Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
Rapunzel Nusa Kambangan...


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


Rama segera tancap gas ,sedangkan motornya dibawa Wawan, Rama berpesan untuk jujur saja pada Abah dan ambu mengenai apa yang terjadi.


Rama menurunkan ku lalu mendorong kursi roda,menuju ruang UGD ,ia merutuki dirinya yang tak bisa menjaga istri dan calon anaknya.


setelah dokter memanggil masuk , Rama berdiri di sebelahku ,syukurlah kata dokter kandungan ku tidak apa-apa,memang itu hal biasa di awal awal kehamilan apalagi bila si ibu merasa stres ,banyak pikiran,dan kelelahan,hanya saja tidak boleh mengalami lagi , kejadian ini juga bisa berbahaya untuk keselamatan janin.


Dokter pamit dan mengijinkanku pulang ,setelah memberikan resep obat dan vitamin untukku.


"diharapkan kontrol rutin setiap bulan ya pak.." ucap si dokter kandungan , Rama mengangguk.


aku memalingkan wajah tak ingin melihat Rama,masih merasa kesal padanya ,tak tau saja ...hati kecil ingin bersikap biasa saja tapi bawaannya ingin marah marah apakah ini bisa disebut bawaan bayi ???masa calon bayiku membenci ayahnya ??? giliran Rama tidak ada ,malah menangis...


" aku mau pulang..." ucapku tanpa berniat melihat Rama ,ia tersenyum


" iya kita pulang ke rumah Abah..." jawabnya ,aku bangun dan menatap Rama yang tersenyum tanpa dosa


" aku ga mau...!!! tau kan aku marah sama kamu...anak kita juga marah ...." dumelku , Rama malah tertawa


" tau...." jawabnya tersenyum penuh arti


" dih malah senyum..." sarkasku bersidekap.


" Alhamdulillah....meningan kamu ngomel ngomel gini daripada harus nangis dan diam..." jawabnya mengusap rambutku


dasar laki laki gilaaaa....diomelin malah ketawa.


" aku tau kamu marah sama aku ,tapi ga usah nyari sekutu...ga usah bawa bawa dede..." ia mengecup keningku lama namun aku tak menolak


gengsi boleh tinggi tapi inilah yang perempuan mau , bilang engga tapi mau...


" tunggu !!kamu bohong sama abah sama ambu mau beli martabak...???" tanya nya ,tiba tiba aku jadi teringat kebohonganku,namun rasanya jika dibayangkan martabak not bad buat up mood booster ku saat ini membayangkan mentega yang meleleh ,juga kental manis yang meluber belum lagi toppingnya yang aduhai


" engga ,aku emang mau martabak...!!!bukan ..bukan aku tapi dede..." jawabku berkilah membawa nama yang tak tau apa-apa.


Rama tergelak " ya udah yuu kita beli martabak ,buat nyogok DEDE....!!!! biar ga marah sama daddy-nya" jawabnya , Rama menggendongku ala bridal style , sontak aku mengalungkan tanganku di lehernya


" a....malu..." cicitku


" biarin aja... mereka juga punya mata buat liat,anggap aja mereka ga ada..." jawabnya


Rama memasangkan seatbelt ,lalu ia masuk ke bangku kemudi ,suasana malam Bandung memang tak pernah sepi..selalu ramai , Rama menghentikan mobil di sebuah gerai martabak terkenal di Bandung ,penuh memang tapi ia tau tempat inilah dimana martabak terbaik di kota Bandung.


setelah memesan semua rasa satu satu kami menunggu ia melepas jaket kulitnya melingkarkan di pinggang ku ,setidaknya menutupi bercak darah yang mengalir tadi di celana putihku


" a... kira kira Wawan bilang ga sama Abah sama ambu ???" tanya ku , Rama menyendu namun tak lama ia tersenyum " Wawan kusuruh jujur sama Abah sama ambu ..tak apa-apa... insyaallah aa tanggung resikonya..." jawabnya seperti sudah biasa menerima semua amukan kedua orangtuanya.


setelah menunggu cukup lama akhirnya beberapa box martabak sudah di tangan...senyumku terbit secerah mentari pagi,mataku berbinar


.


.


.


mobil sudah masuk ke dalam parkiran rumah , Rama kembali menggendong ku padahal aku berkali kali menolak,jangankan kini dulu sebelum aku hamil saja tingkat keposesifan Rama level dewa apalagi sekarang aku tengah mengandung hasil bercocok tanam nya.


" neng...." ambu sedikit berjalan cepat ke arahku menatap nanar merasa khawatir


di sofa ambu meneliti dan mengecek seluruh kondisi badanku takut kalau kalau ada yang lecet...hingga matanya jatuh pada celana bernodakan da*ra*h


" astagfirullahaladzim...neng...itu kenapa???dede ga kenapa-napa kan ???" ambu memelukku ,entah sejak kapan Abah ada disana dan sekali lagi Abah menampar wajah Rama dengan tangan besarnya


" plakkk....!!!! "


" mau sampai kapan kamu begitu ??abah kira kamu sudah benar-benar meninggalkan dunia hitam itu,mau sampai kamu kehilangan sesuatu yang berharga...!!!" suara Abah menggelegar di keheningan malam.


Rama diam menunduk berkilah atau melawan pun percuma disini memang ialah yang salah..

__ADS_1


" bah..abah ,sabar bah...!!! istighfar... " ambu mencoba menenangkan


" bah...ini bukan salah aa bah..tapi Nara yang salah.. Nara yang tidak bisa menjaga diri dan calon anak Nara..." ucapku menyesal.


" neng...abah minta mulai saat ini neng jangan gegabah lagi...kalau memang bocah ini tak pulang atau nekat, tak perlu disusul...biarkan saja..." abah menarikku ke dalam rangkulannya layaknya seorang ayah kandung.


" biarkan saja si borokokok ini menerima akibatnya sendiri jangan bawa bawa menantu abah dan calon cucu abah ." ujar Abah .


aku mengangguk" maafin Nara bah..maafin anak abah juga..." membalas pelukan Abah


" oh iya dapat martabaknya ??" tanya Abah ,aku mengangguk cepat sudah tak sabar mencicipi semua martabak yang dibeli tadi.


Rama membawa semua martabaknya dan membukanya ,salivaku naik turun mulutku berdecak dan mulai melahap satu persatu tiap potongannya, mencicipi semua varian bersama semua yang ada disitu termasuk Nia yang tak mau ketinggalan .


" teh...pipi teteh makin tembem ..." di sela sela kunyahannya , Nia memberikan komentar.


aku menghentikan kunyahanku " masa ???!!" aku segera menyimpan potongan martabak yang tengah kupegang lalu bercermin ,memang benar sih tadi saja aku mengukur berat badanku ,dan itu naik 1 kilo semenjak terakhir aku menimbangnya dan itu minggu lalu.


" biarin atuh neng ,yang namanya ibu hamil memang seharusnya naik kiloannya...." ucap Ambu


" iya biarin aja atuh yang...biar tambah sem*ok..." ucap Rama ,aku segera duduk di samping Rama dan membekap mulutnya .


" ishhh jangan bilang se*mok.." taukah kamu wahai para lelaki ,wanita paling sensitif dengan masalah berat badan.


.


.


.


.


aku kembali bercermin di depan kaca lemari ,menatap bolak balik bentuk tubuhku yang belum berubah sama sekali ,sampai sepasang tangan kekar memelukku dari belakang,mengusap usap perutku yang masih datar, bibirnya menyusuri tengkuk , kuping dan leherku.


" ga usah kamu pikirin bentuk tubuh kamu...kamu tetap yang terbaik buatku dan calon anak kita.." ia memutar tubuhku menyatukan kening kami.


" janji sama aku ,jangan pernah bawa kamu dan anak kita ke dalam bahaya lagi...aku ga bisa kehilangan kalian..." seraya memejamkan matanya.


"insyaallah..." jawabku


" Ra... terimakasih...sudah menjadi gift terindah buatku..."


" kamu ngomong kaya gini ,jangan sampai ujungnya minta nengokin dede atau semacamnya ya...aku capek a..." ancamku.


ia malah tertawa " insyaallah kalo ga khilaf..." kekehnya .


sepanjang tidur ,tangan Rama tak pernah lepas memeluk perutku seperti tak ingin jauh jauh dari calon buah hatinya yang masih berbentuk embrio..


" assalamualaikum calon bunda ??!" aku mengerjap beberapa kali ,wajah rama tepat di depan wajahku ,aku tersenyum manis


" ko panda???" tanyanya " ga keren yang panda kan beruang..."


" kan kalo bunda pasangannya panda..." jawabku " lagian kan panda gemesin a..." ,hari ini rasa mualku tak terlalu mendera ,karena mungkin pengaruh obat yang diberikan dokter semalam, masih dapat kutahan.


" hari ini sebaiknya kamu cuti kuliah dulu...biar aku yang ijinkan ke kampus katanya mamah sama papah mau kesini..." ucap Rama ,mataku berbinar senang ,aku merindukan keluarga ku sudah beberapa lama aku tidak mengunjungi mereka.


" mamah tau aku hamil ??" tanyaku , Rama mengiyakan


" darimana ??"


" semalam aku telfon ,waktu kamu lagi di RS..." jawabnya ,aku berohria,sesuai yang mulia paduka suami hari ini aku ijin dari kampus mungkin hanya untuk 2 sampai 3 hari saja ,wajah ceria ku seketika sirna , sepertinya kalau disebutkan Indonesia sudah merdeka ,kata itu belum pantas disematkan buatku buktinya mulai saat ini kehidupan ku tak sebebas merpati , kemerdekaan ku terpaksa direnggut entah kapan dibalikkin....😂😂


dengan sekali hentakan Rama menggendongku menuruni tangga ,excusme sir...gue cuman lagi bunting bukan penyakit ayan yang kalo liat ketinggian maunya loncat.


" a...ga usah lebee...deh....aku ga apa-apa..." omelku


" apa sebaiknya kita pindah kamar ke bawah..." ucap Rama


" ga usah a...aku masih sehat..bukan nene nene yang harus dimasukin panti jompo.."


" yo !!,anak nya daddy sarapan dulu...biar sehat di perutnya bunda..." Rama mengobrol dengan perutku


" daddy tuh pasangannya sama mommy atuh a..kalo bunda sama panda atau ayah..." sarkas Nia


" suka suka..." jawab Rama " anak ,anak aa...." tambahnya .


" ihh calon bapak ambeukan..." ledek Nia.


Rama mengambilkan nasi serta lauk di piringku ,porsinya bukan main


" a ,,,ga salah ??ini perut ku ga akan muat..." aku menatap nanar piringku,ambu hanya tersenyum melihat kelakuan calon ayah muda itu.


" ga apa apa sayang ,kan yang makan bukan cuma kamu aja tapi ada anakku juga di dalem situ..." tunjuknya pada perutku .


aku pasrah saja percuma bila aku mendebat tak akan ada ujung nya.


.


.


.


" a.. nanti siang aku mau beli susu ibu hamil..." aku meminta ijin pada Rama,dan Rama menggeleng ,itulah jawaban yang akan sering kuterima mulai sekarang bila dalan urusan perijinan.

__ADS_1


" nanti kalau aku udah pulang...!!" jawabnya tegas,lugas dan jelas.


" kelamaan dong...!!" rengekku


hanya untuk membeli susu ibu hamil di minimarket dekat kampung saja sudah seperti aku yang akan pergi jauh berhari hari mesti ditemani.


" tunggu aku pulang kerja, titik...!!!"


aku langsung diam ,tak ada debat lagi , percuma , Ra..mau nangis sesenggukan suami kece badai loe pendiriannya kuat sekuat tugu Pancoran.....aku melirik ambu yang tertawa kecil ,aku merengut kesal,sampai Rama akan pergi saja wajahku tertekuk masam


" makan yang teratur ,istirahat...kalo mau apa apa bilang sama ambu biar Wawan yang beli,kalo pengen kemana mana tunggu aku pulang..." ucap Rama sebelum pergi sambil memeluk pinggang ku posesif.


" aku bukan tahanan yang mau bobol penjara , Ram...." ucapku sendu ,dia malah tertawa,tak ada yang lucu disini aku sudah seperti Rapunzel si tokoh gadis rambut panjang itu yang terkurung di menara bedanya kalau dia dikurung oleh ibu ibuan yang menculiknya kalau aku oleh suamiku sendiri.


" kamu tuh gemesin ,nanti mamah kesini katanya..tunggu aja." ia mencium pucuk kepalaku


" jangan bandel...." peringatan terakhirnya di telingaku.


" iya daddy..." jawabku ,ia lalu mengusap perut rataku


" daddy kerja dulu ya sayang,dede jangan nakal,jangan minta yang aneh aneh apalagi minta bunda buat nikah lagi...nanti daddy bakal hancurin orangnya...." kekehnya


pepatah macam apa itu ,belum juga lahir ke dunia pepatahnya sudah harus di garis bawahi....aku menyipitkan mata tajam


" engga daddy, jangankan minta bunda buat nikah lagi,minta keluar aja susah...kaya lagi di Nusa Kambangan...." jawabku menirukan suara anak kecil.


dari dalam ambu yang mendengar hanya tertawa tertahan dengan kelakuan absurd anak mantunya.


" bagus!!! anak daddy pinter..bilangin sama bunda jangan cemberut aja,ntr ketek gorilla kalah asem sama mukanya bunda..." serunya ,mataku membola


" apa ???!! enak aja ngomongnya..."


"pukk...pukk...puk..." aku memukul mukul bahu dan punggung Rama yang tertawa cekikikan


" aduh ampun yang.....ampun..!!!" pekiknya meringis


" isshhh tenaga nya !!" ia berdecak...


" apa ??! mau bilang lagi kaya gorrila ??!" aku berkacak pinggang


" gorilla unyu ku..." ia mencubit pipiku gemas


" udah sana pergi ahhh... daripada bikin kesel....!!" aku mendorong dorong punggung Rama yang tak ada habisnya menggodaku


" iya aku pergi... assalamualaikum sayang....!!" ucapnya aku meraih punggung tangannya dan mengecupnya, memperhatikannya sampai keluar gerbang...saat akan masuk lagi ambu sudah berada di ambang pintu aku masuk ke dalam pelukannya


" mbu...ambu liat kan aa...masa Nara udah kaya tahanan...."rengekku


" cupp....mantu ambu...masuk yuu kita masak buat nyambut mamah papahnya neng Nara..."


.


.


.


.


kulirik sudah pukul 11 siang ,dan aku masih disini bersama ambu di dapur saat bel terdengar , aku membuka pintu aku langsung memeluk orang yang berada di ambang pintu


" mamah...!!!"


" ya Allah....." kagetnya melihatku yang langsung refleks memeluknya.


" engga disuruh masuk dulu nih ??" tanya papah


aku tertawa bahagia ,sudah lama aku belum bertemu dengan kedua malaikatku ini


" ehhh besan sudah datang ??!" ambu menyambut ,tak lama Abah pun keluar ,abah sengaja tidak ke pasar karena tahu orangtuaku akan datang ke rumah.


setelah ngaler ngidul ,abah dan papah pun seperti kebiasaan para lelaki yang sudah mulai menua pergi ngopi sekaligus main catur di teras depan sedangkan aku,mamah dan ambu berada di ruang tengah masuk ranah obrolan wanita dewasa belum lagi mereka bercerita bagaimana dulu saat mengandung, melahirkan dan saat kami tumbuh...aku hanya tersenyum nanar apakah aku akan bisa seperti mereka??? aku banyak mengeluhnya ketimbang berusahanya ,dan aku bersyukur berada di tengah-tengah orang orang yang menyayangiku,tiba tiba aku memeluk mamah menangis di pelukannya ,akhir akhir ini aku mudah sekali menangis, entah karena sedih ataupun terharu...


" ehhh ko nangis ???" tanya mamah dan ambu heran


aku memberi jarak di tengah pelukan " engga... Nara cuman kangen mamah..." jawabku.


" kalo kangen mamah ,papah sama abang sering sering maen ke rumah..." ucap mamah ,aku mengangguk .


" nanti bilang dulu sama aa .... Nara sekarang susah banget buat keluar mah, kecuali kalo bareng Rama..." cebikku ,ambu tertawa mendengar aku mengadu


" bagus dong...!!! berarti Rama tanggung jawab sama anak dan istrinya..."


" ihhh kubu Rama bertambah...." gumamku mamah dan ambu kembali tertawa.


mengingat dulu saja saat belum menikah mamah sudah dengan percayanya menitipkan anak gadisnya pada Rama apalagi sekarang saat sudah menikah.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2