
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
disinilah aku sekarang, Rama menjadi suami jahat hari ini hanya sekedar menjadi pemandu sorak saja dengan sesekali menertawakan ku di pinggir lapang benar-benar suami panutan , kebetulan sekali hari ini Rama libur ,sepulang kuliah ia langsung meluncur menemani ku yg sedang mengikuti acara kegiatan senat di kampus ...bila memang ada waktu kami selalu saling meluangkan waktu untuk menemani satu sama lain....
hoddie hitam, pad topi yg di arahkan ke belakang ditambah aksesoris anting ,sukses membuat para anggota senat perempuan yg tidak mengetahui kalo Rama bukanlah mahasiswa kampus ini bertanya tanya siapakah gerangan wahai laki laki kece??? karena yg mereka tau kang Miftah mengenalkan Rama adalah adiknya.
aku memutar bola mata jengah ,,,," pesonamu wahai suamiku... berlebihan !!!,lihatlah para cacing cacing yg kurang tanah lumpur itu...." batinku seraya menggembungkan pipi meratapi nasib, bagaimana tidak ,dia enak enakan duduk bersama kang Miftah dan bang Akhsan sedangkan aku malah tengah mengap mengap bersama anggota senat junior lainnya disuruh lari untung saja dulu aku adalah atlit lari di komplek ....hanya beberapa yg tau kalau aku dan Rama adalah pasangan suami istri ,atau lebih tepatnya aku sudah menikah ..setau mereka aku masih lajang
" berasa jadi coboy junior saja mereka ...cihhh..." gerutuku
" coboy junior tuh berempat, Ra..." jawab Airin yg berada di sampingku
" iya tinggal ditambahin si bang..sat..saja pas kan..." aku mengusap peluhku dengan jas almamater kampus...
" panas....!!!!" ucapku tentu saja di tengah-tengah hari yg terik ditambah melihat pemandangan yg oh..no...!!!mata mata gadis ganjen dengan enak enaknya memandangi ke arah para ayam kampus itu
" apanya Ra....yg panas ???" tanya Airin polos...
" badan gue...!!!" sarkasku ,tanganku merogoh saku mengambil karet gelang mengikat rambutku mencepolnya keatas lalu membuka almamater dan menyimpannya di pinggiran lapang
" Ra...mau dimarahin ka Maria loe??" tanya Airin
" sayang Rin.. takut kotor besok kan dipake lagi ,lagian juga ga nyaman lari tengah siang bolong pake jas...udah kaya lagi kawin lari ...." jawabku yg kembali lari
" hey kamu...!!" tunjuk ka Maria padaku,emang dasar saja dari awal ka Maria memang tidak menyukaiku entah apa alasannya mungkin karena aku yg sudah bisa menyainginya menjadi primadona kampus...
semua mata menoleh padaku termasuk trio ubur-ubur itu, bang Akhsan dan Rama sedikit bereaksi
" saya ka ??" tunjukku pada diriku sendiri...
" iya kamu ...!!emang saya nunjuk siapa ???"
" san.. sorry ya..kita disini bersikap adil...fair !!ga liat hubungan atau apapun..." pekik Maria mengingatkan ,aku mengkode dengan lambaian tangan untuk menyuruh bang Akhsan dan Rama stay cool saja...
" oke ...kenapa ka ??apa ada yg salah ???" tanyaku mendekat
" iya lah...loe ga liat yg lain pada pake almamater, loe sendiri malah dibuka..mau dibilang seksi???" aku mengernyitkan dahi melihat sikap arogannya,jangan sebut aku istri seorang Rama bila hanya kerikil kecil saja tak bisa kuhadapi
" oke .. terimakasih kalo memang kaka mengakui saya memang seksi,suatu kebanggaan buat saya..." jawabku
" pfffttt..." sebagian dari mereka menahan tawanya ,tak ada yg berani mendebat Maria selama ini karena dialah miss wanna be selama beberapa taun ke belakang rupanya si mirror ratu ibu tiri sudah di pihakku
" wah...wah...perang dunia ke tiga nih..bakal seru..." Satria membenarkan posisinya mencari posisi yang enak ....
" istri loe.. Ram...,adek loe san..." tambahnya dengan tatapan mata yang tetap fokus pada perdebatan ku dan ka Maria seakan tak mau kehilangan barang sedetik saja moment langka ini
" apa mesti gue pisahin ??" tanya bang Akhsan
" jangan ,san...kita lihat gelagat diantara semua anggota senat dengan munculnya Nara ..siapa saja yg akan mendekati Nara ,jadi pencarian kita bisa lebih mengerucut...."
" hadeuhhhh boncel..boncel...ga dimana mana...loe selalu aja naik podium..." adu bang Akhsan.., sedangkan Rama tertawa " istri gue bang..."
__ADS_1
" sebaiknya status Nara dan Rama juga tetap seperti ini saja...kalau sampai bocor keluar dan menyebar berarti diantara kita yg dekat dengan Nara dan Rama bisa jadi bersekongkol..."jelas kang Miftah...
" oke bang..tapi kalo sampe Nara kenapa-napa gue ga tinggal diam..." jawab Rama..auranya bahkan lebih dingin dari kang Miftah ....
" selow atuh Ram....!!!" jawab kang Miftah...sambil menepuk bahu Rama.
" loe...ihhh...." Maria membuang arah telunjuknya " kalo loe bukan adeknya Akhsan ,udah...gue jambak ... sebaiknya jaga sikap loe..."
" oh...ya udah kalo itu bisa bikin kaka lega ayo deh..." aku membuka ikatan rambutku hingga rambut panjang sepinggang ku yg Curly terburai kembali
" ehh malah nantangin ni bocah..." ucap seorang teman Maria bernama Kristin...
" elo...!!!loe gue hukum ...!!!" pekik ka Maria yg sudah jengkel karena tak bisa membalas...
" sini ikut gue..." ajaknya tersenyum jahat
" gue tau loe bisa main gitar...tapi gue mau nyuruh loe buat rayu tuh ketua senat sampe bisa ngasih saweran plus pake lagu sendu..." ia tau kalau aku tidal terlalu menyukai kang Miftah ditambah sifat dingin kang Miftah yg membuat semua orang bergidik ngeri
aku membulatkan mata mendengar kata itu masalahnya bukanlah hukumannya tapi pada siapa aku harus melakukannya...
" gilaa...!!!ga mau gue...!!" refleksku ,tapi Maria menarikku ke depan lalu memberikan sebuah gitar dan menarikku ke depan trio kwek-kwek
" ada apa...??" tanya kang Miftah yg mewakili rasa penasaran yg lain... termasuk Rama ,yang benar saja non...loe nyuruh gue rayu laki laki lain di depan suami gue sendiri....
" mif...gue mau hukum nih bocah ,karena udah ngelanggar peraturan..." jelasnya melirik bang Akhsan " sorry ya san...adek loe gue hukum..." diangguki bang Akhsan
" emang Nara salah apa ??" celetuk Rama lalu berdehem melihat semua tatapan orang lain pada adeknya Miftah ini karena menyebut namaku...
kenapa hanya ka Maria cs saja yg tak tau kalau Rama sering mengantar jemputku kesini...
" dia lepas almamater... terlalu so pamer...dan belagu.." ucapnya melebih lebihkan.
aku tak terima disebut seperti itu " bang...!!" namun mulutku tertahan lalu menunduk
" oke...!!" pasrahku
" oke...kalau memang dia salah loe hukum tapi harus sesuai dan ga melanggar aturan.." ucap kanh Miftah
" nih...gitar loe.. sekalian nih topi , gue pinjem punya Andri pake biar kaya pengamen beneran ...." ucapnya
aku meraih dengan ragu " ka ..bisa ganti ga sih orangnya ilahhhh...jangan kang Miftah juga.." ketusku
" dihukum ko milih milih..." jawab Maria " ayo cepetan!!!mau cepet selesai ga...??' tanya nya suerrr wajahnya sudah seperti ibu si bawang merah
aku kembali menoleh pada Maria " ka..kalo pacar gue liat gimana ??kalo gue ntr diputusin gimana ??" tanyaku polos membuat semuanya tersenyum geli..
" bodo...!!itu urusan loe..." ucap Maria
aku menggaruk kepala tak gatal " ka ..."
" apa lagi sih???cepetan elah lagian juga Miftah ga akan langsung terpesona sama loe..." jawab Maria sambil melotot ,semuanya tercekat mendengar pengakuan Maria .
" gleukkk...!!!" mataku sudah melirik lirik Rama yg menyipitkan matanya seolah-olah berkata " siap siap dihukum di rumah , Ra..." mataku beralih pada bang Akhsan yang mengulum bibir berkata " hayoo loe Ra...." dan beralih pada kang Miftah dengan wajah datarnya tanpa ekspresi...
" cepet...!!!"
" mau nunggu sampe kucing beranak ayam loe...!!!" bentaknya
aku menghela nafas...sambil membenarkan topi milik ka Andri mengarahkan pad nya ke belakang seperti arahan Maria agar terlihat seperti pengamen asli, walau dari sudut manapun aku terlihat makin kece malah...
" sorry ya kang ,aku cuma mau ikut ngamen aja ,disuruh rayu kang Miftah sama ka Maria...satu lagi ntar aku minta disawer ya buat beli es krim.." ijinku ,yg lain tertawa terlebih-lebih anggota senat yg menjadikan ini sebagai tontonan asik ,aku melirik Rama penuh penyesalan,kang Miftah terlihat terkejut dengan tindakanku
" maaf.." gumamku
aku memetik senar gitar lalu mulai bernyanyi
jujur saja ku tak mampu
hilangkan wajahmu di hatiku
meski malam mengganggu
__ADS_1
hilangkan senyummu di mataku
kusadari aku cinta padamu
meski ku bukan yang pertama di hatimu
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintaku yg terbaik
jujur saja ku tak mampu
tuk pergi menjauh darimu
meski hatiku ragu
kau tak disampingku setiap waktu
kusadari aku cinta padamu
by Cassandra ~ cinta terbaik
raut wajah kang Miftah berubah seketika seperti ada kesedihan dan luka mendalam di sana...padahal aku menyanyikan ini dengan sesekali melirik Rama karena memang aku menyanyikannya sepenuh hati untuk suamiku ,semua bertepuk tangan malahan ada yg meneriakiku
" cieee.....!!!" pekik mereka
kang Miftah merogoh saku dan mengeluarkan uang birunya memberikannya padaku lalu pergi menarik tangan ka Maria menjauh dengan raut kesal ,aku tersenyum senang mendapat saweran,,, lumayan buat balikin uang jajan yg kupakai menyogok Nia...
" seneng loe dasar mata duitan..." ucap bang Akhsan ,kami cukup kaget dengan sikap kang Miftah yg seolah tak suka..aku mendekat pada Rama dan bang Akhsan " kenapa sih?? sensi bener !! lagian Nara juga ga serius nyanyi buat dia"
" ga apa-apa..." Rama mengusap rambutku " yg harusnya kamu khawatirin itu aku, Ra..udah keluar asep nih dari tadi saking cemburu..." jawab Rama
" ya maaf , Ram..ini juga gegara disuruh tuh si nene lampir..." tunjukku dengan dagu ke arah perginya Maria...
" it's okey sayang..."
" lumayan buat nambah nambah beli baso..." aku melihat uang tadi..
" ahhh dasar...ya udah Ram..bawa Nara pulang deh..!! acaranya juga udah selesai ko.." ucap bang Akhsan kami mengangguk
" yu...sayang... giliran aku yg sekarang hukum kamu.." kekeh Rama...
di tempat lain
" apa maksud loe nyuruh Nara buat bersikap seperti Mutia ???" tanya kang Miftah tajam
" gue cuma mau bikin loe kembali kaya dulu mif...saat Mutia masih ada..gue pikir Nara mirip seperti dia..dan gue rasa Nara cocok buat gantiin posisi Mutia..udah saatnya loe move on,mif...." pekik Maria
" siapapun itu ga akan bisa gantiin Mutia ,ria ....!!!"
"bisa...kalo loe buka diri dan mata loe..liat Nara mirip persis kaya Mutia...cewek kaya gitu kan yang loe suka???"
" Nara itu tunangan adek gue Rama..!!!!"
Maria tercekat mendengar itu ," apa ???!!!"
dari balik tembok seseorang tengah menguping dengan senyuman smirknya " saat semua sibuk menyorot Maria, maka mereka lengah sama loe Nara..kita tunggu tanggal mainnya..."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
kita munculin masalahnya satu persatu ya guys biar pada penasaran....stay tune ya... jangan lupa tinggalkan jejak....