Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
perlakuan Kenzi


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


" assalamualaikum....!!" salamnya memecah kebuntuan pikiranku.


" wa'alaikumsalam..." lupakan Nara..lupakan saja ucapan bocah si anak flying dutchmen itu...


" hay ,gimana di sekolah ??seruu??" tanya Rama mengambil posisi duduk di sebelahku, di bangku tempat besuk .


" heemmm " aku menggeleng " ga ada kamu..!" jawabku sendu .


" sabar ya , insyaallah aku bakal balik..." jawabnya,aku memandanginya, tatapan ku jatuh pada baju yg ia kenakan memakai baju orens khas pesakitan walaupun hanya dijadikan luaran perasaan ku terasa teiris, senyuman getir tak dapat kusembunyikan lagi.


" kamu ga seharusnya ada disini,kalau aku ga egois...!!" menerawang kejadian di sekolah tadi ,kata kata Kenzi sudah berhasil mengusik ketenangan pikiran ku.


" heyy kamu ngomong apa sih...??" Rama melongok melihat wajahku yg menunduk " ga ada yg salah ,ini bukan salah siapa siapa hanya aku yg memang sedang diuji sama Allah..,buat naik level..." jawabnya berharap bisa menenangkan ku.


bodoh , disaat seperti ini harusnya aku yg bersikap begitu !!


Gilang sedari tadi memang bersama ku , sepertinya permintaan Rama untuk menjagaku memang benar benar dikerjakan dengan baik ,sadar reaksi ku yg seperti ini Rama menoleh ke Gilang meminta penjelasan, Gilang tau semuanya.


" Ra...bisa aku minta tolong ??" tanya nya


" yah..." aku mendongak dan mengusap calon calon air mata yg akan meleleh dari sudut mataku.


" aku haus bisa tolong belikan minum di minimarket sana..." tunjuk Rama padaku,mataku mengikuti arah telunjuk Rama dan segera mengangguk " sekalian sama cemilan ,"


aku segera beranjak lalu pergi " oke bentar aku beliin ya.." tumben sekali Rama menyuruhku biasanya dia akan menyuruh Gilang ,barang sedetik saja, dia tak akan mau aku yg pergi atau mungkin mereka butuh privasi dan akan membicarakan sesuatu yg memang penting.


aku memilih mengambil beberapa bungkus cemilan dan juga air mineral lalu berjalan ke kasir untuk membayar nya, ku miringkan kepalaku bahkan dari sudut sini saja kantor polisi di sebrang sana terlihat dengan jelas .


sekembalinya aku ,Rama dan Gilang tengah mengobrol santai sambil sesekali tertawa.


" nih...."


" asyik rezeki anak sholeh...makasih Nara pacar nya Rama...." ucap Gilang

__ADS_1


" sama sama Gilang pacarnya Vina..."


" hah gak salah ??? Vina ??cewek jadi jadian gitu ??" Gilang bergidik " amit amit jabang bandot..."


" Lang.... lain di mulut lain di hati ....." godaku seraya tanganku menyuapi Rama.


" ga ada jaminan kamu ga bakalan suka sama Vina, buktinya kamu sering banget isengin Vina.." sanggah ku.


" jaminannya surat tanah...." kekehnya "ga usah baper Ra...itu mah cuma bercanda ...dia mah jauh dari tipe gue..."


aku menyipitkan mata " emm masa ???"


" hati hati loh aku aja dulu benci banget sama Rama..." jawabku santai sambil melahap cemilan , sedangkan Rama sudah terbatuk-batuk mendengar kejujuran ku.


" minum..minum..." aku segera membukakan tutup botol dan memberikan Rama minum , Gilang sudah tergelak dari tadi.


" Alhamdulillah....!!" Rama berdehem menghilangkan sisa perih di tenggorokannya.


" jujur banget kamu Ra...." bibirnya mengerucut, pertama kalinya aku melihat Rama yg seperti ini sangatlah menggemaskan..


" tapi kan sekarang engga lagi , Ram..."


" terus sekarang apa ???" tanya Rama menaikan alisnya sebelah.


" sayang lahh....sayangggg segede gunung...." Rama blushing , Gilang bergidik geli " bucin parah ..!!" ucapnya geleng geleng kepala.


" bucin \=budak micin? " tanya Rama polos.


" budak cinta...!!!" sarkas Gilang,yg menggelengkan kepalanya kata se happening itu Rama tak tau..gantung saja ia di pohon tomat.


aku melirik jam di tanganku " udah jam 4 sore aku harus pulang "


kenapa waktu bisa secepat ini berlalu sihhh ,


" siap kapten..!!!"


" sunnya mana ??"


" diwakilin kan ??" Rama mengangguk , Gilang sudah berjalan duluan ke parkiran.


seperti biasa aku menempelkan 2 jariku ke bibir lalu ke pipi Rama...


" salam dua jari ,,hahahha " ucap Rama


" aku pulang ya..."


" Ra..apapun yg diucapkan Kenzi kamu ga boleh terpengaruh ,jangan pernah berpikir buat ngorbanin diri sendiri,..."


deg.....


Rama itu seperti tau apa yg kupikirkan apa dia cenayang ???wahhh jangan jangan doi tau lagi daleman gue warna apa....ck bahaya.


" tapi Ram....."


" sutttt.....jangan berpikir macam-macam,jangan bikin jiwa premanku keluar..."tersenyum menyeringai ,jujur belum pernah aku melihat Rama dengan mode preman nya,apa yg disegani darinya , cowok,ganteng, manis dan imut begini ...!!!


akhirnya aku mengalah " iya... "


__________________


" gimana kabar Ramadhan, Ra ??" tanya papah membuka obrolan meja makan .

__ADS_1


" Alhamdulillah baik pah..." singkat padat dan jelas


" lusa kan minggu nih ,kamu jenguk Rama sambil kirim makanan ya...." timpal mamah ,aku mengangguk " makasih mah..."


.


.


.


" Ra...seyakin apa loe kalau Kenzi pelakunya??" bang Akhsan ikut duduk di kursi teras ,ia memang menyebalkan tapi dia lah yg paling bisa kuandalkan disaat saat seperti ini.


" yakin bang ,orang kemaren Kenzi ngancam aku bang ,dia sendiri ko yang ngaku kalo nasib Rama tergantung sikap aku sama dia...." aku menunduk sambil memainkan ujung bantal sofa yg kupegang.


" apa ??? dia ngancam loe??si*alan...." geram bang Akhsan.


" setau gue...gue pernah baca artikel di internet ,seorang bipolar memang cenderung melakukan hal hal ekstrem ....." , ia sedikit berfikir, " kadang penderita bipolar yg sudah akut juga cenderung bisa mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat obatan terlarang " bang Akhsan menjentikkan jarinya seperti sebuah lampu pijar menyala di atas kepalanya " apa jangan jangan obat obatan itu punya dia??".


" bisa jadi bang ..." aku mengangguk anggukan kepala tapi mengingat ucapan Rama tadi aku jadi menciut " tapi bang ... Rama larang gue buat bertindak sendiri ....gue mesti gimana bang ??"


" lusa gue ikut jenguk Rama deh...gue pengen ngobrol sama dia ....." pinta bang Akhsan yg lantas berdiri dari duduknya.


" boleh bang...."


di lain tempat


" sayang... jalan yu...!!" tak pernah lepas menempeli ,Inggrid dan Kenzi sedang berada di cafe ,tingkah laku Inggrid yg seperti itu mirip dengan Gary si siput kalau lagi nempel pada si kotak kuning,lengket bak lem.


" sorry gue ga bisa..." jawabnya dingin sambil menepis tangan Inggrid.


" loe kenapa sih Ken???gue kan pacar loe..." bentak Inggrid tak terima seraya kakinya menghentak hentakkan ke lantai,tingkah mereka menjadi sorotan pengunjung cafe lainnya.


menyadari semua tatapan pengunjung cafe ,Kenzi menaruh beberapa lembar uang di meja ia meraih tas gendong nya lalu keluar cafe .


" Kenzi...!!! Kenzi...!!!" pekik Inggrid mengikuti langkah Kenzi dengan sedikit berlari.


diraih tangan Kenzi,namun pemuda itu menepis kasar hingga Inggrid yg tidak siap pun terjatuh ,jangan ditanya lagi perasaan gadis itu sekarang ,kecewa , sedih , marah ,kesal menjadi satu ,namun apalah dia yg sangat mengidolakan Kenzi.. sudah dikasari pun rasa sukanya tetap mendominasi.


ia menangis sesenggukan, gadis manja yg tak biasa di kasari kini menangis merasakan rasanya diperlakukan sebegitu kasarnya.ia bangun saat Kenzi benar benar melangkah menjauh tak peduli , menepuk nepuk rok seragamnya yg kotor


"Kenzi....!!!" ia berlari kepayahan, adegan seperti di dalam drama Korea yg biasa ia tonton bersama Dea benar benar terjadi padanya .


" Ken..loe tega sama gue....!!!gue cewe loe Ken...loe sayang ga sih sama gue ...??!" teriakannya bercampur tangisan .


Kenzi menghentikan langkah kakinya merasa geram dengan sikap Inggrid,kesalnya semakin meningkat sampai ia merasakan sakit di bagian kepala .. rahangnya mengeras,matanya pun memerah kepalan tangannya bergetar.


" plakkkk....!!!"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2