
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
Pernyataan dokter tempo hari saat sedang periksa kandungan sedikit mengusik ketenangan ku , katanya kepala bayiku sudah mengunci masuk ke jalan lahir hanya tinggal menunggu waktu dan rasa sakitnya saja,mendadak rasa takut berkumpul seperti kabut asap yang membuat dada sesak ,kata ambu dan mamah kondisi itu memang biasa untuk ibu yang pertama kali hamil dan hendak melahirkan...dokter mengatakan juga aku harus relax saja ,karena ketakutan itu justru akan membuat bayiku sulit untuk mencari jalannya...belum lagi semua artikel artikel yang kubaca dari google ,semua itu membuatku bingung seketika .
" yang ...!" Rama mengusap lembut pipiku membuyarkan lamunanku ,
" kenapa melamun , ngelamunin apa ?" tanya nya ,aku menggeleng ,aku tak mau Rama juga ikut merasakan kekhawatiran ku,tapi seperti sudah ter stel dengan baik Rama selalu tau apa yang kupikirkan .
" relax ,yang...! ga usah banyak pikiran ,makanya jangan kebanyakan baca artikel yang bikin kamu pusing !" ucapnya ,tapi pandanganku masih kosong.
" liat aku ,yang.. ! kamu bisa ! aku selalu disini !" ucapnya .
Aku mengambil nafas dan mengeluarkannya, aku menghitung seraya memegang selembar keterangan hasil USG ," sudah 37 minggu...." gumam ku , beberapa baju bayi sudah kupacking dan kumasukkan dalam tas ...
" yang .. ! aku berangkat ngampus dulu hari ini ada presentasi !" ucap Rama ,mengacak rambutku.
" iya ...good luck ya , semangat daddy...!" seruku .
" makasih ,kalo ada apa apa telfon aja ,ponsel, ku aktifin ko..." jawabnya meraih gendongan tas.
Aku mengangguk ,langkahku serasa berat seperti ada yang mengganjal dibawah sana dan itu sakit...
Aku mengantar Rama sampai gerbang ,dan kembali ke dalam dengan kepayahan ,bulir bulir keringat keluar dari pori pori kulitku.
" perasaan belum siang deh !! udah gerah aja !!" gumamku,melirik ke arah matahari yang baru saja muncul...
Berulang kali aku mengambil dan menghembuskan nafas sambil sesekali berhenti.
" neng ??! neng Nara ga apa-apa??" tanya ambu merangkul bahuku.
" engga ambu ,cuman sakit sedikit aja disini !!" tunjukku di area pangkal pa *ha ..
" sakitnya gimana neng ??" tanya ambu
" ya gitu ambu , cenat cenut, ilang muncul..!" jawabku sedikit meringis ,memutuskan untuk berendam seperti yang pernah kulakukan sebelumnya.
" ambu , Nara ke atas dulu deh ...." jawabku ,ambu mengangguk " iya neng ,apa ga sebaiknya telfon aa aja suruh balik lagi ,siap siap ke dokter Yunita " usul ambu ,dokter Yunita adalah dokter kandungan yang menanganiku ...
" jangan dulu deh mbu...aa mau presentasi hari ini takut ganggu !" jawabku melangkah ,karena khawatir ambu membantuku masuk ke lantai atas ,naik beberapa anak tangga saja sudah seperti naik ke puncak gunung Rinjani saja.
" neng ambu siapin dulu air anget ya,buat berendem siapa tau ototnya bisa relax...! " tawar Ambu sependapat ,aku mengangguk , sepertinya ide ambu untuk menghubungi Rama belum perlu ,aku hanya takut kejadian kontraksi palsu itu ada lagi dan malah ujungnya membuat presentasi Rama gagal.
Disini aku sekarang , pukul sembilan pagi sudah berendam air hangat berharap sakitnya mereda dengan cepat , sejenak aku bisa relax ,tapi kelamaan airnya mulai mendingin dan rasa sakit itu belum mau hilang juga,malah terbilang semakin intens saja .
Aku berpegangan pada pinggiran bathtub mengumpulkan energi ku untuk keluar dan memakai kimono handuk .,langkahku semakin susah buku kuku ku memutih menahan rasa sakit , kurasa memang sudah waktunya ,kucari ponsel yang mendadak lupa kutaruh dimana ...
" neng..." ketuk ambu di pintu kamar lalu ambu membukanya
" ya Allah neng. ...!! " ambu menaruh teh hangat di meja dan menangkupku.
" ini sepertinya sudah mau lahiran ,neng !!" wajah ambu mendadak panik melihatku mencekal selimut di ranjang seakan mencari pegangan .
" sakit ambu ...!" aku meringis ,
ya Allah sesakit ini ternyata jadi seorang ibu ,mataku berair mengingat mamah dahulu saat melahirkan aku dan bang Akhsan, begitupun ambu , bukan laki laki berotot ataupun Atlas yang mampu menopang bumi tapi adalah wanita makhluk terkuat di muka bumi ...
" telfon aa ya neng ??!!" lirih ambu sambil memanggil Abah dan seisi rumah , ini bukan kali pertama ambu menghadapi persalinan,beliau saja beranak 3 tapi sepertinya karena excited nya akan kelahiran cucu pertamanya.
" Abah!!!! Nia!!!! " pekiknya , beliau mendudukan ku di ranjang , meluruskan kaki ku.
Abah pun sama saja, langkah cepatnya memasuki kamarku dan Rama " neng ,sudah telfon aa belum ??" tanya Abah .
" belum " geleng kepalaku sambil menggigit bibir bawahku.
" Nia telfon aa !!" titah Abah diangguki Abah.
" jangan dulu Nia! " cegahku di lengannya " aa lagi presentasi ,nanti ganggu !!" jawabku .
Nia menemaniku di kamar ,sebagai adik ipar yang baik Nia mengusap usap dan memijit ku
" kenapa ga sekolah ??" tanyaku
__ADS_1
" gurunya lagi rapat ,teh jadi diliburkan!" jawab Nia.
" teteh pengen pi *pis Nia " ujarku , Nia membantu aku memejamkan mata betapa susahnya melangkahkan kaki yang biasanya terasa ringan.
" Nia tunggu di luar teh !" ucapnya
Aku membuka celana ,kulihat sedikit bercak kemerahan bercampur bening kental.
Rama yang sudah selesai presentasi hendak berkabar sambil menunggu di kantin sebelum masuk lagi karena memang masih ada 2 mata kuliah lagi hari ini.
Rama merogoh ponselnya ,ia menscroll nama makhluk Tuhan paling seksi...
tombol hijau akan disentuhnya namun Mahesa menepuk pundaknya mengagetkan
" broo !!! tumben disini sendirian ,biasanya paling anti ! takut di kejar kejar fans " goda Mahesa ,bukannya jadi menelfon, Rama malah memasukkan ponselnya ke dalam saku jaket , beberapa menit kemudian Rama melirik jam tangannya," sepertinya masih ada waktu buat shalat dhuha " gumamnya .
" bro,,,gue ke masjid kampus dulu ,mau Dhuha !!" pamit Rama pada Mahesa ,diangguki teman oleng Rama yang satu itu ,ia tetap menatap kagum pada Rama.
Rama mengambil wudhu ,menanggalkan jaketnya .
.
.
" awww....!! " aku keluar kamar mandi dengan posisi yang serba salah ,rasa sakitnya ini membuat tenagaku sedikit terkuras.
" teh...sini !!" Nia merangkul lenganku dan membawa ku ke ranjang
" sakit ya teh ??" tanya nya ,bohong saja kalau aku bilang tidak,wajahku saja sudah tak kontrol dengan sesenggukan menahan sakitnya perutku seperti sedang di peras dan ubek ubek alias dikocok nyerinya sampe ulu hati,saat rasa sakit itu menguat tangan ku sampai memelintir bantal.
" neng ,gimana ??" tanya ambu
" da*rah ambu !!" jawabku ,ambu pun ikut panik "Wan...siapkan mobil !!!" pekik Ambu.
Abay berlari mencari keberadaan Rama dia sudah berlari ke kamar kantin namun nihil,ke ruang band pun tak ada ,ia sampai lupa satu tempat dimana sobatnya pasti berada disitu.
" Ram !!! loe gimana sih ... Abah marahin gue gara gara tuh panggilan ga loe angkat !!" sewot Abay.
" kenapa emangnya ??" Rama masih terlihat santai menyugar rambutnya.
" Nara, Ram...!!! " ucap Abay tersengal,alis Rama menukik tajam
" Nara kenapa?!!" tanya nya.
" Nara mau lahiran !!" akhirnya abay menyelesaikan ucapannya.
" hah ??!!" tanpa ba bi bu Rama segera meraih jaket dan melihat beberapa panggilan orang rumah yang tak terangkat ,ia masuk ke kelas lalu ijin dan tancap gas menggeber motor gedenya.
" Ceu... Nara mana ??!" tanya nya pada salah seorang asisten di rumah.
" neng Nara ,sudah dibawa Abah sama yang lain ke RS,a soalnya pendarahan!!" sontak saja ucapan asisten rumah tangga itu membuat jantung Rama hampir copot , Rama langsung kembali menyambar helm dan kunci motornya ,ia tau dimana RS tempat ku akan melahirkan , karena sewaktu kehamilan kami memang sudah merencanakan nya dengan dokter kandungan ku.
Nafasnya naik turun ,sambil berjalan di koridor ia menyugar rambut yang ikut naik turun saat berlari kecil , setelah menelfon Wawan bertanya dimana ruanganku akhirnya Rama sampai ia membuka pintu kamar.
ceklek
" assalamualaikum ....!" sosok laki laki itu menatapku gamang langsung menghambur memeluk ku dan mengganti posisi ambu yang tengah kupeluk.
" sayang !!" ia ikut sendu merasa kasihan melihatku yang sedang berjuang merasakan sakit .
" kuat neng ...!!" ambu mengusap usap punggung ku yang sesenggukan .
Rama bahkan belum membuka jaketnya ,ia langsung mengalungkan tanganku di lehernya ,sedangkan aku menunduk sesenggukan menahan sakit yang teramat ini ,ambu memang sengaja mengikat rambutku menjadi cepol satu ke atas .
" sakittt.....!!!" cicitku ,hanya itu yang bisa kukeluhkan.
" iya yang ....! aku tau ,kalo mau lampiasin aja ke aku rasa sakitnya biar kita sama sama sakit !!" ucapnya .
" ga usah gombal !! " jawabku ,karena wajahnya seperti ia sedang menggodaku,ia terkekeh
" aku ga lagi gombal,yang...!!" lirihnya.
" jangan ketawa !!! ga ada yang lucu...!!" sarkasku , apapun yang Rama lakukan seperti godaan buatku ditambah ia yang malah tertawa.
" kamu udah makan ??" tanya nya ,aku menggeleng
" gimana mau dapet tenaga buat bawa dede keluar kalo ga ada makanan yang masuk ??!!" ucapnya berkomentar.
" ga nafsu !!!" ringisku mengaduh .
" nafsunya apa ??? sama aku ?? " tanyanya menggoda ,aku berdecih tak ingin bercanda.
" aku ga kuat Ram..." ucapku sambil menggeleng mulai lemas karena rasa sakitnya ,belum juga berjuang setengah tenagaku sudah terkuras habis.
" istighfar sayang ,kamu kuat !! ada aku disini !!" ucapnya menyemangati sambil mengecup keningku tak peduli kalau disitu masih ada keluarganya.
aku menangis sesenggukan seperti seorang anak kecil yang sedang kesakitan.
Peluh mengucur deras hingga Rama harus beberapa kali mengelapnya.
Tak lama mamah dan papah hadir disitu. Intesitas rasa sakit hampir setiap menit
__ADS_1
" pukul aja aku,yang ..aku yang udah bikin kamu kaya gini ....!!" racaunya.
" lampiaskan semuanya sama aku ,"
" bagi rasa sakit mu buat ku !"
" tampar aku ...cengkram aja aku sampai kamu puas !!"
beberapa kali Rama mengecup keningku ,hingga cairan bening keluar dari jalan lahirku membasahi pa*ha ke betis dan kaki lumayan banyak.
" aawwsshhh .....!!" , Rama terkejut sekaligus panik
" ambu itu cairan apa ??" tanya nya
" itu ketuban a ...!!" ucap ambu ,mamah memanggil dokter ,suster dan dokter berjalan cepat
" nyonya Nara ,silahkan masuk ruangan bersalin !" , hanya Rama yang boleh masuk .Aku sudah berbaring di ranjang bersalin
" sakhiitt ,a ...." ucapku
" ibu kalau saya bilang mengejan baru mengejan ,ya !" titah dokter. Beberapa kali aku mengejan tapi tampaknya sedikit sulit ,aku menggeleng , keringat besar sudah keluar membasahi baju
" ga kuat ,a ..!" ucapku mulai menyerah.
" ayo ibu ...bisa !!" pekik dokter.
" kamu bisa yang ....ayo demi aku ,demi dede !" jawab Rama,sesuai perintah dokter Rama mengalungkan tanganku di lehernya dan sedikit mengangkat area atasku
" ayo ibu lagi !! jangan sampai pendarahan lagi !!" pekik dokter.
" ayo yang ...! jangan nyerah ,,please yang...! aku mohon " mataku hampir saja menutup karena begitu lelahnya
" dok ,ini istri saya kenapa ??!" pekik Rama panik
" sadarkan saja pak ,lakukan apapun agar ibu tetap sadar...jangan sampai tidur,bisa bahaya buat keselamatan ibu dan bayinya !!" ucap dokter.
" yang ...!" Rama menepuk nepuk pipiku lama lama makin keras karena responku yang lemah
" please jangan gini yang ..!, jangan tinggalin aku ! " tanpa sadar Rama meneteskan air matanya.
" setelah ini kamu mau maki aku tiap hari boleh ,mau kamu marahin aku tiap hari aku bakal nurut ,kamu mau apa yang ?? asal kamu jangan nyerah" ucapnya berusaha tetap membawaku sadar, terlihat di pandanganku Rama yang menangis sambil memohon .
" please baby ....!!" bisiknya ,aku sangat berusaha untuk itu.
Aku mencoba mengatur nafas dan mengambil ancang-ancang untuk mengejan. Inilah usaha dan sisa tenaga terakhir ku.
(..)
Kurasakan ada yang sobek dibawah dan hangat keluar
" Alhamdulillah ...!!" ucap dokter .
" Alhamdulillah !!" ucap Rama .
" laki laki ya pak...!!" ucap si dokter. Beberapa kali Rama mengecup keningku " Alhamdulillah yang.. ! welcome mboy ....!!" ucapnya terlihat sangat bahagia.
Badanku serasa hancur tak tersisa,tak ada tenaga yang tertinggal.
" aku cape !!" ucapku menutup kelopak mataku sejenak
" dokter istri saya tidur ??!!"
" tidak apa apa pak ,biarkan saja ,ibu lelah dan memang butuh istirahat,hanya tinggal dibersihkan saja " jawab dokter.
.
.
.
Rama mengadzani anak laki-laki nya ,nampak lucu dengan pipi tembem dan kulit yang putih ,ia menangis keras hingga membuat orang-orang yang menunggu di luar ruangan memekik bahagia sambil bersyukur.
Aku tertidur pulas mengganti rasa lelah tadi untuk memulihkan tenaga ku ,wajahku saja terlihat pucat pasi ,dokter sampai harus memberikan cairan infusan karena aku yang belum makan dan minum ,semua anggota keluarga seakan enggan meninggalkan RS,si kecil yang tertidur pulas di atas ranjang kecilnya berada satu ruangan denganku dan saat ini banyak pasang mata sedang memperhatikannya, termasuk geng kawan kawan Rama dan aku ,kamar VVIP seakan tak cukup menampung mereka yang bergantian melihat .
Si kecil mempunyai bodyguard nya sendiri yaitu kakek dan neneknya , terutama Abah
" bay..jangan deket deket sama cucu abah ,nanti ketularan ga beres nya kaya kamu !!" sarkas Abah ditertawai semuanya ..
" si Abah gitu banget !!!" keluh Abay. Tidak ada kebahagiaan yang dapat menandingi saat ini untuk Rama ,ia duduk di kursi samping ranjangku menggenggam jemari ku yang terkulai lemah , memutar mutar cincin nikah yang melingkar manis si jariku .
" makasih sayang, lengkap sudah kebahagiaan ku ....kamu sama mboy adalah dua orang yang akan aku jaga dengan nyawaku sendiri !!" gumamnya bicara si hadapanku yang tertidur pulas dengan nafas tenang .
Membawa tanganku dan menciumnya.
" wah putih ,lucu deh kaya siapa ya ??" pertanyaan itu selalu ada saat seorang bayi baru lahir
" jangan jangan kaya Kenzi!!" goda Abay,terang saja ia mendapat lemparan jeruk dari Rama.
" amit amit....!!" gidik Vina, Rika .
" he he he... abisnya kalian kan benci banget sama si Kenzi ....." kekehnya.
__ADS_1
"bapaknya kan Rama masa mirip Kenzi..." toyor Gilang di kepala Abay.