Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
ancaman Kenzi


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


hari pertama tanpa Rama , ketergantungan terhadap Rama????itulah mungkin julukan baru untukku ....dunia berasa monokrom benar adanya, semua yg kulihat ,yg kumakan,yg kurasa selalu mengingatkan ku pada Rama , Rama ada dimana-mana ...itu kenangan Rama atau iklan sedot WC, Ra 😂😂


diem lu min.....!!!jangan rese....


" hay Ra....!!" tanpa ijin ataupun permisi Kenzi tiba tiba duduk di bangku sampingku, memasang wajah yg ceria dan senyum manis ,mungkin jika Inggrid dan siswi lain yg berada di posisiku sudah meleleh tapi tidak untuk ku.


" hay Ken..." seraya sedikit menggeser dudukku memberi jarak yg cukup jauh , Kenzi awalnya menautkan alisnya namun ia langsung tersenyum mungkin menurut orang senyuman yg terlewat manis tapi menurutku ko menyeramkan ..... dibalik senyum itu ada sebuah niat jelek...itu fikirku entah aku yg terlalu parno.


" Ra...jalan yuu !! udah lama kita ga jalan kaya dulu , sekarang loe berubah..." ucapnya


bukan gue yg berubah tapi loe yg berubah.. pengen banget gue ngomong itu ,tapi cukup disimpan dalam hati kata Rama jawab saja seperlunya...


flashback on


" Ra..kalo ada cowok yg ngajak ngobrol jawab saja seperlunya kalau ngga cukup iya dan engga..." sarat akan ancaman


" iya bawelll !!" cubitku si pipi Rama gemas " posesif pacallll ku..."


flashback off


aku hanya diam saja menanggapi ucapan Kenzi seolah masuk kuping kanan keluar kuping kiri


"sorry Ken...aku masuk kelas dulu..." kakiku baru melangkah namun Kenzi mengucapkan kalimat yg menohok hati.


" sampai kapan kamu bakal menghindar Ra??sejauh apapun kamu menjauh aku bakal ngejar kamu ," dia mendekat sampai membuatku merinding

__ADS_1


" kamu mau tau satu rahasia kecil tentangku Ra???" bisiknya tepat di samping telingaku


demi apa ,aku sudah membeku dan berkeringat saat ini somebody help me....


" nasib Ramadhan tergantung kamu bersikap padaku Ra..."


astaga!!!!! aku menutup mulutku dengan kedua tanganku


bahkan tangan Kenzi yg mengusap pucuk rambutku pun terasa najis buatku


" jaga tanganmu Ken....sebelum gue....." aku menunjuk wajah Kenzi dengan telunjukku ,dia sangat menjijikkan buatku , sikapnya sungguh sudah di luar batas kali ini.


" atau apa ??!!!" Kenzi membentakku tepat di depan wajah ,tapi aku kembali mengingat Rama untuk tak pernah takut pada siapapun.


" sorry bosss,bisa santai dikit kan ???" Gilang mendorong dada Kenzi hingga terpundur ke belakang,lalu berdiri di depanku


" hahahaha... "tawanya terdengar sangat menyeramkan bagiku bukan karena suaranya yg mirip buto ijo tapi lebih seperti seorang phsyco....


Kenzi berjalan menjauh menepuk dadanya seperti menyingkirkan kotoran di bajunya lalu pergi dari pandangan kami


" ingat itu Ra.... memohon lah....!!" tangannya melambai tanpa berbalik


"ihhh arrggghhhhh...." aku mencak mencak frustasi lalu hanya bisa menangis...


" sekarang loe tau kan Ra kenapa Rama bisa menjadi tertuduh ....gue harap loe masih percaya Rama...apapun yg dikatakan oleh Kenzi jangan pernah bertindak sendiri...." kata kata Gilang seperti sudah tau apa yg akan kupikirkan .


" tapi Lang...loe ga denger apa ???dia yg sudah menyebabkan Rama masuk kantor polisi..." teriakku tertahan , untuk sementara pihak sekolah merahasiakan penyebab Rama tidak masuk sekolah menutup rapat rapat kasus ini sebelum semuanya jelas,bukti barang dan saksi saja belum cukup membuktikan kalau Ramadhan benar benar bersalah ,mengingat hasil tes urine dan darah Rama dia terbukti bukan seorang pengkonsumsi barang haram tersebut ,namun masih diindikasikan Rama seorang pengedar dikalangan para pelajar apalagi dengan kesaksian Kenzi dan beberapa orang yg didatangkan olehnya sebagai pembeli....


semua ini memang gara gara gue , masih ingat di pikiran ku berapa kali Rama celaka karena aku...apakah aku yg harus mengambil sikap dan menyerah demi membiarkan Rama hidup tenang,,?? terbersit di otakku kata kata Rama kemarin cukup tersenyum dan do'a kan ,senyummu berikan aku kekuatan....


" loe ga perlu ngelakuin apa apa Ra , kasih support saja buat Rama....loe ga usah khawatir Ra insyaallah Allah bersama kita..." jelasnya ,aku segera menyeka lelehan mataku


" loe udah makan belum,,yuu gue temenin ke kantin Vina sama yg lain udah nungguin..." ajak Gilang


" hay Ra...dikira ga akan ke kantin....sini duduk!!" Vina menggeser duduknya dan mempersilahkan ku duduk memesankan makanan kesukaan ku..bersama mereka sedikit nya bisa menghilangkan bebanku , meskipun ucapan Kenzi masih terngiang ditelingaku


" Nara!!!!!! " pekik Inggrid dari ambang pintu kantin bersama Dea, Gibran dan Willy ,raut wajahnya merah padam namun tidak dengan Willy yg terlihat tak nyaman dengan posisi nya, belum reda dengan kejadian tadi sekarang apa lagi ???


" braakkkk.....!!!"


kami terjengkat


" heh...jaga sikap loe dong datang datang pake teriak teriak terus gebrak meja orang..." Vina sudah berdiri .


" gue bukan ngomong sama loe ya cewe kampung...gue ngomong sama Nara...." ucap Inggrid


" loe bisa ngomong baik baik kan tanpa harus menghina orang..." jawabku yg mulai jengah dengan kelakuan sepasang kekasih ini tidak Inggrid tidak Kenzi...memang benar kata orang laki laki yg baik untuk wanita yg baik begitupun sebaliknya...


" ada perlu apa loe sama gue ??"


" gue minta loe jauhin Kenzi.. Kenzi tuh cowok gue...jangan jadi pepacor deh..." ini yg membuatku risih semua mata siswa yg sedang berada di kantin melihat ku dengan tatapan yg susah diartikan, sungguh merepotkan !!!!!

__ADS_1


suasana kantin menjadi tegang ,namun tak ada yg berani menegur 2 kubu yg hits disekolah ini setelah OSIS.


" bisa bicara baik baik ga sih ??loe ngerti kan ucapan gue tentang bicara baik baik ,kenapa ga kasih tau aja sama cowo loe itu bilang ga usah ganggu ganggu gue lagi....."


" byurrrr....!!!"


seragam Gilang basah oleh jus yg disiramkan oleh Inggrid, sasarannya adalah aku tapi dengan sigap Gilang menjadikan dirinya tameng untukku


" Lang...?? baju loe basah .... " Gilang menatap nyalang seragamnya lalu beralih menatap Inggrid dengan sorotan mata yg tajam .


tak terima,aku mengambil jus jeruk milik Mita yg masih setengah gelas lagi tersisa ,lalu meyiramkan ke seragam Inggrid


"byurrr...!!" kalau kalian menganggap aku akan diam saja kalian salah , sudah cukup aki diam, aku bukan tipe anak yg manut manut saja menerima perlakuan seperti ini.


" haa baby.. loe ga apa-apa kan..." Dea panik membantu Inggrid mengusap usap seragam yg tersiram jus Mita.


" impas...!!" ucapku


" arghhhhhh , Nara!!!!" tapi Willy menahan tangan Inggrid dan Gibran yg hendak menyerang ku begitupun Bayu dan Ridwan yg sudah maju .


" udah guyss cukup ,kita balik ke kelas..." ucap Willy.


" awas loe Ra..." ancam Inggrid, berjalan menjauh bersama yg lain namun pandangannya menajam padaku


" gue tunggu..." jawabku memekik...


" loe ga apa-apa kan Lang , sorry ya..." ucapku


" gue ga apa-apa " jawabnya


" Lang sini gue bantu ...." ucap Vina mengusapkan tissue


" udah Vin ga apa apa,gue bisa pake baju olahraga..." ujar Gilang


bel masuk berbunyi...


sore ini aku berniat mengunjungi Rama


Nara


bang gue jenguk Rama....


sent.....


bang Akhsan


ok baliknya hati hati....


Nara


aman ada Gilang sama Bayu

__ADS_1


sejak tau Rama masuk kantor polisi aku memberitahukan kabar ini pada keluarga di rumah,,,mereka pun terkejut sama halnya denganku,namun aku cukup bersyukur keluarga ku percaya pada Rama kalau Rama tidak mungkin seperti itu, justru bila dibandingkan dengan ku,, mereka jauh lebih percaya Rama, readers sendiri tau kan....


__ADS_2