
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
langkah dan hentakan kakiku sampai di parkiran dengan iringan ucapan kata serasi dari penjuru kampus ,aku segera melepaskan rangkulanku di lengan kang Miftah.
" maaf ya kang,lengannya tadi Nara pinjem." ucapku sendu,ia menjawabnya dengan tersenyum tipis setipis kulit bawang .
" insyaallah Rama tidak seperti kelihatannya.." ucapnya menyodorkan helm. Aku menatap nanar ke arah koridor menuju lapang berharap Rama menyusul,dan ternyata memang benar ,mataku membola
" kang...!!cepetan ihhh..." ucapku panik menarik narik jaket kang Miftah,bukannya menurut kang Miftah malah tertawa kecil seperti mengejek..dan duduk di jok motornya, seperti sengaja ingin melihatku dan Rama bertengkar .
" seru nih!!!" gumamnya sambil tertawa
" ya udah gue balik sendiri aja..." namun langkahku terlambat, Rama sudah menghalangi jalan pulang ku dengan senyuman menggelikan, beda halnya dengan aku yang menatapnya tajam sambil bersidekap
" minggir...!!! aku mau pulang..." sarkasku
" dihhh istri ko ngomongnya kasar sama suami...." godanya .
" ga usah ngaku ngaku...!!!" ucapku sinis ,mereka berdua malah tertawa mengejek... sepertinya sekarang akulah yang tak punya sekutu.
Rama malah mencolek daguku " ciee marah.." godanya ,aku menepis
" ga usah pegang pegang ...suhhhh!!! kamu tuh udah terkontaminasi racunnya ulet bulu..." jawabku
" yang... jangan marah dia bukan siapa-siapa...masa iya aku lirik lirik cewek ,jelas jelas di depan aku sekarang ada bidadari tapi bidadarinya lagi manyun..." aku menatap Rama geli .
" kang..geli ga sih...??" tanyaku meminta pendapat kang Miftah yang sudah seperti obat nyamuk .
" udah sana , Resti udah nungguin tuh...!!!" cerocosku ,hatiku sangat panas mengingat kejadian tadi .
" hayuu kang kita pulang.. Nara laper..." ajakku pada kang Miftah ,menyentuh lengan kang Miftah yang sedang bersidekap sambil menghisap vape...
" Nara...!!!" bentak Rama melihatku menyentuh kang Miftah,tapi tak kuhiraukan malah aku berbalik menatap tajam.
" kaya gini kan tadi..." jawabku memperagakan bagaimana Resti menyentuh Rama, Rama menghela nafas..
" kang titip Nara.." jawab Rama,aku masih enggan melihat Rama,hatiku masih belum mendingin ....bayangan Resti seakan masih menempel di pikiranku
kang Miftah memasukkan vapenya lalu memasang helm
" hayu beb,kita pulang...!!" ucapku memancing kekesalan Rama.
" awas kamu , Ra...!!" gumamnya ,setelah nelihatku naik Rama mendekat menahan aku yang ingin berontak membuka kaca helmku dan mengecup bibirku sekilas ...mataku sontak membola terkejut
gila saja Rama ini di depan kami ada kang Miftah, walaupun ia menghadap ke depan setidaknya ia tau apa yang Rama lakukan
" heh...pacar orang di sun sun.. " tepisku , Rama terkekeh
" kan rumput tetangga jauh lebih hijau.." jawabnya dengan kikik kan
" hati hati...aku pulang sore..." pekiknya .
aku memegang pada jaket kang Miftah ,seperti memeluk namun tidak menempel ,aku hanya ingin tau saja seberapa besar Rama akan marah ,sekali kali membuat Rama kebakaran jenggot sepertinya asik...
" Nara...!!!" pekik Rama saat melihatku bersikap begitu ,namun sayang motor sudah melaju ,aku berbali membuka kaca helm lalu memeletkan lidah padanya..
" ohhh nakal ya...liat ntar kamu Ra...abis kamu kubikin lemas.. " pekiknya tak tau malu.
ada rasa senang melihat aku dan Rama yang begitu mesra,namun hati kecilnya merindukan Mutia , seandainya dan hanya berandai-andai....
motor kang Miftah sudah sampai di depan gerbang rumah ,aku turun dan membukakan gerbang
" kang ,mau masuk dulu ,ketemu ambu ???" tanyaku ,kang Miftah menimang nimang lalu tak lama mengangguk ,sudah lama ia tak bertemu dengan wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri
dan kini kulihat interaksi ambu dan kang Miftah begitu harmonis , sepertinya hubungan kang Miftah dan keluarga Rama sudah sangat lama, dan dekat.
ambu menyuruh kang Miftah ikut makan siang
" ambu,mif..tak bisa lama..soalnya masih mau ngajar anak anak taekwondo..." ucap kang Miftah
" hemmm kebiasaan,kalo kesini ga pernah lama...kapan mau nginep lagi disini ,nak ???" ucap ambu yang sepertinya tak rela kang Miftah pulang cepat .
" insyaallah kapan kapan ya mbu...kan ambu sudah ada mantu.." jawab kang Miftah
" ehhh beda nenga Nara kan mantu,kan Miftah mah anak ambu...." ucapnya ,kang Miftah mengecup punggung tangan Ambu
" salam buat Abah,pasti masih di pasar ya mbu... "
" iya nanti disalamkan...hati hati ,,,jangan ngebut...makasih udah anter mantu ambu.. "
.
.
.
.
__ADS_1
aku naik ke atas untuk bersih-bersih karena hari juga sudah sore ,tiba tiba saja aku merindukan suami nakal ku itu.. kupakai sweternya yang tampak kebesaran di tubuhku ,celana sepaha ku saja sampai tenggelam...aku mengetuk ngetuk keningku memikirkan apa yang harus kulakukan saat Rama pulang,aku baru tersadar kalau aku sudah menginjak ekor kucing garong ....dan sebentar lagi kucing itu akan pulang ...benar saja kan!!,baru lidahku berucap suara berat mesin motor nya sudah berada di gerbang
bohlam bersinar di atas kepalaku ide gila melintas di otakku ,segera aku berlari menuju ranjang menanggalkan sendal rumahku masuk ke dalam selimut dan memejamkan mata ku , berharap Rama tak tau kalau aku berpura pura tidur.
" assalamualaikum..."
" wa'alaikumsalam...aa baru pulang...neng Nara tadi pulang diantar Miftah... " jawab Ambu
" iya ambu , tadi aa menitipkan Nara pada kang Miftah...dimana sekarang Nara ,ambu ???"
" kayaknya di kamar deh ..." jawab ambu mengingat ingat.
Rama naik ke atas
" ceklek...."
deg.....
ya Allah kali ini ,tolongin gue lagi... do'a ku penuh penghayatan dalam hati ... degupan jantungku sudah seperti genderang perang ...
" it's time to war Nara...." ucapku dalam hati
senyum smirk itu begitu jelas tercetak di wajah tampan Rama,ia sengaja menyimpan tas gitarnya di samping meja belajar,lalu berjalan ke arahku
matiii gue...matiiii gue.....!!!! umpatku dalam hati
Rama tertawa kecil , seperti nya ia sudah tau aku hanya berpura pura tidur...ia melewati kepalaku mengambil boneka kelinci putih yang ukurannya tidak terlalu besar, hanya pas di pangkuan...ia duduk di sampingku semakin membuatku gugup saja...
" hai bunny....aku mau cerita nih...tadi siang ada yang nyusul ke kampus...." ucapnya memulai cerita colongan bersama bunny .
" terus dia cemburu..."
" cemburu kan artinya sayang betul kan bunny..."
mana ada???cihhh cemburu kan artinya marah,merasa terkhianati...hatiku menjawab
" tapi kalau cemburunya kelewatan sampe bales dendam .. enaknya diapain ya ???"
gleukk...keringatku mulai keluar
Rama terkekeh menahan tawanya yang hampir meledak
" apa mening di kurung aja di kamar karena udah bandel...biar pas keluar langsung hamil ???" tanya Rama
aku hanya ingin tertawa sekaligus takut , ingin tertawa karena tingkah Rama yang seolah olah si bunny itu makhluk hidup dan takut akan ucapan Rama yang akan mengurungku dan membuatku beraktivitas berat di sore hari .
tiba tiba ia menempelkan kupingnya ke arah mulut si bunny .
" apa ???" pekiknya " dia cuma pura pura tidur...???!" ucapnya sambil melihat ke arahku
bangkeee......!!!!ketauan....!!!aku membuka mataku dan langsung terbangun hendak kabur tapi Rama menangkapku .
" mau kemana ???" ia memelukku dari belakang...
" ampun...a...!!!" pekikku sambil tertawa karena digelitikki Rama...
" aduh...aduh..bentar a...perutku sakit...." aduh ku , Rama menghentikan kelitikannya ,and then it's work... Rama melonggarkan cekalannya
" yang mana yang sakit sayang ???" tanya nya panik melihatku , aku tersenyum lalu secepat mungkin turun dari kasur hendak keluar kamar
" tapi boong....!!" tawaku
namun saat ingin membuka pintu ternyata pintunya terkunci.
" mamposss Ra...!!!" ucapku , Rama tertawa tergelak,sungguh tidak terpikirkan olehku ...
Rama turun dari ranjang menghampiriku yang terpaksa harus memohon mohon...
" a...maafin Nara ihhh....abisnya kamu nakal ternyata di belakang aku kamu gitu..." ucapku mengeluarkan uneg-uneg ku.
" masih ga mau ngaku kalo kamu cemburu ???" tanya nya semakin mendekatkan tubuhnya, meraih pinggangku dan menempelkan jidatnya ke jidatku .
aku menggeleng " aku ga cemburu...tapi kamu yang ketauan lagi asyik-asyikan sama cewek..." jawabku , Rama terkekeh
" terus yang terang terangan bilang baby sama kang Miftah siapa ???se*tan cemburu ???" tanya nya
enak saja menyebutku se*tan cemburu...
" dibilangin aku ga cemburu ,enak aja istrinya dibilang se*tan..." dumelku .
" terus apa namanya kalo marah marah ga jelas tanpa tau yang sebenarnya alias fitnah dan suudzon,berarti kan sudah terhasut godaan syaitan... "jawabnya lagi, aku mendongak , tatapannya sudah mengelam entah karena memang aku yang menggiurkan dengan pakaianku saat ini yang memakai sweternya dan celana yg hampir tenggelam atau memang Rama yang terlampau on fire...
nafasnya berburu " istri ??jangan ngaku ngaku..istri apa yang tega ninggalin suaminya jalan sama orang??" tanya nya lagi tangannya merapatkan pinggangku menempel dengan nya hingga aku sedikit tersentak.
" maaf...." sesalku mengiba ,
" ga cukup pake maaf..." jawabnya " terus ???" tanyaku menatapnya dengan mata bulat menggemaskan .
tiba tiba Rama mengangkatku di pundaknya seperti karung beras dan menjatuhkanku di ranjang melepas kemeja nya bahkan topinya saja sudah entah kemana dari tadi ,berikutnya t-shirt nya hingga menampilkan dada bidangnya dan perut atletis nya ia meraih kedua tanganku dan meletakannya di atas kepalaku menahannya kuat
" istri nakal harus dihukum daddy..." suaranya berbisik sensual.
aku hanya bisa pasrah saat Rama melepaskan semua kain yang menempel di tubuhku ,mungkin inilah hukuman atas keusilanku.
Tubuhku mengejang saat melakukan pelepasan ,sudah keberapa kalinya, tapi Rama belum membiarkan ku turun ranjang bahkan pinggul ku saja sudah pegal ,katanya kesalahanku fatal...padahal kalau difikir siapa juga yang memulai...kalau tau begini akhirnya ,besok-besok kalau aku marah lebih baik memeluk banci kaleng..
nafasku tersengal-sengal,keringatku menyatu dengan keringat Rama ,apa ini yang disebut love after war, belum juga baku hantam tapi aku sudah merasa badanku hancur...
" a...aku udah capek..." ucapku pelan..
Rama tersenyum manis mengecup keningku "makasih ,kamu yang terbaik.." ia menjatuhkan tubuhnya di sampingku setelah sebelumnya membubuhi leherku dengan stempelnya ,tak tau apa lagi yang terjadi hanya saja aku terlalu lelah hingga mataku terpejam.
" yang...." Rama mengguncangkan tubuhku mengecup pipiku lembut .
" sudah mau maghrib...bersih bersih dulu ..." ucapnya
aku mengerjapkan mata ,merasa kepalaku sedikit pusing tiba tiba perutku mual...aku memegang kepalaku , sudah tak tertahan lagi ,aku menarik selimut karena tubuhku yang toples... berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutku
__ADS_1
" huekkk...huekkk...!!" Rama panik dan membantuku ia memijit tengkukku
" kamu sakit , Ra ???" tanya nya ,
aku membersihkan mulutku dan bekas muntahanku ,duduk di atas closet yang tertutup,masih dengan tubuh yang terbungkus selimut, dengan Rama di depanku mengusap lembut pipiku .
" aku anter ke dokter ya..." aku menggeleng.
" aku ga apa-apa,cuma mual aja ,lemes...sana keluar aku mau mandi..." usirku..
" biar aku bikinin teh manis hangat ya..." ucap Rama
aku mengangguk lalu Rama keluar dari kamar mandi... setelah beres mandi dan melaksanakan shalat maghrib diimami langsung oleh Rama ,aku hanya duduk saja di ranjang.
" a..."
" iya sayang???" tanya nya " ada yang kamu pengen ???"
aku menggeleng " tadi siang pas pulang bareng kang Miftah,di jalan aku ketemu sama orang yang tempo hari hampir kamu tabrak...yang malem malem itu loh pulang dari stalker in Vina..." aku menceritakan kejadian tadi siang
Rama mengangkat alisnya sebelah ,raut wajahnya terlihat serius.
" kamu ga diapa apain kan ???" tanya nya khawatir
" engga, untungnya ada kang Miftah ,tapi kayanya kang Miftah pun kenal deh..cuman dia bilang sesuatu yang aku ga paham aja sih..." jawabku sambil mengingat kata katanya tadi
" dia bilang apa ???" tanya Rama mengepalkan tangannya,aku melihat perubahan Rama ,ragu untuk bicara lebih lagi
" a ga usah diambil hati deh...." jawabku memegang tangan Rama yg sudah mengepal
" dia bilang apa Nara ???!" nada bicara Rama sedikit tegas
" dia bilang kang Miftah udah alih profesi jadi nanny nya pacar orang katanya..dia bilang kalau kamu ga dateng dia bakal lakuin yang dulu kakanya lakuin sama hubungan kang Miftah dan Mutia..." jelasku yg sedikit kurang paham ,apa yang sebenarnya terjadi...
Rama tersenyum smirk ," mau main main dia sama gue..." gumamnya
" Ra..besok besok kalo aku ga anter seperti biasa, Gilang atau yang lain yang bakal anter jemput kamu...mungkin aku bakal minta kang Miftah sama bang Akhsan juga... "
" Ram..." aku memegang tangannya ,mengingat aku kembali seperti dulu seperti tahanan kota.
" ga ada bantahan Narasheila Restu Al Kahfi..." jawabnya
" emangnya dia siapa sih ??" tanyaku saat Rama beranjak pergi
" dia teman lama yang selalu penasaran meskipun selalu kalah..." jawab Rama meraih jaket kulit yang jarang ia pakai...
" a...mau kemana ???" tanyaku meraih Rama
" mau urus sesuatu dulu sayang...biar kamu bisa ngampus sama jalan jalan lagi dengan tenang..." jawabnya ,seketika rasa khawatir melanda
" a.. udah deh.. ga usah macem macem... jangan bikin aku khawatir...jangan ulangi kebiasaan kamu ...." tahanku yang mulai menangis , mengingat Rama selalu melayani orang-orang yang mencari masalah dengannya.
" hey....ga usah nangis ..aku ga apa-apa,aku bakal baik baik aja ,ada Gilang, Bayu sama Ridwan..." ucapnya
kumohon kali ini dengarkan aku ....
" akhir akhir ini kamu cengeng,manja.. Ra...ada apa ???" tanya nya aku menggeleng " ga tau..."
Rama memelukku " ga usah nangis lagi, lagian aku cuma mau reunian sama teman teman lama..." jawabnya ,ia melepaskan pelukannya lalu mengecup setiap inci wajahku
" jangan nangis terus..aku ga kan lama..." ucapnya lalu menarik resleting jaketnya ,aku melihat langkah Rama yang tergesa keluar rumah menuju motornya dari balik jendela kamar dan melambai saat ia mendongak
" huwekkkk....huweekkk....!!!" aku kembali memuntahkan isi perutku yang sudah kosong ,ambu yang mendengar segera masuk ke kamar
" neng..." ambu membantuku seperti yang Rama lakukan.
" neng...ambu jadi khawatir kalo neng muntah terus...tadi kata aa ,neng muntah ??" aku mengangguk membersihkan mulutku
" neng , aa tadi memanggil dokter ke sini ,soalnya neng ga mau diajak ke dokter...mungkin sebentar lagi dokter datang...." ambu membawaku ke ranjang.
aku hanya pasrah..dan duduk bersandarkan bantal,tak lama dokter pun datang memeriksaku ,
ia mengerutkan dahinya ,tak ada yang salah ...
" kapan haid terakhir??" tanyanya ,aku menjawab tgl biasanya aku datang bulan,dipikir pikir memang sudah lama juga aku tidak memakai roti buatan jepang itu 😁😁
" sebaiknya harus memakai tes peck agar lebih meyakinkan..." ucapnya ,aku mengingat tadi siang aku membelinya ,
" ada dok..tadi saya membelinya ..."
" pakai saja sekarang,biar tau hasilnya ..."
" bukannya harus pagi pagi ya dok ??" dokter wanita itu tersenyum," hanya untuk memastikan keakuratan saja ,tapi kalau memang usianya sesuai perkiraan saya maka itu akan tetap terlihat " jawab si dokter.
" sok atuh neng.. hayuu ambu antar..." aku segera melaksanakan titah dokter harap harap cemas menunggu hasilnya
dokter itu tersenyum " 2 garis...!!" katanya
" Alhamdulillah....!!!" pekik ambu
" abah....abah....!!!" pekik ambu memanggil Abah ,aku tersenyum sambil menutup mulutku
" jadi....aku........"
.
.
.
.
.
.
hay hay guys akhir akhir ini mimin kasih selalu diatas 2000 ya buat readers kesayangan... makasih atas dukungan nya atas koment komentnya yang bikin mimin ketawa, terharu...pokonya kalian is the best lah... ngomong ngomong si Rama minta dihajar ya bininya hamidun dia malah pigi...kira kira apa yg bakal Nara lakuin ya....😁😁
__ADS_1