Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
malangnya Metta ..


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


Bang Akhsan menatapku sambil mengusap kepalaku lalu beralih menatap nyalang meja di depan , mengorek kisah masa lalu kelamku saat duduk di bangku SMP.


" Nara pernah jadi saksi sebuah kasus yang menyeret sahabatnya Metta..."


semua tertegun, siap mendengar bang Akhsan membuka pintu ke masa laluku...


" dialah saksi atas perbuatan keji seorang ayah terhadap anaknya ,sampai Metta meregang nyawa disana...di gudang yang gelap ...."


beberapa kali bang Akhsan menjeda ucapannya


" ya Allah..." ka Annisa terkesiap


" Nara itu gadis periang , pemberani , pecicilan , usil..kaya akhir akhir ini....semenjak ketemu Rama ,sebut saja gue abang yg posesif semua cowok yg deketin Nara gue seleksi,gue ga suka gue depak..."


" tapi Rama... Nara mulai berubah jadi Narasheila yg dulu..." Rama menatap getir ke arahku lalu mengecup pucuk kepalaku


" Dulu Nara memiliki sahabat bernama Metta ,mereka tuh bisa dibilang teman rasa saudara ,sampai satu waktu Metta mulai berubah menjadi pendiam ,jadi Metta yg sering telat ke sekolah ,selalu murung,seringkali Nara nemuin sahabatnya itu nangis bahkan lebam dibeberapa bagian tubuhnya tapi setiap Nara nanya Metta selalu nutupin kenyataannya dengan senyuman, sekalipun senyuman itu senyuman luka...kejadiannya hari Senin , gue masih inget tuh ,Metta kena hukuman karena telat masuk dan tak ikut upacara....badannya lusuh kaya gak makan seharian dan gak mandi ,saking nekatnya nih anak.. dia nyusulin Metta diem diem ke rumahnya " bang Akhsan menunduk menghentikan ceritanya ditambah melihat ka Annisa dan ka Maria yang sudah menitikkan air mata


" Nara lihat Metta yang sering disiksa oleh ayahnya, memang pak Toni seorang pemabuk ,penjudi...."


ka Annisa dan Maria menutup mulutnya " astaga...."


" itu sebabnya dia takut kalo loe lagi gebukin orang, Ram...." kekeh bang Akhsan


" Nara melihat semuanya secara diam-diam,karena takut diliat orang lagi ngintip dia ngumpet ,tapi apes dia malah masuk gudang rumah Metta mungkin dia panik soalnya ayah Metta posisinya deket ..... posisinya persis di balik tumpukan barang bekas kaya tadi...."


ka Annisa memeluk bang Akhsan ikut merasakan sedih...


" Nara lihat semuanya, perlakuan kejam pak Toni, katanya semua berawal saat ibu Metta jadi TKW dan semuanya kacau, ayahnya yg memang pemabuk dan penjudi tempramental... kesalahan sepele kalo karena minuman semuanya gelap....."


" Metta diapain yang..." tanya ka Annisa


" yakin kamu mau denger ???" ka Annisa mengangguk


namun belum bang Akhsan meneruskan cerita nya aku menangis sesenggukan di pelukan Rama ,aku sudah bangun , karena kecupan Rama tadi...


" hey....ga apa-apa honey...aku disini...ga akan ada yg berani nyakitin kamu..." ucap Rama menenangkan


aku mengusap mataku yg sembab, penyiksaan Metta seolah kaset yg di rewind di pikiranku.


" Metta diseret ....masih pake seragamnya..." tangisku kembali pecah


" hanya gara gara kopinya ga pake gula karena gulanya abis katanya...." aku kembali mengusap air mata dan cairan yg keluar dari hidungku


mataku menatap lurus " dia digebukin ,dijedotin, dibilang " dasar anak be*go....!!!!bikin kaya gitu aja ga becus.. !!!!" ucapku memeragakan gerakan dan gaya bicara pak Toni.


" rambut Metta sampe rontok dijambak.... Metta nangis... Metta mohon mohon biar ga dikunciin di gudang...dia juga minta makan karena katanya dari kemaren belum makan...hari itu Nara ga bekel makan, makanya ga bisa makan berdua bareng dia , Nara nyesel bang ...!!!waktu itu mamah nyuruh bekel tapi Nara ngeyel...." aku kembali sesenggukan , Rama menarik kepalaku ke pelukannya


" Pak Toni malah nendang Metta karena katanya Metta cuman beban buat dia.... Metta ditendang pas disini...." aku menunjuk dadaku


ka Annisa dan Maria semakin terisak ,jangan lupakan kedua pasang sejoli Airin dan Satria yg saling memeluk ka Titus dan ka Andri pun sudah mengelap sudut mata mereka yg berair


"Metta sama Nara dikunciin di gudang kotor...karena dirasa udah aman ,pak Toni udah pergi... Nara keluar deketin Metta"


flashback on


" Metta...."


" Nara...!!!kamu ngapain disini...." dengan nada lemahnya

__ADS_1


" be*ge...ngikutin loe..lah....gue khawatir sama loe... " pelukku pada Metta


" Ra..maafin gue ga jujur...sama loe ,kalo keadaan gue kaya gini...gue ga pengen loe khawatir sebentar lagi loe ada lomba nyanyi antar SMP..." ucapnya yg memijit pelipisnya sambil meringis


" Ta ,loe ga apa-apa...???" tanyaku ,dia berbaring di lantai kotor tanpa alas apapun ,namun tetap menampilkan senyuman penuh lukanya dan menggeleng


" sini baring bareng gue..." ajaknya ,aku mengusap lantai kotor membersihkannya dengan tanganku agar sedikit bersih untuk kutiduri..


" Ra...loe yg semangat ya...gue do'ain loe menang...jangan patah semangat , ka Lebi nonton loh..jangan jadi orang be*ge di depannya ..biar dia kecantol sama loe..." aku sedikit terkekeh


" Ta,sakit ga ???gue pijitin ya??" tawarku tapi ia menggeleng


" gue pengen meluk loe aja...empuk kaya boneka teddy bear..." kelakarnya tangannya merangkul ku dari samping


hari mulai malam, keadaan gudang semakin menakutkan gelap,kotor,kecoa ,tikus...belum lagi tak adanya ventilasi membuatku dan Metta sesak


" Ta,gue sesek deh...loe gitu ngga ???" tanyaku melepaskan tangan Metta namun terasa lemas dan berat


" udah biasa , Ra...hampir tiap beberapa hari sekali gue kaya gini..." ucapnya terbata dan sangat pelan.


" Ta...loe ga apa-apa kan..."


" engga gue cuma cape Ra..pengen tidur...."


" Ra...loe bisa nyanyiin lagu buat gue ngga ???nyanyiin lagu bunda dong.. " pintanya aku mengiyakan dan menyanyikan penuh perasaan tapi saat lagu selesai dan kurasakan pasokan oksigen semakin menipis...


flashback off


aku terisak dalam......


" Metta udah ga gerak .....tangannya kulitnya udah dingin...."


hampir semua yg disitu terisak kecuali Rama,kang Miftah dan bang Akhsan yg memang sudah tau ceritanya


" anj *immmm kejam banget...bapak macem apa itu.. " ka Titus meninju lantai .


" Nara panik nepok nepok pipi Metta,goyang goyangin badannya tapi Metta ga bangun bangun , Nara cuman bisa nangis sambil minta Metta bangun sampe Nara ketiduran samping Metta " aku menjeda dengan mengusap air mata yg sudah banjir di pipi


" pagi pagi Nara baru bisa liat wajah Metta,dia udah pucat,kaya udah ga dialiri darah..dia ga pernah bangun lagi....buat selamanya..." aku tak mampu meneruskan dan terisak di dada Rama.


" karena Nara ga pulang seharian itu mamah sama papah bareng gue nyari Nara dan memang tempat pertama yg kita tuju rumah Metta , sempet mau pulang dengan hasil nihil ,tapi nih anak kayanya denger suara mamah nangis makanya gedor gedor pintu gudang , waktu kita buka ya itu dia langsung meluk mamah ,pak Toni sempet berkilah kalo dia ga ngapa ngapain Metta justru Nara lah yg udah bikin Metta meninggal.. saat semua sudah terbukti pak Toni diganjar hukuman 15 tahun penjara...ibu Metta pulang ...." tutup bang Akhsan


" dari situlah Nara berubah jadi pribadi tertutup sekolah sampe kecewa dia mengundurkan diri dari perlombaan...Nara ga pernah mau berbaur dan mengikuti kegiatan apapun apalagi yang berhubungan dengan pentas nyanyi..." bang Akhsan menatapku " dan loe nyuruh gue nyanyi dulu sama Airin..." jawabku


" gue udah tutup rapat-rapat bang...gue mau buang semua yg berhubungan sama kejadian itu..."


" tapi bukan gitu caranya..."jawab bang Akhsan


" Ram...aku pengen pulang..." pintaku


" iya kita pulang ..tapi besok , sekarang udah malem..." jawab Rama


" ya udah karena udah malem juga meningan kita semua istirahat, san ,sat...malam ini jaga giliran , Tus,ndri...kalian istirahat duluan .." titah kang Miftah


aku baru menyadari kalau wajah ka Andri dan ka Titus terdapat lebam


" muka ka Titus sama ka Andri kenapa ??" tanyaku sambil menunjuk wajah mereka


keduanya gelagapan yang lain pun malah tertawa


"Ra..sorry ya...kita ga tau kalo lo phobia sama gudang gelap...." ucapan tulus dari keduanya,aku hanya tersenyum


" lain kali jangan ceroboh...jangan karena game konyol kayak gitu bahayain nyawa orang... " tegur bang Akhsan


" iya san sorry..."


" terus itu muka...kenapa ??" tunjukku


" abis dikasih pelajaran...sama laki loe..." tunjuk ka Titus pada Rama


aku tergelak " enak ???apa pelajaran nya ???" tanyaku memandang Rama sambil tersenyum.


" asem !!! sedap Ra. saking sedapnya sekali lagi dihantam masuk UGD..." ledek ka Andri


" udah ah gue ngantuk....!!" jawab Titus...


mereka membubarkan diri termasuk aku yg masuk kamar diantar Rama bersama Airin


karena sudah malam jadi yg lain sudah tertidur, Rama masih memeluk pinggangku


" bobo sana...jangan nangis terus nanti matanya bengkak..." Rama mencolek hidungku yg memerah ,aku mengangguk

__ADS_1


" Ra...buang semua ketakutanmu ,simpan disini..." tunjuk Rama pada dadaku


" bilang sama semua ketakutanmu ,kalau kamu punya aku ,kalau aku selalu ada disini buat kamu..." ucapnya menekankan setiap kata katanya diakhiri dengan kecupan sayang di keningku


" bobo... kalo ada apa apa ,aku ada di depan ..." aku mengangguk


"Rin, titip Nara..." Airin mengangguk


" kamu juga tidur... jangan begadang " ucapku


" maunya dikelonin kamu..." bisiknya ditelingaku,aku mencubit pinggangnya namun ia hanya mengaduh sambil terkikik


" jangan ngaco..aku lagi lemes, Ram...." ucapku


"wah lebih gampang tuh buat buka bukaannya...pasrah..." ucapnya mendesah


"Rama.. !!!"bentakku mengangkat kedua alisku ,pasalnya Rama berucap mesum seperti ini di depan Airin...


" iya deh....jadi pengen buru-buru pulang...ya udah ,,aku ke depan,jangan lupa baca do'a sebelum tidur..mimpiin aku jangan mimpiin yang lain..."


aku beranjak menuju ranjang ,melihat yang lain sudah terlelap aku naik ke ranjang dengan hati hati


" Ra..loe udah ga apa apa kan ??butuh gue peluk ???" tanya Airin ,aku mengangguk


"kalo loe ga keberatan??" jawabku


"ya engga lah... apa sih yang enggak buat loe, Ra..." jawabnya membuat ku terharu


Airin masuk ke dalam selimut bersamaku


" sini...sama bunda..." tepuk Airin merentangkan tangannya


aku tertawa kecil " oke bunda Airin ,ayah Satria apa kabar ???" kekehku


" cihh...sia*lan loe...." decihnya


" cocok lagi, Rin...jangan ditunda-tunda lah..." ucapku yang siap masuk ke dunia mimpi


" ogah...amit amit....!! bisa kan ga usah ngomongin si ketua geng emak emak rempong.. bawaannya pengen nimpuk tuh orang..." sewot Airin


aku tersenyum dalam lelapku ,ocehan Airin tentang betapa buruk nasibnya bertemu dengan ka Satria menjadi lagu nina bobo untukku ....


.


.


.


.


ruang tengah kini hanya tinggal kang Miftah , Rama,bang Akhsan,dan Satria


" Nara udah tidur Ram???" tanya kang Miftah, Rama mengangguk


" udah kang ...."


" besok biar Nara bareng gue.. " ucap Rama meraih kaleng minuman bersoda


"hmm oke,,," jawab bang Akhsan


" dimana makam Metta,bang??" tanya Rama


" di Jakarta..."jawab bang Akhsan


" butuh waktu 4 bulan buat Nara keluar dari mimpi buruknya, tiap malem Nara nangis ,sampe gue,mamah sama papah punya shift sendiri..." bang Akhsan terkekeh mengingat masa masa itu


" tapi ke introvert an nya melekat sampe dia pindah ke Bandung,,, sebenarnya bukan masalah pekerjaan mamah sama papah kita milih pindah ke Bandung,tapi inilah alasannya..berharap Nara bisa lupa..dan punya banyak temen kaya dulu..." bang Akhsan menyeruput minuman nya , Rama mengangguk menyetujui nya ,


" pantas saja bang ,susah banget buat deketin Nara...baru nemu gue cewek yg dinginnya nyamain kang Miftah ,galak..." pengakuan Rama


" pukk...!!" kaki Rama ditendang oleh kang Miftah namun ia malah tertawa


" thanks , Ram...gue pikir bakal susah buat Nara untuk keluar dari kesendiriannya..."


" justru gue yang bilang makasih buat loe bang ,udah ngasih gue kesempatan , Nara gift terindah yg Allah kasih buat gue..."


" kalo gitu loe jaga Nara baik baik , Ram.. selalu waspada sama orang lama yg mungkin akan kembali ,jangan sampai masa lalu loe nyeret Nara dan nyakitin Nara.." kang Miftah jadi mengingat bagaimana dulu nasib Mutia....ia menghela nafas ,andai saja dulu dia lebih posesif pada Mutia, seperti Rama kini ,mungkin hari ini Mutia masih ada di sampingnya memeluk nya mesra....


" oh iya gue masih penasaran sama masa lalu kalian berdua ???" tanya bang Akhsan pada kang Miftah dan Rama..


" gue sampai sempet bingung sama loe Ram,si Nara... tuh anak ngomel terus !!!!,apalagi kalau si Gilang, Bayu atau Ridwan ikut kemana mana...katanya ,gue udah kaya tahanan polisi bang...diintilin terus...!! bang Akhsan memeragakan bagaimana kesalnya aku dulu...

__ADS_1


hay gengs episode ini mimin nulis sampe ampir 2000 kata loh...wow...oh iya kisah Metta terinspirasi dari kisah nyata ya gengs ,mengingatkan kita betapa banyaknya kasus keker*asan terhadap anak di sekitar kita ,hati hati loh...saat ini sudah ada pasal pasalnya yg siap menjerat si pelaku.. teruntuk orangtua jangan jadikan sosok terlemah menjadi sasaran pelampiasan amarah atas masalah yg sedang kita alami ya...anak adalah anugrah dan gift terindah dari Tuhan ,dia adalah amanah yg Tuhan percayakan buat kita para orangtua....😘😘


kecup hangat mimin untuk anak Indonesia...😘😘


__ADS_2