
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismilah
.
.
.
.
.
" modus...!!!" gumamku namun terdengar oleh Rama.
" bukan modus sayang,tapi nyoba cara lain buat nyicip..." kilahnya , Rama menyecap sisa bumbu dari mulutku sambil menyeringai.
Mataku menyipit sinis sambil mengunyah makanan ,bisa bisanya Rama bertindak seperti itu di tempat umum.
" kenapa ?? mau lanjut?? nanti aja di rumah ,mau berapa ronde??" ia cengengesan . Wajahku memanas ingin sekali aku menyumpal mulut Rama yang tak tau tempat .
" Rama...!!!" ucapku seraya melotot.
" iya sayang...??!"
makin hari kata kata yang keluar dari mulut Rama selalu membuatku malu sendiri.
.
.
.
Pelukanku sedikit mengendur saat motor sudah sampai di batas kampung , senyum ramah para warga menyapa .
" eh...aa ustadz...baru pulang ? " tanya seorang ibu paruh baya , Rama mengangguk sekali sambil tersenyum.
" iya bu,mangga /permisi duluan...bu.." aku ikut tersenyum ramah padanya.
Tak lama di depan pun ada beberapa warga yang berkumpul sambil makan makan ( dalam bahasa Sunda \= botram) di sebuah teras rumah salah satu warga.
" aa ustadz sama istri mari mampir ,ikut makan ! " seru beberapanya, disana juga ada ibunya Vina, tatapannya sedikit berbeda seperti tidak suka padaku, aku dan Rama tersenyum saja sebagai bentuk keramahan ,
" silahkan bu,ikut nikmat saja...mari bu ..assalamualaikum..."
" wa'alaikumsalam..."
.
.
.
Bu Sufi hanya diam,lebih memilih menyendok nasi saja walaupun selera makannya sudah hilang.
" eh..! mantunya bu haji Nur itu tunggal di komplek ya ??"
" iya bu. "
" denger denger sih besannya bu haji sama abah haji itu punya konveksi sama rumah makan ,terus besan perempuan nya itu seorang supervisor di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Bandung.."
makin panas saja kuping dan hati bu Sufi, seperti biasa mulut emak emak kalau sudah berkumpul begini ,acara apapun akan berubah menjadi forum ghibah apalagi di lengkapi dengan acara makan seperti ini.
" setau saya pindahan dari Jakarta..."
__ADS_1
" hooh bener... sekarang kuliah di kampus favorit di Bandung,katanya yang saya dengar istrinya a Rama memang pintar ,semasa di SMA saja juara umum ,iya kan bu Sufi?? dia kan teman sepermainan dan satu kelas Vina.."
" aduhhh sudah cantik,pintar pula...saya juga kepengen punya mantu kaya gitu.."
" iya cocok sekali aa ustadz ganteng,sholeh,baik..dapetin istri yang cantik ,pintar....semoga sholehah ya.. " timpal yang lain
ibu Sufi akhirnya angkat bicara ,merasa kupingnya sudah panas karena para tetangga mengelu elukan ku.
" ibu..ibu...cantik dan pintar itu bukan jaminan seseorang sholeha..buktinya dia tidak berkerudung,apalagi pindahan dari Jakarta ,ibu ibu kan tau pergaulan disana seperti apa..." mulut netizen maha benar akhir nya keluar dari mulutnya..ibu ibu itu menyimak sambil mulutnya komat kamit karena pedasnya sambal...
" coba fikir...kalau memang pintar,dan cantik juga baik baik dia tidak akan memilih untuk menikah muda apalagi cuma sama anak kampung seperti Rama ,di kota sana pasti lebih banyak yg lebih segalanya dari Rama,kita kan tidak tau bisa saja dia sudah tidak gadis lagi dan hanya Rama yg gampang dibo*dohi...??!" seringai jahatnya lebih seram dibanding serigala jejadian..atau bahkan tawa flying dutchman....
ibu ibu mengangguk angguk mendengar hasutan syaitan ghibah dari dalam diri bu Sufi,ada yang pedas disini namun bukan sambal....
" iya juga sih..."
" ahhh.. jangan suudzon dulu,mungkin saja mereka memang benar benar ingin menikah muda ,daripada timbul dosa dan fitnah", bu Mia menengahi .
" ehh ibu..ibu..dulu itu aa ustadz sudah dekat sama Vina anak saya ,dan tiba tiba dia datang dan merebut Rama dari Vina,padahal mereka itu berteman.." ucapnya lagi,lengkap sudah tuduhan pahit kepadaku ...
" masa sih bu ??pepacor gitu (perebut pacar orang)??" bu Sufi mengangguk mengiyakan kebohongannya
" eh jadinya anak saya malah sama si Gilang ,pemuda ga jelas gitu..." ucapnya sinis , bibirnya yang melengkung menyebalkan berhasil membelokan pikiran tetangga
" astagfirullah...hey..bu ibu...ini pada mau makan atau berghibah?, tidak baik membicarakan keburukan orang yang belum tentu kebenarannya.. pekik pak Asep suami bu Yati,si pemilik rumah,pak Asep kebetulan teman satu kubu abah haji bila bermain gapleh.
" bapak ini nimbrung saja sama ibu ibu ,sana masuk,pa..! ini obrolan wanita..!!" sarkas bu Yati
" yee.. dikasih tau malah balik marah ,buat apa suka ngaji bu..bu..." pak Asep menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan para ibu ibu ,mengaji dilakoni tapi berghibah jalan terus...
.
.
.
" assalamualaikum ,ambu.."
" wa'alaikumsalam neng, udah pulang ??"
" wa'alaikumsalam...neng ,ko badannya anget ,neng Nara sakit ?" Abah menyentuh keningku dengan punggung tangannya,menangkup wajahku dengan tangan besarnya .
"engga bah..! Nara ga apa-apa cuman sedikit ga enak badan aja..."
" aa gimana sih ,jagain mantu abah ,ini mantu abah sampai sakit begini??!" abah menjewer kuping Rama, Rama meringis , mengaduh kesakitan
" aww bah..sakit bah..."
" udah bah,kasian aa.. Nara ga apa-apa.." aku melepaskan tangan abah yg menjewer kuping Rama dan mengusapnya .
" ihh aa udah berasa jadi anak tiri.."dumel Rama
" neng ,ambu bikinin teh hangat ya , mening sekarang istirahat dulu.."
" iya ,ambu..."
" a....bilang sama Miftah suruh kesini ,ambu mau jewer kupingnya ,mantu ambu sampe sakit begini ....!" cerocos Ambu.
.
.
aku berjalan menuju kamar atas bersama Rama yg merangkulku dari samping
"tuh kan yang...aku sekarang jadi anak yang terbuang,ambu sama abah lebih sayang kamu.." kekehnya
" iya di rumah mamah ,aku yang jadi anak tiri ,mamah,papah sama abang lebih sayang kamu..."
aku dan Rama saling menertawakan nasib kami yang sudah seperti putra/putri yang tertukar .
.
.
.
Ambu mengantarkan teh hangat beserta obat penurun panas .
__ADS_1
" ambu ga usah repot-repot biar Nara saja sendiri ,lagian ada aa juga ..." ucapku tak enak hati
" pa apa apa atuh neng...ga repot cuma teh
hangat saja , obatnya diminum terus istirahat...", aku meraih obat dan segelas air yang dibawakan ambu.
" a... malam ini ditunda dulu program cucu buat Abah sama ambunya, kasian neng Nara jangan disuruh lembur..." ucap ambu.
"uhuukkk..!!!" untung saja obatnya sudah masuk melewati tenggorokan ku.
Rama yg duduk di sampingku mengulum senyuman,seraya mencubit pelan lenganku.
aku melirik Rama " glekkk..." menelan air yg tersisa di mulut,dan mengusap jejak air di ujung bibir
Apa itu tandanya kalau abah dan ambu ingin segera menimang Rama junior??? Lihat seringaian laki laki di sampingku sudah macam pria hidung belang yang siap siap menerkam gadis mangsanya saja .
" Ambu bikin Nara malu aja..." wajahku menghangat ,
" neng ,, kita tidak tau kapan Allah akan memberikan rezeki dan amanahnya ,namun saat masa itu tiba jangan menolak,ambu minta sama aa sama neng Nara jangan menunda-nunda ataupun memakai pengaman ,rasanya ambu ingin segera mendengar suara tangis bayi di rumah ini...menimang nimang cucu sendiri...,ambu sama abah sudah tua ,suka ngiri kalo liat orang momong cucu..." tanganku diraih ambu dan digenggamnya,ada raut sendu di wajah ambu .
Teh Ayu sudah hampir 4 tahun menikah namun sampai sekarang belum juga dikaruniai anak,sedangkan abah dan ambu sangat menantikan kehadiran seorang cucu di rumah ini.
Manusia memang hanya bisa berencana namun semua Allah lah yang menentukan,aku jadi merasa sangat berdosa bila harus mementingkan egoku yang ingin menunda kehamilan,melihat kedua mertuaku sangat menantikan suara cicit kecil yang memanggil mereka dengan sebutan kake dan nene, membuatku mengurungkan niatku untuk membeli pil penunda kehamilan,mataku memandang wajah sendu yang mulai bermunculan garis kerutan di sudut matanya.
Aku meringsek masuk memeluk manja, " iya ambu.. Nara janji ga akan nunda nunda , kapanpun Allah mau kasih , insyaallah Nara siap.." aku menutup mata merasai hangatnya pelukan ambu , mencium aroma kasturinya .
" ya sudah ,neng sebaiknya istirahat saja , oh iya neng...minggu depan ikut ambu pengajian rutin ya,sekalian biar tetangga pada kenal sama mantunya ambu.." ucap Ambu seraya beranjak dan pergi meninggalkan kamar,alisku mengangkat sebelah melihat senyum mencurigakan dari Rama.
" cie...siap nih ??"godanya ,mencolek lenganku
"engga sekarang juga ya..!" tolakku bersiap untuk berbaring dan istirahat .
" tau ko, nanti malem " jawabnya dengan santai
" cihh !! memang tak akan menang melawan makhluk ajaib yang satu ini.
aku lebih memilih menarik selimut dan tidur sebentar ,mataku sudah terasa mengantuk ,baru beberapa detik terpejam mataku kembali terbuka , Rama meringsek masuk ke dalam selimut dan memelukku dari belakang
"Rama..kamu mau ngapain...??" niat hati ingin berbalik tapi tubuhku tertahan Rama
" mau ngelonin kamu lah yang...biar bisa bobo.." jawabnya ,bulu kudukku meremang , bagaimana tidak, hawa nafasnya mengenai kulitku menggelikan aku membalikan badanku menghadap Rama
" kalo nafas kamu kena tengkuk aku ,aku ga bisa bobo..." jawabku menyentuh setiap lekukan wajah Rama
" ya udah kalo ga jadi bobo , program cucu buat ambu yu..." ajaknya ,mata Rama berbinar
" aku mau ..tapi sayangnya udah mau masuk waktu Ashar ...cup...!!!" aku mengecup bibir Rama sekilas..
" yaaa....!!!kenapa cepet banget sih..." sesalnya
" yang ...." panggilnya
" hemmm ???"
" i love u... " ucapnya sambil terkekeh
" sarangheo eoppa...!!" jawabku sambil tersenyum manis
" sarang burung..... sarang uler...sarang kadal... 1 2 3 sarang semuanya..." jawab Rama berkelakar
aku tergelak " itu sayang ,a....!!!"
" sayang kamu juga..." jawabnya
" dihhh" alisku bertaut...
.namun tertawa mendengar kelakar receh Rama
.
.
.
.
mangap gengs...mimin kemarin ga update ..ada urusan real life yang ga bisa ditinggal... insyaallah deh nanti malam up lagi buat nebus yang kemaren yah...😄😄
__ADS_1