Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
penjelasan


__ADS_3

" Ra....loe mau bawa gue kemana???" tanya Gilang yg tak menolak kutarik


aku melepas peganganku " loe mau temenin gue ke villa ga ???gue cape mau istirahat...."ucapku


" dikirain mau denger penjelasan dari mulut gue , Ra..." tanya Gilang keheranan


aku menggeleng ,tanpa mereka jelaskan sebenarnya aku sudah tau karena aku menguping pembicaraan mereka tadi ,hanya saja aku tak tau kronologi kejadiannya,sikap ku barusan merupakan bentuk kecewaku pada Rama namun sebenarnya aku hanya ingin tau kebenarannya langsung dari mulut Rama..


" gue mau denger cerita langsung dari mulut Rama, Lang meskipun gue tau mungkin dia bakalan nolak kaya semalem atau bahkan akan berbohong dan mengurangi cerita..." jawabku


" loe aneh, Ra.....tapi,,,syukurlah....memang sudah seharusnya Rama sendiri yg kasih tau loe..." Gilang membuang nafas lega


kami berjalan bersampingan,aku ragu namun sedari tadi pertanyaan ini terus mengganggu pikiranku " Lang....loe kenal Kirana???" Gilang berhenti melangkah membuat ku ikut berhenti sudah kuduga ...... Gilang tau sesuatu


ia terdiam " kenal..." ucapnya singkat


deg....


benar saja kan hatiku semakin terusik dengan pernyataan Gilang barusan


"gue mau tanya ada hubungan apa antara Kirana dan Rama ,,,dan apa hubungan Rama sama Willy...." tanyaku hati hati


Gilang membuang nafas kasar " Ra, gue pengen kasih tau loe tapi sungguh ini bukan kapasitas gue buat ngomong, Ra....mungkin loe harus nanya sendiri sama Rama..." ucapnya


aku terdiam dengan ucapan Gilang " tuh...dah sampe villa...kalo loe cape istirahat aja ,gue mau balik lagi ke pabrik..." Gilang berbalik badan setelah mengetahui bahwa kami sudah sampai lagi ke villa


" Ra,,gue harap apapun nanti jawaban Rama,,,ga akan ngebuat hubungan loe sama Rama renggang..." pekik Gilang dan kembali berjalan menjauh


" udah lang gue udah tanya sama Rama,tapi jawaban apa yg gue dapet dia boong , Lang...." batinku memekik


"tukk...tuk..tuk... aku memukul mukul kepalaku mencoba mengenyahkan semua pikiran buruk dan kegelisahan hatiku ,tapi apa hasilnya tetap nihil yg ada kepalaku jadi pusing aku menggeleng " ah udahlah ...." aku memasuki kamar dan membaringkan tubuhku menatap langit-langit kamarku ,jujur aku sakit.... Rama bohong.....


karena kurasa kegiatan sudah berakhir aku ingin menghindari Rama ,aku merogoh ponselku dan menscroll kontakku


" bang jemput , Nara bisa ga???"


(..)


" cepetan mau pulang sekarang.... Nara ga sakit ...dan ga usah tanyain Rama..."


tut...tut...


aku mematikan sambungan telfonku dari luar terdengar suara ketukan pintu serta suara seseorang yang sudah tak asing lagi


" Ra....dengerin dulu penjelasan ku Ra...please...."


tok..tok... tok.....


" buka dulu pintunya...."


aku menutup kepalaku menggunakan bantal....tak ingin mendengar penjelasan Rama , perasaan ku masih kalut dengam kebohongan Rama


flashback


" ahhh...kacau Nara...marah..." Rama mengacak rambut frustasi....


" ya udah kejar atuh Ram...."

__ADS_1


rupanya selama perjalanan pulang ke villa bersama Gilang Rama membuntuti ku dari belakang dan mendengar semua obrolanku dengan Gilang


saat aku sudah masuk villa


" Ram...." Gilang terkejut melihat Rama yg sudah berada di hadapannya


" loe ...."


" iya sorry gue ngikutin Lang...." ucap Rama datar


" santai aja sob...memang salah gue juga yg ga jujur sama Nara....thanks ya udah nganterin Nara..."


lalu Rama mengikuti ku namun saat akan mengetuk Rama mendengar pembicaraan ku dengan bang Akhsan via telfon ...


flashback off


" Ra...oke aku cerita semuanya Ra...." bujuknya dibalik pintu


" tapi buka dulu pintunya...."


aku beringsut turun dari ranjang walaupun sedikit ragu aku memutar kunci pintu dan whoalaaaa......


wajah Rama sudah nyengir " ga usah senyum ...jelek...nanti bunga bunga pada layu..." ucapku merengut


" maaf..." ucapnya lirih Rama menarik tanganku untuk mengikutinya ,sudah keluar dari villa


ga mungkin kan Rama niat menculikku " Ram...kamu ga niat mau culik aku kan ??" tanyaku menoleh beberapa kali ke belakang melihat semakin menjauh dari villa


Rama terkekeh"kalo iya kamu mau apa " ia seketika mengeluarkan senyum smirknya membuatku bergidik dan mencoba melepaskan cengkraman nya


kami sedang berada di sebuah bukit dimana perkebunan teh terhampar luas di hadapan mata


Rama kembali tertawa " kenapa neng ,mau lahiran yah...." tanyanya aku meliriknya sinis


" itu tuh buat hilangin penat..." jawabku ketus


" Ra...." tatapan Rama lurus ke depan kini wajahnya menjadi serius ,ia duduk beralaskan rerumputan


aku mengikutinya " kenapa??"


" sejak kapan kamu mengenal Kirana??? "


pertanyaan Rama sontak membulatkan mataku ,ga intro ga pembukaan dia langsunh saja to the point...


" sejak beberapa minggu yg lalu ...." jawabku


Rama menunduk " dulu aku dan Willy bersahabat, Ra..." ucapannya melemah seiring matanya yg menyendu terlihat jelas garis kesedihan dan kekecewaan dari wajah Rama, kesedihan yg mendalam


aku meraih tangan Rama dan menggenggamnya kukira itu akan sedikit mengurangi rasa sedihnya


" aku , Gilang, Willy berteman dekat sampai seorang siswi baru bernama Kirana datang ,kami dekat sampai terjadi cinta segitiga diantara kita , Willy menyukai Kirana dan Kirana menyukaiku " ucapnya lirih


" disitulah ,keretakan berawal.... "


aku masih menyimak ucapan nya " Kirana tinggal di komplek yg sama denganmu dengan Willy ...."


" dulu Willy tidak sama dengan Inggrid, Dea dan Gibran walaupun sering jalan bersama ia sering bersama dengan ku dan Gilang dibelakang mereka. kami cukup dekat ,bahkan Willy sering menginap di rumahku tapi semenjak kejadian itu , Willy salah paham ia membenciku dan Kirana...ia kira aku berkhianat ....."

__ADS_1


" Willy melihat Kirana menyatakan cintanya padaku namun sebenarnya aku menolaknya aku hanya menganggap Kirana sebatas teman dan orang yg disukai temanku sendiri tak lebih ,setelah kejadian itu pun aku tak tau bagaimana nasibnya yg kutau terakhir kali ayahnya kena kasus korupsi gitu dan tiba tiba Kirana pindah sekolah ...."


" bukannya aku tidak peduli hanya saja aku tak mau semakin menambah kesalahpahaman antara aku dan Willy..." jawabnya


" sudah coba di jelaskan???" tanyaku


" sering tapi selalu berantem ujung ujungnya,ditambah Willy bergaul dengan kompor ..." ucapnya terkekeh


aku membawa tangan Rama dan menempelkannya di pipiku " are u ok??" tanyaku melihat Rama yg tertegun


" i am ok,because you..." jawab nya ,wajahku blushing


Rama tersenyum getir " apalagi sekarang aku dan dia menyukai gadis yg sama....semakin Willy membenciku karena kamu lebih memilihku...."tambahnya


" aku sayang kamu, Ra.....jangan tinggalin aku..." matanya bertemu dengan manik mataku seperti sebuah permohonan


aku mengangguk...." itu kenapa Ra saat aku dikeroyok Willy dan preman suruhannya aku menyembunyikan darimu....aku ga mau kamu semakin tak suka padanya ,biarlah itu menjadi urusanku dengan Willy..." ucapnya


kini aku mengerti alasan Rama,aku pun tak ingin menanyakan hal yg lebih lagi buatku itu sudah cukup jelas....


" ya udah balik yu...."


drrttt....


drrrttt....


aku melirik ponselku


" bang Akhsan...."


ya Allah kenapa aku sampai lupa kalau aku tadi menghubunginya dan meminta jemput padanya


" astoge....!!!" pekikku memegang jidatku


" astagfirullah... Ra...." ralat Rama "kenapa???"


" aku lupa aku nyuruh si tembok Berlin buat jemput..."


" tembok Berlin???" Rama menautkan alisnya


"bang Akhsan maksudku... aku terkekeh


" ya Allah....ada ada aja kamu Ra..."


" ko kamu minta jemput apa kata ayah ,mamah dan bang Akhsan aku yg jemput aku juga yg harus antar pulang..." jawab Rama


" abisnya aku tadi marah sama kamu...kamu nya bohong...nyebelin..." aku memukul lengan Rama dan berkacak pinggang


" makanya tabayyun , Ra....jangan ambil kesimpulan dulu sebelum clear...." ia mencubit gemas pipiku


"tabayyun apa sih???"


" tabayyun itu dibicarakan dulu di musyawarah kan dulu,jangan maen ambil keputusan jangan main hakim sendiri...."


" iya maaf...." ucapku


" ya udah sana telfon dulu bang Akhsan kasian... pintanya

__ADS_1


aku mengangguk lalu menelfon bang Akhsan untung nya saat.di telfon dia tidak bisa menjemputku karena punya banyak tugas kuliah.....


__ADS_2