Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
hey kamu ! so beautiful


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


. bismillah


.


.


.


.


Beberapa hari ke belakang siklus tidur Azka sulit tertebak kadang dia bisa begadang semalaman seperti kelelawar membuatku dan Rama harus bergantian menjaganya .


" yang ...mboy biar aku yang jagain ,kamu tidur dulu deh ini juga udah masuk waktu subuh ..." Rama memelukku dari belakang dan mengecup pundakku yang bagian bajunya terbuka karena tengah memberikan ASI, serasa seperti wanita penggoda saja .


" mboy lagi minum dulu a...lagian kan hari ini kamu mesti datang awal kan ,belum lagi beberapa hari ini kamu banyak kerjaan." jawabku menahan lengan kekar yang mulai nakal ikut ikutan menjelajahi si kembar yang satunya lagi.


" tapi kamu juga perlu istirahat yang...mboy juga udah ko , sahur nya !!" kekeh Rama.


" yuu ... daddy tepokin biar bobo ...." Rama mengambil alih mboy.


Memang aku sudah sangat mengantuk , sepertinya tak perlu jadwal diet ataupun mengurangi makan dengan begini saja timbangan badanku sudah turun.


.


.


.


" hai boy.. do'akan daddy ya..mau jihad dulu !! seru Rama menyenggol nyenggol pipi gemoy Azka yang sudah kumandikan dan ganteng maksimal sedangkan Azka menoleh dan menggerak gerakkan anggota tubuhnya.


" hemmm wangii !!! " serunya lagi tapi bukannya mengecup Azka Rama malah mengecup dan menguyel uyel pipiku gemas dengan bibirnya,memang suamiku ini sudah terlahir sepaket dengan segala kemesuman dan kemodusannya.


" modus !!" ku cubit pinggangnya.


"aww...!!" pekiknya namun tertawa.


" mau pergi.. pergi aja ,ga usah banyakin modus ,punya anak bukannya insyaf malah semakin menjadi !!" kecutku.


" itu kenapa bibir manyun gitu kaya mau disosor aja !!" ucap Rama.


" done...! anak bunda sudah kece badai ,tinggal jemur...!!" ucapku.


"bukan yang ...salah ! anak daddy sudah ganteng dan wangi tinggal godain cewek !!" kekeh Rama.


Tak ada ayah sehebat Rama, mengajarkan anaknya yang belum genap sebulan untuk menggoda perempuan.


" awas ya a...! jangan ngajarin macem macem sama mboy !!" ancamku.


" engga ko yang ...aku cuma mau ngajarin gimana caranya cari cewek yang seperti bundanya ...yang cantik kalo lagi mode galak ,...yang suka nyubit....yang hot kalo di ranjang ,rawrrrrr....!!" Rama buru buru kabur..


" bukkk !!" aku melempar bantal mengenai pintu yang ditutup oleh Rama.


.


.


Hari ini Rama pulang sangat larut karena harus lembur dan juga memeriksa laporan dari peternakan dan RPH.


" assalamualaikum...." Rama terkejut dan panik melihatku duduk di samping ranjang sambil memeluk lutut dan menangis.


" ya Allah sayang ...kenapa ??" tanya nya menaruh tas dan menghampiriku ,peluhnya saja belum ia seka ,tangan yang biasa memelukku ini kini tau bagaimana harus menenangkanku ,ia merangkul dan menepuk nepuk punggung ku.


Aku masih sesenggukan


" kenapa nangis ??" tanya nya " ada yang gangguin kamu ,siapa ??"


Aku menggeleng " aku cuma ngerasa capek a...aku ga bisa jagain Azka..." ucapku mengadu tak jelas ,tentu saja Rama mengernyitkan dahinya.


" kamu ngomong apa sih yang ??"


" aku ga becus jagain Azka ,aku ga pantes jadi bundanya ...." keluhku lagi yang semakin meracau.


syndrom baby blues....


itulah informasi yang Rama dapatkan,,keadaan yang memang biasa terjadi pada ibu yang baru melahirkan ada beberapa faktor yang menyebabkan itu terjadi namun obatnya hanyalah dukungan dari sekitarnya dan juga istirahat.


Bel rumah berbunyi, seorang laki laki berhelm dan memakai jaket senada dengan warna helmnya berdiri di depan gerbang menungguku,untung saja ia tak mengajakku berkencan kalau tidak sudah dipastikan ia akan berakhir di UGD.

__ADS_1


" paket untuk Narasheila..." ucapnya


" iya saya ??!" jawabku.


paket ??buatku , rasanya aku tidak memesan apapun atau sedang menunggu paket dari orang lain.


"apa itu neng ??" tanya ambu yang memomong Azka


" paket ambu !" jawabku " ga tau dari siapa ,namanya sih Restu..." seruku.


" awas neng,bom...!!" kelakar ambu.


Aku membuka paket yang dibungkus sebuah kotak cantik berpitakan merah.


Alisku mengangkat keduanya,


" gaun ??" gumamku membentangkan isi dalam kotak itu ,sebuah dress selutut tanpa lengan berwarna hijau botol .


Tapi siapa Restu?? dan untuk apa dia mengirimkan pakaian minim begini ??


.


.


.


Ponselku bergetar, notifikasi chat dari sang pemilik hati


" dress nya dipake ya..sayang ..nanti Wawan anter kamu setelah isya ,siapkan saja cadangan ASI buat mboy biar mboy sama ambu dulu "


Rupanya gaun minim ini dari daddy nya mboy.


" ambu.. Nara mau titip Azka sebentar , Nara udah stok ASI di botol kalo Azka haus .." ijinku pada ambu dan Abah yang sedang duduk santai di gazzebo belakang menikmati masa tua di waktu senja...


" iya neng ,boleh biar si dede sama ambu sama Abah...!!" jawab ambu menyeruput teh tubruk seperti kebiasaan ambu diselingi gigitan wajit...


" mana cucu abah ,neng ??" tanya Abah ." Azka di kamar ,bah ...!" jawabku .


Sudah lama tanganku tak memoles wajah dengan alat alat tempur di meja rias ,sudah seperti anak gadis yang akan diapeli pacar ,selepas maghrib aku sudah berada di depan cermin .


Terakhir aku memakai dress minim yang diberi Rama,namun karena udara malam aku membalutnya dengan swetter ,wajahku sudah ku dempul ,rupanya benar kata Rama menjadi ibu beranak satu menjadikanku semakin cetar dan seksi ...


Wawan sudah seperti supir pribadiku ,kemanapun aku pergi seringnya diantar Wawan.


" ciee...berasa kaya masih gadis ya teh ??!" goda Wawan.


Aku melongo melihat sebuah gedung ,dan setauku Rama sedang berada di roof top.


" teh ,wawan cuma bisa anter sampe sini aja ..." ucap lirih Wawan.


" iya deh wan, makasih ya...!" jawabku tersenyum.


Wawan memelas mengelus dada ,beuhh senyumnya bikin kaum Adam klepek-klepek ,sayangnya udah ada yang punya,kenapa kalau yang cantik dan manis selalu sold out...pikirnya.


Jari telunjukku memencet tombol lantai paling atas yang merupakan rooftop .


pintu lift terbuka , aku berjalan membuka pintu keluar terlihat jelas pemandangan malam dengan lampu lampu berkelap-kelip dari berbagai gedung yang ada disekitar sini ,angin malam berhembus menerpa menyapa kulit mulusku ,untung saja angin tak berwujud kalau seandainya angin itu salah satu makhluk Allah paling tampan mungkin saat ini wajahnya sudah tak berbentuk lagi karena dihadiahi bogeman sang pemilik hatiku di ujung sana,setelah ini akan kumarahi daddy mboy ,yang sudah memberiku pakaian begini auto masuk angin sepulang dari sini.


tap..tap...tap....


Senyumku mengembang mana kala diujung sana sosok laki laki yang menungguku tersenyum ke arahku. Ia menjemputku


" hey kamu ...so beautiful!!" bisiknya tersenyum menggoda. Rama benar benar mempersiapkan semuanya dengan matang satu set meja makan romantis lengkap dengan makanan dan lilin


" kamu ngapain sihh...a ??" aku tersenyum lebar melihat semua ini .


" candle light dinner..." jawab Rama mempersilahkan duduk .


" iya tau emang dikira mau ngapain ?? jaga lilin ??" jawabku dengan mata menyipit .


" ngapain sihh ?? kenapa ga makan malam di rumah aja ??" tanyaku .


" sekali kali kita keluar cuma berdua biar bisa quality time.." jawabnya.


Ia menggenggam tanganku di atas meja bundar berukuran tak terlalu besar ,


" terimakasih sudah menjadi ibu yang hebat untuk Azka , istri yang hebat buat ku ,di usia pernikahan kita yang masih seumur jagung dan di umur yang muda ,kamu sudah membuktikan kalau kamu memang pilihan tepat dari Allah buatku ," ucapnya


Lelaki satu ini tak pernah kehabisan kata-kata puitis layaknya sang pujangga cinta ,jika Cinta memiliki Rangga ,bila Milea memiliki Dilan dan Ainun memiliki Habibie ,aku memiliki Ramadhan....


Setiap harinya bapak satu anak ini semakin terlatih untuk menjadi pengganti Kahlil Gibran,dan aku harus menyiapkan telinga dan hatiku agar tidak histeris dibuatnya.


" maafin aku kalau akhir akhir ini jarang ikut jagain mboy ,jarang bantuin kamu ...jangan pernah lelah buat jadi istri dan ibu buat aku sama Azka." kali ini matanya jauh menatap dalam dan serius.


Tak tau apa maksud Rama, sudah sering ia mengumbar kata cinta dan terimakasih nya apalagi semenjak kelahiran Azka. Rama beranjak dari duduknya dan meraih tanganku untuk ikut berdiri ia memelukku


" bantu aku jadi ayah yang keren dan suami yang baik buatmu dan Azka " tambahnya.

__ADS_1


Hari ini Rama salah makan ya ?? kenapa menjadi secerewet ini .


" jika kamu lelah mengeluhlah padaku ,masih ada aku ..jangan pernah merasa lelah sendiri ..." tangannya selalu tau apa yang harus di tangkupnya. Pipiku yang mulai mendingin namun hangat di dalamnya karena kata kata Rama bak api unggun yang selalu menghangatkan hatiku hingga aku tak pernah merasakan dinginnya suasana hati.


" kamu aneh ! " jawabku ,namun Rama malah tergelak rupanya ia menertawakan pipiku yang dia himpit menggunakan tangannya hingga seperti bapau.


" makasih sayang atas pujiannya !" kekeh Rama.


" mau liburan, hanya kita bertiga ??" tanya Rama padaku aku mengangkat alisku sebelah .


" kapan ??"


" setelah nifasmu selesai " jawab Rama.


Selalu ada udang di balik bakwan ,meskipun rame dan menyenangkan tapi selalu ada modus di dalamnya.


" cihh...!" aku berdecih


" ga afdol yang ,kalo liburan ga buka puasa !!" serunya , sepertinya kata kata vulgar sudah ada dalam kamus Rama dan selalu lulus sensor.


Aku mengangguk saja, lumayan lah daripada hanya bisa ngiler karena liat orang orang pada liburan di balik gerbang rumah.


" kamu hanya boleh pake baju begini di depan aku ,yang ....!!" keluhnya.


Lagipula siapa juga yang mau memakai pakaian minim begini kalau bukan Rama yang memberikan dan atas ijinnya pula .


" setelah ini daddy harus tanggung jawab kalo aku masuk angin karena udah ngasih pakaian minim gini !!" lirihku


Rama menyatukan keningku dan keningnya sampai deruan nafasnya menyapu kulit wajahku ,membawa kedua tanganku ke lehernya. Kuusap tengkuknya lembut memberi sensasi menghanyutkan walaupun tak ada alunan musik romantis ,hanya terdengar suara bising kendaraan dari jalanan di bawah gedung, Rama memejamkan matanya .


" malam ini milik kita berdua,yang !!" cicitnya.


Untung saja aku masih dalam masa nifas kalau tidak aku sudah digempur habis-habisan olehnya .


.


.


.


.


Mataku mengerjap , semenjak memiliki Azka tidurku tak bisa lelap seperti biasanya ,aku sudah terlatih menjadi seorang ibu siaga ,aku menoleh ke samping Rama tidak di tempatnya ,ku edarkan mataku dan melihat Azka yang sedang diganti popoknya oleh Rama.


Hey kamu lelaki ...apa ada yang seperti kamu di luaran sana ?? meski dengan nyawa seseorang saja tak akan kutukarkan moment ini ...


Ditengah malam begini Rama sengaja terbangun karena ingin menjaga Azka,dan benar saja anaknya ini harus berganti popok.


Pan*tat semok Azka yang kian hari timbangannya makin menghebohkan ibu ibu kader posyandu karena naik terus di tepuk dan diusap Rama ,aku beranjak dari ranjang dan memeluk Rama dari belakang , pantas saja Rama selalu memelukku dari belakang karena memang posisi nyaman apalagi jika yang dipeluk sandarable, tapi jika aku sepertinya bukan sandarable secara badanku saja lebih kecil dari Rama. Tanganku menyusup di ketiak Rama dan memeluk dadanya , menyentuh dan mengusapnya lembut


Aku menyesap aroma maskulin campuran kayu dan Citrus yang selalu menempel di tubuh Rama


" sejak kapan bangun ?" tanyaku.


" tadi jam satu !" jawabnya, kulirik jam di dinding sudah berlalu 45 menit.


" ko ga bangunin aku ??"


" kamu lagi bobo keliatan cape banget,nanti kalau mboy minta minum atau makan baru kubangunin " jawabnya


" ko bangun ??" tanya Rama balik.


" abisnya dingin ..! biasanya kan ada yang peluk jadi anget...!" jawabku asal , menirukan gaya modus Rama. Aku seperti anak yang masih golden age bagaimana pun Rama aku adalah penirunya yang baik.


" udah pinter modus ya ??!!" Rama menyentil pelan hidungku


" belajar langsung pada gurunya !!" seruku..


Azka sudah kembali terlelap ,memang anak yang satu ini jarang rewel , terkesan anak yang anteng dan sangat pengertian memudahkanku untuk beraktivitas.


" yuu bobo lagi !! mau ku ciumin atau ku jelajahi biar bobo ??" tawarnya ,menina bobokan modelan mana itu .


" ngaco ! enak di kamu ga enak di aku yang ada bukannya bobo tapi mendesah !" kekehku.


" mendesah setelah sah !!! pahala yang !!" jawabnya .


Aku memposisikan tidur ku menyamping dengan Rama yang memelukku di belakangku ,tangannya tak pernah absen memelukku


.


.


.


.


hay hay gengs maaf mimin tidak up 2 hari kemarin memang mimin pulang kampung karena ada keperluan keluarga ,dan disana sangat susah sinyal dan tidak memungkinkan untuk update cerita ,masih stay bareng aa sama neng kan ?? oke nanti jangan kaget ya kalo beberapa episode ke depan tiba tiba di pojok kanan atas ada tulisan the end ,karena memang aa Rama sama neng Nara sudah berada di ujung cerita ,tapi do'akan saja semoga mimin terus up dan memiliki otak ekstra biar ga cepet berakhir ceritanya....

__ADS_1


__ADS_2