
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
aku menunduk dan menutup mata ,jujur aku takut Rama yg sekarang tengah bersamaku ,matanya, senyumnya ,astaga kenapa aku berpikiran sampai sejauh itu tidak mungkin kan Rama seperti itu ,,,, Rama bukanlah seorang guru ngaji mesum yg sering ku lihat di berita berita kriminal ...
" grappp..."
Rama meraih bahuku " Ram...jangan..!!" pekikku
namun beberapa detik kemudian
" ctakk...!!!"
" awww ....."
Rama menyentil keningku dengan jarinya
seketika aku membuka mataku
" hayoo mikirin apa ???" tanya Rama ,mamposss malu kan aku pikiran ku sudah traveling kemana mana
" hemmm mikirin mesum ya..." goda Rama
" e..en..engga...siapa juga...ihh " kilahku yg tertangkap basah sudah berfikir yg tidak tidak.
" terus kenapa teriak teriak..". Rama semakin tertawa geli ,wajahku sudah memerah menahan malu " keluar ahh...yg ada aku tambah sakit kalo kamu yg jadi Nanny's...." jawabku .
bukannya sembuh tapi yg ada malah tambah sakit.
" no...mamah udah ngasih kepercayaan sama aku,amanah tidak boleh diabaikan..." jawab Rama .
" ayo sebaiknya kita di ruang tengah saja...takut timbul fitnah..." ucap Rama
ia memapah ku , membereskan sofa agar terasa nyaman untukku ,dengan telaten ia mengambil makan siang untukku lalu memberiku obat..
__ADS_1
" ngeeenggg....pesawat mau masuk....aaa..." ucapnya seperti sedang membujuk anak kecil makan
kesal ,senang ,...aku menahan untuk tidak tertawa , Rama memperlakukanku layaknya anak kecil
" Ram....ga usah gitu juga kali...aku bukan anak kecil..." sambil melahap makanan yg berada si sendok yg dipegang Rama dengan sedikit hentakan
" ihhhh ....sereemm anak kecil nya mangap nya gede..." godanya..aku mencubit pinggang nya
setelah memberi ku obat Rama duduk menselonjorkan kakinya di karpet menghadap TV membelakangi ku namun punggungnya menempel di kursi ,aku mengusap rambut Rama dan memainkannya , Rama pun begitu menikmati setiap sentuhan tanganku di rambutnya,hingga tak lama mataku terasa berat aku pun tertidur seraya tanganku yg merosot dan menempel di pipi Rama,, begitupun Rama sambil tidur menyandarkan kepalanya ,,,,aku sedikit terusik dengan peluh yg membanjiri pelipisku hingga aku terbangun ,aku melihat Rama yg masih memejamkan matanya menyentuh setiap lekuk wajahnya.
tetaplah seperti ini Ramadhan....
...Tuhan jika boleh aku egois......
... aku ingin meminta semua.......
...semua yg ada pada diri Rama hanya untuk diriku sendiri.....
... jangan..jangan pergi kemanapun tetaplah disini bersamaku....
entah karena terusik dengan sentuhan ku Rama bergerak dan membuka matanya " Rama...." cicitku ,ia mendongak ke arahku masih dengan posisi yg sama.
ia lalu mengangkat kepalanya dan berbalik punggung tangannya menyentuh kening ku ,tak tau sejak kapan punggung tangan bisa menggantikan tugas termometer...
" Alhamdulillah...." senyuman terlukis di wajah Rama yg menurutku sangat tampan,apa sakit panas mulai menyerang saraf sarafku
" kenapa ??mau minum???" tanya nya sambil mengelap keringat di pelipisku.
" maaf...." mataku tergenang siap siap meluncurkan lelehan air mata ,aku sejenak berfikir selama ini aku terlalu egois terhadap Rama selalu berfikir dan memutuskan semauku tanpa bertanya pada Rama yg sebenarnya,,aku terlalu mudah percaya orang lain, terkadang mata tidak selalu benar tentang sebuah peristiwa....
aku menggeleng ,aku terduduk di sofa dan menepuk-nepuk sofa pinggirku mengintruksi Rama supaya duduk di sampingku ,ia pun mengerti
aku melihatnya berlama-lama membuat Rama mengernyitkan keningnya ia mengilangkan tangan di dada " Ra kamu kenapa ??anehhh ,aku takut sama kamu ...awas kamu jangan macem macem ya sama aku..!!" ucap Rama membuatku malah menjadi menangis
aku sesenggukan dan menghambur di pelukan Rama , Rama yg tak siap sedikit tersentak namun langsung membalas pelukan ku
" maafin aku Ram....karena aku selalu bikin kamu menderita mulai dari Willy, Kirana , sekarang Kenzi..." ucapanku terbata diselingi sesenggukan .
Rama mengeratkan pelukannya tanpa menjawab" aku juga sering bikin kamu susah ,lebih percaya orang lain tanpa menanyakan kebenarannya aku juga sering......"
" suuttt.....udah ga usah diterusin ... aku suka kamu apa adanya... termasuk semua sikap kamu ...aku suka marah kamu aku suka kesalah pahaman mu karena disitu aku tau kalau perasaan ku tidak bertepuk sebelah tangan...." jawabnya
Rama melepaskan pelukan kami, memberi jarak lalu menghapus jejak air mata di pipiku " tapi kurangin yah mukul mukulnya , Ra...sumpah sakit..tenaga kamu tenaga tukang angkat beras..." kekehnya menggodaku aku mengercutkan bibirku ia mencubit pipiku gemas...
" aku bakal selalu ada buatmu ,jangan pernah berfikir aku bakal ninggalin kamu , Ra....aku selalu membawa namamu di setiap sepertiga malamku ...." ujar Rama..
" ekhheemmm....cut.....!!!"
suara lantang seseorang membuyarkan romansa antara aku dan Rama.... seperti adegan sinetron yg tiba-tiba di cut
" heuleuhhh besok besok loe harus nabung uang Ram...kayanya gue bakal keduluan nih..." bang Akhsan dengan muka lusuhnya duduk di sofa single dan meletakan tas ranselnya, menyandarkan kepalanya di kepala sofa melepaskan semua rasa lelah di tubuhnya.
" Ram...di depan mobil siapa ,,gilakk mobil nya di modif,,,kerennnn...!!" ucap bang Akhsan dengan mata terpejam.
" mobil dapet pinjem dari abah bang...." jawab Rama
__ADS_1
aku dan bang Akhsan membulatkan mata tak percaya ,pria tua yg notabenenya hidup di kampung secara sederhana ug setauku hanya mengerti peedagingan dan batu akik, bahkan lebih borjuis dari mereka yg muda dan tinggal di perumahan elite .
" masa sih..??" tanyaku
Rama mengangguk " ahh yang bener Ram...ko gue ga percaya ya..." ucap bang Akhsan menyipitkan matanya
" aku pengen ke toilet..." ucapku yg tiba-tiba menahan ingin pipis...
" mau ditemenin??" tanya Rama
aku bergidik ngeri lalu menggeleng "aku bisa sendiri ,aku udah ga apa-apa Rama..." aku segera beranjak lalu ke toilet ,gila saja hanya untuk ke toilet harus diantar laki laki.
setelah kepergian ku
" yakin punya Abah ???berarti abah suka juga sama Nara ya soalnya yg gue liat plat nomer nya bisa kebetulan banget bacaannya D N4124 ...( D Nara)
Rama terkekeh " kalo sama loe gue ga bisa boong bang..." ucap Rama
" sudah gue duga...." ucap bang Akhsan
" ada apa sih kalian bisik bisik, deketan lagi...??? cekikikan berdua kalian bukan kaum nabi Luth kan ??" tanyaku
" astagfirullahaladzim...!!!!" pekik mereka
" mulutnya nih..." bang Akhsan berdiri dan menangkup mulutku dengan tangan kanannya lalu pergi
" ihh fuihhh... tangan loe kotor bang..."
" udah ahh gue ke kamar dulu..."
aku kembali duduk " aku udah ga apa-apa ,,,kamu mau pulang jam berapa??" tanyaku ikut merosot duduk di karpet di samping Rama
" ngusir nih...." tanya nya
" bukan gitu....tapi .."
Rama cengengesan " tau ko sayang sebentar lagi aku pulang udah sore juga sebentar lagi mau ngajar anak anak juga ...." ucapnya
" oh iya Ra....aku mau jelasin sesuatu sama kamu..." raut wajahnya berubah serius sambil memegang kedua tanganku
" aku berbohong .....aku sebenarnya tidak ijin melainkan kena skors selama 4 hari gara gara masalah bersama Kenzi kemarin.... maaf bukannya aku tidak mau jujur... tapi aku hanya tidak mau membuatmu khawatir dan menurutku ini hanyalah masalah sepele... tidak perlu dibesar-besarkan,toh aku sudah biasa dihukum Ra..."
kesal sudah pasti tapi bukan pada Rama..
" Kenzi apaan sihhh dasar chicken..." gumamku dalam hati
" sudahlah..." ucap Rama menepuk pundak ku pelan
"aku tau dia seperti ini karena ingin mendapatkan sesuatu yg dia inginkan..dia ingin aku dan kamu putus Ra, ia ingin aku terlihat jelek di matamu dan yg lain...maafkan aku yg sempat terpancing emosi..". ucapnya
hatiku terenyuh...aku tak peduli disebut cewe murahan ataupun apalah itu sebutannya namun aku tidak akan malu hanya untuk mengucapkan sebuah kalimat yg ingin kesebutkan saat ini juga
" Ramadhan.....aku sayang kamu...."
ucapku lalu menutup wajahku dengan kedua tanganku , sejak kapan rasa itu ada entahlah .....
__ADS_1