
Hay hay gengs !!! masih simpan aa sama neng ngga? maaf baru hadir kembali. Sejujurnya mimin pun kangen sama keluarga absurd ini.
****************
Beberapa bahan kue sudah berada di meja dapur, hari ini jika tak ada aral melintang, rencananya sih..mau bikin kue, hasil jiplak resep dari mamah.
"Mboy mau kue??!" ku bungkukkan kepala, seraya mencium pipi gemoy bujangku. Lihatlah rambut yang bergaya spike, sudah seperti sikat gigi kalo kata ambu, jika balon berada di atasnya auto meletus. Pekerjaan siapa lagi kalo bukan si superhero wanna be ku Ramadhan Restu.
"Mboy tunggu sini ya, laki laki itu tugasnya liatin aja sama nyicip !" ucapku mendudukkan Azka di kursi bayinya. Azka mengangguk seraya tertawa dan belajar mengoceh.
"Mama...dadadaaa..."
"Assalamualaikum wahai belahan jiwa !" ucapnya mengecup pipiku dan pipi Azka.
"Hey ma'bruh...my son !" ucapnya, Azka dengan antusias menyambut laki laki dengan gelar daddy bolo bolo.
"A, kalo ngomong yang bener kenapa sih !" acakku di rambutnya.
"Sayangku, cintaku, belahan jiwa aa, istri kesayangan aa, mau bikin apa..masa iya anak daddy mau diajakin main masak masakan, yank !" peluknya.
"Sayangkuh, cintaku, belahan dompetku, aku mau bikin bolu pisang !" jawabku.
"Ahh itu mah biasa," jawabnya.
"Terus aa maunya apa?!" tanyaku.
"Aku mah maunya makan kamu aja, ga mau yang lain lain, cukup kamu aja !" jawabnya.
"Aduh kelilipan !" jawabku saat ia mengedipkan sebelah matanya.
Aku mulai menuangkan mentega, telur dan gula. Sedangkan Rama, sudah asyik duduk di samping Azka, seraya mengajak anaknya berbincang. Sesekali aku tertawa mendengar ocehan konyol suami konyolku.
"Mboy, nanti kalo udah gede belajar balapan ya nak ! biar keren, belajar juga main gitar, biar bisa memikat cewek ! belajar juga baca syair, biar bisa gombalin cewek !" ucapnya, Azka hanya melongo dibuatnya, mungkin pikirnya, bapak gue bilang apa sih ?!
"Aa, nanti kalo ga gagal..aku mau kasih taster buat Vina, katanya mau coba buat !" ucapku.
"Iya boleh, nanti kalo abis dan enak kita tagih udahnya !" jawabnya.
"Cih..!"
"Aa, bentar titip dulu..aku ke toilet bentar !" pesanku, ia mengangguk.
"Jangan lama lama yank ! nanti aku rindu !!" pekiknya.
Setelah beberapa menit, karena saat keluar dari kamar mandi, Nia mengajakku mengobrol.
"Astaga ya Allah !!!" ucapku terkejut.
"Aa !! ini kenapa mboy jadi putih putih gini ?!!" tanyaku tak tau harus bilang apa. Wajah Azka dipenuhi terigu, antara kesal, marah, dan ingin tertawa, aku hanya menghela frustasi sambil menggaruk kepalaku tak gatal.
"Lagi bedakan katanya yank, mau ketemu para selir !" jawabnya enteng.
"Aa, itu terigunya tumpah tumpah ! mau dibikin kue !" beberapa kali aku meloloskan nafas lelah.
"Berani kotor itu baik yank !" jawabnya.
Aku mengambil tissue basah dan mengelap wajah Azka yang malah tertawa.
"Udah kaya kue mochie, a putih putih gini !" omelku. Azka tertawa senang, sudah berhasil mengacak ngacak salah satu bahan untuk kue ku.
"Cup, " kecupnya basah di pipiku dari arah belakang, tangan kekar ini juga memelukku.
__ADS_1
"Bunda jangan marah ya, pengalaman adalah guru terbaik,"
"Apa pengajarannya?" tanyaku.
"Kalo ngacak acak terigu pas mau dibikin kue, auto dimarahin bunda !" jawab Rama. Aku gemas bukan main, semua orang juga tau, sudah pasti akan marah, ga perlu di praktekin juga. Benar kata ambu, sejak mengenal Rama, orang memang berubah jadi sholeh, buktinya aku jadi banyak banyak ngucap istighfar.
"Yuu mboy !! kita naek ngeng..ngeng aja !" Rama menggendong anaknya ke halaman belakang.
Memasukkan mboy ke dalam mainan motor motorannya. Lalu mendorong sambil memegangnya, Azka ku tergelak, saat Rama dengan sengaja melakukan adegan adegan tikungan tajam berbahaya.
"Aa !! awas anaknya jatoh ihh !" kesalku.
"Ngenggg !! di depan ada tikungan boy, ada cewek sexy berenti dulu !" ucapnya menghentikan laju mainan motor.
"Dasar bapak ga ada akhlak !" gumam Nia yang duduk di kursi di depanku.
"Teh, si aa ngajarin mboy ga bener !" omel Nia.
"Udah biasa, " jawabku.
"Semoga mboy tau mana yang bener mana yang engga, " jawabku terkekeh, meskipun itu imposibble, aku tau buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, tapi please cukup sholeh dan kerennya aja, jangan konyolnya.
"Teh, jadi liburan ngajak ambu sama abah, ke Pangandaran?" tanya Nia.
"Jadi kayanya, tunggu aa aja ! " jawabku seraya terus mengocok adonan kue.
Aku dan Nia ikut tertawa mendengar suara gelak tawa Azka yang menggemaskan.
"Itu anaknya diapain sih teh? ko curiga?!" tanya Nia.
"Ga tau," jawabku.
Nia melirik ke arah pintu dapur menuju halaman belakang, melihat interaksi ayah dan anak itu, Rama tengah menepuk tangannya dan terdengar suara pletok..Cplukk !! dari dedaunan yang berada diatas tangannya yang dibulatkan. Hanya dengan hal sederhana itu, anak mantan panglima perang itu tertawa.
"Kenapa?!"
"Cuma denger daun sobek aja ketawa !" jawab Nia.
Sekitar 1 jam lebih selesai sudah, bolu pisang pun sesuai ekspektasi.
"Udah sore mandi dulu ahh !" jawabku, melihat Rama dan mboy tertidur di sofa tengah, mereka bermain sampai ketiduran.
Ambu baru pulang dari pengajian rutin, langkahnya melewati halaman belakang. Akhir akhir ini, mertua tersayangku sedang menggilai tanaman, yang sedang viral di kalangan pecinta tanaman.
"Astagfirullah !! neng !!!" panggilnya berteriak, sontak saja aku langsung berlari ke arah luar bersama Nia.
"Kenapa mbu, ada apa?" tanya ku dan Nia.
"Ini kenapa janda bolong ambu jadi botak gini??! pada kemana??!" ucap ambu histeris.
Memang tanaman di pot berwarna putih dan corak gold ini hanya tinggal dahannya saja.
"Lah !! bukannya tadi pagi masih ada ya?!" tanyaku.
"Ya Allah neng, itu satu daunnya saja harganya 200-300 ribu !" jawabnya frustasi.
"Ya Allah, lumayan mahal mbu !" jawab Nia.
"Tadi pagi ada kuncup daun baru, totalnya jadi 10 daun !" jawab Ambu berkali kali memastikan bahwa tanamannya memang gundul.
Pagi, siang, sore mertuaku ini selalu bergelut dengan hobby barunya, mengelapi helaian demi helaian daun si janda bolong ini. Bahkan mungkin jika memungkinkan, nih si daun bakalan di pakein masker sama luluran.
__ADS_1
Nia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dan memicingkan mata. Sedangkan aku, mengusap usap punggung ibu mertuaku ini.
"Ambu, ini daun si janda itu kan?" tanya Nia membawa sehelai daun yang sudah sobek sobek.
"Iya !!! ini dia si jalong punya ambu !" ucap Ambu ngenes.
"Astaga !!" Nia baru teringat, sedetik kemudian ia tertawa.
"Kalo gitu pelakunya lagi pada bobo di ruang tengah !" jawab Nia.
"Siapa??!!! minta dipites ini mah ??!" ambu sudah berapi api.
Nia, aku dan ambu berjalan menuju ruang tengah.
"Tuh, dipake buat pepeletokan sama aa, biar anaknya anteng !"( pepeletokan\= bermain agar menghasilkan bunyi pletok, cplukk).
Aku tertawa, sekaligus meringis.
"Neng, bawa mboy !" ucap Ambu sudah mengeluarkan tanduknya. aku dengan segera menggendong mboy ku ke kamar.
"Aaaa !!!!" terdengar pekikan bundahara.
***********
"Abah !! janda bolong ambu dibikin pepeletokan sama aa !!" rengek ambu saat makan malam.
Rama hanya meringis sekaligus tertawa, "apa bagusnya atuh mbu, cuma daun aja !" jawab Rama enteng.
"Aa ga tau itu harganya lagi melambung, lagi viral !" jawab Nia.
"Satu pot itu bisa sampe 3 sampe 4 juta, a !" jawab ambu masih memelas.
"Ahh masa ! tuh di samping rumah pak Ranu banyak, di samping lapang bola ! pada di biarin aja, ga ada yang ngambil !" jawab Rama.
"Itu beda, a !!"
"Mana ambu udah bilang bilang punya janda bolong daunnya 10 !" jawab Ambu.
"Bilang aja sama ibu ibu, janda bolongnya udah ga bolong lagi, udah rapet !" jawab Rama. Abah ikut tertawa mendengar perdebatan ibu dan anak itu.
"Udah bagus lah janda bolongnya di rusak aa sama Azka, tidak boleh memuja muja sesuatu berlebihan selain Allah ! jawab abah diangguki Rama.
"Nih aa ganti pake kunci kamar hotel !" jawab Rama, menaruh ponselnya di depan ambu.
"Apa ini A?!" tanya ambu.
"Katanya ambu kangen laut, mau jenguk spongebob dan kawan kawan ! aa bisa nya ngajak ke Pangandaran aja yang deket, soalnya ga bisa libur lama lama, banyak kerjaan ! " jawab Rama.
"Alhamdulillah, asikk ambu mau ke pantai !" jawab mertuaku.
.
.
bunda Nara yang frustasi terigunya di acak acak
Asik bunda juga mau nemenin ambu liat spongebob dan kawan kawan
__ADS_1
Nih ambu pelaku yang rusak jalong ambu, sekaligus mau ngajak mantai