
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
berulang kali ku cek ponsel tak ada notif dari siapapun ,apa saat ini Rama sudah di rumah ???atau masih di jalan???atau di masjid ???kulirik jam masih pukul 15.15 belum saatnya Rama membimbing anak madrasah...
kutelfon hanya ada nada tut..tut...naik kereta api... selanjutnya malah suara perempuan lain yg bilang kalau nomer Rama sedang tidak aktif...aku hanya berfikir positif saja mungkin Rama sedang di rumah duduk manis menikmati secangkir susu hangat,dan mungkin batre hp nya low...
satu jam dua jam tak ada kabar dari Rama,biasanya selepas isya atau bahkan tiap memasuki waktu shalat fardhu , Rama selalu menghubungi untuk sekedar mengingatkanku untuk menjalankan kewajiban ku terhadap sang pemberi kehidupan... Allah SWT,kucoba menelfon nya lagi bernada suara naik kereta api lagi dan tak lama suara perempuan yg tadi lagi,kutinggalkan sejenak kegalauan hatiku untuk shalat isya ,akan kuadukan hal ini pada Tuhanku .....
.
.
.
.
aku kembali mengecek ponselku walaupun dengan hati yg ragu ,senyumku mengembang tatkala nama yg ditunggu tunggu berkabar namun itu tak lama saat kubaca pesannya
assalamualaikum Ra...gimana udah shalat???udah makan???
laporan : tadi sore kehujanan alhasil sekarang sedikit kurang enak badan...laporan selesai ...😊😊
"Rama sakit " gumamku
aku langsung menelfonnya menanyakan kabarnya terdengar dari ujung telfon suaranya parau dan lemah
.
.
.
.
.
hari ini Rama absen sakit..selepas pulang sekolah aku minta antar Bayu ke rumah Rama, bukannya aku manja hanya saja Rama selalu mengingatkan bila tidak ada dia aku harus bersama dengan teman-temannya , posesif???mungkin ...tapi tak masalah buatku ,aku suka.... beberapa hari ini Gilang selalu pulang duluan.
" Bay..., makasih ya .." seraya menyerahkan helm
" sama sama ,bilang Rama aku sama yg lain ke pasar dulu nanti pulangnya mampir ...."
__ADS_1
" iya ntar aku sampein .."
" assalamualaikum...."
" wa'alaikumsalam...eh ada neng Nara....masuk neng..." suara wanita paruh baya ini selalu hangat menyapa..
" iya ambu...makasih..."
" ini....ada ada titipan dari mamah..." aku menyerahkan bungkusan titipan mamah pada ambu
" apa ini ,repot repot..."
" ngga ko ambu semalem mamah emang lagi kepengen bikin aja katanya sekalian buat Rama sama keluarga ..." .
" wahh kayanya enak ini mah...bilangin sama calon besan ..makasih..."
aku tersenyum simpul " iya ambu .."
" A'a lagi di ruang tengah ,sana masuk saja ada Nia juga..." aku mengangguk
" assalamualaikum...." aku mengeratkan pegangan di ranselku
Rama dan Nia sedang berebut remote tv " wa'alaikumsalam..." ucap Nia dan Rama bersamaan
" Nara..." gumam Rama,wajahnya terlihat kuyu...
" cie...cie...tuh pujaan hati nengokin auto sembuh ini mah " sambil merebut remote dari tangan Rama
" gimana kabarnya??masih sakit ???"tanyaku mendekat
" kayanya sebentar lagi sembuh ,obatnya udah dateng nih..." ucapnya sambil menepuk-nepuk sofa di sebelahnya,dan aku duduk
" husss bocah...!anak kecil dilarang ikutan pergi sana..." usir Rama pada Nia yg tengah asyik menonton
" justru karena kalian lagi berduaan harus ada yg jagain....bukan takut teh Nara yg ngapa ngapain ,tapi aa yg suka khilaf..."
" yakin ???aa mau sakit mau engga pikiran nya sama aja...mesum..."
" pukkk...!!"
bantal sofa mendarat mulus di wajah Nia
" aduhhh !!!" ia berdecih kembali melemparkan bantal pada Rama
" udah ke dokter???" tanyaku
" udah tadi pagi..."
" udah siang nih,kamu udah makan ???" tanyaku , Rama menggeleng
" mau disuapin..." jawabnya tak tau malu, Nia sudah seperti dianggap pajangan saja olehnya .
" ya udah ..aku ambilin dulu makan ya " aku beranjak pergi ke dapur , rumah ini sudah seperti rumah keduaku, sejenak aku berfikir kalau nantinya aku tak berjodoh dengan Rama apa bisa aku berpisah dengan rumah ini beserta para penghuninya
" am...buuu...." sapaku manja " iya geulis...."
" makan siang buat Rama biar Nara yg ambilin ya ..."
" boleh ...sok atuh diambil.... Rama paling suka sama sayur sop sama perkedel kentang..." jawab Ambu menyarankan ,aku mengangguk lalu meraih dan mengambilnya menaruhnya ke dalam piring makan siang Rama
" perlu dipakein celemek makan ???" godaku dan Nia tertawa ,
" ga perlu ...biarin belepotan biar dibersihin kamu...." niatnya aku ingin menggoda Rama si depan tapi malah berbalik aku sendiri yg malu...memang melawan makhluk Tuhan tampan yg satu ini tidak akan pernah menang....
Nia??jangan ditanya ia sudah memasang wajah mual melihat kegombalan kakanya
tiap suapan kuberikan sampai habis ....
__ADS_1
" enak...." ucapnya
" ini kan masakan ambu...."
" iya masakan ambu memang enak terus ditambah disuapin kamu pake cinta...bertambah enaknya..."
" hadeuhhh hareudang ihhh...." Nia akhirnya menyerah ia lalu beranjak pergi
" ihhh lebay..." aku mengambilkan minum dan obat.
" next ...kamu yg masakin buat aku..." ucapnya
aku menunduk menyembunyikan rona merah di pipi come on Ra....jangan semurah itu ....
" cie merah pipinya..."
" assalamualaikum....!!!"
selalu saja datang di waktu yg kurang tepat namun ada yg aneh Gilang dan Vina selalu nampak bersamaan ,tidak biasanya yg selalu menampilkan mereka yg seperti Tom and Jerry,ada apa ini ???
" wa'alaikumsalam...."
" Ram... gimana sekarang???udah mendingan ???"
" mendingan dong ,kan ada dokternya..." tunjuk Gilang ke arahku
"gimana pasar ,aman??" tanya Rama membetulkan posisi duduknya.
" aman ,biasa lah anak bu Wati tuh titip salam Ram...." kekeh Gilang sembari menatap ke arahku ,mataku langsung menajam menatap Rama
" cihhh..." Rama melempar bantal sofa kearah Gilang yg duduk di sofa lainnya bersama Bayu, Ridwan, Vina dan Rika...
" siapa anak bu Wati??" tanyaku
" ooo...... Lang ente pake disebutin lagi ....perang dong..." ujar Bayu menggoda
hatiku mulai tak nyaman ,sekalipun hanya candaan tetap saja wajib kuwaspadai,,,,aku tak mau Rama dihinggapi ulat ulat keket,yang mengancam hubungan ku dan Rama.... katakanlah aku mulai menjadi seorang pencemburu ,cemburu lah dengan elegan Nara .... tunjukkan pesonamu ,tunjukkan pada dunia kalau Rama milikmu dan patut untuk dipertahankan....!!!
aku memaklumi ,,,,Rama memang tampan, keren,humoris,lumayan agamis,baik,anak sholeh ,setia kawan,tidak sombong dan yg pasti ia menghargai seorang perempuan maka pantaslah dengan semua yg ia miliki banyak kaum hawa yg akan tertarik dan mengejarnya ,hemmm....hak milik harus dipertahankan....ada kalanya Rama yg berusaha mempertahankan ku ada kalanya aku yg harus mempertahankannya.
" bukan siapa-siapa, Ra...cuman anak pedagang sayur...yg sering bantu ibunya di pasar..." segera Rama menjawab sebelum teman temannya menjawab ditambahi dengan bubuk bubuk mesiu pemantik api...
Gilang dan kedua lainnya tertawa melihat tingkah Rama yg takut aku salah paham ,inilah senjata baru mereka kalau seandainya Rama sewaktu-waktu berubah menyebalkan.
" katanya bilangin aa Rama cepet sembuh alias get well soon....apa perlu Siti tengokin??" gaya bicara Ridwan dibuat segemulai mungkin ,ada letupan letupan kesal di dalam dada ,tapi aku tak mau menunjukkan nya mungkin itu artinya rasa sayangku untuk Rama memang benar adanya ....
.
.
.
.
cinta itu bukan perasaan yang datang lalu berlalu.cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu,cinta tidak ditanam tapi tumbuh dengan sendirinya
begitupun perasaan ku untuk Rama , perasaan ku tumbuh bukan karena siapa diri Rama atau apa yg ada di dirinya , melainkan apa yang terjadi saat aku bersamanya......
.
.
.
.
guysss mampir juga ya ke cerita ku yg lain ,sambil nunggu update an Rana , Rama Nara..... menceritakan tentang seorang gadis SMA yg tiba-tiba dijodohkan dengan pria berumur anak sahabat orangtuanya yg memiliki sifat dingin,dan kaku , penasaran cek aja yuuu....
__ADS_1