
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
aku masih berjalan disamping Rama ,ia menggenggam tanganku namun pandanganku tak lepas dari Rama,aku mengkhawatirkan nya
" yang,,,liatnya ke depan nanti kesandung batu ...." ucapnya tanpa melirik ke arahku
aku menghentikan langkahku membuat tangan Rama yg menggenggam tanganku ikut tertahan
" are you ok???" tanyaku
semalam keadaan Rama habis dikeroyok namun sekarang seakan dia sudah tidak apa apa...ia tersenyum tulus namun sedikit menahan sakit
" seperti yg kamu lihat.. kalo ada cuma dikeroyok doang insyaallah Rama tidak selemah itu...." ucapnya dengan berlari lari di tempat dan meregangkan tangan seperti orang yg sedang pemanasan " oke...oke aku percaya..." ucapku melihat tingkah aneh Rama
" udah ga usah khawatir ,,,,kalo aku lemah terus yg mau lindungin sama jagain kamu siapa??" kekehnya
" ya udah tapi kalo kamu cape terus ada yg sakit bilang ya..." ucapku
" iya....yu nanti ketinggalan yg lain..." ajaknya
__ADS_1
kami melanjutkan langkah kami mengikuti rombongan sedangkan di sisi lain
" gue ga nyangka tuh anak kuat juga ,padahal semalem dia udah hampir koid.... "seringai Gibran
" tapi kayanya dia ga bilang apa apa sama Nara,buktinya Nara biasa biasa aja tuh...waktu kita nyamperin dia..." ucap Inggrid sambil mengelap peluhnya
" huuu cape .....kenapa sih ga naek mobil aja ke pabriknya..." keluh Dea
" ga bisa sayang....kalo kita naek mobil mau lewat mana mau terbang, jalannya kecil gini lagian ini juga udah mau sampe ko,tuh bangunan pabriknya udah keliatan" jawab Inggrid
" baguslah tu anak ga aduan,,,, seenggaknya kita aman...tau deh kalo si Gilang... " ucap Gibran menggidikan bahu
"mereka bukan laki laki macam itu..." jawab Willy singkat ,ucapan dan wajahnya datar bukannya ia memuji rivalnya itu namun Willy tau Rama seperti apa , Rama bukanlah pemuda yg dengan mudah menggembar gemborkan masalahnya atau mengadu pada orang lain....
bunyi berat mesin mesin pembuat teh bungkusan terdengar memecah susana di tengah tengah perkebunan teh yg lumayan jauh dari jalan besar pegawai berseragam hijau dengan peralatan kebersihan yg lengkap mengolah helai helai daun teh menjadi teh siap konsumsi ,
" cape ga " tanyaku celingukan mencari tempat duduk hingga mataku jatuh di tembok tepian pabrik
" sini dulu yu duduk... " ajakku pada Rama
" haduhhh mesra terosss ,jomblo mah bisa apa...???" sorak teman temanku yg memang notabene nya mereka para pasukan jomblo...
" Vin....aku cape...." rengek Gilang meminta perhatian dari Vina namun Vina sedikit cuek malah terkesan menanggapi godaan Gilang dengan kekesalan
" terus gue mesti bilang wow gitu sambil bopong loe..." Vina mendelik
" cieee hati hati vin....jangan terlampau kesel nanti bisa bisa cilok...." seru Bayu menggoda
" cinlok...abay...." seru yg lain bersamaan...,aku dan Rama tertawa menyaksikan tingkah mereka , walaupun dari kejauhan beberapa pasang mata menatap tak suka
pak Marwan membagi kami menjadi beberapa kelompok , kebetulan aku berpisah dari Rama aku satu kelompok dengan teman teman kelas ku yg lain hingga kami berpisah dengan kelompok masing masing , pak Marwan memberikan tugas pada kami dan harus diselesaikan laporannya hari ini juga
" hufffttt akhirnya selesai juga ya...ya udah aku nyerahin laporan nya dulu sama pak Marwan ya..." aku dan Tika menuju ruangan dimana pak Marwan berada sambil bercanda
"ka, kamu duluan aja aku pengen liat liat dulu keluar ucapku pada Tika ,rasanya aku penasaran sekali dengan keadaan sekeliling pabrik ini yg berada di tengah tengah perkebunan teh ,,,, hidungku menarik nafas panjang terasa dingin dan
segar sekali disini
" wuiiihhh kalo tinggal disini ,bisa sehat paru paru gue nih..." gumamku menarik senyum tipis sambil meregangkan otot-otot ku mataku mengedar melihat betapa hijaunya sejauh mata memandang aku berjalan entah kemana hingga kakiku membawaku ke belakang pabrik sayup sayup kudengar beberapa orang tengah berdebat ,karena rasa kepo ku aku mendekati sumber suara dengan mengendap endap dan melangkah pelan ,mataku membulat
" gue kira loe ga akan bisa bangun lagi , ternyata lama di pasar bikin loe tahan banting..." Gibran tersenyum meremehkan,
" sebaiknya kalian pergi dan jangan pernah ganggu hubungan gue sama Nara... "ancam Rama dengan tatapan menusuknya ke arah Willy ,namun aku menangkap seperti ada tatapan lain dari Rama dan Willy seolah tatapan hubungan yg sudah sangat saling mengenal namun penuh kebencian,hal ini menambah daftar penasaran di otakku tentang Rama ...
" apa sepengecut itukah kalian sampai harus melakukan pengeroyokan....apa jadinya kalo sampai Nara tau kalo kalian lah yg ngeroyok Rama...." Ridwan ikut sewot
" diem loe....bac*t....." geram Dea
__ADS_1
" apa loe...apa???" Vina berusaha maju tangannya hendak meraih dan menjambak rambut Dea yg terlihat angkuh di depannya,namun di tahan Gilang
" kenapa loe mau ngadu ke Nara atau pihak sekolah soal ini ..." tantang Inggrid maju selangkah
" kita bukan kalian ya...." jawab Rika
" udah ...udah ...stop gue ingetin sama loe semua jangan pernah usik lagi hubungan gue dan Nara ,kalau kalian ga mau nyesel.... " ucap Rama sekali lagi...
hatiku seakan dihantam dengan palu yg sangat besar ,kaget,sesak ...aku merasa marah ,kecewa sekaligus tak enak hati
aku marah ,kecewa karena Rama dan yg lain sudah berbohong dan menutupi masalah ini dariku
aku merasa tak enak hati karena akulah penyebab semua kejadian ini bahkan mungkin penyebab ketegangan diantara mereka ,aku masih terdiam di tempatku mematung tak berkutik pikiranku masih kalut , terlintas ucapan Kirana waktu itu apakah ini jawaban rasa penasaran ku ??? kalau memang iya apakah aku harus menjauh dari Rama dan yg lain karena tidak menutup kemungkinan Willy dan yg lain akan semakin nekat berarti hanya satu yg belum terjawab aku merasa ada yg aneh antara Rama, Willy dan Kirana apa hubungan mereka ,aku segera menyadarkan lamunanku,
aku melangkah dari balik tembok keluar dari persembunyian ku , pandangan Bayu mengedar ke arahku
" Nara...." ucapnya sontak saja semua yg disitu menatap ke arahku dengan wajah terkejut mereka ,
" Ra,,,,honey ini ga seperti yg loe liat ko... "sanggah Inggrid tersenyum getir ia nampak panik
aku bergantian menatap Rama dan Willy , Rama yg tersenyum hangat mencoba mendekati ku namun Willy membuang pandangannya lalu pergi bersama teman temannya
" ada yg bisa menjelaskan apa yg terjadi....???" tanyaku aku menatap Rama dengan kekesalan
" yang aku bisa jelasin....sebe......" belum Rama bicar aku sudah memotongnya
" eupp...kamu ga usah ngomong ... Gilang bisa kan aku percaya kamu???" mataku beralih ke Gilang , Gilang menjadi salah tingkah ia bergantian menatap aku dan Rama
" aduuhhh...." Gilang mengaduh ia menatap Rama lali Rama mengangguk
jujur untuk saat ini kepercayaan ku sedikit hilang pada Rama bisa saja dia tak jujur layaknya semalam...
.
.
.
.aku menarik tangan Gilang untuk mengikutiku
.
.
.
.
__ADS_1
.
" oke , Ra...aduh gue jadi ga enak sama Rama...."