
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
Aku termenung di tangga melihat semua kesibukan di rumah ,acara 7 bulanan atau yang biasa disebut Tingkeban memaksa semua orang ikut serta ,and you know what? acara 7 bulanan saja sudah seperti akan diadakan acara hajatan anak raja saja ,mungkin karena memang Abah dan ambu adalah orang terpandang disini ,salut dengan rasa saling tolong menolong di sini,para tetangga juga ikut membantu.
"Neng...neng Nara cukup diam saja dan duduk manis " ucap Ambu ,jadi disinilah aku melihat para ibu ibu yang membantu ambu memasak dan menyiapkan rujakan 7 bulanan ,nantinya akan dibagikan ,mataku teralihkan melihat sesuatu yang unik disiapkan oleh kakaknya Ambu bernama nyai Euis ,beliau baru saja datang dari kota Sumedang.
" assalamualaikum nyai, " sapaku sambil menumpukkan dagu di pundaknya ,aku memang sudah dekat dengannya,jujur bukan hanya dengannya saja tetapi seluruh keluarga Rama memanglah sangat mudah akrab denganku ,sungguh beruntung aku bisa merasakan mengenal mereka ,bahkan kedua orangtuaku saja sudah menginap dari kemarin ,mamah yang masih dangkal dalam wawasan adat Sunda sangat tertarik , walaupun acara 7 bulanan ini lumrah dilakukan tapi keluarga Rama masih sangat memegang kuat adat istiadat budaya tanah Pasundan yang mulai hilang karena tersisihkan oleh budaya modern.
" wa'alaikumsalam neng " ia tersenyum menoleh lalu kembali ke fokusnya semula
" ibu hamil kalo sudah masuk 7 bulan banyakin jalan neng ,biar lancar lahirannya" belum apa-apa beliau sudah mengusirku untuk berjalan jalan.
" udah nyai sampe pegel kaki Nara ," jawabku seolah mengadu.
" jarinya bengkak bengkak ,tidak?" tanya nya ,aku menggeleng " syukur kalo gitu ,jadi nyai ga perlu ngurutin " kekehnya ,jadi menyesal aku bilang tidak.
" nyai lagi nyiapin apa ?" tanyaku melihatnya asyik membuat bulatan bulatan kecil di atas genting tak terpakai .
" talawengkar,neng !" jawaban nyai membuatku mengerutkan dahi baru menemukan sebuah kata aneh .
" jangan kerung gitu atuh jidatnya ( kerung \= mengkerut) !" beliau cekikikan .
" abisnya baru denger !" ucapku
" uang uangan buat rujakan ,neng ..! jadi nanti neng tuh jualan rujak buat tetamu yang dateng nah ini uangnya ! " jawab beliau sambil menunjukan genting yang sudah menjadi bentuk bulatan bulatan menyerupai uang logam sedangkan wa Didi suaminya asyik mengukir wajah Rama dan Shinta tokoh pewayangan di dua buah kelapa , sangat indah.
" wa ! bagus banget coba muka Nara yang dipahat disitu kan Rama sama Nara wa,bukan sama Shinta !" kelakar ku membuat pria paruh baya yang menunjukkan kerutan di wajahnya itu tertawa.
" iya ,nanti wa pahat wajah neng ,khusus di kayu jati " serunya
greuppp !!
sepasang tangan kokoh memelukku dari belakang dan mengendus rakus tengkukku.
" kamu dipahatnya di hati aku !!" ucapnya ,gombal dihadapan kedua kaka dari orangtuanya tampak hal yang biasa untuk Rama,hingga kedua orang tua itu tersenyum saling melirik "darah muda ! playboy cap jahe lagi ngegombal !" ledek wa Didi.
" ahhh bapak kaya yang engga sama aja !" sarkas istrinya.
" wangi !! udah mandi ?" tanya nya ,yang benar saja ! ini pukul setengah lima sore kalo kata nyai bumil tak boleh mandi kesorean ,aku mengangguk " udah !"
" seharian kemana aja ?" tanya Rama yang masih betah di posisinya mengusap usap kandungan ku.
" ga kemana mana ,keliling keliling rumah aja ! " jawabku.
" bagus !" ucapnya mengecup kembali ceruk leherku.
" bosen ?"
kalo bosen jangan ditanya ,aku mulai terbiasa dengan penjara cinta seorang Ramadhan.
" kalau aku bilang iya memangnya mau nyuruh aku seharian maen ??" aku menoleh ke arah wajah lelakiku ini ia menggeleng " engga ,mau ngajakin maen justru ,tapi kayanya bunda udah betah di rumah !" ia melepaskan pelukan nya dan melenggang pergi ke kamar atas ,sontak aku mengejarnya ,demi apapun aku menyesal menantangnya begitu aku mau !!! mau banget ,keluar dari rumah hanya untuk sekedar cari angin.
Akhir akhir ini Rama sibuk makanya ia jarang ada di rumah yang otomatis aku tidak bisa keluar rumah ,karena Rama sama saja dengan kunciku untuk bisa keluar rumah.
__ADS_1
" aku mau a..!!! ayo keluar !!! jalan jalan !!! kalo kata Upin Ipin makan angin !!" rengekku menggelayuti lengan Rama ,kini aku mulai bersahabat dengan serial anak botak kembar itu karena serial itu yang selalu menghiasi layar TV setiap saat ,kalau tidak si kembar botak ,pasti si kuning kotak.
" jangan makan angin ,yang..! nanti tambah kembung perutnya " kelakarnya menggodaku.
" jalan jalan a..ngukur jalanan kota Bandung !" ucapku,tapi lagi lagi Rama menggodaku " jalanan kota Bandung panjang ,yang...! ga perlu diukur tinggal tanya mbah google aja " jawabnya membuka pintu kamar ,dan aku mengekor seperti anak itik pada induknya.
" ihhh ! jawab terus ! bilang aja ga niat !" aku menghempaskan pan*tat ku di tepi ranjang sambil bersidekap ,ia tertawa renyah mengalahkan renyahnya wafer ketika digigit.
" oke ,tapi sun dulu !!" ia berjongkok di hadapanku membawa tanganku di genggamannya,kalau hanya untuk sun doang sih aku ahlinya sekarang,tak apa-apa lah sedikit disebut murahan oleh suami sendiri,yang penting jalan jalan tetap di ACC..
ku kecup lembut pipi kanannya,ia meminta pipi kiri pula ,dan akhirnya setiap inci wajahnya tak luput dari kecupanku.
" udah kan ?? tanyaku masih beberapa inci di depan wajahnya ,namun di luar kuasaku Rama malah menarik daguku, tangan yang satunya menarik pinggangku.
Mataku mengerjap terkejut walaupun setelahnya aku menikmati permainan lidah tak bertulang miliknya saat mengeksplore semua bagian mulutku dan bermain dengan milikku.
Hingga tanganku yang menepuk-nepuk dadanya tanda pasokan udara yang sudah menipis di paru paru.
" kesempatan dalam kesempitan,berasa punya senjata ! " dumelku,ia menyeringai "emang !" jawabnya.
" menjamah kamu tuh ga ada puasnya ! dan aku seneng sekarang punya senjata buat naklukin kamu !" tawanya jahat meledekku.
" sekarang aku mau nagih janjinya !" pintaku.
" oke sayang siap siap dulu , aku kebawah sebentar !" jawab Rama ,aku sedikit melompat kegirangan lumayan bisa cari yang bening bening plus seger...minuman maksudnya ...
Aku memilih milah pakaian yang hendak dipakai , percuma juga sebenarnya toh baju ku yang muat dan nyaman dipakai hanya yang model model seperti ini saja a.k.a babydoll selutut,hanya warna nya saja yang bervariasi , pilihanku jatuh pada warna pink baby walaupun terbuka dibagian pundaknya namun aku memakai sweater rajut berwarna senada ,kulirik jam di dinding sudah lewat maghrib ,namun Rama tak kunjung kembali ,apa mungkin Rama bohong ? setauku Rama tak pernah ingkar bila janjian...
Aku mencoba mencarinya keluar kamar,tapi baru saja aku turun ke lantai bawah , Wawan sudah memanggilku .
" teh ,tadi aa Rama bilang , katanya Wawan disuruh nganter teteh !" seru Wawan yang sudah bersiap dengan kunci mobil si Jagur.
Aku mengerutkan dahi beberapa lipatan " ko malah sama Wawan sih !!!" gumamku
" terus aa kemana ??" tanyaku pada Wawan,aneh aku janjian dengannya kenapa malah menyuruh Wawan ,bukannya dia sendiri yang bilang aku tak boleh keluar tanpanya.
" aa katanya udah duluan ,udah nungguin di sana !"
Rencana apa lagi yang Rama buat ,,,asal jangan yang aneh aneh saja ya Allah...aku mengangguk ragu tapi kuikuti langkah Wawan yang tak tau akan membawaku kemana .
Karena orang rumah terlalu sibuk menyiapkan acara untuk esok hari makanya saat aku ijin mereka mengangguk dan mengiyakan saja ditambah mungkin Rama sudah berpesan pada orang rumah bahwa aku akan bersamanya.
Mataku menyusuri satu persatu bangunan yang terlewati dan jalanan yang semakin menjauh dari rumah masuk ke daerah Punclut ,hawa dingin terasa disini karena memang daerah dataran tinggi.
Kalau pagi biasanya kebanyakan warga Bandung, berolahraga disini namun memang karena sekarang banyak investor yang menanam saham dan juga ide-ide kreatif para pelaku usaha menjadikan kawasan ini daerah yang banyak bangunan instagenic ,nyaman dan banyak dikunjungi pelancong luar maupun lokal untuk berlibur ,suasana malam pun malah makin meriah . Jalan berkelok mengantarkan ku ke depan sebuah cafe yang sering muncul di acara vacation di tv tv...
" Teh sudah sampai..." ucap Wawan .
Aku turun tanpa berkata-kata ," yakin , Wan a Rama nyuruh kamu nganter aku kesini ?" jawabku tak percaya.
" iya teh ,yu masuk sekalian Wawan mau ngambil kunci motor yang dipake aa,buat pulang " jawab Wawan .
Aku berjalan tanpa tau kemana arah berjalan ,tempat duduk disini seperti tempat nongkrong di atas bukit yang menjulang tinggi ,hingga semua rumah warga dan jalanan kota tampak kecil ,muda mudi maupun keluarga banyak yang sedang santap malam sambil berswafoto .
Seorang pelayan di ambang cafe memberikan kunci motor pada Wawan dan menitipkan pesan agar Wawan bisa pulang saja , Wawan menurut dan memberikan kunci mobil padaku " Teh,tugas Wawan udah selesai , Wawan pulang dulu ,tuh liat udah diusir si akang pramusajinya !" kelakar Wawan..
" Teh Narasheila??" tanya pramusaji itu ,aku mengangguk ,dibayar berapa dia oleh Rama hingga mau disuruh seperti ini..?
Pelayan itu memberikan sebuah buket bunga mawar,mengantarkan ku ke sebuah tempat duduk paling ujung , lalu dia meninggalkan ku sendiri.
Tubuhku mematung saat kulihat sosok lelaki memakai t-shirt putih polos namun berbalut jas hitam dengan celana jeans panjang berdiri di depanku ,itu Rama ....ia tersenyum manis dan menghampiriku ,lelaki yang biasanya berpenampilan badboy ini nampak begitu cool dan dewasa ,,,meskipun tetap saja sisi badboynya mendominasi dengan anting hitam dan rambut ala boyband Korea hasil ngidamku.
" lama !" bisiknya lalu mengecup keningku yang masih diam mematung
" kenapa ? aneh ya ?" tanya nya ,aku menggeleng cepat
" ganteng " jawabku , sekarang aku yang merasa tak pede ,apakah aku salah kostum ?
" a ,ngapain sih ?" tanyaku geli .
Rama membawaku duduk bukan kursi mewah dari kayu jati ataupun mahoni namun sebuah sofa mirip kulit kacang polong yang bisa kududuki dengan nyaman . Sambil menatap langit malam beratapkan taburan bintang beralaskan kerlap kerlip kesibukan kota Bandung , Rama duduk bersebelahan denganku namun saling berhadapan .
" maaf , selama pacaran sama aku ,kamu belum pernah merasakan yang namanya candle light dinner di tempat romantis kaya orang-orang ,yang ada kamu kuajak makan di lesehan pinggir jalan berdebu" ujarnya penuh sesal.
" bukan karena tak mampu romantis ataupun pengiritan ,aku hanya ingin mengajarkan kamu istimewanya sebuah kesederhanaan,aku ingin melakukan adegan romantis itu denganmu saat kamu sudah sah menjadi milikku , Ra "
"aku ga mau romantis romantis tapi ujungnya putus dan malah menjerumuskan kita ke lembah kemaksiatan,aku mau romantis saat kamu halal kupandang ,saat kamu halal kusentuh ,aku mau romantis nya aku bakal bikin kamu jatuh cinta padaku setiap harinya selama pernikahan kita " jelasnya.
__ADS_1
" Maaf juga karena baru sekarang aku bisa ngajak kamu buat candle light dinner,aku terlalu sibuk bekerja buat masa depan kita ,sampe lupa kalau kamu butuh teman ,butuh partner hidup yang bisa ngerasain bareng bareng gimana susahnya jadi seorang istri dan calon ibu dari anakku "
Tanpa sadar air mataku mengalir mendengar kata kata suami nakal ku ini. Aku menggeleng kuat sambil sesenggukan mengipasi mata dan wajahku yang memanas
" hey ! ko nangis ?" tanya nya. Biarlah orang bilang aku cengeng tapi saat ini sampai nanti aku mau menua bersama mu ,hanya bersamamu ....aku memeluk erat lelakiku ini , seakan tak mau melepaskannya lagi ,kalau ada lem ingin sekalian ku lem saja agar aku bisa menempel terus padanya.
" terharu " cicitku , Rama tertawa kecil,menangkup pipiku " coba kamu liat ke bawah !" pintanya .
Taman yang biasanya disediakan khusus untuk para balita yang tersedia disana dipasangi lampu lampu LED kecil dan dibentuk menjadi sebuah kalimat
" Daddy ❤ Bunda "
Jangankan aku para pengunjung yang hadir disana juga ikut baper melihat kemanisan sikap Rama yang tak berujung, hingga tak jarang dari mereka yang mengabadikannya.
Rama sudah membawaku terbang ke langit ke tujuh ,menjadikanku orang yang paling spesial di muka bumi ini . Percayalah wajahku sudah tak kontrol lagi melongo menggelikan.
Laki laki yang dulu paling kubenci karena gayanya yang slengean ,dan bertindak seenaknya ,bahkan untuk melihat wajahnya saja sudah membuatku ingin mendorongnya ke jurang paling dalam atau Palung Mariana, tapi kini laki laki itu ada di hadapanku sedang memegang tanganku dan membuatku tak bisa berkata-kata,harus kusebut apa .... karena terlalu mencintai nya .
Siluet tampilan Rama saat SMA berganti dengan Rama yang saat ini membuatku semakin deras menitikkan air mata.
don't judge the book from the cover.....
" aku sayang kamu !!" jawabku masuk ke dalam pelukannya.
" apalagi aku !" ia menunduk sambil mengecup beberapa kali pucuk kepalaku
" ada satu lagi yang !" ucapnya
" apa ??" tanyaku ,ia mengajakku berdiri berhadapan lalu memutar lagu romantis di ponselnya ,setelah menaruhnya di meja tangannya lihai meraih tanganku membawanya melingkar di lehernya lalu membawaku bergerak sesuai alunan lagu melow nan romantis ,kedua pasang mata saling bertatapan, dari mata turun ke hati ,matalah yang menatap namun sampai ke hati , suasana malam mendukungku untuk hanyut dalam alunan musik dan gerakan Rama yang memanduku berdansa ,tak perduli dengan tatapan pengunjung lain ,dunia berasa milik berdua yang lain cuma ngontrak terjadi juga padaku saat ini, untungnya aku sedang terkena sihir cintanya Rama hingga belum sadar sepenuhnya,tak tau kalau kesadaran ku sudah kembali ,malu rasanya.
" aku salah kostum engga sih ,a ??" aku minder saja ,melihat Rama yang sudah gaya bak oppa oppa Korea tapi aku seperti akan pergi tidur.
" engga ! kamu cantik ,bundanya dede selalu cantik dan seksi ,apalagi waktu te*lan*jang " cicit nya di kata terakhir ,aku menepuk dadanya ,selalu saja ada kata kata tak senonoh di akhir sikap romantis nya, Rama dengan segala kekonyolan dan kemesumannya padaku tak bisa dipisahkan.
" jangan ngancurin predikat suami romantismu malam ini dong ,a " ucapku ,ia tertawa renyah.
" udah satu paket,yang ..!" jawabnya.
" yang...! " panggilnya,aku menaikkan alisku bersiap mendengar kalimat puitis bak Kahlil Gibran nya berikutnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" perutku udah laper !!!" bisiknya
Mataku langsung memicing,dan bibirku mengerucut
" sueeee !!!" batinku
" makan yuu !" ajaknya menghentikan gerakannya dan mengajakku kembali duduk ,ia memanggil pramusaji dan menyuruhnya membawakan makanan pesanannya tadi , beberapa porsi makan dan minum " apa tak salah pesan sebanyak itu ??"
" a ini ga salah ??" tanyaku, ia menggeleng " ibu hamil harus tercukupi nutrisinya " lain di ucapan lain juga realita nya yang sudah sangat lahap menyantap makanan ,suamiku ini, sudah berapa lama tak makan,jadi yang ibu hamil dengan kebutuhan nutrisi yang perlu dicukupi itu yang mana ??aku atau dia ??.
.
.
.
__ADS_1
.
.