
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
setelah kepulangan mamah dan papah aku hanya membantu ambu mulai dari mengurus tanaman tanaman hias dan dapur hidupnya dilanjut membuat makanan untuk para karyawan Abah di rumah jagal..memang ambu dan Abah selalu ada jatah makan untuk para karyawan nya yang nantinya dibawa Gilang dan Wawan ke RPH ... Abah dan Rama juga sudah merambah ke peternakan..jadi nantinya daging yang dijagal dan di jual adalah hasil dari peternakan sapi milik sendiri , tepatnya Abah membeli tanah yang jauh dari pemukiman penduduk di daerah Pangalengan... disamping peternakan sapi ada sebuah bangunan tak terlalu besar untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas ataupun pupuk...makanya akhir akhir ini Rama akan disibukkan dengan kegiatan bolak balik antara Pangalengan dan rumah...
" assalamualaikum...."
" wa'alaikumsalam...."
aku menyambut Rama dari balik pintu..
" cup..." pipiku yang mulai tembem dikecupnya
" assalamualaikum wahai ladang berkah ku..." salam Rama
" wa'alaikumsalam ladang pahala ku...calon surga ku..." jawabku mengecup punggung tangan nya.
wangi khas maskulinnya masih tertinggal di pakaian dan tubuh Rama walaupun sudah seharian lelah menimba ilmu dan berjihad a.k.a kerja....
" cape ???aku bikinin teh ??kopi ???susu ???" tawarku meraih tas punggung berharap bisa mengurangi beban di pundaknya dan menjadi penghibur dan penenang dikala penatnya... seperti makna dari setiap upacara adat yang telah kami lewati dulu saat menikah
" mau su*su....!!" jawabnya sambil tersenyum
" pake es atau yang panas???" tanyaku dengan polosnya ,seraya menaruh tas punggung Rama.
" kalo ga pake s jadi uu dong..." kelakarnya,
" hahahahahah modus...!!" sarkas Nia yang tak sengaja lewat dan langsung menyambar seperti petir..
" hilihh...maen nyambung nyambung aja..." sinis Rama.
" aku nanya serius a??" tanyaku
" es coffe su*su saja ..." jawabnya
" oke...dicatat...!!" aku segera meluncur ke dapur membuatkan pesanan sang penguasa pemberi uang jajanku
hanya butuh waktu beberapa menit saja aku sudah kembali ,dan menyodorkan minuman pesanan Rama
" air panasnya udah kusiapin tinggal di pindahin aja..mau mandi sekarang???" tanyaku
" maunya dimandiin kamu..." goda nya ,
" ishhh....udah gede....malu sama anaknya " aku menunjuk perut rata ku.
Rama meneguk es coffe nya sampai tandas ,lalu beranjak ke kamar ,aku mengekor dan menyiapkan baju gantinya...
" makasih sayang..." cubitnya di pipiku lalu memakainya
__ADS_1
" mau makan sekarang???" tanyaku di tepian ranjang
" nanti aja ...bareng kamu..." Rama bercermin seraya menyisir rambutnya dengan jari,tapi tak lama ia berlutut di hadapanku meraih tanganku dan mengecupnya
" yang,janji sama aku kalau kamu ga akan pergi keluar sendiri..kalo kamu ada kepengen sesuatu kamu harus bilang ...." ucapnya penuh penekanan ,
" ada apa sih a ???apa si Raymond masih berulah ???apa masih ada orang dari masa lalu kamu yang pengen hancurin kamu ???" tanyaku
please mulai sekarang jangan bertindak yang macam macam Rama.
" aku harus sesegera mungkin menyelesaikan ini , Ra.. biar dia engga ganggu terus kita ,aku ,kamu ,anak kita..." jawabnya
" dia siapa ??? Raymond???" tanyaku ,Rama mengangguk, meskipun Rama memenjarakan Raymond akan ada kawan,sahabat yang tidak terima dan tidak menutup kemungkinan mereka akan berlaku sama padaku dan orang orang sekitar Rama.
"dia suka sama kamu , Ra...aku tau dia bakal ngejar kamu selain karena dia memang memiliki rasa cemburu pribadi..." jawab Rama
" please Rama,ga usah macem macem...aku takut kamu kenapa-napa...." mataku sudah mulai berair.
" kalau aku ga bertindak dia tetap akan terus membayangi kamu..,aku..."
" kamu mau ngapain ???" tanyaku memeluk Rama, Rama menghela nafasnya membalas pelukanku dan mengusap usap punggung ku.
Rama menatapku lama sambil menangkup wajahku ,penuh arti ,aku menggeleng
" engga ,,,ga akan kulepas..." karena aku tau jawabannya apa .
" kamu ga kapok sama tamparan Abah kemarin ???" tanyaku parau.
" aku bakal baik baik aja, Ra tenang aja kali ini dia harus jera..." kembali pendirian Rama tak dapat di patahkan.
" janji jangan sampai kamu kenapa-napa,atau aku bakal ninggalin kamu..." ancamku, Rama sedikit terhenyak
" ko gitu ???"
" bodo...!!" aku memalingkan wajahku sambil bersidekap.
inilah resikonya memilih seseorang dengan masa lalu yang bisa dibilang tidak seputih kapas....
" kamu percaya aku kan ???" tanya nya aku mengangguk tak pasti, Rama begitu mengingat dulu darinya lah ia pertama kali mengenal yang namanya obat obatan terlarang dan juga mabuk.... Raymond memang sudah melewati batas wajar bersama kakanya yang kini mendekam di balik jeruji besi ia membawa anak anak anggota geng motornya menjadi seseorang pengkonsumsi minuman keras dan obat terlarang,setau Rama, Raymond inilah pengedar...ia sudah menyusun siasat bersama kang Miftah dan yang lain membawa serta pihak berwajib...
" malam ini si capung ijo alias si kojo (jagoan) mau beraksi , do'ain aku yang..biar selamet...dan lancar...biar dia ga gangguin kamu lagi atau siapapun...." jelasnya
" ini ketinggalan...." aku memasang anting hitam tempelan nya di sebelah kiri.
" makasih sayang...ku titip hati aku di sini buat istri sama anakku..."
aku mengangguk dan memeluk Rama ,menyesap aromanya dalam..." hati hati,,,ini yang terakhir ,ga ada lagi berantem beranteman..." pintaku
" insyaallah... diusahakan..." jawabnya .
Rama melepas pelukan,lalu pamit.
suara selah an motor dan berisik knalpot terdengar dari bawah ,aku melihatnya keluar dari gerbang rumah bersama ketiga temannya yang menunggu
author POV
Rama bersama Gilang, Bayu dan Ridwan menyusuri jalanan kota kembang..menuju bangunan tua yang sudah lama tidak mereka datangi , bangunan 3 petak dengan banyaknya coretan dinding
"sampurasun...!!!!"
"rampes...!!!"
( salam suku Sunda gengs ibarat kalo wong jowo itu kulonuwun kalo salah tolong ralat ya gengs)
" eh.... assalamualaikum panglima perang !!!!" sapa mereka bertos ria,kang Miftah yang tak kalah badboy nya hadir pula disitu menanggalkan sejenak status ketua senat nya, tambah seram saja dengan rambut gondrong sepundaknya yg dikucir setengah...
" Raymond dan orang orang yang mengikutinya sudah mengibarkan bendera perang ,tak pernah jera..kita bukan mau melayani mereka untuk tawuran,namun berjaga jaga seandainya ia bermain licik...tak ada satupun dari kita yang boleh membawa senjata tajam... bila ada yang membawa silahkan keluarkan sekarang,dan gue ga akan tanggung jawab kalau seandainya ada yang terbukti membawa dan terjaring polisi, gue sudah menghubungi kantor polisi dan bekerja sama dengan pihak berwenang " ucap kang Miftah
" sebelum nya gue mau ucapin makasih buat kalian semua ,selalu solid sampai detik ini sama gue dan kang Miftah ,mungkin hanya beberapa saja yang bakal ikut agar tidak terlalu mencolok,dan yang lain stand by saja disini mana kala nanti diperlukan bila situasi menjadi chaos dan polisi belum datang ."
mungkin kejadian seperti dulu bakal terulang kembali hanya saja kali ini mereka tidak mau gegabah dan ingin segera mengakhiri semuanya disini,terlebih lagi keselamatan mengancam Nara yang tengah mengandung.
__ADS_1
Rama pergi bersama beberapa motor lainnya seperti acara konvoi setelah sebelumnya menghubungi salah satu pihak kepolisian kenalannya
sampailah mereka di depan basecamp Raymond dan kawan kawan , rupanya kedatangan mereka disambut sangat hangat dengan berbagai senjata tajam ,termasuk cl*urit,geer motor,tongkat kasti dsb.... beberapa diantaranya bahkan menegak alkohol dan tembakau gorrila....hingga kesadarannya sudah terenggut.
aroma alkohol bercampur dengan bau neraka lainnya
" astagfirullahaladzim..." decak abay melihat kawan kawan lamanya menjadi rusak karena mengikuti jejak Raymond
" gengs...lihat akang Miftah Faridz terhormat bersama dengan panglima perang nya Ramadhan Restu Al Kahfi datang ke gubuk butut kita ,ada apakah gerangan ???" ucap Raymond membuang air ludahnya menghina.
" ohhhh....gue tau loe mau nyerahin pacar cantik loe buat gue ???dengan senang hati gue terima !!" ia membungkuk
Rama mengepalkan tangannya " cewek yang selama ini lo ikutin kemanapun adalah istri gue...,stop lakukan hal itu kalo loe ga mau habis gue sikat, Ray..."
" uhhhhh....!!!" seru mereka.
" gue takut...!!! siapa yang tak kenal Ramadhan ??? loe tau Ram...!! semua yang loe miliki harusnya milik gue Rama...dan loe kang...!!" tunjuknya pada kang Miftah
" loe jeblosin kaka gue ke penjara dengan tuduhan pembunuhan , penculikan Mutia,asal loe tau abang gue sudah lama menyukai Mutia dan loe hadir...merebut Mutia...kalian berdua ga ada bedanya sama sama penikung....!!!!" pekik Raymond penuh kebencian
" itu bukan tuduhan,tapi fakta kalau abang loe yang sudah membunuh dan menculik Mutia dan satu yang harus loe lakukan sekarang stop...untuk merasa ingin memiliki apa yang Rama miliki ,tak cukupkah sekarang dengan mundurnya Rama di geng ini ???" tanya kang Miftah
" cih....perse*tan ...!! tetap saja mereka semua malah mengikuti jejak Rama, kemanapun Ramadhan pergi semua mengikutinya...jadi apa bedanya dengan dulu ???? semua tetap bersama Ramadhan..." decihnya muak.
" sadar lah Ray...jangan loe sesatkan semua kawan kawan kita semakin terjerumus dalam lembah kemaksiatan ...." jawab Rama
" diem loe...!!! brad sikat mereka....!!!" pekik Raymond
perkelahian tak terelakkan lagi memang tak sebanding jumlahnya , Rama hanya bersepuluh sedangkan Raymond 25 orang belum lagi dengan dirinya ,tangkisan ,tendangan dan hantaman benda benda melayang diantaranya tak sedikit pula da*rah yang tercecer ,mereka tau resikonya
" kita yang memulai kita juga yang harus mengakhiri , Ram..." ucap kang Miftah di sela sela perkelahian.
keringat lumayan bercucuran, Rama melawan 3 orang sekaligus namun yang satu sudah tumbang, Raymond tak menyia-nyiakan kesempatan ini ,otak liciknya memutar, senyum smirknya mengembang dia membuang puntung rokok dengan kasar lalu meraih botol minuman yang sudah kosong dan memukulkannya pada tepian drum hingga pecah setengah ,ia berlari dengan penuh kebencian
" mamposss loe ba*Ng* sat....!!!!" pekiknya
" sreeekkkk....!!!!"
" bruggghhh....!!!!"
" Rama...!!!!"
author POV end
malam ini aku tak bisa tidur hanya mondar mandir di samping ranjang kadang duduk kadang berdiri lagi ,entahlah perasaan ku tak enak... beberapa kali kulirik ponselku ,tak ada tanda-tanda notifikasi dari Rama.
terakhir dilihat pukul 19.30 WIB
itu beberapa jam yang lalu saat dia akan pergi ,kulirik jam di ponselku. sudah pukul 10 malam , kucoba mengirim chat namun hanya satu tanda centang saja itu artinya nomer whatsappnya tak aktif ,kutelfon namun dia tidak mengangkat nya
rasanya makin tak enak hati saja...
" dede...semoga daddy mu ga kenapa-napa ya..." aku bermonolog dengan mengusap perut. Aku turun ke bawah bermaksud membuat susu yang sudah Rama dan aku beli tadi sore
" daddy ga tepati janji..." gumamku sambil mengaduk susu rasa coklat.
aku teringat kata katanya ,mulai malam ini tugasnya bertambah yaitu membuatkan susu hangat untuk aku dan anak yang dikandung ku ,setiap akan tidur...
" neng...aa belum pulang ??" tanya ambu membuyarkan lamunanku.
" belum ambu... perasaan Nara ko ga enak ya mbu ??!" aku mengutarakan perasaan ku pada ambu
ambu meraih tanganku menggenggamnya," percaya saja sama aa ya neng, apapun yang aa lakukan itu semua untuk neng sama calon anak kalian..."
sebelum kita pergi Rama meminta do'a restu pada Abah dan ambu untuk membantu kepolisian menangkap Raymond yang memang sudah DPO...itulah alasan yang Rama ucapkan di depan Abah dan ambu , walaupun awalnya keduanya tidak menyetujuinya namun Rama kembali menambahkan alasan sebenarnya pada kedua orangtuanya, setidaknya ambu dan Abah tau dunia seperti apa yang dimasuki oleh putra satu satunya mereka ini ,karena pada jamannya geng motor sempat membumi ....dan putra mereka ini salah satu anggota yang pernah masuk ke dalam dunia hitam itu...kenakalan remaja pada masanya.
" neng...abah sudah berbicara dengan pak Harto.. mereka sudah mulai bergerak ...." ucap Abah dari belakang ambu .
.
.
__ADS_1
.
.