Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
Rama hilang 2


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


aku memutuskan untuk pamit balik ke villa ku karena sudah malam juga.... pikiranku terus berputar tentang dimana Rama sekarang,, walaupun sebenarnya mataku sudah berat...


namun dari kejauhan Mita memanggil manggil namaku " Nara...!!!" pekiknya sontak aku sedikit berlari


" kenapa ,ta..." tapi ia tak menjawab malah terlihat panik dan menarik tanganku " cepetan sini., Rama... Ra..." ucapnya aku membulatkan mataku


"Rama??? dimana???"


"kamu darimana , Ra???" Vina terlihat panik dan membimbing ku ke kamar Rama yg sudah dikerumuni siswa


langkahku terhenti saat melihat orang yg sepanjang sore hingga malam ini kucari cari sedang terduduk di ranjang dengan luka robek dan lebam di hampir di sekujur tubuhnya ditambah noda darah dan tanah di pakaiannya ,


"astagfirullah... Rama.....!!!" pekikku ia sedang diobati oleh guru guru


ia melihatku sambil sedikit meringis..." Ra...aku ga apa-apa kamu sudah makan???..." ucapnya yg masih sempat-sempatnya mengkhawatirkan ku


" bu ,,,sudah bu ga apa-apa biar sama temen temen saja..." ucapnya pada bu Wida...dan pak Marwan


" ya sudah ibu dan bapak keluar dulu ,,,,nanti kita usut kasusnya ya..." ucap bu Wida


" bubar .....!!!" pekik pak Marwan pada semua siswa yg melihat


"kalian perempuan keluar..." aku dan ketiga teman perempuan ku hendak melangkah keluar , Rama menahan tanganku " please obatin aku ya...temani aku disini sebentar saja..."


aku mengangguk ,ditemani Vina, Mita dan Rika ada Gilang, Bayu dan juga Ridwan


aku menyapu air bersih mengusap nya ke seluruh permukaan kulit tangan dan wajah Rama yg terdapat noda darah dan tanah ia sedikit meringis ...lalu mengoleskan salep dan obat merah pada luka luka nya dan memasangkan plester pada beberapa luka kecil dan kain kasa pada luka besar


" Vin,,,minta air minum..." pandangan Rama tak lepas dari wajahku membuatku sedikit gugup rasa kantukku pun menghilang


"Ram,,,untung lu ga koid...." ucap Gilang yg terlihat aga kacau juga namun hanya luka lebam saja di ujung bibirnya,namun terhenti karena tatapan Rama padanya


" hemm moal atuh (ngga akan dong.)" ucap pede Rama sambil cengengesan


aku mencubit pinggang nya " awww sakit yang..."

__ADS_1


"jangan dicubit, Ra...tampol aja sekalian sampe Jawa...." ucap Vina ikut kesal dengan Rama


"heemm tuman...." ucap Rika


"waduhhh jauhhh banget ke Jawa mau apa ???" jawab Ridwan


" mau jajan bakpia..." kekeh Bayu


" kamu tau ga aku nyariin kamu dari tadi sore,baru tadi sore kamu janji bakal kasih kabar kalo pergi sekarang aku cari kamu sepanjang sore sampe malem pulang pulang kamu kaya gini...masih sempetnya cengengesan..." cerocosku


" iya maaf yang...."


"aku tanya kamu darimana???abis ngapain???kenapa bisa kaya gini ???" aku memberondong beberapa pertanyaan sekaligus


" satu satu atuh yang nanya nya..." jawabnya sambil tersenyum


"ya udah kamu abis darimana???" tanyaku


" dari.....kebun teh..." jawabnya singkat


"nagapain..???"


"abis....ketemu venom..." kekehnya bercanda


membuatku marah..." Ramadhan....!!!" membuat semua terdiam


Gilang tau sahabatnya itu mempunyai alasan kenapa ia tidak mau mengatakan hal yg sebenarnya padaku ,ia mengenal Rama sejak kecil


" kenapa bisa kaya gini???" tanyaku lagi mataku sedikit menusuk pada Rama


" dihajar venom.....terus jatoh di kebun teh...." ucapnya lagi


" yang tunggu....." ia menahan tanganku namun aku menghempaskannya


ia berusaha bangkit mengejarku "kamu tega apa ninggalin aku lagi sakit gini...." ucapnya lagi menahanku


" beuhhhh nyamuk ini mah...keluar keluar...guysss...." Bayu mendorong dorong Rika dan yang lain


"ihhh pelan pelan....jangan dorong dorong ege..." ucap Rika


" ihhh rusuh banget...kalian..." ucap Vina


,mereka memilih meninggalkan kami di ruangan namun mereka berada di luar kamar dengan pintu yg terbuka


"Lang,kamu disini saja..." ucap Rama agar kami tidak hanya berduaan saja


"aku tau kamu marah yang ,maaf,,,tadi memang benar aku di kebun teh aku dikeroyok Gilang yg tolong aku...." ucap Rama dengan tatapan penuh harapan meminta kepercayaan dariku


" sama siapa ???" aku bertanya namun Rama hanya diam ,aku mengedarkan pandangan pada Gilang tapi Gilang pun bungkam dan menunduk


"siapa, Lang??? bilang sama aku??" aku mengguncang guncang tangan Gilang


"yang,,jangan pegang pegang Gilang..yang..." ucap Rama meraih tanganku


"bukan muhrim...."


"lah...itu kamu apa...???" ucapku menunjuk tangannya yg memegang tanganku


" kan kita mah calon muhrim ...." jawabnya

__ADS_1


" baru calon kan...." ia terkekeh ,aku tau Rama sedang mengalihkan pembicaraan


"Lang..." aku kembali menatap Gilang


" udah lah yang....ga usah bawa bawa Gilang dia ga tau apa-apa...tanya aja aku...." ucapnya


" tapi jangan venom lagi jawabannya..." ketusku


" jadi siapa???"


" temennya joker... " jawabnya Gilang ikut tertawa


ingin rasanya kuhantam lagi kepalanya pake kursi ,melihat wajah bete ku Rama langsung mencubit pipiku pelan " iya kamu jokernya.... " ucapku ,mereka kembali tertawa


" yang,,,, siapapun yg ngeroyok aku ga penting lah yg penting aku masih selamat dan ada disini ,biar urusan ini aku sama Gilang yg urus ya....ga usah jadi pikiran buat kamu...." ia mengacak rambutku


" yang udah malem ,aku cape.. temenin sebentar mau ga....kelonin...." rengeknya seperti anak kecil .... membuatku tak tega pula


"hemmmm kurang asem....gue dijadiin obat nyamuk..." ucap Gilang,kami berdua tertawa


" Ram.....liat atuh Ram...jiwa kejombloanku meronta-ronta..... sakitnya tuh disini...." ucap Gilang menepuk-nepuk dadanya


aku memposisikan bantal senyaman mungkin lalu mengusap lembut anak rambut Rama....hingga tak butuh waktu lama ia pun tertidur...


kulihat jam menunjukkan sudah pukul setengah sebelas malam aku beranjak melihat Gilang juga sudah tertidur aku memungut jaket Rama yg kotor dan sedikit sobek dibagian sikunya pikiranku memutar apa yg sebenarnya terjadi pada Rama kenapa ia harus menyembunyikan pelaku pengeroyokan nya apa ini ada hubungannya dengan luka lebam Gibran dan Willy....


aku keluar kamar dan masuk ke kamar ku ,ketiga temanku sudah bertumpang tindih di atas ranjang.,rasa kantukku kembali melanda....aku menggeser kaki Mita sedikit dan ikut tertidur bersama mereka.....


keesokannya .......


pak Marwan mengijinkan Rama untuk ijin kegiatan hari ini....


kami berolahraga pagi lalu selanjutnya meneruskan ke pabrik teh bungkusan yg ada disana juga.


aku sedang bersiap siap memakai sepatu


" hai Ra....bareng aku yu...." sepasang kaki bersepatu sneaker hitam berada tepat di hadapanku aku mendongakkan kepala" Willy???"


" kamu mau bareng aku ga ???" ajaknya


aku sedikit ragu untuk menolaknya " maaf Will,aku bareng temen temenku...." jawabku


"memangnya kita bukan temenmu , Ra..." ucap Dea


"udah ahh ga pake alesan ,lagian juga si preman pasar itu udah babak belur kan....ga mungkin bangun buat waktu yg dekat..."ucap Inggrid menarikku paksa


" tu...tunggu....kenapa kalian bisa tau kalau Rama babak belur???" tanya ku


Inggrid gelagapan " mamp*s gue...." gumamnya dipelototi Willy dan Gibran...


" ya tau lah , Ra anak anak pada heboh...ko..." jawab Gibran....


" yu Ra..." Willy menarik tanganku posesif saat aku belum sempat menolak


tapi kami terhenti saat dari arah dalam terdengar suara seseorang " tunggu Nara pacar gue....ga usah ditarik tarik dia bukan barang..." Rama berjalan dengan biasa saja seakan tidak terjadi apa-apa


lalu dengan tatapan menusuk ia melepas pegangan Willy " maaf jangan pernah sentuh sentuh tangan pacar orang...." dengan menekankan kata pacar ia menyeringai pada Willy


" ayo yang...." kini aku bingung ada apa sebenarnya antara mereka berdua...

__ADS_1


__ADS_2