
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
" Nara....!!!"
" ya Allah...." Vina mendorong Kenzi ke samping hingga membuat Kenzi hampir tersungkur...
aku terkekeh melihat nya dan mengangguk pada Vina memberinya kode.
" aduhhh Vin...bisa bawa gue ke UKS bentar ga.... Ken...sorry ya kayanya gue ga bisa nemenin loe keliling sekolah biar Mita aja sama Rika aja ya..."
Vina buru buru memapahku " yuu Ra..."
" tapi Ra....gue bantu loe...." Kenzi hendak melangkah menyusul namun Rika dan Mita dengan sigap menghalangi.
" ayo Ra..." Vina memapahku segera menjauh ,setelah wajah Kenzi tak terlihat lagi aku menyandarkan tubuhku ke pintu lab. karena kebetulan kami berhenti di depan pintu lab. aku sedikit terengah-engah mengatur nafasku, kami saling beradu pandang lalu tergelak bersama .
__ADS_1
flashback on
" Ra... bisa diem ga loe....udah kaya setrikaan emak gue mondar mandir ga jelas gitu..." jelas Rika bola matanya mengikuti pergerakan ku .
" kamu ada masalah , Ra..cerita aja.. siapa tau kita bisa bantu...." ucap Mita
" girls bisa tolongin gue ngga ,,??" ucapku penuh harap ,mereka mengangguk.
aku meminta ketiga temanku untuk membantuku menjauhi Kenzi,,,aku teringat hari ini Kenzi memutuskan pindah dan satu sekolah denganku ,ia memintaku mengajaknya berkeliling ,,,,aku juga ingat kalau Kenzi menyukaiku beberapa teman lesku pernah mengatakannya padaku , sebenarnya aku ingin menjaga jarak namun takut membuatnya curiga kalau aku tengah menjauhinya , perasaan ku padanya hanya sebatas teman les saja namun aku tak menyangka jika Kenzi merasakan lebih dari itu , perasaan ku hanya untuk Rama , cowok tengil yg kini menjadi pacarku , kali ini perlakuan Kenzi padaku membuatku sedikit risih apalagi Rama sempat melihatnya mengacak rambutku ,aku yg tidak sempat mengelak pun tersentak kaget dan menjauh, namun terlambat .....aku bukannya takut pertemanan ku dengan Kenzi hancur atau aku gadis yg dengan mudahnya dibuat terpesona oleh laki-laki... namun aku lebih takut kehilangan Rama ,,bingung bukan yuppp..!!! , bukannya kebalik loh mimin.....
sebulan yg lalu aku mengetahui bahwa ternyata Kenzi mengidap penyakit bipolar.....saat penyakitnya kambuh dia dapat nekat melakukan hal hal yg ekstrem bahkan aku menyaksikan sendiri ia pernah hampir melukai salah satu temanku menggunakan pisau dan menyuruh preman untuk menjegalnya di jalanan hanya gara gara temanku itu menyentuh dan mengambil barang kesayangannya....hal itu yg aku takutkan jika sampai aku salah mengambil keputusan , untuk saat ini aku hanya ingin mundur secara perlahan tanpa membuatnya curiga dan merasa marah,dan yang terpenting Rama ku baik baik saja....masalah nanti biar nanti aku pikirkan.
flashback off.....
" susah ya Ra jadi cewe banyak fansnya...." ucap Vina
" hahhahha bisa aja loe Vin,,,cape gue kalo mesti kaya gini terus Vin....ancur sudah kebebasan gue setelah hari ini...."
" kenapa ga lapor Rama aja sih...." tanya Vina ,kini kami duduk di bangku panjang depan lab.
" takut gue... ucapku menyendu " gue ga mau nyusahin Rama terus Vin....udah cukup masalah sama Willy bikin dia babak belur ini datang lagi satu..." jawabku sambil memainkan jemariku .
" tapi kan Rama cowo loe sekarang...."
"astogee.....masa sih cowok seganteng itu ???" tanya Vina tak percaya .
aku mengangguk " sayangnya, it's true...." jawabku .
" diihhh ngeri juga gue..disukain sama cowok kaya gitu...tapi kalo gue rasa mening loe cerita deh sama Rama...masalah ini biar ga salah paham , Ra..." ucap Vina
" rencananya sih gitu ,tapi gue bingung harus mulai darimana???" aku memandang lurus ke depan menerawang kebingungan ku.
" dari cicaheum...ke Cileunyi....pake tanya lagi ya kaya loe cerita ke gue lahhh..." dengus Vina ,aku terkekeh...
" ya udah balik ke kelas yuu... ajakku
" yuu...."
" eh tapi itu si Rika sama Mita gimana ya???"
" iya gue khawatir..." ucapku mulai mengingat kedua temanku yg sedang menahan Kenzi..
__ADS_1
" biarin lah kalo mereka di apa apain juga paling teriak ...."
" ishhh ngomongnya kemana aja amit amit...." ucapku cepat
aku sedikit tertatih ,,,ga papa lah luka yg memang sengaja ku buat dengan menjatuhkan diri tak seberapa jika harus bersama dengan Kenzi sepanjang istirahat berlangsung.
" Nara....!!"
"kaki kamu kenapa ???" Rama melihat kakiku yg tergores dengan darah yg sudah kering .
" ahhh itu tadi aku jatoh ...ga liat jalan..." ucapku mengedip pada Vina.
"lain kali hati hati dong.... Lang beliin plester...lah maaf..." pinta Rama pada Gilang
" udah ga apa-apa, Ram...."
Rama membawaku duduk di depan kelas, ia mengambil botol tumbler minumku lalu membasuh luka dan darah kering yg menempel... dengan telaten ,aku semakin merasa takut dengan masalah ku saat ini..tak bisa kubayangkan kalau sampai Rama kenapa-napa....
air mata lolos dari pelupuk mataku , aku menyeka nya buru buru,namun Rama mendongak
" heyyy kenapa ??? sakit ya ??? jangan nangis dong...kubersiin lukanya takut infeksi...." ucapnya menenangkan ku
"cuppp " ia mengecup lukaku lembut
aku mengangkat alisku " biar cepet sembuh..." katanya "jangan nangis lagi ya...atau mau kugendong ke UKS??" tawarnya
" ga usah Ram...ga apa-apa ko..kan udah sembuh udah dapet obatnya barusan..." jawabku membuat nya tersenyum manis.
plester berwarna coklat menghiasi lututku ,plester polos itu tidak lagi polos , karena di tangan sang maestro seni plester itu bergambarkan hati yg bentuknya sedikit tak beraturan dengan hashtag "ini luka.." dan tulisan kecil lainnya " Rama punya..."
sungguh indah karyanya, tak ternilai harganya bukan karena harga plesternya yg seribu dapat 2 tapi karena memiliki seni di dalamnya...
" silahkan naik tuan putri...." ucap Rama yg sudah stay di depan stang
" terimakasih pak kusir...."
" lho kok pak kusir...." tanya Rama
" iya pak kusir ...ini kan kuda ... kuda besi.." jawabku
Rama tersenyum " iya ya...baru inget lohh .."
__ADS_1
aku naik motor lalu motor pun melaju keluar dari gerbang sekolah , bersamaan netra ku yg melihat sepasang mata menatap tajam ke arahku ,mata yg sama saat melihat Rama menggenggam tanganku di depan tempat les...