
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
"hhhaaaa....!!! "
" capek...!!" aku menjatuhkan tubuhku ke ranjang ,kakiku serasa copot...
" bersih bersih dulu, Ra...." ujar Rama yg ikut ikutan menjatuhkan dirinya disampingku ,
"iya daddy...ini aku baringan dulu sebentar takut kaki ku copot..."
" baru juga segitu udah capek nanti malem hukuman dariku gimana ??" jawabnya , dengan cepat aku menoleh
" tega...!!! istri udah kaya pekerja Romusa gini masih niat dihukum...." protesku
Rama membalikan badannya menjadi menyamping ke arahku mengusap lembut kulit wajahku
" hukumannya gampang ko.." ucapnya
" apa ??" tanyaku meringis
" ya udah bersih bersih dulu...atau mau aku mandiin??yuu aku lebih seneng kalo gitu !!" Rama langsung semangat 45 beranjak dari kasur menarikku ke arah kamar mandi
" ga mau ...!!aku mandi sendiri aja .." jawabku lantang..menolak ajakan Rama
" ini sunnah rasul loh , Ra..kamu ga mau ??" tanya nya
" mana ada ???" aku menyilangkan kedua tanganku di dada " rasul ga mungkin mesum ,kaya kamu..." bantahku
" ga percaya ???mau ditanyain sama ustadz Hasan ??atau Abah ???" tanyaku
aku memang tau ini merupakan salah satu sunnah rasul dalam pernikahan ,tapi aku geli saja kalau harus mandi bersama yang ada aku yang habis olehnya auto tidur seharian penuh besok
" ga usah!!! mau ngapain malu...!!!" ucapku,
" abisnya kamu ga percaya...aku mau bimbing kamu , Ra..biar lebih paham lagi, soalnya kamu itu tanggungjawab ku di akhirat..." jawabnya
segera harus ku cari cara untuk mencapai pintu kamar mandi ,bila tidak mau terus berdebat masalah sunnah rasul yg satu ini atau ujung nya aku lah yg akan kalah...
" Ram....!!!itu kecoa ihhhh...!!! " tunjukku pada pojok kamar dekat jendela , Rama berbalik dengan segera aku berlari melewati Rama menuju kamar mandi,tapi naas bagiku Rama yg tak terkecoh segera ikut masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya
" emmhhh nakall...mau coba coba kabur...." Rama memutar shower hingga kami berdua sama sama basah ,aku hanya menunduk pasrah sepertinya besok aku harus minta mak Ijah untuk memijat badanku...
.
.
.
.
selepas isya mata dan badanku sudah benar benar tak bisa dikondisikan lagi, kejadian hari ini benar benar menguras habis tenagaku
" saking capeknya kamu , Ra...jam segini udah bobo..." Rama mengusap rambutku yg terburai di bantal sebagian menutupi wajahku ,kemudian ia rapikan ke belakang telingaku
" makasih hukumannya...maniss..." kecupnya di keningku
.
.
.
.
beberapa hari kemudian acara mulung mantu diadakan dengan adat dari tanah Jawa berbalut kebaya ,ini adalah acara seperti resepsi kedua hanya saja maknanya yg berbeda.... Ambu dan Abah memperkenalkan aku sebagai mantunya pada orang-orang kampung tak lupa keluarga besannya,gagal sudah rencana beberapa keluarga yg ingin menjadikan si aa ustadz ini sebagai menantu rumahnya.
acara pelantikan anggota senat diadakan di sebuah villa di daerah Pangalengan , dengan berat hati Rama tidak bisa menemaniku karena ia pun harus kuliah belum lagi bekerja dan mengurus RPH milik abah...akhir akhir ini sangat sibuk karena klient atau konsumen abah semakin bertambah ....
" Ram...aku jalan dulu...." aku meraih tangan Rama dan mengecupnya berkali kali membawanya ke pipiku merasakan hangat tangan Rama yg bisa menjadi bekalku selama 2 hari disana
Rama mengecup keningku lama ,
" Ram...udah nanti aku telat..."
" amunisi kalo lagi kangen ...." jawabnya ,aku terkekeh..
__ADS_1
" neng..hati hati..bilang sama Miftah sama Akhsan kalo menantu ambu sampai lecet sedikit ambu jewer mereka..." ancam ambu...
" ashiapp Ambu..." jawabku
.
.
Rama mengantarkan ku sampai depan gerbang kampus ,hanya 2 hari ...tapi seperti aku akan meninggalkan Rama buat waktu yg lama saja...
" jangan nakal...jangan nyusahin orang, disana ga ada aku...jangan sampai hilang dari jangkauan bang Akhsan sama kang Miftah..." ucapnya,aku mengangguk mengerti..
aku sekali lagi meringsek masuk ke dalam pelukan Rama , mencium aroma tubuhnya rakus untuk disimpan di indera penciuman ku....
" aku pamit ya..." jawabku melepas pelukan,lalu melambaikan tangan saat Rama pergi melajukan motor nya
aku masuk ke dalam mobil milik kang Miftah bersama bang Akhsan dan ka Annisa atas persetujuan kang Miftah, terkadang yg lain merasa kalau aku di anak emaskan oleh senior,sungguh bukan inginku
" ehhh sorry..sorry..ka ga sengaja..." aku tak sengaja menyenggol bahu ka Kristin...ini dia satu paketan Maria maka sikapnya pun sama dengannya
.
.
.
.
setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam kami sampai
" uh..gila..sejuk banget , Ra..." ucap Airin, sejauh mata memandang tak ada jalanan berwarna abu , sejauh mata memandang tak ada deretan mobil berjejer yg membuat jalanan tersendat karena si Komo lewat...
setelah acara pembukaan dari anggota senat senior yg digawangi kang Miftah dan bang Akhsan ,kami dibiarkan istirahat ....
" gue kamar yg itu ahhh...." aku segera berlari menuju kamar sebelah ruang tamu bersama beberapa orang lainnya .
" Ra...meningan loe sekamar sama Annisa aja..." ucap bang Akhsan ,aku melirik teman teman yg lain ,aku tidak mau semakin membuat jarak dengan mereka karena terlalu dekat dengan para senior .
" bang.. Nara sama yg lain aja.. Nara pengen lebih akrab sama yg lain...lagian kan kamar ka Annisa depan depanan sama kamar Nara...iya kan ??" bang Akhsan menimbang nimbang pendapatku .
" tapi loe janji ga boleh ilang dari pandangan gue..." jawabnya ,aku memeluk erat tubuh kekar abang tembok Berlin ku
" janji.... makasih bang...udah sayang sama Nara..." ucapku tulus
" jangan ngomong gitu ahhh ,gue serem dengernya kalo loe ngomong kaya gini, tempo hari terakhir ngomong kaya gitu pas loe mau nikah sama Rama..." jawab bang Akhsan
" udah ahh lepasin nanti disangkanya kita ada affair lagi di belakang.., naudzubilah...." lalu aku masuk ke kamar bergabung bersama Airin dan yg lainnya.
kang Miftah sedang menatap lurus ke arah perkebunan dan hutan pinus...yg menjulang jauh disana
" bikin tenang ya..." suara seseorang dari belakang nya mengejutkan nya ,ia menoleh lalu kembali ke aktivitas nya
" cukup , Ri... biarkan waktu yg menjawab kapan gue harus move on ,biar Allah juga yg menjawab siapa orangnya.....tapi bukan Nara... Nara itu udah gue anggep kaya adek gue...karena sebenarnya dia sudah menikah dengan Rama..." jelas kang Miftah , Maria mendekatinya dari arah samping melakukan hal yg sama menatap jauh ke depan seraya larut dalam perbincangan tentang masa lalu
" jadi ??? Nara udah married???" tanya Maria
" yuppp....gue yakin loe bisa gue percaya buat jaga rahasia ini...." kang Miftah berbalik lalu meninggalkan Maria sendiri... Maria menghembuskan nafasnya lelah
setelah kepergian kang Miftah Kristin mendekat
" kenapa ga loe coba deketin Miftah sih Ri....gue tau ,kita semua tau loe suka sama dia...bukannya bagus ya Mutia udah pergi buat selamanya, kesempatan buat loe...ehh dengan bodohnya loe malah ngasih kesempatan buat si junior songong itu buat gantiin tempat Mutia..." ucap Kristin menggebu-gebu
"namanya Nara, Kris...." jawab Maria
" harusnya loe benci dia,karena setidaknya dia sedikitnya sudah mencuri perhatian Miftah, belum lagi dengan kemiripan sifat dan perawakannya dengan Mutia...gue kira awalnya loe ga suka sama dia , Ri...."
" gue ga benci sama Nara , Kris... justru gue berfikir dengan kehadiran Nara bisa bikin Miftah kembali seperti dulu pribadi yg hangat , aku ingin Miftah bahagia... cinta tak harus memiliki Kris..gue sadar diri Miftah ga pernah menganggap gue lebih dari teman..."
" ohhh gue tau karena Nara dah merit sama Rama???" tebak Kristin
" tunggu .. darimana loe tau Kris???" Maria mengernyitkan dahinya, sedangkan Kristin gugup dan menutup mulutnya" sorry gue...gue keceplosan...pokonya ada lah...dari orang..." Kristin segera pergi sebelum Maria bertanya lebih lagi
tok..tok..tok..tok....
" bang...!!!hello....!!!bang Akhsan....!!!" pekikku dari balik pintu kamar bang Akhsan
ceklek....
pintu terbuka
" kenapa ???" ia habis mandi ,tak tau malunya dadanya masih toples dan ia sedang menggosok rambutnya dengan handuk kecil
" dihhh dasar senior ga tau malu....!!!por*no aksi tau ga... lagian nih tahu kotak ga usah dipamerin...punya Rama lebih bagus...." sarkasku mencubit perut keras bang Akhsan....
" awww...sakit be*go....ada apa ??" tanya nya dari dalam kulihat bang Satria dan kang Miftah sedang mengobrol .
" gue mau jalan jalan keluar sebentar bang..disitu tuh bareng Airin ...mau liat pemandangan..." ijinku
bang Akhsan mendongak ke arah yg kutunjuk
" lagian tuh keliatan kan dari jendela kamar loe,bang..sat..aja bisa liat kalo disitu.." gerutuku kalau sampai tidak diijinkan juga keterlaluan
" ya udah...boleh.." jawabnya ,aku berseru lalu mengajak Airin untuk keluar..
.
__ADS_1
.
.
.
" hoffff....hahhhh.....suegerrrr...." ucap lebay Airin sambil menghirup nafas dalam-dalam
aku mengernyitkan dahi sambil tertawa " lebayyy buu..." jawabku
" ihhh seger tau jarang jarang bisa nemu yg kaya gini..sejuk banget jauh dari polusi...harus sering sering nih . Ra..biar buang toxic...biar ga kaya nene lampir.. marah marah mulu..."
" siapa ???" tanyaku
" ka Maria..." bisik Airin,kami tertawa lepas memang menjelek jelekan orang adalah dosa terasyik yg sering dilakukan oleh kebanyakan kaum hawa...
" hhahaha dasar peakk..!!!" tawaku hampir membuatku menangis
" dia tuh jarang piknik jadi kebanyakan toxic..." tambah Airin
" kaya loe ngga aja..." jawabku
" heh...kalo kata Rama ghibah itu dosa.." tambahku
" berarti loe juga dong..!! kan gue ghibahnya sama loe.." timpal Airin
" enak aja loe yg ngomong..!! gue cuma kebetulan denger aja...." kilahku
"sama aja peakkk...!!!"
.
.
" ngapain loe sat...senyum senyum sendiri ??" tanya bang Akhsan ,kang Miftah hanya geleng-geleng kepala
" liat junior junior manis...vitamin banget ...." ucap ka Satria menatap ke luar jendela,bang Akhsan melongok ,ia menoyor kepala ka Satria
" be*go..itu adek gue..nyebut sat...adek gue udah merit...."
" adek loe cantik san...tapi gue ga minat jadi pebinor sih....gue yg satunya lagi aja.... " ucap ka Satria...
ditengah candaan ku dengan Airin
" bukk..."
" ishhhh ribet banget sih..eh tolongin dong...." ternyata ka Kristin yg sedang kerepotan membawa beberapa kotak ,menjatuhkan salah satu kotaknya ,aku menghampiri dan mengangkatnya
"loe Nara kan..???bisa tolongin gue ga ???susah nih... Maria nyuruh gue naro nih kotak kotak di mobil di parkiran..." ucapnya mengiba
" oh boleh ka... Rin..gue nolongin dulu ka Kristin bawa kotak kotaknya ya...bentaran aja ko.." aku mengambil alih beberapa kotak meringankan beban ka Kristin
" oh...mau gue temenin ga ??" tawarnya
" ga usah deh ini enteng ko..." jawabku
" oke..."
" kalo ada yg nanyain gue bilang aja ke parkiran bentar nolongin ka Kristin ...." aku berlalu bersama ka Kristin meninggalkan Airin
.
.
.
.
.
.
.
" loh Airin ...mana Nara ???" tanya bang Akhsan "bukannya kalian tadi barengan dari luar ??ko pas masuk loe sendiri ???" tambahnya ,bang Akhsan tadi ke kamar ka Annisa sebentar
" tadi Nara ke parkiran ka..bantuin ka Kristin bawain kotak kotak kado gitu....! katanya disuruh ka Maria..." jelas Airin
"ohh...." bang Akhsan membulatkan mulutnya
.
.
.
.
sudah hampir pukul 4 sore tapi bang Akhsan belum menemui ku terakhir saat jam makan siang Airin pun terlihat sendiri..
" ada yg ga beres.... Kristin jadi loe orangnya...!!!!" gumam bang Akhsan...
.
.
__ADS_1
.
.