnya soalnya makin sini makin sibuk aja sama tugas takutnya gue ga ada waktu buat ketemu Nara ,takut miss komunikasi lagi kaya gini..." Rama memotong sosis dan melahapnya
" iya , Ra...apalagi Rama tuh udah masuk band kampus Ra...idola ciwi ciwi tuh..." ucap Bayu
" seenggaknya kita masih bisa ketemu di rumah..." tambah Rama
mereka semua seperti berkomplot untuk mengompori ku agar segera menikah, tapi umurku saja belum genap 19 tahun ....
" kalau memang sudah mampu ,lebih baik disegerakan ..bukan begitu aa ustadz....??" tanya Bayu , Rama mengangguk jumawa..dengan bibir melengkung
" takut gue kebablasan terus khilaf... "jawab Rama,yg akhir akhir ini selalu tak bisa menahan diri untuk tak memelukku.
" hilih...aa ustadz mah harus tahan godaan..." ledek Ridwan
" aa ustadz juga manusia..." jawab Rama tak kalah gencar..
" ambu sudah nanyain terus ...kapan katanya mantu dibawa tinggal di rumah..??" Rama seperti sedang menyindirku habis habisan
aku mengipasi wajahku " hemmm panass...!! aku ke toilet sebentar..." aku langsung beranjak meninggalkan mereka
bukannya aku tidak mau ,hanya saja aku masih belum siap bila harus dihadapkan dengan urusan rumah tangga yg pelik , walaupun Rama berulang kali meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja ,namun siapa yg bisa menjamin ,dan satu lagi aku masih belum siap jika nanti Rama meminta dan membuatku mengandung,bagaimana dengan kuliahku ??? , sebenarnya di rumah pun mamah ,papah sudah menanyakan kapan kami akan melangsungkan pernikahan bang Akhsan saja sudah siap dilangkahi dengan ikhlas tanpa meminta apapun sebagai pelangkah...
.
.
sepanjang perjalanan pulang selepas nonton ,kami lebih memilih diam sampai mobil Rama masuk ke halaman rumah
" Ra...!!"
" kasih aku waktu Ram..." potongku cepat..
Rama tersenyum " kamu tau aku selalu nungguin kamu.." ia kembali mengusap pucuk kepalaku lalu keluar dan membukakan pintu mobil disampingku ia membuka seatbelt yg membelit tubuh bagian atasku aroma maskulin parfum yg sudah menempel di diri Rama begitu menyegarkan di indera penciuman ku, wajahnya begitu dekat ,sesaat kami terhanyut dalam tatapan yg begitu lekat dan dalam ,matanya kini beralih ke bibirku yg tampak segar dan menggoda.. refleks aku menggigit bibir bagian bawahku , Rama mengerjap beberapa kali" astagfirullahaladzim...." ia segera menjauhkan wajahnya dan badannya setelah seatbeltku terbuka ,aku mengerti kegelisahan Rama bila berlama-lama denganku
yahhh aku harus segera mengambil keputusan secepatnya...
" Ram...." aku berbalik sesampainya di pintu masuk rumah
" ya ???" ia mendongak
.
.
.
.
.
.
" aku siap ....!!!"
__ADS_1