
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" a...kita makan disitu aja... tunjukku pada lapak pinggir jalan yang bertuliskan spanduk sebagai penutupnya ' pecel lele ' .
Rama menghentikan laju motornya , memarkirkan motornya disamping lapak tersebut
setelah memilih tempat dan memesan ,kami menunggu " a..itu Vina kita tinggal bareng Gilang ,ga apa-apa??" tanyaku..
" ga apa-apa...ga usah dipikirin, do'ain aja ya semoga mereka bisa bertahan dapet ujian cinta dari Allah..." jawab Rama yang merapikan rambut ku ,dengan posisi sikunya ditumpukan di meja dan telapak tangannya menahan kepalanya,menghadap menyamping ke arahku.
" segitu ga suka nya ya ibunya Vina sama Gilang,kasian deh a...sama mereka..." aku merengut.
Rama menyunggingkan senyumnya melihat ku merengut " orang tuh kasian sama mereka ini malah senyum senyum ...ga peduli banget sama temen.." protesku yang tak suka melihat sikap Rama yg seolah tak peduli.
" kamu liat aja nanti..." jawab Rama
" kebiasaan deh suka main rahasia rahasiaan..." dumelku sepertinya Rama menyembunyikan sesuatu
" masalah cowok yang..."
flashback on saat Rama berkumpul bertemu dengan kawan kawannya
"assalamualaikum bro...!!"
" wa'alaikumsalam...." mereka tos ala ala saat bertemu di masjid...,sedangkan Gilang ,terlihat jelas raut wajahnya yang seperti menutupi kesedihan dan kegalauan...setelah selesai shalat isya,mereka memutuskan untuk diam mengobrol dahulu di rumah pohon,sudah lama mereka tidak pernah mengunjungi tempat yang sudah menjadi basecamp mereka sejak SMP....
Bayu menyingkapkan sarungnya sebatas lutut agar bisa menaiki pijakan
keempatnya duduk ,ditemani kopi instan yang diseduh dalam wadah cup air mineral...mereka bercanda dan saling melemparkan gurauan khas mereka ,sudah lama sekali mereka tidak seperti ini ,sejak semuanya berkuliah ,apalagi Rama sekarang sudah menikah,keempatnya memang mereka berkuliah sambil bekerja.
" Lang...apa bener yang gue denger ,kalo bu Sufi nyuruh loe sama Vina putus???" Abay membuka obrolan serius mereka ,sambil menyesap Vape...kabar mereka sudah menyebar ke seluruh penjuru kampung membuat yang mendengar merasa kupingnya gatal.
Rama menatap dengan mengangkat alisnya ,ia paham betul apa yang terjadi dengan laki laki yang merupakan sahabat plus kaki tangannya yang paling dekat dengannya,
" buktiin kalo loe layak buat Vina, Lang..." ucap Rama, ditengah keheningan semua mendongak.
" apa yang harus gue buktiin??gimana caranya??" tanya Gilang,"apapun yang gue lakuin selalu salah ,dimata ortu Vina..karena mereka hanya liat loe sebagai sebuah kesempurnaan calon mantu , Ram...." ucap Gilang sendu, Abay dan Ridwan menepuk-nepuk pundak sang teman memberikan ketabahan.
" datangi mereka,luluhkan hati mereka ,jadilah diri loe sendiri tanpa harus jadi orang lain,tunjukkan kalo loe pun istimewa , Lang seperti pandangan keluarga gue, seperti pandangan ibu, seperti pandangan kita semua....mereka harus memandang loe tapi bukan sebelah mata." jawab Rama.
masih juga tak mengerti, Gilang kembali bertanya.
" caranya ??? "
" apelin Vina,antar jemput Vina,bantu dia setiap saat,apapun yang memang harusnya loe lakuin sebagai seseorang yang ingin menjaga Vina,dan ingin membuat Vina bahagia Lang, insyaallah lama lama hati mereka juga terbuka buat loe..."
Gilang menghela nafasnya " oke ,tapi gue butuh waktu...."
flashback off
makan sudah selesai dengan aku yang menghabiskan 2 porsi pecel lele...
" yakin ga mau nambah lagi??" aku menggeleng sambil tersenyum
" mau coklat aja ,boleh ??" tanyaku
" boleh , tapi sayang harus bantu sesuatu..." jawab Rama
" apa ???" tanyaku
drrtt...drttt....
ponsel Rama bergetar , Gilang memanggil
" oke Lang,gue juga otewe balik..." ucap Rama lalu mematikan sambungan telfon
" yu ,pulang !" ucapnya sambil memakaikan helm.
" coklatnya???" tanyaku
" nanti ,di minimarket deket rumah..." jawab Rama, aku mengangguk tanda mengerti lalu naik ke jok belakang ,semua sudah ready tapi Rama belum juga melajukan motornya
" kenapa ??apa ada yang lupa ???" tanyaku menoleh ke samping
" iya ,ada !"
" apa ???"tanyaku lagi seraya mengerutkan dahi
__ADS_1
" pelukannya..."
astaga kini aku sedang duduk tegak hanya tanganku memegang samping jaket Rama
" yang.. punggung ku sakit kalo harus meluk ,lagian aku ga mau nempel sama jaket ini sekarang..." jawabku ,sontak Rama kebingungan,ada apa dengan jaket nya ,justru biasanya akulah yang paling heboh saat dia memakai jaket kebesarannya ini katanya keliatan badboy nya...
" kenapa, bukannya kamu suka??" tanya nya masih diam diatas motor.
" ga tau ga suka aja..warnanya pudar...kaya anak anak jalanan gitu..." jawabku aneh...sambil berdecih wajahku nampak tak suka dan mengerutkan sebelah mata karena ketidaksukaan.
" hah ??! " Rama merasa jawabanku tak masuk di akal "jawaban macam apa itu" gumamnya
" jadi jalan ga ??" tanyaku " kalo ngga aku turun ! " aku hendak turun tapi Rama menahan tanganku ,ia malah melepas jaketnya lalu melipat dan meminta tasku , memasukan nya ke dalam tasnya
" kenapa dilepas ???dingin a....! " seruku ,udara malam apalagi bila berkendara bisa membuat masuk angin...
" pelukan kamu jauh lebih hangat daripada jaket..." jawabnya sambil menarik tanganku ke perutnya. peluk yang erat...." pintanya
Aku menempelkan badanku ke punggung Rama yang hanya memakai t-shirt hitam dan memeluknya , hitam dan putih adalah warna kesukaannya...
" a...ga dingin??" bisikku yang menumpukkan dagu di bahu Rama ,Rama hanya menyunggingkan senyumnya ia teringat jaman jahiliah nya dulu bahkan ia pernah diguyur Abah malam malam dengan bertelanjang dada ,karena ketauan menegak alkohol...
" kan dipeluk kamu...." jawabnya membuat bibirku melengkung
" makasih kesayangan..." bisikku , Rama terkekeh.
" sama sama "
motor berhenti saat lampu merah ,tapi saat lampu sudah hijau ada pengendara lain yang melintas seenaknya hingga membuat Rama mengerem mendadak .
" astagfirullah....!! "
" kamu ga apa-apa???" tanya nya aku menggeleng ,memang aku pun sedikit kaget but it's okay.... Rama turun dan melepaskan helmnya ,hendak menghampiri si pengemudi gila ini...yang sama sama melepas helmnya tampilannya sih seperti anak motor,dengan stelan jaket kulit ...
" sorry brad...bisa nyetir motor kan ???lain kali liat rambu..." ucap Rama menyugar rambutnya,tapi ia merasa tak asing dengan motor itu
saat helm terbuka ,senyum smirk Rama tercipta
" Ramadhan....." ucap si pengendara itu ,laki laki hampir seumuran Rama " sudah lama gue cari cari loe... akhirnya datang dengan sendirinya..." jawabnya tersenyum tak kalah smirk.
raut wajah Rama berubah menjadi dingin... " sebaiknya jaga attitude loe di jalanan..." ucap Rama hendak kembali dan tak ingin memperpanjang urusan .
" Ram....!!!! track Bintang jam 11 malem...!!" pekiknya
Rama menggeleng tapi tak berbalik
" kalo loe ga dateng gue pastikan pacar loe yang cantik itu jadi milik gue...!!"sambil menunjukku yang berada di samping motor , langkah Rama terhenti ia mengepalkan tangannya dan kembali sambil menghantam wajah si laki laki itu dengan bogeman mentahnya " jaga mulut loe...jangan mimpi !!! dan gue peringatan sama loe kalo sampe loe nekat ,abis loe...."ancam Rama.
sontak aku terkejut ,ada apa sebenarnya??siapa dia sebenarnya???.
" kita pulang , Ra..." ajaknya menarik tanganku, sedangkan aku hanya menurut namun tak mengerti...
" dia siapa a ??" tanyaku , namun Rama sepertinya malah sedang berfikir ,aku menarik narik t-shirt nya
" ihh ditanya malah balik nanya...!" sarkasku
" dia siapa ??kenapa kamu nonjok dia ??aku jadi takut ,a..." aku merengut
" sayang ga usah khawatir ya,dia hanya orang lama ....yang datang lagi.." jawabnya,namun sepertinya orang lama ini menjadi suatu kekhawatiran tersendiri buat Rama.
" a ....stop...!!!" Rama menghentikan laju motornya
" yuu..turun ! katanya mau beliin coklat..."pintaku , Rama mengangguk mengiyakan ,
.
.
.
coklat sudah didapat , Rama melajukan motornya kembali namun ini bukan arah ke rumah tapi ke arah rumah Vina
" a..mau ngapain ???ini kan rumah Vina...itu Vina...!!" tunjukku saat Vina turun pula dari motor Gilang dengan wajah yang sembab .
" Vin..." aku segera turun lalu menghampiri Vina, Vina memelukku
" hey ???kamu ga diapa apain sama Gilang kan ??" dia menggeleng sambil tersenyum
" engga Ra.. makasih ya..." bau alkohol masih menyeruak dari mulut Vina
" uhukkkk hoekk..!!! Vin.. mulut loe bau alkohol ihhh. gue ga kuat.. mual gue... hoekk..." ucapku menutup hidung .
" masa sih, Ra sebau itu ???" Vina menghembuskan nafas di telapak tangannya dan membauinya
Rama dan Gilang mengangkat alisnya bingung " apa segitu baunya ya sampe Nara muntah muntah..rasanya jenis minuman yang diminum Vina sedikit berbau buah cranberry..." ucap Gilang
aku mengantarkan Vina masuk ke rumahnya ,kedua orangtua Vina sudah berada di ambang pintu
" Vina.. !!!" bentak mereka ,sambil menggelengkan kepalanya,apalagi ayah Vina yang hendak melayangkan tamparannya pada Vina,dengan sigap Gilang menghalau hingga wajahnya lah yang kena tamparan ayah Vina
" plakkk....!!!!" begitu keras
aku terjengkat sambil menyerukkan kepala ke dada Rama , Rama pun menyembunyikan kepalaku di pelukannya
" pa...!! " ucap Vina sambil menangis.
" bagus...!!! mau sampai kapan kamu begini???memang anak ini yang bikin kamu jadi gini..." bentakkan nya menggelegar bak suara petir...aku kesal , seharusnya mereka berterimakasih pada Gilang yang sudah membawa Vina.
Vina bersimpuh di depan kaki kedua orangtuanya,diikuti Gilang " Vina minta ampun ,pak... Vina yang salah..." Vina sesenggukan
__ADS_1
saking kesalnya mendengar cacian yang dilontarkan oleh mereka untuk Gilang ,aku maju dan mengutarakan semuanya
" pak,bu ... kalian kan orang terpelajar,kalian juga orangtua..bukankah menghina seseorang yang tak melawan sama dengan seorang pengecut,bukankah semua orangtua ingin anaknya bahagia...??" tanyaku
" maaf sebelumnya,,dari sore saya yang ngikutin Vina karena saya penasaran sama kabar burung yang beredar di kampung ini tentang Vina,,sampai saat sebelum mengikuti Vina pun saya tidak percaya kalo Vina berbuat seperti yang disebutkan orang orang."
" tapi memang benar adanya Vina masuk night club,padahal setau saya...saat Vina masih bersama Gilang Vina anak yang baik...tidak kah bapak dan ibu merasakannya???" aku hanya ingin menyentuh dan menyadarkan hati para orangtua ini.
" Gilang yang berhasil bawa Vina pulang ,pak..bu...coba saja kalau Gilang tidak mencari dan menyusul Vina,saya tidak tau apa yang akan terjadi sama Vina...kalo bapak dan ibu liat Vina adalah santapan yg enak buat para Casanova di luar sana..."
tatapan mereka masih angkuh ....namun sedikit mencair
" pak ,bu...maafin Vina..sudah protes dengan cara yang salah...." dengan tangisan dan masih dengan bau alkoholnya.
" bu..pak..beri saya kesempatan untuk membuktikan kalau saya layak buat Vina..." ucap Gilang ikut bersimpuh .
Rama mendekat " pak ,bu...semua orang tidak ada yang sempurna...termasuk Rama dan Gilang...tapi insyaallah Rama yakin... Gilang adalah yang terbaik dari yang terbaik untuk Vina...kalau memang Gilang adalah jodoh yang sudah Allah siapkan untuk Vina..maka apapun yang terjadi mereka akan bertemu, sekalipun dalam waktu yang lama..." ucap Rama merangkulku dari samping.
" bu,pak maafin Vina.. Vina mohon ampun...!!" tangisnya kembali pecah
mereka menghela nafas dan saling memandang " oke ...saya kasih kamu kesempatan,buktikan kalo kamu memang layak untuk Vina..." ucap bapak Vina.
" Alhamdulillah....."
" sekarang masuk,,,bersih bersih...badan kamu sudah bau neraka..."
Gilang dan Vina bangun , sebelum Gilang benar benar pulang ,ia menyalami kedua orangtua Vina...
.
.
.
" Rama... Ra.. thanks ,udah bantu gue..dan loe Ra.. makasih udah mau jaga Vina sampe gue dateng..." ucap Gilang
" sama sama , Lang ..loe juga kan sering bantu gue sama Rama..."
" bro...sakit ga ??" tanya Rama konyol , Gilang mengusap usap pipinya yang merah
" lumayan,bro..tangan doi gede...." rintih Gilang
" dihhh kalian apa sih??lebay banget.. biasanya juga berantem lebih dari ini..." pungkas ku.
.
.
.
.
aku dan Rama sudah di kamar ,sudah bersih bersih ,dengan aku yang masih memakai mukena ,awal belajar mengaji masih oke...tak ada hukuman...namun sepertinya Rama tak hilang akal
" yang ,,,ko coklat yang tadi dibeli ga dimakan ??" tanya nya duduk di atas ranjang
" oh iya...untung diingetin..." aku menepuk jidatku lalu dengan segera beranjak merogoh tasku mencari cari coklat yang tadi kubeli ,mataku berbinar lalu membukanya
" ga mau nawarin ???"tanya Rama
" kan aa yang kasih masa diminta lagi ,kalo orang sunda bilang ,pabalik letah alias tukeran lidah entar..." jawabku menikmati setiap potongan coklat dan kembali duduk di samping Rama
" ga usah tukeran lidah juga ,aku udah ngerasain lidah kamu. ." jawabnya aku menggidikan bahu
" gimana rasanya ??"
" lupa! sini aku cobain lagi .." Rama yang memiringkan kepalanya mendekati wajahku ,aku menjauh .
" modus...!!!" sarkasku ,ia terkekeh " ibadah...!" ralatnya
" nih ,mau coba..." aku menyodorkan coklatku yang masih setengahnya
" daddy mau coba pake cara yang lain..." jawabnya
kalo kata si 'daddy' ini sudah keluar berarti Rama mode mesum nya sedang keluar...
" ga ada cara lain...!!" sarkasku melahap potongan coklat ,mataku membola kaget saat Rama dengan gesit menempelkan b*ibirnya di bi*bir ku menyesap dan me*lu*mat coklat yang lumer di mulut ku...aku hanya membeku dan ikut terhanyut ,kala Rama menikmati coklatnya sambil memejamkan matanya , Rama melepaskannya saat sudah dirasa puas,melihat aku yang masih melongo dia tertawa .
" ga usah melongo gitu,tiap hari juga ngerasain masih aja kaget..." ia mencubit pipiku
" besok-besok,aku beliin kamu coklat satu pabriknya sekalian ya..." ucapnya .
" kalo kamu beliin coklat satu pabrik ,apa kabar bi*birku kalo cara makan kamu kaya gini...." sarkasku memukul dada Rama,saat merasai bib*irku sedikit kebas,karena bengkak di ujungnya
" maaf yang... sengaja...! abisnya ga kontrol ,gemes banget,nafsuin..." jawabnya santai...
" nyebelin....suami jahat.....!!"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
aku bonusin picture Rama deh di part ini untuk mengingatkan kembali imajinasinya readers,semoga suka ππkalo ga suka jangan dibully ya gengs...ππ