
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
warning....!!!!! harap bijak dalam membaca ,kalau kamu masih bocil skip adegan 18 + nya... terimakasih
.
.
.
.
.
tatapan Rama sudah mengelam , tangannya membelai wajahku ujung rambut hingga ujung daguku,bulu romaku meremang ,kugigit bi*bir bawahku , Rama beranjak melepaskan jaket nya melempar ke sembarang arah.
" Ram...." cicitku
" aku bakal pelan pelan , Ra...." ucapnya pelan namun sukses membuatku merinding ,satu persatu kain yg menutupi ia tanggalkan ,aku menunduk tak berani melihat, memang Rama memiliki tubuh yg atletis,mungkin otot nya tak terlalu besar namun padat dan liat... perutnya pun tak menonjol sixpack namun terlihat pas untuk seorang laki-laki pecinta olahraga....,tubuhku menegang
" Ram...!" melihat ketakutanku Rama tersenyum ,ada yg tegak dan berdiri dibawah sana namun bukan keadilan....ia hanya harus bersiap saja mengguyur otaknya kalau memang aki belum siap.
" kalau memang kamu belum siap ,,,aku ga maksa Ra...aku bakal nunggu sampai kamu sendiri yg minta..." jawabnya , hendak meraih kaos yg tergeletak di lantai ,aku tau dosa untukku menolaknya , sedikitnya ada gurat kekecewaan yang kurasakan .
aku beranjak dari ranjang lalu menahan tangan kekar Rama ,mengalungkan tanganku dilehernya , menatapnya dalam , apakah aku terlihat seperti wanita penggoda sekarang???
" SENTUH AKU...!!!" ucapku
senyumnya menyungging tak perlu dikomandoi ,benda kenyal itu tau harus mendarat dimana namun tak seperti kemarin kali ini begitu terasa menuntut ....sampai nafas kami memburu , Rama mendorongku hingga terlentang dan dengan sekejap ia sudah memainkan semua properti yg tersegel atas namanya mulai dari kedua bukit Teletubbies ku yg asyik dia genggam sesekali ia hisap , punggung ku melengkung...,pikiranku jauh menembus batas ruang dan waktu ,hingga d*sahan memenuhi setiap sudut ruangan 5 x 6 meter ini ...,aku memalingkan wajah ku malu, rambut yg terburai semrawut diantara kelopak mawar merah semakin membuat Rama tergoda
" Ram...pelan pelan..." pintaku mengiba
" hari ini kamu milikku , Ra...come to Daddy..."
kembali leher jenjangku menjadi sasaran pertama dan turun ,setiap inci tubuhku tak luput ia jelajahi.
suasana yg terbilang masih siang menjadi sangat panas dengan aktivitas ini,,,,
" ahhhhh....." pekikku tertahan oleh benda kenyal tanpa polesan lipbalm ,hanya seprei yg tertutup kelopak bunga yg kujadikan sebagai pelampiasan cengkeraman ku , erangan dan de*ahan memenuhi kamar...menangkup kenikmatan dan surga dunia bersama nya...
miliknya sudah merobek sel*aput kehormatan ku mengoyaknya dan masuk terbenam di dalamnya ,cairan bening tertahan di ekor mata menahan sakit ...
kini aku sudah menjadi milik Rama sepenuhnya waktu siang berganti ke sore dihabiskan oleh kegiatan menguras keringat ini untung saja tidak ada orang ,benar kata Rama kalau di rumah bang Akhsan sudah pasti akan mendengarnya karena jarak kamar yg berdekatan ,,,auto minta nikah besok si tembok Berlin....
sudah beberapa jam ,tapi kami belum keluar dari kamar sempat beberapa saat beristirahat bahkan aku sempat tertidur namun kembali Rama tak membiarkan ku beristirahat dengan tenang apalagi keluar, hingga adzan Ashar terdengar sayup-sayup di telingaku ,tubuhku terasa remuk , Rama tak ada disampingku, aku mencoba bangun dengan ketidaknyamanan di bagian bawah ,kutarik selimut sampai batas dada karena tubuhku yg tak tertutup apapun
" Rama...." panggilku celingukan mencari sosok yg beberapa saat lalu sudah mengambil kesu*cianku
" awssshhh..." gerakanku tertahan ,menahan rasa perih
" Ra...." Rama muncul dari balkon " masih sakit ???" aku mengiyakan ,dengan sekali hentakan ia menggendongku ke kamar mandi ,
" kata orang kalau masih sakit enaknya mandi air hangat ,aku udah masakin air anget dari tadi buat kamu mandi tapi maaf aku lupa bawa aromaterapi,lagian mau di tetes dimana ?? disini ga ada bathtube...." jawabnya polos...
__ADS_1
" ga apa apa..." jawabku , Rama segera mengambil air hangat dari dalam teko yg berbunyi dan menuangkannya ke dalam ember mencampurkan nya dengan air dingin dan memberikan kursi kecil sebagai tempatku duduk
"mau mandi sendiri atau mau kumandiin ???"
bukannya memandikan tapi aku yg nantinya kembali habis digempur olehnya ...." aku mandi sendiri aja..." jawabku cepat
" ya udah aku bersiin dulu kamar ya...." ucapnya ,ia segera keluar kamar , keadaan kamar tak ubahnya seperti sarang burung yg terkoyak, kelopak mawar sudah berserakan di lantai bersama pakaianku dan beberapa bantal , Rama menyapukan nya dan mengganti sprei yg sudah kusut sepaket dengan noda merah ,ia mengunggingkan senyuman mana kala ingat kejadian beberapa saat lalu
aku keluar kamar mandi dengan merayap memegang dinding , Rama membantuku
" ga usah lebay gitu, Ram aku bukan abis kecelakaan..." dumelku ,ia tertawa renyah serenyah wafer...
" aku masakin kamu makan ,mau ???kamu lapar kan ??"
aku mengangguk " tapi aku bisanya masak mie doang..." kekehnya " spesial ... pake telor ditambah cinta..."
aku tertawa kecil " boleh deh chef..." ,setelah membawakan baju ganti , Rama melangkah hendak keluar kamar tapi sebelum benar benar keluar ia berkata
" Ra...kalau mau keluar jangan lupa pake syal...itu bekas kerokan kamu banyak banget...." kekehnya
aku melongo dengan segera melihat cermin dan benar saja di area leher sampai dada sudah banyak sekali stempel kecupan milik preman sholeh itu
" Rama...!!!!!"
.
.
.
.
" ga tau apa istrinya ini pengen jalan jalan..." mataku bergantian menatap mie yg sedang kumakan dan beralih menatap tajam ke arah Rama yg dengan santainya sedang memainkan ponsel...
" udah kek gini kan aku yg susah..." dumelku ,dia masih terlihat santai seperti tak punya dosa
" ikhlas...itu kan ladang pahala...." jawabnya mengambil alih sendok dan menyuapiku
" kalo makan yg bener...." ucapnya
wajahku yg tadinya menekuk kini berbinar mendengar kata jajan....
.
.
.
.
.
aku sedang memakai jaket yg akan kukenakan, berkat kelakuan Rama kini aku harus memakai jaket sampai batas leher , seperti orang yg sedang terkena hipotermia akut.... Rama tertawa melihat ku yg tertutup jaket seperti orang eskimo...
" neng ,nyasar kesini ya..." ledeknya
" diem...ini juga gara gara kamu...."
Rama mengajakku masuk ke dalam kios bambu yg dari kejauhan saja sudah terlihat kalau ini adalah warung jagung bakar dan sate kelinci...
" udah pernah coba belum ??" tunjuk Rama aku menggeleng
" yuukkk...." ajaknya lalu memesan satu porsi sate kelinci dan dua buah jagung bakar dan minuman susu , telur,madu,jahe...
di udara sedingin ini memang penganan inilah yg pas , beberapa kios pinggir jalan yg menjajakan makanan yang sama berjejer mengepulkan asap pembakaran jagung dan sate siap menyambut beberapa pelancong yg sengaja maupun tak sengaja singgah ...makin malam suasana makin ramai dengan menikmati suguhan view karya sang pencipta yg tak ada duanya..
" hoammmm....." tak tau ke berapa kalinya aku menguap ..
" ngantuk ???kalo gitu kita pulang..." setelah membayar Rama mengajakku pulang ,
suara binatang malam saling bersahutan ,kunang kunang berterbangan kesana kemari menjadi pelita yg indah di tengah kegelapan malam
" Ram...itu lucu.... " aku melepaskan gandengan Rama hendak menangkap beberapa kunang kunang
aku menghentakkan kakiku saat tak ada satupun kunang kunang yg berhasil kutangkap , Rama tergelak gemas
" yahhh...payah..." ucap Rama..
__ADS_1
Rama mencoba menangkap
" happp..." dan kena ...
" cariin plastik dulu, nanti kita masukin ke toples..." aku celingukan mencari bekas plastik sebagai tempat mengumpulkan kunang kunang
.
.
.
.
senyumku mengembang ,dengan sesekali mengetuk ngetuk toples bekas selai yg kujadikan tempat kunang kunang yg kutangkap
Rama menggelengkan kepalaku melihat tingkah kekanakan ku " mau buat apa sih???"
" mau kubawa pulang..!!,kan seru Ram kalo di kamar ada kunang kunang ..ini mereka makanannya apa sih ???" tanyaku , Rama tersenyum smirk...lalu memelukku dari belakangku dan mengecup pipiku
" makanannya kamu...."bisiknya
" Rama...ihhh..."
" mau ku kasih yg lebih seru ga Ra..??" aku mengernyit tak paham " apa ???"
Rama menggendongku di pundaknya seperti penculik , akhirnya aku paham kemana arahnya
" Rama...!!!!" pekikku ,namun sekali lagi Rama hanya tertawa
dan aktivitas siang menuju sore tadi terulang kembali ,kalau begini terus bisa bisa sepulang dari sini aku langsung mabuk dan berakhir di ruang dokter kandungan.
.
.
.
.
.
.
rasa dingin menelusup di balik selimut,yg masuk melalui celah celah jendela kamar
pipiku serasa geli , ternyata memang benar Rama sedang berbaring menghadapku ,menatapku dan mengelus pipiku
" assalamualaikum,sayang...." suara nya yg serak khas orang bangun tidur...
" wa'alaikumsalam...." jawabku
" siap jalan jalan pagi ???"
"siap dong. ..!!" semangatku
" mandi bareng yukk.." ajaknya
aku kembali masuk kedalam selimut membenamkan semua badanku " ga mau..." jawabku dari dalam
" wah...wah...ngajakin perang lagi ini mah " Rama menarik narik selimut ku
" sini kamu, Ra....daddy ga nakal ko...." ucapnya
" engga...." aku menarik selimut yg ditarik tarik Rama...
.
.
.
.
.
.
__ADS_1