Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
terimakasih !


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


Author POV


Spanduk dan bendera bertuliskan persatuan mahasiswa Indonesia berkibar bebas diantara kepulan asap hitam yang membumbung tinggi mencemari udara di sekitar lokasi ini ,tanpa mengenal sesak ataupun panasnya udara maupun suasana Rama menjejakkan kakinya diantara situasi mencekam ,mana mahasiswa mana bukan tak ia pedulikan ,hanya satu tujuannya mencari dimana wanita kesayangannya.


Begitupun kang Miftah dan yang lainnya yang mencari di tengah situasi chaos ini , beberapa kerumunan mahasiswa yang melemparkan batu pada barikade polisi tak membuat mereka menyurutkan niat,entah siapa yang memulai kekacauan ini duluan yang jelas demo hari ini berakhir ricuh walaupun belum terdengar adanya jatuh korban.


POV end.


Aku berjalan sebisanya dan sejauh mata memandang untuk menepi keluar dari kepulan asap yang membuat mata perih jarak pandangan tak lebih dari 5 meter saat ini.


" Alhamdulillah..!!" aku menarik nafas walaupun belum sepenuhnya lega ,aku menyeka keringat mencium bau badan dan bajuku yang berbau asap dan ban terbakar ,duduk di pinggiran jalan sekedar meluruskan kaki yang pegal ,hingga mataku menangkap seseorang ditengah kepulan asap sedang kepayahan bergulat mencari jalan keluar.


" tolong engga ???tolong engga??? ck ! tolong deh..." aku berdiri sambil sedikit berjalan cepat, aku menutup hidungku dengan lengan lalu menarik tangan si mahasiswi itu , untungnya ia dalam keadaan lemas jadi gampang kutarik, rupanya hati nurani ku masih berfungsi baik.


" loe ga apa-apa ?" pekikku menanyakan keadaan nya.


"gue gak apa-apa..thanks" jawabnya ,aku mengajaknya duduk di pinggiran jalanan,sayangnya aku tak punya air untuk diminum,bila di film film atau cerita si penolong akan memberikan air mineral ,jangankan ngasih minum orang tenggorokanku saja rasanya sudah seret kaya isi dompet pas tengah bulan.


" uhuuk..uhuuk...!" situasi belum mereda malah semakin pekat saja ,polisi menggiring memajukan tamengnya lalu kembali menembakkan gas air mata. Batu terlempar kesana kemari tanpa arah tujuan mendarat.


" awas...!!!" pekiknya saat sebuah bongkahan batu sebesar kepalan tangan mengarah tepat ke kepalaku , aku menunduk melindungi kepalaku menggunakan tangan ,pasrah ...sudah tak kuat untuk berjalan lagi atau berpindah posisi .


Seseorang menarikku dengan kuat hingga aku tersentak dan berpindah posisi ke dalam pelukannya . Aku mendongak ,


" bunda ngapain disini pake bawa ke bawa dede ??" ucapnya kurang jelas dari balik scarf


Karena jarak pandangan yang kabur ,penglihatanku kurang jelas ,hanya saja aku hafal bau parfum ini. Ia membawaku keluar dari kepulan asap dan area rusuh... sebenarnya kaki ku sudah tak kuat lagi untuk berjalan ,


" kamu ngapain ada disini ??!!!" pekiknya sedikit membentak , khawatir,cemas ,takut kalau aku dan calon bayinya kenapa-napa itulah yang dirasakan Rama saat ini ,ia menurunkan scarfnya hingga terlihat jelas wajah kelegaannya.


Rama memelukku erat seakan tak peduli tempat dan situasi,


" jangan pernah kaya gini lagi ,yang !!!" bahunya bergetar ,apa Rama menangis ? aku ingin melepas pelukan ku dan melihat keadaan lelakiku ini namun Rama menolak dan mempertahankan posisi nya, ia lebih memilih menyeka sudut matanya dahulu sebelum melepas pelukannya.


Menangis bukan pertanda cengeng ,bukankah seseorang memang perlu menangis untuk meluapkan isi hatinya tidak terkecuali seorang pahlawan sekalipun,menangis di hadapan orang bukan berarti dia lemah . Mahasiswa tadi yang kuselamatkan di bawa oleh bang Akhsan yang mengekor di belakang Rama.


" Nara !!! tau ga seberapa takutnya gue sama Rama !" bentak bang Akhsan, aku tak mendebat atau berucap apapun ,hanya diam membeku .


" kita balik dulu ke tempat anak anak bang " jawab Rama merangkulku dan mengajakku berjalan lagi untuk ke tempat yang lebih aman.


" bentar ih..!" kuhentikan langkah kakiku " kaki ku udah pegel ga kuat dari tadi lari terus ,jalan terus..." keluh ku ,karena memang kaki ku sudah hampir copot rasanya, Rama berjongkok di depanku " naik!" ucapnya .


Melihat raut wajah Rama yang seperti itu aku tak berani mendebat , walaupun kesusahan dengan kondisi perutku yang buncit aku mencoba naik


" bentar , susah perutnya ganjel !" jawabku , akhirnya dengan sekali hentakan aku berhasil di gendong Rama .


Dari kejauhan teman teman menatapku dengan pandangan nanar ,mereka menghambur ,bak pemeran utama yang selamat dari medan perang,kang Miftah dan yang lainnya pun sudah kembali lagi kesini.


" Nara !!!" pekik Airin,ka Nisa,dan ka Maria tak lupa si rempong bang Satria.


Rama menurunkan ku lalu memberiku air mineral


" minum dulu ," ucapnya ,aku menyambar botol air mineral berlogo merah itu,inilah yang kuinginkan dari tadi,betapa aku merindukanmu wahai air putih.... , kerongkongan ku berasa lagi puasa seharian kering kaya di padang pasir..


Matanya lekat menatapku yang sedang minum ,tatapannya terlihat sendu dan getir membuatku jadi salah tingkah ,tangannya tak lepas menggenggam tanganku yang bebas dan mengusapnya lembut ,bukan Rama yang memulai interogasi terhadapku tapi abangku yang memang selalu tak tau tempat ini bila memarahiku,dunia serasa milik sendiri yang lain mah kacungnya dia.

__ADS_1


" Ra ! loe ngapain disana ,mau jadi perkedel ??"


" atau sengaja mau macu adrenalin ??"


" bikin orang orang pada khawatir aja !!!"


" kalo loe celaka gimana ??? !!!"


Belum apa-apa aku sudah di serang beberapa pertanyaan plus wajah garang milik abang tembok Berlin yang menatapku tajam, menurutku inilah perang yang sesungguhnya.


" Alhamdulillah gue ga apa-apa !" jawabku tersenyum. " bisa satu satu ga sih nanya nya ? kasih gue nafas bentar ! " jawabku.


" baby gue aja masih ngos-ngosan ! " aku mengelus perutku menunjukan si janin pun pasti merasa lelah .


"Ra! loe bikin gue khawatir !!" rengek Airin.


" gue ga sengaja ketarik orang gara gara nih blazer !!" aduku menggidikan pundak ,berasa pengen buang nih blazer.


" gue tuh mau ketemu mamah di cafe Pelangi pas udah deket gue ditarik orang dikira satu almamater gara gara pake blazer sama warnanya kaya almamater mereka , gue udah coba lawan tapi tenaga dia tenaga kuda tangan gue aja masih sakit karena dia cengkram ! " aku memanyunkan bibirku


" lagian siapa juga yang mau ikutan demo ,apalagi harus masuk situasi mencekam kaya tadi gue bakal mikir 100 kali, meningan gue diem di rumah ngedrakor bareng Nia ,bukannya gue ga mau merjuangin hak rakyat tapi kalo harus nganterin nyawa kaya tadi cuma buat dapet ucapan terimakasih dan selamat berjaya mening gue dangdutan aja di rumah !" bukannya mereka iba saat ini tapi mereka malah menahan tawanya mendengar ocehanku yang mengeluh keadaan disana .


" kan ga lucu ! masa udah kaya personel red Velvet gini masih dikira gue pejuang hak rakyat,cuma gegara blazer gue item ,maen tarik tarik aja emangnya gue saldo ATM apa maen tarik tarik aja !!"


" ga liat juga apa gue lagi melendung gini ??" ocehki lagi tak mempedulikan orang orang yang sudah menatapku jenaka.


" heuhhh !!! dasar boncel !! loe mimpi apa sih dapet apes mulu !" kekeh bang Akhsan mengacak rambutku .


" lagian suruh siapa datang kesini,udah tau lagi demo !!" tetap saja argumennya tak mau dipatahkan.


" mimpiin loe...!! udah ahhh gue sekarang laper gue aus gue cape pengen rebahan !!" sarkasku .


" gue lega kalo loe udah ngomel ngomel berarti loe dalam keadaan sehat walafiat..." kembali bang Akhsan malah tertawa .


" Nara ,gue takut loe kenapa-napa " rengek Airin memelukku


" syukur kalo kamu ga apa-apa, Ra " yang lain ikut berucap.


" jadi nama loe Nara ,ya ?" tiba tiba mahasiswi yang kutolong tadi berdiri dari duduknya,aku baru sadar kalau ada seseorang yang asing diantara kami semua


" ehh iya ,loe ga apa-apa ?" tanyaku ,ia menggeleng " makasih banyak ya Nara udah nolong gue " jawabnya


" nama loe siapa ?" tanya kang Miftah .


" gue Ria dari universitas xxxxx " jawabnya


" oke gue konfirmasi dulu ke ketua senat kampus loe ,biar mereka ga nyariin loe " ucap kang Miftah .


" gue pulang duluan guys , kasian Nara !" Rama kembali berjongkok di depanku


" yuu pulang ,aku gendong " ucapnya masih belum menanyakan kabar atau apapun seperti yang lain,yang lain mengangguk sedangkan bang Akhsan dan ka Nisa mengekor.


" a.." panggilku ,namun Rama belum menjawab masih diam seribu bahasa . Sebelum benar benar benar pulang ,aku , Rama, bang Akhsan dan ka Nisa menemui mamah dahulu di cafe ,mamah menghambur memelukku setelah mengetahui kejadian dari bang Akhsan ,mamah masih menunggu ku disini.


" Alhamdulillah Nara ,mamah takut kamu kenapa-napa ,maafin mamah ga tau kalo bakal ada demo disini ,ponsel mamah juga mati tadi lowbath , mamah tau kabar dari abang pas ikut ngisi daya di mushola cafe " jelas mamah menyesal.


" iya mah , yang penting sekarang Nara ga apa-apa kan " jawabku lelah ,yang kubutuhkan saat ini adalah makan karena sedari tadi cacing dan baby ku sudah ikut demo juga.


.


.


.


Aku pulang bersama Rama sedangkan Wawan seperti biasa tugasnya mengambil motor Rama yang Rama tinggalkan di kampus Rama dan membawanya pulang , Rama membelokkan mobil ke arah lain ,aku hafal arah jalan ini . Ini jalan menuju tempat dimana dulu Rama memberiku kalung saat berpacaran ,dimana Rama mengucap kata romantis nya yang selalu kuingat.


Hari mulai senja ,lembayung jingga kebiruan nampak begitu indah bercampur menjadi atap langit kota Bandung,semilir angin senja melambai menyapu kulit ,hingga dress ku mencetak perutku karena tertiup angin. Sekali lagi aku menyaksikan kota Bandung dari atas bukit.


Rama berbalik menghadapku segurat wajah sendu menatapku lekat,ia meraih daguku , mengintruksiku untuk menatapnya ,rambutnya yang ikut acak acakan karena tertiup angin tetap menjadikannya pemuda yang tampan saat ini.


" cup " benda kenyal itu tau kemana harus menempel sudah seperti magnet.


" kamu tau yang kurasakan tadi, Ra?" dan kudiam mendengarnya mengeluarkan isi hatinya tanpa berniat untuk menjawab ataupun memberikan sejuta alasan,


" waktu serasa berhenti buatku ,kamu tau kalo kamu dan baby kita kenapa-napa?" masih tetap diam.


" Ramadhan akan mati Ra ,"

__ADS_1


"maaf ,a " jawabku ,hanya itu yang bisa kukatakan saat ini " sudah kesekian kalinya aku bikin kamu khawatir " tambah ku.


ia kembali memelukku,kini tak bisa sein*tim dulu karena selalu ada perut di antara aku dan Rama,aku menepuk-nepuk punggung Rama " aku ga apa-apa a..makasih udah cari aku " ucapku .


ia menghela nafasnya " kamu ga boleh keluar rumah lagi ! " ,mataku memejam " iya a " jawabku yang sudah tau harus menjawab apa ,sekian lama bernafas dan berada di samping Rama aku tau sifatnya jika ekspresi dan raut wajahnya sudah seperti ini , apapun yang di perintahkan adalah mutlak untukku tak ada kata penolakan maupun perdebatan untuk meminta sebuah toleransi,tak ada kata tidak untuk semua yang dia ucapkan,hanya harus menerima .


" kita pulang sekarang ,aku tau kamu sama dede cape ,"


.


.


.


Sesampainya di rumah tempat yang kutuju adalah kamar mandi ,seakan melepas semua rasa penatku aku berendam di dalam bathtub meregangkan otot-otot tubuhku ,jangan ditanya lagi Rama sudah memanjakanku ,ia menyodorkan segelas susu coklat hangat dan memijit mijit kakiku juga pundakku


" masih pegel ??" aku mengangguk " kayanya besok bakalan tambah pegel pegel deh..." jawabku menikmati setiap pijitan tangan Rama.


" kapan mulai cuti kampus ?" tanya nya


" satu bulan setengah lagi " jawabku


" ambu sudah bilang perihal acara 7 bulanan kan ??" tanya Rama


" udah a..ambu bilang minggu depan ,mamah sama ambu udah urus semuanya " ucapku lagi


Rama menyudahi pijitannya lalu tidur di pa*ha ku menghadap ke arah perut seperti kebiasaannya ,mengusap dan menciumnya sudah menjadi makanan sehari-hari bayi di dalam kandungan ku , beberapa ayat suci Al-Qur'an Rama lantunkan begitu syahdu, bukan hanya bayi yang ada dalam kandungan ku saja yang merasa rileks namun aku juga merasakan tenang.


" dede jangan kaya gitu lagi ,bilangin bunda mulai sekarang bunda daddy kurung di rumah !!" adu nya pada si calon buah hati


Begitu cara Rama mengeluarkan uneg-uneg nya padaku ,lewat pengaduannya pada kandunganku ,sudah seperti kotak pengaduan saja perutku ini.


" iya daddy ,kata bunda dia minta maaf " jawabku menirukan suara anak kecil.


" bilangin juga sama bunda,daddy ga bisa hidup kalo sampe kalian kenapa-napa !" adu nya lagi


" iya daddy ,dede sama bunda strong ko kaya daddy" jawabku lagi mewakili dede.


" bilangin bunda kalo bunda nakal ,daddy ga segan segan buat kurung bunda di kamar ,daddy borgol tangannya " aku terkekeh sekaligus ngeri


" a..kalo mau belanja peralatan bayi gimana ??" tanyaku


" kalo mau keluar nunggu aku ada di rumah " jawabnya ,memang sudah tak ada lagi toleransi untukku tanpa pengawalan nya sendiri.


" a..aku ada kepengen deh !" seruku antusias.


" apa ?" tanya Rama mendongak


" aku pengen foto maternity !" jawabku


" boleh ,tapi di rumah ya !" jawabnya kembali menempelkan pipinya ke perutku merasakan setiap pergerakan dari si jabang bayi.


Setidaknya aku masih bisa melakukannya walaupun hanya di rumah.


" kapan a ??"


" nanti saja setelah acara 7 bulanan,aku punya temen fotografer ,biar nanti kusuruh dia ke rumah."


Aku mengangguk mengiyakan


"sekarang tidur udah malem ,sini kupeluk !!" aku meringsek masuk ke dalam pelukannya, bahkan di keadaan tidur pun aku hanya bisa menurut,untuk saat ini


"a.." cicitku


"hemm??" tanya nya


" tadi kamu keren deh !!" Rama terkekeh mendengar ucapan ku, bukannya trauma atau syok tapi pikiran absurd ku lebih mendominasi, masih sempat-sempatnya di saat orang orang khawatir padaku ,aku malah mengagumi sosok malaikat penolong ku sekaligus malaikat pencabut kemerdekaan ku.


" keren ya??!" gumamnya yang berbicara di dekat telingaku seraya tangannya masih memelukku ,aku mengangguk " banget !"


" ga mau kasih kiss nih ??" tanya nya " udah ditolongin loh sama mahasiswa keren !" ucapnya sambil tertawa kecil .


" enggak ahh udah punya suami ,nanti suami ku marah ! " jawabku


Rama tertawa " ga apa-apa nanti aku ijin dulu sama suaminya "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2