Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
om om nakal


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


mataku masih terjaga padahal sudah lewat waktu jam tidurku ,dentingan jam mengiringi kegelisahanku menunggu sang pujaan hati kembali,hingga hampir pukul setengah satu malam Rama belum juga kembali


flashback sebelum jam setengah satu dini hari..


author POV


" Rama....!!!"


matanya mengilat berbalik untung saja ia memiliki jaket dengan satu model yang sama satu lagi di rumah kalau tidak sudah pasti Nara yang selalu swing mood akhir akhir ini akan marah marah melihat jaket kebesarannya sobek terkena sabetan botol pecah pada bagian lengannya ,karena terkadang Nara menyuruhnya memakai jaket ini seharian kadang juga bisa sangat membenci jaket ini...apalagi saat melihat salah satu aktor film Indonesia yang pamflet dan wajahnya dimana mana sudah mengalahkan iklan sedot WC, filmnya bercerita kan tentang anak SMA seorang geng motor berlatar kan kota Bandung, memiliki kekasih pindahan dari Jakarta pula hanya saja bedanya mereka anak seorang tentara ,yang gombalannya sudah membumi jangan rindu...rindu itu berat biar aku saja.....


senyum smirk terpatri di wajah Rama yang sudah menggelap...tak ada kata kawan,ia menendang Raymond di bagian tulang rusuknya hingga terjengkang dan terjatuh,mendekat dan menginjak bagian lengannya mengambil dan membuang botol yang ujungnya terdapat cairan kental berwarna merah miliknya ,iya...! sebelum berhasil mengenai organ vital , Rama berbalik dan menangkis bahkan sempat terkena bogeman mentah dari orang yang sedang ia lawan ,namun ia berhasil bangkit dan menuntaskan keduanya dibantu salah seorang temannya lalu berbalik mengejar Raymond


da*rah yang mengucur tak ia hiraukan ,lebam di sekitar pipinya tak membuat nya meringis...luka itu mengembalikan sosok sang panglima perang/tempur ...


ia berjongkok seraya kakinya yang tetap menginjak lengan Raymond ,menekannya hingga Raymond memekik,ia mendaratkan kepalan tangannya dengan tenaga yang sudah diasah bertahun tahun pada bagian wajah dan dada Raymond hingga si lawan terbatuk-batuk ....


ia menarik kerah jaket dan kaos Raymond sampai si empunya terangkat dan mengikuti arahan cengkraman Rama,tak lama Rama membawanya ke tempat yang sedikit keluar dari arena perkelahian


" malam ini loe abis , Ray...! "Rama mengambil sebuah balok kayu menyeretnya ke arah Raymond yang masih merasakan sesak hendak melayangkan pukulan balok itu tepat menghantam kepala Raymond,namun sekelebat bayangan Nara dengan wajah menggemaskannya muncul dan meminta dia untuk segera kembali...hingga ia membelokkan arah balok tepat di bagian lutut Raymond,tak pernah ada kemenangan di dalam perkelahian ...jika saja balok itu ia layangkan pada kepala Raymond maka yang terjadi Raymond akan gegar otak atau bahkan meninggal saat itu juga tapi jika pada kakinya maka setidaknya Raymond akan kesulitan untuk kabur karena sebentar lagi pak Harto dan kawan kawan akan sampai di tkp...


" awww.....!!!!" pekik Raymond saat hantaman balok kayu tepat di lututnya


" gue masih punya hati dengan membiarkan o*tak udang loe untuk berkembang...dan memikirkan semua kesalahan loe...." Rama kembali menyeret Raymond dan menyatukan dengan kawan kawannya yang sudah di lumpuhkan oleh kawan kawannya .


suara sirine mobil polisi tiba di TKP ,setidaknya melihat masih ada beberapa orang yang berkelahi polisi menodongkan senjata api mereka ,pak Harto menghampiri Rama,dan kang Miftah di dekat bangunan rumah petak yang menjadi markas mereka


" pak sepertinya beberapa barang bukti ada di dalam ...." ucap Bayu,pak Harto mengangguk dan menggeledah setiap sudut ruangan ,tak lupa untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan mereka semua dibawa ke kantor polisi untuk melakukan tes urine,termasuk Rama dan kawan kawan...


" terimakasih, Rama.. Miftah...sudah membantu pihak kepolisian menangkap Raymond dan kawan kawan yang memang sudah menjadi target operasi,selain karena pengedaran obat terlarang,dan minuman keras tapi tindakan mereka sering meresahkan warga..." ucap pak Harto


" sama sama...pak..."


" kalau begitu kalian sudah boleh pulang ,besok saya akan memanggil untuk menjadi saksi " ucap pak Harto


" kalau begitu kami pamit ,pak.. selamat malam, assalamualaikum...." pamit mereka.


" malam... wa'alaikumsalam...."


" kang , sebaiknya loe pulang ke rumah gue dulu ,dengan keadaan begini papih loe pasti bakal ngamuk..." ucap Rama pada kang Miftah yang sama sama mendapat luka lebam


ia teringat ayah kang Miftah terkenal killer,dulu saja sering sekali kang Miftah pulang dengan luka lebam ,bahkan terluka yang ujung ujungnya Miftah dikirim ke luar kota di tengah tengah dusun yang terpencil bersama keluarga asisten rumah tangganya.


Miftah mengangguk ,,," yoi , Ram...kalo sampai kali ini ketauan gue tawuran lagi papih bakal kirim gue ke luar negri dan menetap disana...gue masih cinta Indonesia...."


" cinta Indonesia apa cinta ka Maria???" goda Bayu yang dihadiahi toyoran di kepalanya


Maria menjadi seorang mualaf...akhir akhir ini pula Miftah selalu membantu nya untuk mempelajari Islam...


author POV end


" Ram...itu luka loe bersiin dulu ,kalau ga mau diusir Nara..." ucap Gilang ,dikekehi Ridwan dan Bayu


" Rama...!!!!tidur di luar...!!" pekik Ridwan menirukan kalau aku ngambek...semua sontak tertawa, sedangkan Rama tersenyum sambil menggelengkan kepalanya membayangkan kalau itu sampai terjadi..


" gue kayanya di basecamp aja , Ram...gue takut ganggu Abah sama ambu..." ucap kang Miftah


" takut ganggu atau takut dijewer ambu ???" goda Ridwan

__ADS_1


" si*alan loe..." seru kang Miftah.


" Abah nitip pesen suruh pulang ke rumah katanya kalau sudah selesai..." ucap Rama


" tuh kang disuruh ke rumah Abah... katanya mau diguyur kaya dulu..." kekeh Gilang...


akhirnya setelah pamitan dengan anak anak lainnya ,kelima pemuda geng idaman emak emak readers ini menuju rumah Rama.


" eh...a Rama, Lang, Wan ,bay,kang pada dari mana ini malam malam baru pulang ??" tanya beberapa orang bapak bapak yang sedang melakukan ronda ,pada malam itu.


mesin motor mereka matikan saat berada beberapa rumah sebelum rumah ,mereka lebih memilih mendorongnya .


" hah..!!!" helaan nafas kasar Bayu " gaya sudah badboy ,sudah menumpas kejahatan dan nyikat beberapa orang ,giliran menghadapi abah saja yg tukang daging sampe rela dorong motor gini...ketua geng sama panglima perang nya saja k.o di tabok abah..." ratapan Abay yang sama sama mendorong motor seperti mereka


" bener pisan (banget) bay,,,miris ya...!!" Ridwan menggelengkan kepalanya ,hanya rumah Rama lah yang menjadi tempat pulang mereka di kala keadaan mereka kacau seperti ini dari sejak dulu,hanya Abah dan ambu lah yang menerima kondisi lecek,dekil dan penuh lebam seperti habis di sengat tawon macam ini...


Rama melirik luka di lengannya , beberapa luka sobekan yang tak terlalu dalam tapi sepertinya akan membuat ku shock


" Nara gimana , Ram..." tunjuk Gilang pada lengan Rama


" mau tidak mau ...." ucap Rama menggantung ,ia ingat ucapan ku sebelum pergi ,kalau sampai ia kenapa napa maka aku akan meninggalkan nya.


" paling paling suruh tidur di luar..." seru Gilang , ditertawai mereka..


kang Miftah menggelengkan kepalanya melihat Rama menjadi bulan bulanan teman temannya ,kini mereka tau kelemahan Rama,sejak dulu mereka selalu kalah dan tak pernah bisa melawan si panglima perang ini namun kini mereka seperti memiliki senjata ampuh... Narasheila....


mereka membuka gerbang dan memasukan motornya ke parkiran , Abah yang mendengar suara bising dari luar segera beranjak dari posisi duduk bersilanya,memang sudah terbiasa bagi Abah pukul satu ia terbangun untuk bersiap siap shalat malam dan wirid...dengan sarung dan songkok nya abah turun ...,ambu yang tengah tertidur pun menyadari kepergian abah dan kedatangan Rama dkk...


" bagaimana ???" tanya Abah dari arah pintu dapur ,kelima pemuda ini sedang mengistirahatkan tubuh di gazzebo di samping dapur


" bah..." kelima nya salam


" Alhamdulillah...sudah beres bah..." jawab kang Miftah


" Raymond sudah ditangkap dan akan di proses bah..." jawab Rama yang menatap lurus ,masih ada yang ia khawatir kan ,tidak menutup kemungkinan orang-orang terdekat Raymond akan membalas dendam ataupun sekedar meneror ia dan orang orang terdekat Rama, terutama aku ....


" dasar borokokok...!!! bikin abah sama ambu susah saja ,orangtua kalian mencari anak anak nya kesini!!!" bentak Abah


"belum lagi si neng ... baru bisa tertidur tadi setengah satu...!!!" ucap Abah mengarah pada Rama


" masa ,bah ?? " tanya Rama lebih seperti keterkejutan


" suuttt... Abah..jangan berisik atuh..kasian si neng baru tidur ...ya Allah a...ini kenapa ???" tunjuk ambu khawatir pada lengan Rama


" ga apa-apa ambu..cuman kena sabetan botol..." Rama tersenyum padahal memang terasa perih.


" keadaan seperti ini kaya gimana ambu ???" tanyaku di belakang mereka


seketika suasana menjadi tegang ,lebih tegang dari suasana ujian kelulusan SMA...


" Nara...!!" pekik mereka tertahan


aku yang belum bisa tertidur dengan pulas memutuskan untuk mengambil minum , akhirnya mendengar keributan beberapa orang di gazzebo belakang


ambu berbalik seakan menghalangi tubuh Rama " neng...ko bangun ???" tanya ambu merangkulku


" haus ambu...ga bisa tidur..." jawabku ,ambu tak bisa menyembunyikan apapun dan hanya meringis,muncul lah sosok laki laki yang kukhawatirkan sejak tadi ,laki laki yang selalu kuselipkan namanya di setiap do'a do'a ku...


" yang...ko belum tidur...??" tanya Rama mendekat dan membawaku masuk dari ambang pintu menuju ke dalam


aku sontak kaget,luka lebam ,dengan pakaian noda noda kotor...dan tunggu ...!!jaket yang sobek dengan noda da*rah yang masih basah dan segar...aku menyentuh lembut pipi Rama yang memegangi tulang rusuknya sepertinya terkena pukulan atau tendangan lalu memeluknya


" ya Allah, ini kenapa ???" tanyaku mengangkat lengannya .


" luka dikit yang..." jawabnya


aku segera mengambil air hangat


" ambu kotak p3k mana ??" tanyaku ,aku kembali terkejut melihat kondisi yang sama ke arah gazzebo,rupanya kang Miftah dan ketiga cs Rama sedang diurus ambu.


" udah dibilang kan , tawuran itu menang jadi arang kalah jadi abu...!!" bentakku pada mereka


greuppp ....!!!


lengan dengan luka itu memeluk tubuhku dari arah belakang " jangan marah marah ,kasian dede denger bunda nya marahin om om nya..." ucap Rama.


aku menarik Rama dan mendudukkannya di gazzebo samping keempatnya yang sedang mengobati luka dan lebamnya sendiri dibantu ambu.


" sini..! buka dulu jaketnya..." aku membantu Rama membuka jaketnya,lalu membersihkan beberapa luka robekan di lengannya sambil menunduk menahan mata yang sudah memanas.


lap handuk kucelupkan di air hangat lalu kusapukan membersihkan luka lukanya ,bagian tubuh Rama yang kotor...melihat air hangat yang sudah menjadi merah karena da*rah membuat rasa mualku kembali naik


" hoekk...!!uhuk uhuk...!!" aku menahan rasa mualku


" yang ,mual ya ???udah biar ku bersiin sendiri ...." tahan Rama

__ADS_1


" biar ku ganti ....!!!" aku beranjak untuk mengganti air hangat


menarik nafas panjang kembali duduk dihadapan Rama, memberinya obat merah


" ga usah pulang sekalian...!!!" gerutuku di tengah-tengah balutan perban


" pffffttt....." semua menahan tawanya ,drama kocak suami suami takut istri ,dimana istrinya yang mengomeli suami konyolnya sayang untuk dilewatkan...


" masa ga pulang??! nanti dede kangen daddy nya gimana ???" jawab Rama.


" dede juga marah ya...daddy nya pulang jam segini mana kondisinya udah ga utuh..."


" bwahahahaha.." tawa mereka pecah


" ko ga utuh yang..." tanya Rama


" ga utuh lah otaknya udah di taro di perempatan,datang datang ke rumah ga ada kata maaf ,tiba tiba godain terus meluk meluk ga tau malu..." ketusku.


" kaya yang baru kenal aja...." jawab Rama " kalo gitu kenalan dulu dong... Ramadhan Restu Al Kahfi mahasiswa desain grafis anak Abah haji preman pasar,yang gantengnya 11,12 sama nabi Yusuf...tapi maaf ga bisa suka lagi ya..soalnya udah ada yang punya.. " alisnya naik turun menjabat tanganku


aku menatapnya sinis ,dengan mengangkat sebelah alisku


" ga minat...!!!" jawabku


" bener nih ???neng ga minat ???" godanya mencolek daguku


aku yang sedang membersihkan luka lebam dan memberikan salep menekan luka kebiruan itu


" awsshhh...yang pelan pelan...!!" aduh Rama.


" makanya mulutnya diem...!!! " sarkasku sebal.


mereka tertawa saja melihat kelakuan absurd Rama,aku melirik ke arah mereka yang langsung terdiam


" kalian juga sama aja...11 ,12 aku laporin Vina sama Rika yah..dan buat loe kang...ketua senat jejadian...ga bisa jadi contoh banget sih..." sarkasku memarahi keempatnya ,mungkin hanya Ridwan yang tak bisa kuancam karena ia yang masih betah menjomblo....


" hajar aja , Ra...dasar mereka cowok cowok bandel...laporin aja sama ceweknya Ra..." Ridwan malah mengompori sambil tertawa jumawa..di hadiahi toyoran dan bogeman di dadanya.


" ketua senat tuh kalo di kampus...kalo di luar udah bukan, Ra..."


" oh, jadi ketua senat itu cuman status doang ,ga bener bener loe jiwai......"


" cup....." Rama mengecup pipiku yang sedang nyerocos memarahi kang Miftah


" udah malem bobo yu..." ajak Rama " kasian dede kalo bundanya kurang istirahat..."


"hemmmm kebiasaan, Ram...bikin yang lain mupeng,masa gue harus cium si abay...amit amit..." omel Ridwan pada Rama yang selalu mengecup ku tak tau tempat.


aku menatap tajam pada Rama " malam ini daddy bobo di luar bareng keempat anggota boyband ini..." tunjukku pada keempat nya...


" hahahahahah...." ketiga teman Rama tergelak , sudah mereka duga dari awal , sedangkan kang Miftah hanya tertawa kecil


" ko gitu yang....???di luar dingin yang..., ga bisa peluk dede..." argumen Rama


" katanya teman sejati ???! teman sejati susah senang bareng bareng lah..masa yang lain tidur barengan kaya ikan pindang keranjang kamu enak enakan tidur melukin aku...daddy harus setia kawan..." sarkasku yang beranjak dari tempat menuju kamar ,ambu dan Abah hanya tersenyum dari arah kamar setelah melihat para anak-anak orang rasa anak kandung nya sudah terobati dan minum teh hangat ,ambu dan Abah kembali ke kamar..


" nih...." aku menyodorkan bantal dan sarung pada Rama.


" sayang tega bener..." ratap Rama setelah memberikan t-shirt Rama pada kelimanya aku berdiri ,kini kelimanya sedang berada di ruang tengah ,karpet depan TV diubah layaknya penginapan untuk para jejaka ini...


" setia kawan Ram...." goda Abay....


aku naik ke tangga sambil menguap kulirik jam dinding sudah pukul setengah 3


" yang...!!" pekik Rama menyusul


" mau ngapain..??" tanyaku , Rama memeluk


" makasih ...."


aku mengernyitkan dahi " udah kewajibanku a... sejak kamu ucap ijab sehidup semati " jawabku , sedikit sedikit lembaran masa lalu Rama terkuak dan sejauh ini aku bisa menerimanya,menguatkan rasa cintaku untuknya


" makasih karena masih disampingku..." bisiknya


" always..." jawabku.


"maaf sudah bikin sayang mual mual tadi..." ucapnya merapikan rambutku.


ia melepaskan pelukannya lalu beralih membungkuk " dede bobo ya...jangan nakal... suruh bunda jangan marah marah lagi sama daddy ...masa daddy disuruh bobo sama om om nakal..." adu Rama pada calon bayinya ,ia mencium perutku lama lalu pindah mengecup bibirku dan keningku


" ya udah masuk sana , langsung bobo ..." pintanya ,aku mengangguk dan masuk ke kamar.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2