Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
cintaku tak serapuh itu


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


" ishhh....." aku mencocok cocokkan kebaya yang kukenakan sambil bercermin ,rambut yang kucepol layaknya SPG SPG produk kosmetik di sebuah pusat perbelanjaan dengan anak rambut yang menjuntai ke bawah


kebaya kebaya ku yang ku klaim paling best saja


tak muat di bagian kancing perut nya..


akhirnya,hanya ada satu kebaya berwarna peach yang muat di badanku bermodelkan atasan baby doll .


" witwiwwww....!!!" siulnya ,dari arah belakang lengkap dengan stelan kemeja batik berwarna gelap dengan lengan panjang semakin menambah kadar ketampanannya ,sudah setara dengan emas 24 karat.


" cantiknya istri orang..." ucapnya memelukku dari belakang.


" jangan peluk peluk..lagi kesel...." jawabku menggembungkan pipi.


" kesel kenapa ???" tanya Rama menaruh dagunya di pundakku yang tertutup kain kebaya tipis.


" dari tadi milih kebaya ga ada yang muat ,cuma ini doang yang muatnya...sampe keringetan gini..." keluhku, Rama terkekeh " mau pake daster ??? tanya nya ,yang benar saja disaat seperti ini dia mau melucu ,ini acara lamaran bukan acara rujakan bareng ibu ibu forum ghibah.


" ga lucu..." jawabku sarkas mengelap pori pori yang sedikit berair.


" aku lagi ga ngelawak yang,mau pake daster juga bundanya dede tetep cantik ko..." jawabnya


" malahan aku takut kalo penampilan kamu kaya gini yang..." Rama meneliti ku dari atas sampai bawah , sedangkan aku menautkan kedua alisku


" takut...soalnya bawaannya mau balik lagi ngelamar kamu....takut kamu dilirik orang..." coleknya di daguku.


" mana ada yang lirik a..orang liat lagi bunting gini..." jawabku menunjuk bentuk perutku yang membulat.


" menggoda yang ,sexi..." bisiknya sedikit mendesah menggoda,aku menjauhkan kepalaku dan mencubitnya" mode mesumnya disimpen dulu, ayo..orang orang udah pada nunggu ,jangan kelamaan dandannya dikira mau ngalahin yang mau lamaran..." jawabku menarik lengan Rama dan menggelayuti nya .


aku dan Rama turun seperti pasangan raja dan ratu


" beuhhh ini yang mau lamaran siapa sih...aa apa a Gilang... dandannya udah ngalahin penganten keraton..." keluh Nia,di bawah yang lain sudah menunggu termasuk Gilang sepaket dengan wajah pucat pasinya.


" santai Lang...relax aja masa ngadepin pria berotot bawa golok aja loe santai ,lah ini cuma ngadepin bu Sufi aja loe memble..." goda Abay...ibu Gilang tersenyum,setelah melalui perjalanan panjang yang ia tau tak mudah, akhirnya Gilang mendapatkan restu dari orang tua sang pujaan hatinya


" bah ,ambu terimakasih...selalu ada buat saya sama Gilang..." ucapnya berkali kali mengucapkan kalimat itu pada kedua orang yang telah membantunya dari keterpurukan ,saat dunia meninggalkan mereka ,hanya kedua orang yang dihadapan nya lah yang dengan senang hati mengangkatnya.


" sama sama atuh bu ... Gilang sudah seperti anak kami sendiri...kita kan saudara..jangan sungkan..." jawab ambu di angguki Abah,bagi Abah, Gilang sudah seperti anak laki laki keduanya yang selalu ada untuk membantunya dan Rama.


Gilang yang memakai kemeja dengan model yang sama dengan Rama terlihat tampan dan rapi namun wajahnya kali ini tampak kaku karena gugup.


rombongan cukup berjalan kaki karena letak rumah yang dekat,ambu dan abah menjadi perwakilan keluarga dari pihak Gilang ,,,,,rumah Vina sudah rapi dan dipersiapkan sedemikian rupa untuk menerima kedatangan rombongan Gilang.


Rama dengan setia merangkulku , Rama melarangku memakai high heels dan hanya mengijinkan ku memakai flatshoes.


" ihh engga banget a...kenapa ga sekalian pake sendal jepit aja ...." dumelku


" kalo sayang mau ga apa-apa," jawabnya dengan kekehan merapikan anak rambut yang mencuat keluar , karena acaranya bada isya, Rama dengan sengaja membawa jaket dan memakaikannya pada tubuhku.


lengkap sudah ,penampilan yang ku tata sedemikian rupa dari sore hancur tak beraturan ,bibirku mengerucut ,kebaya yang tertutup jaket dan heels yang berganti menjadi flatshoes.


Rama tertawa renyah " bibirnya ga usah maju jalan gitu ,yang gemes ...jangan sampai ku cium kamu sampai sesak..." Rama menyentuh bibirku yang terolesi liptin.


Abay, Ridwan,dan Rika tertawa diatas penderitaan ku ...para orangtua dan sang calon mempelai berada di dalam rumah sedangkan muda mudi berada di luar rumah ,sekalian mencari angin,ditambah memang sikap kami yang tak terbiasa dengan suasana formil..


" gantengnya pacarku..." Rika menjiwir hidung Abay ,katakanlah mereka sedang bucin bucinnya,apa kabar dengan nasib si jomblo Ridwan ,padahal wajahnya lumayan tampan dan manis walaupun warna kulitnya sedikit gelap.


" oh iya , Wan temenku minta nomermu boleh aku kasih ngga ???" tanyaku ditengah tengah kunyahan ku,semua ikut menoleh siapa gadis yang terang terangan ingin berkenalan dengan sohibnya yang jomblonya sudah tak tertolong ini.


" siapa Ra ???" tanya mereka kompak

__ADS_1


" weitss!! kompak banget..." jawabku melirik satu persatu.


" Airin " aku menunjukkan foto Airin yang sedang tersenyum manis dan menggemaskan ,


" hah ??! Airin??!" tanya Rama tak percaya.


aku mengangguk sedangkan Abay dan Rika kebingungan karena memang mereka tak tau dengan Airin.


" serius dia minta nomer Ridwan ??buat apa Ra ??" tanya Rama yang mewakili semuanya terkhusus Ridwan sendiri.


" tauu deh, suka kali..."


" uhukkk...!!" Rama dan Abay terbatuk lalu tak lama tertawa renyah


" laku broo..!!!" Rama dan Abay menepuk-nepuk punggung Ridwan, namun Ridwan terlihat biasa saja .


" boleh sih kasih aja..." jawabnya datar,aku sedikit banyak tau kalau sejak dulu Ridwan sudah mengagumi Mita , begitu pun cs cs tak ada akhlak nya ini ,namun Ridwan tak terlalu memikirkan perasaan nya hingga teman teman nya menganggap itu hanyalah perasaan yang sekedar lewat saja.


" Mita apa kabar , Wan ???" tanyaku tiba tiba membuat Ridwan gelagapan.


" ekhemmm kayanya ada yang kangen..." goda Abay.


Ridwan bergidik entah itu tak tau atau tidak mau tau,sejak lulus Mita memutuskan berkuliah di Jogja ,kotanya pelajar...hanya sesekali ia pulang .


" ga pernah contact contact an...??" tanya Rama yang mulai serius dan menghentikan comotannya di piring kacang rebus.


aku mengotak atik ponselku mencari sosmed dan kontak Mita, Mita sudah banyak berubah terutama dari penampilannya,memang dari ketiga teman perempuan ,Mita lebih dekat denganku ,aku menaruh ponselku di meja menggeser gelas minum dan piring piring kue.


" Mita baru pulang ke kost an..." tunjukku


mata keempat manusia di samping dan dihadapan ku membola


" itu Mita???!!!" tanya mereka tak percaya aku mengangguk


" gile cantik brooo... sekarang, dulu kan cupu..." kejujuran Abay berhak mendapatkan hadiah tapi selalu tidak pada tempatnya, Rika menepuk pahanya keras hingga Abay terjengkat


" awww !!! sakit beb....." ucapnya ditertawai Rama,


" ga usah so ga peduli gitu... save tuh kontaknya..." ucapku yang melihat Ridwan mencuri curi pandang pada layar ponselku.


" Wan...cinta itu butuh perjuangan, Wan ..mesti dikejar...ga akan datang sendiri..." saranku


" iya kaya gue , Wan..." seru Rama sambil kembali memakan kacang dengan cara melemparnya ke atas dan menangkapnya langsung dengan mulutnya,sikap gentle yang terkesan nekat dan memaksanya memang patut diacungi jempol.


" a...ihhh...!!! " kesalku " nanti keselek...!!" ucapku memelototi Rama,heran saja makan kacang saja harus dengan cara lebay seperti itu.


" harusnya dapet piala tuh yang...pantang pulang sebelum ngisi....eh diterima...." jawab Rama dengan bangganya,mereka kembali tertawa


" ngisi...ngisi... ustadz ga bener nih. masa ngajarin ga bener ihhh...." omelku ,yang kesal dengan sikap Rama yang selalu memancing kekesalanku , dengan sikap absurd nya.


" ngisi apa dulu yang ..kamu nih yang pikirannya ngeres... sapu dulu sana...masih siang ,yang... udah panas aja..." dengan tanpa dosanya ia mengucapkan kalimat tabu itu di depan kawan kawannya.


aku memilih diam , harus ada yang mengalah agar tak berlanjut...


" a..." bisik Nia sedikit ngegas ,kami menoleh ke arah ambang pintu dimana Nia muncul


" apa ??!"


" itu disuruh masuk sama Abah...buat diskusiin tanggal nikah Gilang...." jawab Nia


" ko aa , Nia..kan yang mau nikah Gilang sama Vina..kenapa aa yang ditanyain ...."


" astagfirullah, Abah minta aa ikut andil a...." jawab Nia, akhirnya Rama masuk,aku menghela nafas lega tak harus menanggapi sikap banyol suami magic ku itu.


tanpa sepengetahuan ku Ridwan sudah mensave nomer Mita begitupun nomer Airin.


tanggal sudah ditentukan ,tuan rumah menyiapkan hidangan untuk para tetamu yang datang.


Rama mengambil alih piring yang kupegang dan mengapit lenganku diantara lengan dan perutnya aku hanya pasrah mengikuti kemauan suamiku ini perintah mu jalan ninjaku, ia mengisinya dengan nasi untuk 2 porsi begitupun lauknya


" a...aku ga makan sebanyak itu kali..." mataku membulat melihat banyaknya makanan yang diambil ,bisa bisa perutku meletus , sepertinya itu cukup untuk ku 2 hari kemudian puasa.


" suttt diem...bumil ga boleh kekurangan gizi..." jawabnya ,yang lain hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat Rama yang mendominasiku ,menjadikan aku hanya miliknya .


" liat aa Rama sama neng Nara ,bikin ngiri ya Bu haji berasa pengen balik lagi muda..." ucap bu Sufi , sebenarnya masih ada sedikit harapan kalau posisi Gilang bertukar dengan Rama,calon menantu idaman yang gugur.


Ambu tersenyum menanggapi pernyataan bu Sufi seraya menyendok makanan " saya yakin nanti Gilang sama Vina juga bakal semesra itu...tiap pasangan punya caranya sendiri untuk mempertahankan keharmonisan hubungan,bu...bukan begitu ,bah.. ??!!" tanya ambu mencari dukungan Abah...abah mengangguk menyetujui ucapan perempuan yang sudah menemaninya selama puluhan tahun dan memberikannya 3 orang anak.


ibu Gilang pun ikut larut dalam suasana haru dan bahagia ini ,seakan tingkah laku dan interaksi Rama denganku merupakan suatu tontonan menarik yang menghibur.


" a...pelan pelan a...itu jangan kebanyakan, mulutku engga segede itu..." tunjukku pada sendok yang dipenuhi nasi serta lauknya sampai munjung ke atas.


yang lain tertawa " ga sekalian pake sendok tembok aja, Ra...??" goda Gilang yang bersebelahan dengan Vina.


" maaf yang ,ya udah nih ...buka mulutnya..." pinta Rama mengurangi porsi suapannya.

__ADS_1


" aku bisa sendiri ...a..." jawabku yang menolak ,namun Rama tak mendengar dan tetap saja menyuapiku seperti kaka pada adiknya.


sampai nasi di piring habis olehku dan Rama , tangan Rama lah yang memegang dan menyuapkan nasi.


" oke..dede udah kenyang kan..." usapnya di perutku membuat para gadis dan bujang di depan kami ini iri.


" ga usah pamer Ram...gue juga bentar lagi...lagi otewe..." kekeh Gilang membuat Vina mengipasi wajahnya yang memanas ,ia menepuk laki laki yang awalnya merupakan teman debatnya , dulu Vina dan Gilang sudah macam tom and Jerry yang susah untuk di lerai bila sudah berantem.


" guys...weekend nanti nginep di villa yu..." ajakku ,mata mereka berbinar


" villa mana Ra ???!" tanya mereka semangat.


" Pangalengan, Lang..." jawab Rama seolah Gilang memang sudah tau tempatnya.


" ohhh ,hadiah Nara ???!!" rupanya memang Gilang tau ,tak aneh juga sih mereka kan satu paket.


" kuyyy....!!!" pekik yang lain


" berarti sebelum acara nikah kan ???" tanya Vina ,diangguki Gilang dan Rama,


" emang kalian akad kapan ???" tanyaku


" masih minggu depannya..." jawab Gilang.


" ohhhh " aku , Rika , Abay dan Ridwan berohria.


.


.


.


.


" yang...besok besok kalau aku senggang antar jemput kampus biar aku aja... kecuali ko aku ga bisa ada bang Akhsan..." ucap Rama


" iya...! " jawabku singkat sambil berganti pakaian , rasanya tak nyaman saja memakai pakaian berbahan tile dan tipis itu ,berasa gatal saja di kulit...


" yang " panggilnya.


" hemm...??" jawabku


wajahnya sedikit sendu , seperti ada yang sedang ia pikirkan ,aku menghampiri Rama yang sudah bersila di ranjang .


" kenapa ,a??" aku menggenggam tangan nya.


" aku mau tanya tapi kamu harus jujur..." ucapnya ,aku mengangkat alisku sebelah.


" apa???" tanyaku


" pernah ga , terbersit di pikiran sama hati kamu buat suka sama lelaki selain aku ???" tanya Rama,aneh malah terkesan sangat aneh ,tidak biasanya Ramaku ini bertanya hal yang macam macam , biasanya ia akan selalu percaya diri menunjukkan bahwa dirinya memang sosok sempurna untuk diriku.


" ko nanya nya gitu ,a ???" tanyaku


" jawab aja yang ," ucapnya datar


" ngaco ahhh ...udah bobo.." baru pertama kali aku melihat sisi rapuh Rama


" kalo pernah ,kamu mau apa ?? mau nyerang tuh cowok bikin dia ga berpijak lagi di muka bumi ini ???" tanyaku yang hanya berniat bercanda .


" bisa jadi ..." jawaban nya sungguh menohok membuatku terjengkat kaget ,tak mungkin kan Rama senekat itu...tak mungkin seseorang yang sering datang dan mendekatkan diri dengan sang pencipta sampai punya pikiran seperti itu.


" udah ahh ngaco...udah malem ...aa pasti capek...yu bobo..." ajakku


" jawab dulu yang .... insyaallah,engga kan ngapa ngapain..." jawabnya memastikan.


aku menghela nafas " ada .... karena tiap hari aku selalu dibuat jatuh cinta olehnya , kaya setiap harinya tuh rasa orang yang baru pacaran...tiap harinya tuh selalu ada aja sikapnya yang bikin aku selalu jatuh sejatuh jatuhnya di cintanya dia..." jawabku


Rama mengepalkan tangannya namun terlihat menahannya.


" siapa ???"


" mau tau ???" tanyaku ,ia mengangguk, aku mendekatkan wajahku ke wajah Rama lalu memiringkan kepalaku


" cup..."


kalau Rama seorang yang selalu menciumku tanpa permisi , berarti aku sudah belajar langsung pada gurunya ,akulah murid terbaiknya


" Ramadhan Restu Al Kahfi..." bisikku setelah selesai mengecup bibir manis itu.


Rama terkekeh ,tidak seharusnya ia meragukan rasa yang sudah tumbuh diantara aku dan dia ,mungkin saat ini ia sedang bo*doh dan tak percaya diri karena menganggap perasaan cintaku serapuh itu..


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2