
happy reading all 😍
bismillah
ketikan dan gesekan telapak jari pada laptop mengganti warna background sebuah desain
" drrttt...."
" drrttt....."
" assalamualaikum..."
(..)
" oke bang ,gue kabari anak-anak terus otewe kesana sekarang..." Rama menutup sambungan telfon,dan bergegas mematikan laptopnya.
" bro..!!mamen.. !!kerjaan gue dah beres udah gue kirim ke email loe, tinggal eksekusi ,besok gue minta cuti sama pak Hermawan...." ucap Rama menjelaskan pada teman satu ruangannya.
"oke , Ram...mau kemana sih ???kalo honeymoon masa cepet banget cuma sehari doang kapan jadi baby nya kalo gitu.." goda Damar , Rama hanya tersenyum menanggapi nya
" biasa lah istri minta ditemenin nyari udara seger..." kelakar Rama ,sambil bersalaman ala gentlemen pada keempat teman satu ruangannya
" hati hati bro...salam buat istri...." ucap Damar
" salam salam ... laki nya tuh...." tegur Candra
" maksud gue istri sama keluarga di rumah..." Damar meringis
Rama keluar dan menuruni tangga sambil tangannya berkutat dengan ponsel
" Lang ...basecamp...!!"
" loh Ri .., Kristin sama Nara mana ??" tanya bang Akhsan .
Maria yg baru saja keluar dari kamar karena tertidur menjadi bingung sendiri " hah ???" ia mengernyit tak mengerti
" ga salah loe nanyain Nara sama gue ??loe kan abang nya !!"sarkas Maria
" tadi kata Kristin loe nyuruh dia mindahin kotak ke mobil di parkiran ,dan dia minta bantuan Nara , Kristin bilang disuruh loe ....." jawab bang Akhsan
" apa ???kotak apa ???nyuruh siapa ???gue dari tadi tidur ,san...." jawab Maria menyangkal
" Miftah..!!!!!" pekik bang Akhsan
laki laki dingin itu keluar dari kamarnya " Kristin...!!!dia orangnya ...!! "
" sial...dia bawa adek gue kemana ....???" kepalan tangan kekar milik abang tembok Berlin menghantam dinding yg tak bersalah beberapa kali,hingga menimbulkan bekas kemerahan.
" yang..udah sabar dulu...jangan gegabah jangan ribut juga nanti anak anak yg lain denger berabe...." ka Annisa meraih tangan bang Akhsan dan mengusapnya.
" loe udah telfon Rama???" tanya Miftah, bang Akhsan mengangguk
" jadi dia make nama loe ,Ri..." ucap kang Miftah
" ini ada apa sih...? gue ga paham.. sueerrr..." Maria tampak kebingungan.
flashback cerita
dua hari setelah menikah dengan Nara , Rama mendengar informasi dari Gilang kalau Kenzi sudah keluar dari penjara karena statusnya yg merupakan anak di bawah umur dan itu pun hanya berselang beberapa bulan setelah penangkapan nya waktu itu, dengan bantuan uang pelicin , Kenzi berhasil keluar ,bebas bersyarat....ditambah riwayat penyakit mentalnya .
__ADS_1
saat itu juga Rama sering mendapatkan kiriman foto kegiatan Nara di kampus dengan caption milikku... Rama meminta bantuan kang Miftah dan bang Akhsan untuk menangani ini ,karena memang pelaku mengerucut di area kampus ,salah satunya kegiatan senat yg memang hanya diikuti calon dan anggota senat saja....
" Ri..." kang Miftah menceritakan semuanya membuat Maria menutup mulutnya kaget
" ga nyangka gue... Kenzi adeknya Kristin kah ???"
selama ini mereka pun baru tau kalau Kenzi adalah adik Kristin ,karena setau mereka Kristin memang memiliki adik seumuran Nara tapi tak tau siapa...
" Ri...loe bisa bantu kita kan Ri???" tanya bang Akhsan ,
" sebentar lagi Rama datang ...." tambah bang Akhsan , Maria mengangguk,tak percaya teman yg selama ini dekat dengannya nekat melakukan hal seperti ini
Rama sudah tancap gas seperti orang kesetanan bersama dengan Gilang, Ridwan dan Bayu menyusuri jalanan menjauhi hiruk pikuk kota Bandung...hanya satu dipikirannya adalah perempuan yang selalu menjadi tempatnya untuk pulang.., perempuan yg selalu membuatnya rindu.... perempuan yg selalu menjadi alasannya untuk tetap bertahan dalam keadaan sesulit apapun,tak ada senyuman khas Rama saat ini , senyuman dimana keisengan dan kehangatan yg ditularkan, salah Kenzi sudah mencoba bermain main dengannya ,mungkin satu kali dia masih bisa memaafkan tapi kali ini tak ada ampun lagi.....
jaket kebesarannya yg selalu dipakai sejak jaman ia menjadi seorang berandal dulu menemani aksinya ' kembali ' malam ini ...... jaket legend...yg sudah menemaninya bertahun-tahun saat di jalanan menjadi seorang berandal.... bersama yg lain termasuk kang Miftah....
mereka turun tepat di halaman belakang villa ,setelah menitipkan acara pada Satria dan yg lain, Miftah dan Akhsan menunggu Rama cs bersama Maria... sedangkan Annisa bersama Satria mengurus acara....
" dimana Nara bang ???" tanya Rama yg matanya sudah memerah oleh kemelut amarah .
" sabar Ram... Maria bakal ngasih kita petunjuk ke villa milik keluarga Kristin,gue yakin Nara disana mengingat Kristin tidak membawa barang-barang miliknya...." jelas kang Miftah
" Nara pasti baik baik aja , Ram..gue yakin adek gue ga selemah itu..." tepukan bang Akhsan tidak memberikan sedikit pun ketenangan untuk Rama.
mimin POV end
" hehh.." aku mendengus sambil menggelengkan kepalaku
" kenapa kebaikan gue selalu bikin gue apes sih..." kali ini aku benar benar membenci menjadi seorang penolong...
" Narasheila.....nama yg cukup indah ,dan semenjak kenal loe bipolar yg Kenzi miliki bisa terkontrol, tapi kabar buruknya itu ga lama kondisi bipolar nya malah semakin memburuk karena loe pacaran sama Rama...sampai dengan teganya kalian jeblosin Kenzi ke penjara... untungnya om gue bisa keluarin Kenzi..."
villa yg cukup besar ini ternyata milik keluarga Kristin dan Kenzi ,bodohnya aku... sempat dulu aku mengenalnya yahhh...dia wajahnya seperti kukenal dan tak asing buatku, dia bukan ka Maria tapi dialah ka Kristin orang di samping ka Maria , ternyata villa ini juga lah tempat tujuan kemana Kenzi akan membawaku dulu sebelum Rama dan yang lain datang menggagalkan rencananya,di dinding sana terpampang wajah keluarga bahagia sepasang orangtua dan sepasang anak laki-laki dan perempuan....
" loe tau bokap gue gagal nyaleg...dan dia sedikit depresi karena jumlah pengeluaran yg dipakai untuk kampanye tak kembali...."
" gila...!!! anak kecil kaya loe..udah berhasil ngobrak ngabrik keluarga gue...." rautnya berubah menjadi marah
" gue marah sama loe...gue marah sama Rama... apalagi saat Kenzi tau loe sama Rama udah merit....dia semakin terpukul , bipolar nya semakin tak terkontrol dengan intensitas yg sering....."
mataku hanya mengikuti arah kemana Kristin bicara sambil meluapkan kekesalannya
" terus sekarang dengan kaya gini loe bisa ngubah keadaan...???" tanyaku
" bukan gue yg harus ngubah keadaan tapi loe....loe yg harus bantu adek gue membaik ...." ucapnya mendekat
sumpah baru kali ini gue enek liat muka seseorang walaupun dia good looking... meningan gue liatin pan*ta*t kebo.....
" kalau memang gue mampu gue bakal lakuin ,ka...buat bantu orang kenapa ngga ??iya kan???" ucapku mencoba sabar kali aja hati dia seluas samudera ...
" loe mampu ko....!! Kenzi sudah berada di bawah...loe tinggal ikut sama dia pergi dari Bandung,temani Kenzi ,jadilah pendamping nya..." jawab Kristin enteng
" apa ????loe kalo mau ngelawak mening daftar aja ka !!" tawaku meremehkan,tak habis pikir dengan ucapannya
" gue meningan mampossss daripada harus ninggalin Rama..." pekikku lantang , memancing amarahnya
ceklek...
di tengah perdebatan ku dan Kristin, akhirnya sosok yg menjadi biang keroknya datang
__ADS_1
" Nara !!!" senyumnya mengembang , namun tak lama ia kembali merengut
" loe jahat Ra...!!!" aku mengerutkan dahi secepat itu ekspresi nya berubah
" ga usah deket deket sama gue....!!!" pekik ku
dalam hati semua rapalan do'a sudah kulafalkan ,sampai do'a sapu jagat saja kubaca , termasuk do'a masuk kamar mandi..kali aja mereka berdua ini jahat karena kemasukan syaitan toilet karena sebelum masuk kamar mandi tak pernah membaca do'a
" sebentar lagi kita bakal berangkat Ra...kata ka Kristin loe ikut gue ke Palangkaraya, Ra...." jelas Kenzi dengan ekspresi senang....
mataku membola "gue ga mau...!!!! Kenzi...loe harus terima kenyataan kalo gue udah sama Rama...please gue mohon carilah perempuan yg lain, jangan gue,gue masih terlalu banyak kekurangan Ken...."
" apa sih yang loe liat dari cowok berandal macam dia..???" tanya Kenzi..
" ini bukan masalah apa yg Rama miliki ataupun apa kelebihannya...tapi ini soal perasaan...." jawabku menitikkan air mata ..astaga ....aku sedih mengingat Rama, terakhir kali aku memeluknya ada rasa takut untuk berpisah...apa sekarang dia tau kalau aku dibawa kesini ??? biasanya jam segini Rama baru pulang dan aku sedang menyiapkan baju gantinya apa bang Akhsan dan kang Miftah menyadari kalau aku tak ada???
" apa loe ga tau bagaimana masa lalu Miftah dan Rama ???" tanya Kristin...
" mereka berandal jalanan ....loe tau Ra...temen gue Mutia adalah perempuan yang baik, periang kaya loe...persis kaya loe....!!!" Kristin mulai menitikkan air matanya ,ada kesedihan yg mendalam ia membuka sebuah laci dan mengambil sebuah foto berfigura menampilkan 3 orang gadis berangkulan
" itu gue, Maria dan Mutia...." Kristin melongok melihat ke dalam jendela ,matanya memandang lurus ke depan namun tatapannya kosong...
" berawal dari hukuman yg diterima Mutia untuk merayu salah seorang calon anggota mahasiswa lainnya ,dan dia adalah Miftah... hubungan mereka berlanjut sampai pacaran mereka saling suka,sayang dan cinta ,sampai kejadian tragis menimpa Mutia... dunia Miftah lah yg merenggut sahabat gue.. Ra...!!!dulu Miftah berandal dan memiliki banyak musuh... mereka menyerang Mutia sebagai titik kelemahan Miftah... Mutia pulang sendiri karena memang kami ada perkumpulan senat , Mutia tidak mengikuti kegiatan BEM karena memang dia malas dengan kegiatan semacam ini baginya lebih baik diam, duduk di rumah atau tidur ...." Kristin menitikkan air mata , begitupun aku yg ikut larut
ihh be*go kenapa gue jadi mewek sihhh.....
" dia di begal di jalan ,disiksa secara brutal setelah sebelumnya apa yg mereka lakukan mereka kirim pada Miftah , akhirnya Mutia dibawa ke RS tapi Tuhan lebih menyayangi nya belum sempat mendapatkan perawatan,dia sudah menghadap sang kuasa...." Kristin sesenggukan ,
" tapi Rama ga akan membiarkan itu terjadi sama gue ka..." sanggah ku.
aku baru paham inilah maksud Rama selama ini posesif padaku semenjak SMA....
" hemmmm,apa Rama adalah Tuhan ???" tanya Kenzi
" buktinya saja saat ini kamu ada denganku Ra!! " senyum smirk menyungging dari Kenzi ...
" lantas apa kalian menyalahkan ka Miftah ???ini udah jadi garisan takdir Mutia, ka ..." ucapku
" Mutia tidak akan meninggal kalau tidak mengenal ataupun berhubungan dengan Miftah....!!!!" pekik Kristin lebih kencang
" apa kalian melakukan semua ini karena itu ???" tanya ku
" tujuanku memang ingin menyakiti Miftah lewat loe dan Rama, Ra .....juga alasan terbesar gue memang adik tersayang gue, Kenzi ....yang hanya bisa bahagia kalau sama loe..." jelas Kristin
loe bahagia tapi gue engga....!!!!!
" pasukan pahlawan kesiangan loe dateng..." tunjuk ka Kristin dengan dagunya keluar jendela
aku berbinar senang...namun belum aku melihat Kenzi menarikku untuk menjauh...dari jendela
" Rama....!!!!!!aku disini....!!!!" aku berteriak sekencangnya
Rama dan yg lain tercekat mendengar pekikan ku yg samar
" Nara..." gumamnya keras ,ia berlari menuju ke dalam...
" rupanya dia bawa pasukan dan Maria..." senyum Kristin,ia menyugar poni belah tengahnya ....
" Ken...tenang aja kita sedikit bermain dulu disini..." ucap Kristin menakutkan, astaga dragon ngga kaka ngga adek sama sama gilanya....
__ADS_1
sorry gengs...mimin baru up soalnya hari ini banyak kondangan.... ditambah kondisi mimin lagi sedikit kurang fit....🙂🙂