Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
ab*Orsi ???


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


Sudah muak aku dengan semua air mata buaya , seakan dia lah yang terdzolimi disini


" gue kasian sama loe !" senyumku terlihat seperti merendahkan.


" loe cantik ! tapi sayang ketutup sama kelakuan busuk loe !!" ucapku ,bagiku keluarga kecilku adalah segalanya ..aku akan dengan mati matian mempertahankan nya,tak ada kata ampun untuk orang yang mencoba mengusik ketenangan rumahku.


" a maafin aku ya ,kalau hari ini ucapanku sedikit kasar " aku mendongak menangkup wajah Rama yang sudah sangat tegang.


" cup !!" ku kecup lembut bibirnya sekilas ,sekedar menyadarkan pada semuanya kalau laki laki ini milikku.


" dasar gadis tak tau sopan santun !!" sarkas ayah Resti ,namun Rama menutup telingaku.


Dengan lembut aku tersenyum dan melepaskan tangan Rama " it's oke a...aku bisa terima !"


Aku menoleh pada keluarga yang terdiri dari ayah ,ibu dan anak ,cukup sudah mereka mengolok olok dan memaki juga menyudutkan suami ku.


" butuh berapa lembar lagi ??" tanyaku


" kalo loe mau fitnah orang harusnya jangan sampai meninggalkan jejak !!" ucapku .


Saat kedua temanku menceritakan masalah yang terjadi ,aku teringat dengan Resti yang masuk ke dalam ruangan dokter Yunita , dokter kandungan yang menanganiku sampai melahirkan Azka. Aku mampir menemui dokter Yunita saat beliau sedang bertugas ,awalnya dokter Yunita tak mau bercerita tentang privasi para pasiennya namun atas desakan ku dengan sedikit memohon , akhirnya dokter Yunita menceritakan bahwa Resti memeriksakan kandungannya bersama seorang pria lalu menanyakan perihal aborsi .


Resti tergelonjak kaget ,mendengar semua penjelasanku , begitupun semua yang ada disini .


" Tn. MAHESA " ucapku bagai petir untuk Resti


nama depan yang tertera di kolom nama suami pasien .


wajahku menyendu saat ucapan dokter Yunita perihal yang akan dilakukan kedua pasangan ini " jahat kalian ...! ibu dan ayah macam apa kalian ,yang tega buat bunuh janin yang ga berdosa !!" pekikku sedikit histeris, terdengar lebay memang ,mungkin karena aku membayangkan jika itu Azka. Tanganku bergetar memijit pelipisku , Rama memelukku ..,sekelebat bayangan Metta yang dibunuh ayahnya sendiri menari nari di otakku begitupun dengan Azka...


" astagfirullah !!" gumam Rama , begitupun kedua orangtua Resti dan Abah.


Resti ??!! bukan lagi dia sudah jatuh meluruh ke karpet ,menangis sejadi-jadinya ,entah karena malu sudah ketauan belangnya atau meratapi nasibnya sekarang...yang pasti ibu dan bapaknya mencoba menangkupnya .


" engga! itu hanya mengada ngada saja ,memang saat itu aku diantar Mahesa untuk mengecek kandungan !!" kilah Resti kekeh.


Aku menggelengkan kepalaku ,miris dengan sikap Resti ,kuambil benda pipih milikku dan memutar voice note yang merupakan sebuah percakapan...


Rekaman itu diberi oleh Aryo. Salah satu teman band kampus Rama ,yang kebetulan saat sebelum aksi bunuh diri Resti yang gagal dilakukan, melintas melewati toilet . Aku sempat bertanya dimana Mahesa padanya ,setelah mengetahui fakta kalau Mahesa lah yang mengantar Resti,aku sebenarnya kurang yakin kalau Mahesa pelakunya karena ia seorang g*ay namun bukti rekaman dari Aryo mematahkan ketidakyakinan ku.


suara percakapan Resti dan Mahesa terdengar seruangan tengah ,aku membesarkan volume ponselku.


" gue mau anak itu loe gugur kan,res !!"


" Sa ..!! gue juga ga mau ..gue ga cinta sama loe,Sa !!" Resti menangis.


" dan gue tau loe itu mantan g*ay !!" ucap Resti


Rama mendengarkan dengan seksama " mantan ??" gumamnya.


" dan loe tau ! kalo gue mulai menyukai perempuan kembali ,dan perempuan yang sudah buat gue sadar adalah Narasheila!!" ucap Mahesa ,aku menutup mataku lama , kenapa semuanya bisa jadi begini...


Ternyata selama ini kedekatan Resti dan Mahesa memanglah terjadi sesuatu.Rama mengepalkan tangannya.


" sorry gue lagi mabok res... gue liat loe adalah Nara !! dan maaf gue ga mau dan ga bisa buat nikahin loe !!" dengan entengnya Mahesa bicara.


" gue belum mau menikah, Res.. sebaiknya kita gugurkan saja ,gue bakal biayai proses aborsi janin itu!!" tambah Mahesa.


" bang ** satt!!!!!" pekik Rama ,yang kemudian berlari menyambar kunci motor ,lalu tancap gas tanpa helm tanpa jaket.


" a...!!" pekikku ingin menyusul Rama namun Rama keburu pergi.


Motor dipacu dengan kecepatan tinggi , Rama tau dimana Mahesa sekarang, tanpa basa basi lagi ia masuk ke dalam kost an Mahesa dengan sekali tendangan sampai kunci pintu rusak.


" si*alan loe ,bang **satt !!!"


" bukkk !!!" Rama menonjok Mahesa yang tengah rebahan


" tunggu, Ram !!" Mahesa mencoba menangkis namun sepertinya tenaga orang yang tengah kalap memang tiada tandingannya.


Emosi Rama semakin memuncak mana kala selembar fotoku berdiri manis menggunakan figura diantara buku buku Mahesa . Rama mengambilnya, memecahkan figuranya ,dan mengambil fotoku


" setelah loe suka sama gue sekarang istri gue jadiin obyek fantasi loe lewat Resti??!" matanya memerah karena amarah.

__ADS_1


" ikut gue sekarang ," Rama menarik kerah baju Mahesa yang tak banyak melawan


Rama menelfon Abay menyuruhnya mengambil motornya di depan kostan Mahesa sedangkan Rama menyetop taksi yang lewat.


" ampun, Ram ! gue emang salah !!" ringisnya.


" salah loe minta ampun sekarang!! harusnya sebelum loe lakuin loe pikirkan dulu pake otak loe itu !!"


Rama menyeret tubuh kekar Mahesa dengan gampangnya dan mendorongnya ke hadapanku dan orang yang masih ada di sana.


Bayu , Gilang dan Ridwan yang menyusul ikut masuk , mereka hanya ingin memastikan Rama tidak kembali kalap seperti dulu dulu....


" gue ga nyangka bisa temenan sama lelaki bre*ng*sek kaya loe ,Sa !!" sesal Rama .


Aku mendekap Rama " cukup a...sabar...!" aku hanya tak ingin kuping kecil Azka mendengar ini semua.


" akuilah Sa ,kalau loe memang seorang laki laki !!" ucap Rama sekuat tenaga menahan emosinya.


Mahesa yang sudah babak belur meringis di depan Resti yang membuang muka padanya , sedangkan kedua orangtua Resti mengharapkan sebuah penjelasan .


" i..iya sorry ..gue memang melakukannya sama Resti !!"


jedwerrr !!!!


Ayah Resti dan ibunya terkejut dengan pengakuan Mahesa,pasalnya mereka sudah menuduh Rama.


" kamu !!!" Ayah Resti hendak melayangkan bogeman mentah pada Mahesa yang tidak gentle ini namun ditahan Ridwan.


Ambu yang mendengar dari balik pintu kamar menutup mulutnya tak percaya, dan Abah hanya diam " Abah tidak mau masalah ini sampai terlihat tetangga ,a..fitnah ini sudah menjamur di kampusmu segera bereskan ,abah hanya mau menikmati masa tua dengan anak mantu yang rukun..." jawab Abah .


" jangan pernah lagi terlibat dengan masalah yang seperti ini ,jadikan pelajaran untuk mu jangan pernah berfoto dengan perempuan tanpa istrimu sekalipun itu beramai ramai ,a..!!" jawab Abah.


" ceu ,beri tamu kita minum !!" pekik Abah pada salah satu asisten rumah,beliau sampai melupakan adat mensejahterakan tetamu gara gara ayah Resti yang keburu kalap.


" saya permisi !!" ucap Abah tak mau berlama-lama menatap orang orang yang bisa membuat tensian darahnya kembali tinggi.


Kini ayah Resti hanya bisa diam ,rasanya ia sudah tak memiliki muka lagi untuk sekedar memandang Rama dan keluarga nya.


Tangisan putrinya menandakan kalau memang ucapanku adalah sebuah fakta .


" Resti ??! apakah yang gadis ini katakan benar ,nak ?? kalau kamu hamil bukan oleh nak Ramadhan ??" Resti diam tak bergeming selain dari menangis.


" astagfirullahaladzim gusti !!" ayah Resti mengusap wajahnya


" minta ampun kamu ndok ..!" tambahnya.


" tidak ,pak !! Resti mencintai Rama dan hanya Ramadhan pak !!" pekiknya sambil menangis.


Sedangkan Rama masih merangkulku tak mau lepas


Sepertinya bukan dokter kandungan yang ia butuhkan namun psikiater.


" maaf !!" ucap Mahesa tertunduk.


" pak ,bu ...memang anak yang dikandung Resti adalah anak saya " Mahesa menegaskan sekali lagi .


" tapi loe anggap gue , Nara kan waktu ngelakuin itu sama gue ??!!" pekik Resti. Begitu menjijikan nya mereka .


" tapi loe juga ga lawan kan ??! loe juga menikmatinya !! beberapa kali kita melakukan...!!" jawab Mahesa tak ingin disalahkan sendiri.


" sebaiknya kalian bersihkan nama gue di kampus !! sebelum gue nyeret kalian ke kantor polisi !!" ujar Rama dingin .


" anggap saja kita tidak pernah mengenal ,dan pergi jauhi keluarga gue sebelum kalian semua habis gue sikat !!" aku memegang kepalan tangan Rama yang mengeras.


" a... istighfar a....!! udah ya ,inget Azka!!" gumamku .


" kamu tau ,yang dia nyimpen fotomu di kost an nya!!" sekuat tenaga Rama benar benar menekan emosinya hingga ke palung hati terdalam.


" maaf pak ,bu...alangkah baiknya bapak,ibu dan Resti juga Mahesa menyelesaikan masalah ini di rumah " ucap Gilang menyela.


" kalau begitu saya atas nama keluarga Resti mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya,saya pun akan bertanggungjawab membersihkan nama nak Ramadhan ,saya mohon maaf sekali lagi untuk nak Ramadhan sekeluarga...!!" ucap ayah Resti tulus bahkan hampir meneteskan air matanya.


" Lang ,antar bapak dan ibu Resti pulang ,mereka adalah orangtua yang menjadi korban atas keburukan sifat anaknya...!" Rama sudah tak ingin melihat wajah Resti dan Mahesa ,kalau bukan karena aku yang menahannya mungkin saat ini Mahesa sudah terbaring di ICU berikut Resti.


.


.


.


Aku memeluk Rama ,mencium aroma tubuhnya dan mendongak menatap wajahnya lama lama


" pengen jambak Resti ya??" tanya Rama .


" banget !! kalo bukan karena inget Azka , mungkin udah ku cakar muka Resti yang udah fitnah kamu ,udah ku empanin buaya !!" jawabku.


" aku ga mau aja nanti Azka tau kalo bundanya suka jambakin orang sama cakar cakar orang kaya singa !" tambahku membuat Rama tertawa renyah.


" makasih !" ucapnya.


" buat??" tanyaku mengernyit.


" untuk segalanya , terutama percaya aku " ucap Rama,air mukanya sudah menghangat kembali.

__ADS_1


" karena sebuah kepercayaan adalah kewajiban untuk ku a...tapi aku marah!!" aku menggembungkan pipiku.


" kenapa ?"


" kenapa kamu ga bilang sih ?? kenapa harus ngungsiin aku sama mboy ke villa !" aku berkacak pinggang.


" aku hanya ingin kamu dan Azka selalu bahagia ,tanpa harus terganggu oleh masalah ..."


" kamu salah a ! aku dan Azka bahagia kamu pun harus bahagia, kamu kesusahan maka aku dan Azka pasti merasakan " jawabku " jangan gitu lagi ya ..bilang sama aku ,biar kita berjuang sama sama karena yang menikah bukan hanya kamu ,tapi kita !!"


" kamu tau darimana ,yang ??" tanya nya meraih dan menarik tanganku untuk menempel padanya ,tak taukah Rama posisi yang menurutnya enak ini membuat leherku pegal karena menatapnya haruslah mendongak.


" dari duo racun!!" kekehku , Rama pasti sudah tau siapa duo racun.


" sudah kuduga !" jawabnya.


Mata Rama menatap menembus retinaku ,kelamaan mengelam ,ia memiringkan kepalanya memandang bibir pink ku , deru nafas menyentuh kulit wajah dan rasa nikmat itu kamu raup bersama ,benar ! suka duka dan nikmat bersama ,,saling menelan membaurkan saliva bersama dengan mata terpejam sampai..... terdengar suara tangis bayi kecil yang membuat seisi rumah kelimpungan begitupun pagutan kami yang sedang diujung kenikmatan langsung terlepas begitu saja.


" Azka!!!"


" iya mboyy ini daddy !!" pekik Rama yang bergegas turun ke lantai bawah menuju kamar ambu. Aku mengekor di belakang ,belum satu hari berpisah dengan Azka, Rama sudah seperti ditinggal lama seorang kekasih dunia akhirat,aku melipat tanganku di ambang pintu seraya melihat pemandangan yang sangat indah di sofa sana,2 orang kesayangan ku .


Dikecupnya jari jemari mungil Azka ,dan mengajaknya bercengkrama ,sesekali kulit wajah lembut Azka tersapu oleh bibir Rama membuat Azka sedikit meringis karena mungkin merasa geli.


Azka menguap ,dan seperti biasa hidung Rama tak bisa diam " emhhhh mulut mboy wangi susunya bunda "


"pukk !!!"


" aduh yang...ko dipukul ?" ucapnya saat ku pukul bahunya.


" mulutnya ...." wajahku menghangat.


" emang bener yang ,wangi kulit kamu !!" bisiknya terkekeh.


.


.


.


Azka sudah terlentang bebas di ranjang bayinya ,dan kini giliranku yang bermanja-manja pada daddy nya . bersandar di dada bidangnya dan dalam selimut yang sama membuatku merasa nyaman apalagi tangannya yang tak mau diam mengelus elus rambutku.


" a ..kira kira setelah ini Mahesa bakal menikahi Resti ga ya??" aku membayangkan akan seperti apa jadinya nanti kalau itu terjadi ,Rama menggeleng .


" aku ga bisa bayangin kalo aku dimadu dan kamu nikahi Resti !"


" apa yang bakal kamu lakuin kalau sampe itu terjadi ??" tanya Rama penasaran dengan jawabanku.


" tidak ada wanita yang sudi dimadu... dibanding harus kamu madu...aku dan Azka akan mundur dari kehidupanmu,a...membiarkan kamu bahagia dengannya,bukan karena aku tidak mau berjuang tapi karena sejak kamu memutuskan menikahi Resti pun aku tau kalau aku dan Azka sudah kalah...." ucapku sendu membayangkannya saja sudah membuatku ingin menangis dan sakit.


" suuttt !! jangan membayangkan yang membuat bundanya mboy sakit hati ,karena kupastikan itu tak akan terjadi " jawabnya


" sebagai rasa terimakasih aku buat kamu,yuu kupijitin .. pasti kamu capek ngurus anak seharian ??" tawar Rama berseru kegirangan ,bukannya senang tapi aku bergidik ,ingat betul aku saat Rama menawarkan hal yang sama padaku ujungnya aku yang masuk angin karena semalaman tidur dengan tubuh toples alhasil banyak bekas kerokan namun bukan berasal dari koin dan balsem ,dan bukan daun kelapa di punggung namun di area leher dan dada.


" engga usah a...kan hari ini dibantuin daddy nya mboy ..lagipula aku masih nifas !!" jawabku.


ia merengut " masa sih ko lama ..yang..!! padahal itunganku udah lebih dari 40 hari deh ...!!" jawabnya polos.


" 40 hari gimana?? Azka aja masih sepuluh hari !!" jawabku terkekeh..


Dasar suami mesum ,,,,


.


.


.


.


Rama kembali dipanggil ke ruangan ketua Dekan,di depannya sudah ada Mahesa, Resti beserta kedua orangtua Resti.


" Saya maafkan ..! namun saya pun ingin nama saya dibersihkan !!" ucap Rama dingin,tak ada lagi kehangatan seperti biasanya untuk orang orang ini apalagi untuk Resti dan Mahesa , salahnya dari awal tidak menolak keras Resti dengan alasan karena hati nurani...namun tak selamanya kebaikan selalu berbalas dengan kebaikan lainnya dan Rama sudah membuktikannya bahwa kebaikannya pada Resti malah membuatnya hampir saja kehilangan keluarga kecilnya kalau saja aku gampang terhasut.


.


.


.


" Rama ,maafkan aku ..... kupikir...." belum Resti meneruskan Rama sudah memotong.


" kalau bukan karena Nara dan Azka sudah kubuat kamu menderita ...kalau bukan karena mengingat dosa sudah kubuat kamu tak dapat lagi melihat hari esok ...tapi aku masih mengingat Allah...jangan pernah berfikir untuk menjalin lagi silaturahmi denganku atau keluarga kecilku sebelum kamu menyesali semuanya dan intropeksi diri." ucap Rama


" sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan dengan saya pak , permisi !!" Rama pamit undur diri keluar ruang Dekan.


Di hari itu pula Rama mengundurkan diri dari keanggotaan band kampus ....disesali oleh personel yang lain mereka lebih memilih Mahesa yang keluar dibandingkan Rama,namun bukan perkara Mahesa atau dirinya ,hanya saja Rama ingin waktu luangnya ia berikan untuk Azka.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2