
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
" ka Nisa..maaf ya jadi harus nungguin ma anter jemput Nara..." berkali kali aku mengucapkan permohonan maafku pada ka Nisa
" sekali lagi kamu bilang maaf, Ra kaka kasih kamu gelas..." jawab ka Nisa sambil merangkulku berjalan menuju parkiran.
" udah kewajiban kita buat jagain adek langka kaya kamu ..." ini dia yang kusuka dari ka Nisa tidak ada rasa canggung sama seperti pacar pacar bang Akhsan sebelumnya,jelas sampai sekarang ka Nisalah yang masih bertahta di hati Abang ku yang kurang akhlak ini karena ka Nisa lah yang satu frekuensi dengannya ,mungkin definisi saling melengkapi ada di diri ka Nisa yang dewasa.
selesai latihan band, aku langsung melesat pulang diantar bang Akhsan dan ka Nisa,mereka juga sudah tak canggung lagi dengan keluarga Rama
" Abah belum berangkat ???" tanyaku pada Abah yang masih duduk ngopi di teras depan.
" belum,neng kan aa juga masih di percetakan,nungguin Gilang jemput ,paling sebentar lagi " Abah melihat arlojinya lalu membetulkan letak songkok nya.
timbul rasa ingin merengek untuk ikut ,tapi aku yakin Abah tidak akan mengijinkan
" Abah hati hati ya... Nara masuk dulu..." Abah mengangguk
baru beberapa jam aku sudah merindukan lelakiku itu ,aku masuk ke kamar dan mengambil baju Rama dari dalam lemari lalu menaruhnya di depan hidung dan membauinya ,masih harum parfum yang selalu Rama kenakan , walaupun sudah di cuci tetap saja parfum yang biasa Rama pakai masih menempel seperti sudah menjadi ciri khas nya,tak lama akupun terlelap
.
.
.
.
.
Sudah pukul setengah sepuluh malam ,aku yang masih asyik di depan TV bersama Nia yang stay dengan ciki kejunya sesekali melirik jam di dinding ,pesan terakhir Rama saat tadi maghrib yang mengingatkanku untuk menyetop drakor dan melaksanakan shalat...jangan lupa perintahnya mengganti cemilan ciki keju dengan potongan buah ,dia bilang ciki itu kebanyakan MSG dan ia tak mau nanti anaknya jadi generasi micin yang alay nya ga ketulungan...padahal apa hubungannya antara micin dan ke alay an seseorang.
" Nia , kayanya teteh udah ngantuk nih ,lagian nanti teteh kena omel aa kalo tidur kemaleman " ucapku yang hendak beranjak.
" oke deh teh...besok lagi aja..." jawab Nia
" ting...!!"
ponselku berbunyi benar saja,dokter kandungan pribadi ku sudah memberikan peringatan
sang pemilik hati
jangan tidur kemaleman sayang 😙
makhluk Tuhan paling seksi
iya daddy 😙
.
.
.
.
sebuah lengan memeluk perutku, tubuhku juga terasa berat saat akan ku gerakan ,entah pukul berapa Rama pulang ,aku membalikan badanku dan memandang wajah tenangnya lama lama...wajah yang membuat semua mahasiswi di kampusnya berteriak minta di halalin...wajah yang terkadang buat lawan bicaranya merinding disko ...wajah yang membuat lawan berkelahinya minta diampuni.....dan wajah yang bikin aku seketika hilang kesadaran dibuai pesonanya,tanganku selalu otomatis menyentuh lekukan wajah Rama mulai dari mata yang selalu memandangku tanpa melirik wanita lain,hidung yang selalu mengendus bau ku tanpa tau bau orang lain,dan bibir ,jemariku berhenti di bibirnya bibir yang selalu mengecup tanpa permisi...aku tersenyum geli melihatnya .
cup....
mataku membola
" assalamualaikum bunda sayang..."
" wa'alaikumsalam,semalem pulang jam berapa ???" tanyaku
" jam 12 ...."
" ko ga bangunin aku ???" tanyaku cemberut, Rama menarik tanganku dan menaruhnya di pipinya
" mau ngapain ???mau minta jatah ???" bukannya menjawab malah balik bertanya hal yang tidak tidak,hofff sekali mesum tetap saja mesum...pikirannya pasti bermuara kesitu ..
aku terbangun dan duduk " yang aku mau subuh jama'ah di masjid..." ucap Rama
aku mengangguk " aku siapin bajunya..." jawabku yang beranjak ke kamar mandi duluan lalu membuka lemari pakaian .
__ADS_1
" yang ,kamu kapan foto di gazzebo belakang ??" tanya Rama,aku mengingat ingat foto yang mana
" foto yang mana ???" aku menautkan alis hingga hampir menyatu.
" itu foto yang kamu kirim buat peserta kompetisi band..." jawabnya mulai kesal ,selain karena mengingat ucapan teman temannya , Rama juga kesal kenapa aku tidak meminta ijin dahulu padanya.
" ohhh yang itu ,itu juga dadakan ko dua hari yang lalu " jawabku.
" maaf deh a...abisnya kalo minta ijin kelamaan lagian takut ganggu juga " jawabku mendekat menyerahkan baju ganti nya.
" kenapa ??? cantik ya ???" aku mencolek dagu Rama berniat menggodanya yang masih mengeluarkan tanduknya,aku tau roman romannya jika Rama sedang tidak bersahabat
"ohhh nantangin ya ???" Rama malah menyimpan handuknya dan mencoba menangkap ku yang menjauh darinya ,
" a..udahan..tuh liat udah jam berapa!!" tunjukku pada jam dinding , Rama yang sudah mendekapku mengendurkan pelukannya ,mau tak mau main India Indiaan nya harus ditunda dulu...
.
.
.
.
"assalamualaikum..."
" cup....!!" pipi kananku di kecup Rama sepulang dari masjid ,tanpa perona pipi pun wajahku sudah merah merona..masih saja merasa seperti itu padahal bila dihitung hitung sejak pertama Rama mencium pipiku , sudah tak terhitung lagi berapa jumlah kecupan maupun ci*uman yang Rama sarangkan diseluruh inci kulit tubuhku...
" wanginya bundanya dede....!!!" ucapnya yang terus saja mengecup pipi dan bagian leher hingga ke tengkuk membuatku geli ,ada saja modus lelaki...
" ihh geli a..." menepuk jidat Rama yang masih asyik mengecup bagian favoritnya,
" belum mandi aja wangi apalagi udah mandi..." jawabnya melihat pantulan cermin di depanku
" modus...!!" ketusku tang melirik matanya
" bukan modus tapi fakta...." jawabnya tam terima disebut tukang modus
" ya Allah yang itu apa ??" tunjuknya panik pada pipiku,alisku terangkat
" ada apa a???" aku meraba-raba sambil ingin melihat ke cermin ,namun tangan Rama menahan wajahku untuk berbalik
" diem yang diem...!!! " jawabnya seperti benar saja di pipiku ada sesuatu Rama menangkup wajahku dan mulai mendekatkan wajahnya,hingga sepersekian detik kemudian bibirnya melu*mat bi*birku membuat terkejut,tak lama memang saat aku mendorong dadanya sambil mengusap kasar bibirku
" manis...!!" kekehnya ,bisa bisanya ia tertawa ,berasa kaya anak perawan dipaksa me*sum....
" ihhhh aa ustadz me*sum....modusnya makin ga ketulungan..." pekikku kesal ,membuat Rama tergelak ,hobby sekali dia menggoda istrinya yang kian hari makin montok dan shine ini..tak tau apa kalau aku sudah kesal dibuatnya.
" yang ....tadi sehabis sholat do'a in aku ga sih ??" tanya nya ,aku yang masih kesal menjawab dengan ketus
" pantes aja...aku terjerumus ke dosa yang paling besar yang...." ucapnya menyendu,aku mulai khawatir akan ucapannya,jujur saja aku parno kalau suatu saat Rama akan kembali ke dunia nya yang dulu posisi yang tadinya berjarak kini kuperdekat
" kenapa a ??? kamu mabuk ???atau kamu makan obat obatan terlarang???atau kamu balik lagi tawuran atau nyerang orang ???" tanyaku panik sambil menggoyangkan lengannya ,wajahku mendongak dan menempel di dadanya ,seakan menyuruhnya untuk tak melanjutkan apapun itu.
Bahunya malah berguncang sambil terkikik ,ia mendekatkan wajahnya dan menarik daguku
" dosa besar terlalu dalam mencintaimu..."
tandukku langsung keluar ,kuraih bantal , Rama yang tau singa betinanya sudah diambang kemurkaan segera berlari keluar kamar
" Rama!!!!!!" pekikku melemparkan bantal ke arahnya yang langsung ditangkap Rama sambil tertawa lepas .
.
.
.
.
setelah melewati drama yang begitu panjang dalam meminta maaf akhirnya aku menyetujui gencatan senjata dengan suami jahilku ini dengan syarat aku ingin ikut ke peternakan sapi di Pangalengan pada kunjungan selanjutnya.
" yang bilang bang Akhsan hari ini ga usah jemput soalnya aku yang bakal anter..." mata Rama masih berfokus pada jalanan.
aku mengangguk sambil membaca chat grup dadakan yang dibuat Vico.
" acara babak penyisihan besok kan ???" tanyaku , Rama mengangguk .
" mau berangkat bareng ???" tanya nya biar besok ku jemput..." tanya nya satu tangan memegang setir dan yang satu meraih tanganku mengusapnya dan menciuminya.
" ga usah a nanti kamu harus bolak balik ,jadi harus misah sama yang lain juga...gak papa aku kan ada yang lain " jawabku
" yang lain Vico, maksudnya???" tanyanya
" ihhhh kenapa bawa bawa Vico sih ,yang lain kan ada bang Akhsan ada kang Miftah juga ada ka Nisa..." aku menepiskan tanganku dan menariknya dari genggaman Rama.
" pulang jam berapa ???" mobil sudah menepi di parkiran kampusku.
" jam 5 ,kan mau GR dulu... " jawabku .
" ya udah jangan cape cape... jangan pulang dulu kalo aku belum jemput " pamit Rama
aku mengangguk " oke..aku masuk dulu love you sayang ...." aku meraih tangannya dan menyalami juga berinisiatif mengecup pipi Rama
" love u too sayang..." jawabnya yang mengecup keningku
.
__ADS_1
.
.
.
Airin adalah artian sebenarnya dari seorang satpam , mulai dari awal masuk kelas sampai aku masuk toilet saja ia selalu mengekor ,bahkan sekarang dengan setianya ia ikut menemani ku latihan band untuk acara besok, Gilang versi perempuan ....
" Rin ,ga papa deh kalo loe mau balik, balik aja , Rama juga bentar lagi jemput ko lagi di jalan soalnya." jawabku yang melihat Airin ,kukira ia akan suntuk ,tapi ternyata Airin malah sedang terkagum-kagum pada anggota band kampus ,kalau ada fans garis keras band kampus, Airin lah salah satunya ternyata alasan saja ia menemaniku padahal memang inginnya ,katanya sambil nyelam minum air...sambil nemenin sambil ngecengin...lihat saja matanya yang berbinar bisa mengobrol di antara deretan mahasiswa dengan definisi kerennya masing masing ,memang anak band selalu memiliki pesonanya tersendiri....termasuk Ramaku...
" oke guys ,good luck for us buat besok...semoga kita bisa berusaha yang terbaik guys..." ucap Vico.
" wahhh gue ga sabar pengen cepet-cepet besok deh " pekik Airin, beberapa mahasiswi dipilih untuk menjadi penyemangat...
sampai saat ponselku bergetar , Rama sudah berada di parkiran.
.
.
.
.
.
.
usia kandungan yang sudah masuk 3 bulan belum menunjukan bentuk perut orang hamil pada umumnya
" hoffffff masih aman..." gumamku sambil bercermin melihat bentuk lekuk tubuhku ,jangan sampai Rama melihatku dulu memakai kostum ini atau nanti semuanya akan gatot...alias gagal total,auto kostum sekece ini disuruh ganti jadi pake daun pisang...atau gamis milik ambu....
" yang..." tanpa ketukan atau aba aba , Rama tiba tiba masuk ke dalam kamar dan melihatku memakai dresscode untuk besok
matanya menyipit sambil tersenyum menggoda ia bersiul
" witwiwwww.....gileee cantiknya istri orang...!!" godanya,
t-shirt hitam dan rok rempel selutut dan kalung chocker hitam walaupun make up gotic dan sepatu sneaker putih belum kuaplikasikan Rama sudah siap siap ingin menghakimiku ,memang semenjak hamil bagian bagian tertentu dari anatomi tubuh ku sedikit bertambah volume.
" ini dresscode kamu yang ???" ia mendekat dengan senyuman smirk .
" huum... "jawabku kepalang tanggung sudah ketauan.
" ga boleh....!!!" sudah kuduga kan pasti begitu jawabnya.
" ini udah deal a..masa mau dirobah..." aku tak terima pasalnya sudah kupersiapkan dan inipun sudah hasil mencocokkan dengan personel yang lain.
" cantiknya bumil muda udah sampe tumpah tumpah apalagi ditambah kecenya anak band , bidadari udah bener bener turun ke bumi ,yang ...aku mau rantein aja kamu di rumah biar ga ada yang lirik..." Rama memelukku,
" kamu juga besok pasti banyak yang lirik" ucapku menggerutu
" tapi aku ga suka kamu banyak fansnya,aku ga suka istriku yang cantiknya kebangetan cuma bisa diakuin pacar aja di depan umum ..." jawab Rama.
" inget ya a..jangan macem-macem di depan umum ,udah sepakat loh jangan saling gangguin selama jadi rival...." aku menggambar pola pola abstrak di dada Rama yang terbungkus kaos...
" jangan mancing mancing di air keruh yang ,nanti keris empu gandring minta masuk sarungnya , apalagi liat kamu yang seksi ... " aku mengangkat alisku menantang sambil meneruskan membuat pola abstrak ku sambil terkekeh .
" masa aa ustadz ga tahan godaan ,nanti kalo di luar nemu yang kaya begini gimana ???mau serong...??" tanyaku seperti wanita penggoda ingin mengetes saja ketahanan Rama.
" diluar ga ada yang bikin gereget kaya di rumah ,soalnya mode on fire nya dibuka cuma kalo lagi di rumah aja bareng yang halal...." jawab Rama, terlihat sekali kepayahan menahan yang dibawah...
" yakin ???" tanyaku mengecup bibirnya sekilas,sudah kutanggalkan predikat wanita baik baik selepas pintu kamar,karena bila di dalam kamar aku akan berubah menjadi seorang wanita penggoda milik Rama.
" ohhh nantangin ya???mau rasain lagi betapa gagahnya keris empu gandring orisinil dari tanah Pasundan???" ucapannya membuatku tak kuat menahan tawa, bagaimana tidak ia menyamakan miliknya dengan salah satu keris legenda yang harusnya dimuseumkan....
ada ada saja otaknya ini bisa bisanya ia berkata yang membuatku tergelak di tengah rayuanku.
" udah ahh aku cape ketawa..." jawabku melepaskan pelukan nya ,namun tidak semudah itu aku bisa terbebas dari jerat si panglima tempur ini...
" mau kemana ???" tanya nya menarik dan menahan tanganku
" mau ganti baju terus bobo..." jawabku polos.
" enak aja !!! tanggung jawab dulu....!!" tanpa basa basi ia menggendongku lalu menaruhku di atas ranjang, Rama memposisikan dirinya di atasku namun tidak menindih
" biar daddy bantu..." senyumnya menyungging
salah aku sudah menggoda laki laki normal yang kepalang on fire...,benar saja dia menerkam ku dengan buasnya ,membuktikan keris si empu yang memang perkasa
" AA !!! JANGAN DIMERAHIN GINI ,BESOK KAN MAU TAMPIL!!!!" pekikku sambil berkaca di depan cermin dengan kedua tangan menahan beratnya selimut yang membungkus tubuh polosku ,wajahku cemberut dengan rambut yang semrawut Rama menarik kembali diriku ke atas ranjang.....
misi misi aa lagi on fire...!!!!😂😂
lagian bunda nya dede yang nackal....
.
.
.
.
.
.
__ADS_1