
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" bah...!!" panggilku ,rasanya tenggorokanku terasa berat , tapi sebagai seorang anak laki-laki aku harus gentle , mengakui kesalahan dan minta maaf jika memang salah ,itulah yang Abah ajarkan.
Abah hanya melirik sebagai jawaban kalau beliau menyimak.
" aa minta maaf bah..tapi aa tidak melanggar 3 hal yang Abah larang ..." dengan kata lain aku meminta ijin pada Abah ,jujur aku sudah berada di zona nyamanku sebagai anggota geng motor.
" Abah hanya tidak mau anak laki laki satu satunya Abah mati konyol !!" jawabnya seraya tangannya menggosok batu akik koleksinya menggunakan bambu ,tak tau apa hubungannya kalau aku jadi Abah akan ku gosok memakai sabun cuci piring biar bersih bersinar ...padahal saban hari digosok tak ada jin yang keluar dari sana.
" aa janji bah tidak akan sampai mati !! eh salah maaf bah ralat maksudnya aa bakal berusaha untuk baik baik saja !!" ucapku seperti seorang pesakitan yang sedang disidang.
" jangan berjanji yang belum terjadi, aa tidak tau takdir Allah bagaimana...tapi insyaallah...!! " jawab Abah ,dengan segera aku mengangguk cepat kusimpulkan jawaban Abah adalah sebuah restu....
Di sela sela kegiatan ku ,aku sering membantu Abah dipasar bukan hanya Abah saja tapi rata rata pedagang yang ada disana juga , demi menjaga keamanan dan kenyamanan uang saku ku , para preman yang sering berulah pun selalu mampu kuusir tujuan awalku hanya untuk melindungi Abah agar merasa aman dan nyaman berjualan di pasar secara siapa yang tak kenal abah haji Nawir ,orang terpandang..dang...dang...dang...se antero pasar foto Abah pun ada di mana mana sudah seperti iklan sewa badut, ada di kalender satu halaman yang abah buat sebagai bonus untuk langganannya layaknya toko emas, juragan daging yang apabila saat musim munggahan dan menjelang lebaran selalu panen rezeki ,dan ini yang kusuka karena aku sering kena cipratan rezeki anak sholeh.
" bah ini dari jagal ,stok terakhir katanya ,aa langsung pulang ya...badan sudah bau sapi ...!!" pamitku .
" iya , hati hati !!" netraku menangkap sosok anak laki-laki yang kukenali , sedang mencopet.
Aku memergokinya dan mencengkram tangannya. kembalikan dompet itu !!" aku memelintir tangannya namun dia melawan ,sampai satu pasar ikut heboh.
Singkat kata aku mengalahkannya dan mengembalikan dompet si ibu tadi ,massa hampir saja menghakiminya tapi Abah melarang dan menghalangi ,
" bah ! dia temen aa bah ...!" jawabku miris melihatnya yang terduduk di lantai dekat toilet,diam seperti kucing yang dipotong lidahnya.
" siapa namamu ,nak ??" tanya Abah.
" Gilang !" jawabnya kaku.
" kamu begitu pasti butuh uang ,kebetulan Abah butuh orang , daripada kamu harus mencuri terlalu beresiko dan pula uangnya tidak akan berkah bagaimana kalo kamu bekerja untuk Abah "
" apa ,bah ??!" pekikku.
Gilang juga ikut terkejut,bukannya dibawa ke kantor polisi tapi Abah malah dengan sukarela menawarkan pekerjaan padanya.
" tapi saya punya ibu dan tak bisa saya tinggalkan jawab Gilang.
" kamu dan ibu kamu akan Abah carikan kontrakan yang dekat dengan rumah Abah ,atau kamu bisa tinggal di rumah Abah!"
Itulah awal mula pertemuanku dan Gilang hingga kini Gilang menjadi tangan kanan Abah ,kemanapun aku pergi Gilang selalu menemaniku termasuk saat aku loncat ke jurang kegelapan dengan senang hati Gilang ikut . Abah juga tak sungkan menyekolahkan Gilang berbarengan denganku dengan alasan biar bisa bareng dan ikut mengawasi ku.
Julukan buaya darat sudah mendarah daging padaku bahkan tersemat menjadi nama tengahku , Ramadhan si kadal buntung Restu Al Kahfi ....
" assalamualaikum bu...hari ini ko ada yang beda ya bu !! ibu pake skin care apa bu ??!" tanyaku berbasa basi tak ada kata gugup meskipun satu sekolah tau dialah miss killer di sekolah ini bu Kokom..matanya sudah melotot menyala ,layaknya api yang berkobar ,wahhh jika nyala apinya besar sudah kupakai membakar jagung ...
__ADS_1
Mulutnya yang sudah komat kamit melafalkan kalimat istighfar sebisanya ,akan menyemburkan kalimat pedas untukku tapi tenang saja bukan Rama namanya kalau hanya seorang bu Kokom saja tak bisa ditaklukan...jangankan bu Kokom , Britney Spears saja sampai mohon mohon minta diajak kencan wkwkwkwkkwkwk....
" saya tidak pakai skin care!! pake abu kamu !!!" bentaknya.
" Weits nyantai bu ,jangan ngegas kaya sprite !! saya belum mau mati bu ,nanti ibu sedih kalo saya mati ! tapi saya beneran pangling liat ibu loh suerr bu..saya kira saya liat bidadari jatuh ....!!" kekehku .
" saya tidak mempan kamu gombali...jangan mengalihkan perhatian Ramadhan ...kamu telat 15 menit !!" pekiknya menggelegar mengalahkan letusan bom Palestina.
" baru 15 menit bu ,saya nungguin kepastian ibu sudah hampir 3 tahun masih tetap setia ko bu !!"
Anak anak sudah tergelak dari tadi
" kamu menantang saya ??!!" tanya nya.
Di bangku belakang teman temanku malah menjadikan ini bahan taruhan
" baso mas Nana ??!! gue pegang bu Kokom...!!" ucap Abay
" oke gue Rama!!" jawab Ridwan,sedangkan Gilang hanya menggelengkan kepalanya
" Lang..! ikutan ga ??" tanya Abay.
" ogah ..!! gue rasa dua duanya sama sama kuat ??" seru Gilang.
" astagfirullah bu saya ga nantang ibu ,mana mungkin saya berani badan saya aja kecil kurus kerontang bu ,sekali depak aja remuk kalo badan ibu kan berisi !!" jawabku lagi.
" kamu ngatain saya gendut??" tanya nya.
" ibu ini suka ga bisa berfikir positif,makanya bu banyak banyak dengerin siraman rohani tiap subuh kaya saya abah saya suka gedein volume TV pas ada ceramah katanya biar pikiran saya selalu positif gendut itu bukan berarti sesuatu yang hina ibu pernah denger big is beauty kan ??" tanyaku
ia semakin menggertakan gigi mungkin pikirnya anak macam apa yang ia hadapi ,atau apa yang ambu makan saat sedang mengandungku dulu.
" astagfirullah sabar ya Allah!!" gumamnya
" nah gitu bu jadi orang memang harus sabar Bu ,apalagi kalau ketemu anak ganteng macam saya !!" aku menaik turunkan alisku.
" harusnya ibu ucap Alhamdulillah bu kapan lagi bisa ketemu anak ganteng banyak , anugerah itu Bu,ibu jangan mati berdiri bu...saya pernah liat di majalah hidayah yang mati berdiri tuh yang durhaka sama orang tuanya bu ,ngeri naudzubilah...!!" gidikku
" brakkkkk !!! Rama !!!! kamu saya hukum keliling lapangan 15 kali putaran
" Alhamdulillah makasih bu !! ibu perhatian sama saya nyuruh olahraga biar terus bugar ditambah ibu yang ngawasin bikin saya seneng bisa liat wajah ibu yang bak rembulan !!" jawabku
ia menghela nafas ,daripada ia benar benar mati berdiri bu kokom lebih baik mengalah
" apa ??!! rembulan?? rembulan kan tidak mulus Rama !!!!!!!" pekikkan bu Kokom tertutup bel ganti pelajaran ,rupanya berdebat denganku menghabiskan waktu mengajarnya.
" benar benar kamu ,kalau bukan murid saya ,sudah saya karungin kamu lalu saya buang ke sungai Bengawan solo !!" kesal bu Kokom.
" astagfirullahaladzim ,bu tapi tak apa apa saya rela kalau memang yang ngarungin saya ibu ,tapi setelah nya karungin hati saya ke hati ibu ya bu !!" kekehku,bu Kokom mengetuk ngetuk jidat nya
" lama lama bicara denganmu bikin asam lambung saya naik...!!" ucapnya pasrah.
" kalo gitu minum obat dong bu jangan curhat !! atau mau saya obatin pake senyuman saya ??!" tanyaku semakin menggoda.
Bu Kokom pergi begitu saja dengan wajah lusuh.
" yesss ,gue menang !!!" pekik Ridwan senang.
Pertemanan kami semakin solid ,sebuah pohon dekat selokan besar yang berada dekat dengan masjid menjadi basecamp kami , sebuah rumah pohon kami dirikan disana , terkadang kami ketiduran sampai pagi disana hanya untuk sekedar nongkrong nongkrong tak jelas .
.
.
.
Hari hari kujalani seperti biasa menjadi seorang panglima tempur membuat kemampuan berkelahi ku semakin terasah belum lagi kelas taekwondo tak pernah kulewatkan ,menjadi seorang anggota geng motor memberikan kepuasan tersendiri semuanya sudah kudapatkan,tahta ,wanita yang selalu mengejarku ,keluarga keduaku ,kang Miftah , Gilang , Abay, Ridwan ,dan satu lagi juniorku yang dekat denganku dialah Armilo...tak jarang anak anak motorku sering main ke rumah dan bertemu dengan keluarga ku,,, Abah dan ambu sangat welcome malahan kedua orangtuaku sudah menganggap mereka layaknya anak tiri hehehe ....karena pada dasarnya mereka semua anak baik namun karena memiliki masalah pribadi hingga mencari pelampiasan ataupun sedang mencari jati diri sepertiku makanya mereka terjerembab ke dalam lembah dunia keras.
__ADS_1
Sampai satu waktu ,di tahun terakhir aku berada di SMP adalah tahun yang penuh duka dan luka untuk kang Miftah dan kami semua....ka Mutia kekasih kang Miftah ditemukan tewas sepulang dari kampus...diketahui pelakunya adalah Samuel biasa disebut sami kakak Raymond teman satu geng denganku ,bisa dibilang mereka pengkhianat di geng kang Miftah mereka merupakan penyusup dari geng lain yang siap mengobrak abrik geng motor yang sudah kang Miftah dirikan ,dan aku yang sudah susah payah melebarkan daerah kekuasaan.
Sami habis babak belur oleh kang Miftah belum cukup itu ia pun di jebloskan ke penjara dengan tuduhan yang berlapis ,tak tanggung-tanggung kang Miftah sampai menyogok hakim dan jaksa penuntut agar lebih memberatkan hukumannya ,jelas kang Miftah bisa melakukan itu dia adalah anak seorang pengusaha sukses ,ditambah Mutia adalah cintanya yang baru saja berkembang.
Belum kering kesedihan aku sudah kembali ditimpa masalah ,Kirana terang terangan menyukaiku disaat Willy menyukainya .
" Rama...!! gue suka sama loe ! gue sayang sama loe !!" Kirana memaksaku menerima perasaannya.
" tapi ki.. gue nganggap loe ga lebih dari temen ,apalagi Willy juga suka sama loe !!" bukannya menjauh Kirana malah semakin memepetkan badannya menggelayuti lenganku ,aku berusaha menolak ,tapi seperti memang harus seperti ini settingan takdir yang Allah berikan padaku , Willy melihatnya dan salah paham.
" bang *sat loe Ram...!! kenapa harus Kirana !!!" seru Willy tak terima
" tunggu , Wil...loe salah paham !!" jawabku tapi Willy tak pernah mau mendengarkan ku , persahabatan ku dan Willy putus saat itu , beberapa hari setelah itu Kirana pun perlahan menghilang kudengar ayahnya terjerat kasus korupsi.
Semenjak hari itu baik Willy maupun Kirana tak pernah terdengar lagi beritanya ,bukan karena Willy yang menghilang tapi ia semakin menjauh dan menabuhkan genderang perang buatku,berkali kali aku meminta maaf tapi percuma.
Semua awal kekacauan geng motor pun terjadi beberapa orang anggota terhasut Raymond yang tak terima kakanya dijebloskan ke penjara ,aku yang semakin sibuk membantu Abah hingga tak ada waktu untuk sekedar balapan liar seperti dulu ditambah polisi sudah semakin gencar patroli mengamankan jalanan yang sering banyak geng motor bermunculan meresahkan warga kota Bandung...
.
.
Suasana subuh kota Bandung selalu terasa dingin membuat mata sulit terbuka ,yang diinginkan adalah bercumbu rayu dengan guling dan selimut tebal ,aku masuk SMA negeri xxxx Bandung ,sebuah SMA favorit di kota ini ,ambu dan Abah sampai sujud syukur dan selametan karena aku yang bisa masuk ke sekolah negri favorit ,entah karena guru guru nya yang khilaf atau karena peletku yang terlalu kuat,sampai sampai pintu gerbang SMA itu terbuka lebar untukku ,aku berjanji pada diriku sendiri saat SMA aku harus memiliki kekasih ,aku tak mau jika harus bersama ketiga makhluk jomblo abadi itu dan menua bersama mereka ,lama lama kenormalanku sebagai seorang laki laki berhak dipertanyakan...
Aku merasa sudah cukup dewasa untuk membedakan mana yang benar dan salah , beberapa tahun belakangan tak pernah absen dari kegiatan tadarusan membuatku paham apa itu zina tapi apa daya darah muda darahnya remaja ingin merasakan masa masa muda penuh warna , ingin merasakan rasanya galau , ataupun berbunga-bunga seperti kuburan jika hari lebaran tiba... banyak ditaburi bunga.... ingin merasakan rasanya ngabisin duit jajan buat ngapelin anak gadis orang ,abah selalu bilang aku belum cukup dewasa padahal aku sudah mengalami mimpi basah sejak umur 12 tahun , ada beberapa kaka kelas dan teman seangkatan yang cantik dan manis tapi sampai sekarang belum ada yang mampu menggetarkan imanku ,semuanya perempuan gampangan , baru dirayu sekali sudah nyantol...tidak menantang...yang kaya begini diajak selingkuh pun mau walau hanya bermodal cilok 5 ribu.
Satu lagi yang membuatku jadi canggung , ternyata Willy satu sekolah lagi denganku ,tapi kami seperti orang lain disini ...dia dengan teman temannya yang mungkin satu pemahaman dan satu lingkungan dengannya mereka biasa menyebutnya anak komplek sedangkan aku bersama teman temanku yang satu lingkungan tempat tinggal denganku ,bila itu yang dia inginkan maka aku ikuti ,loe jual gue beli ,kubu ku dan kubu Willy selalu menjadi dua sisi mata uang yang tak bisa bersatu ,aku masuk ke dalam kelas eksklusif ,kelas dimana orang orang bilang kelas paling legend akan kenakalannya dengan bu Hilda sebagai wali kelasnya.
Semua guru mengibarkan bendera putih dalam hal mengajar kami jika mereka tidak menyerah maka kamilah yang dihukum satu kelas...kelakuanku tak beda jauh dengan saat di SMP ,kabur waktu pelajaran yang tak disuka ,semau kami , sering mendapat SP yang ujungnya hanya menjadi miniatur pesawat.
Sampai saat bu Hilda mengumumkan akan ada murid baru yang datang dari Jakarta pindah ke Bandung dan khususnya masuk ke dalam kelas kami...
" wahhh Jakarta euyy Ram...ibukota !!!" seru Abay.
" korban baru Rama ini mah !!" seru Ridwan di setujui kawan kawanku.
Seburuk itukah citraku dari semenjak SMP sampai SMA ?? citra itu menempel lekat di namaku. Karena kalimat kalimat gombalan senjata maut milikku selalu membuat para gadis sudah seperti ikan kekurangan air...
.
.
.
Pagi itu menjadi awal kisahku bertemu seorang gadis berambut panjang namun ikal diujungnya ,tanpa polesan makeup yang berarti pun wajahnya mampu membuat jantung ku jatuh dari tempatnya minta dipungut olehnya tak seperti gadis kebanyakan yang kalau pulang sekolah menjadikan kelas bak ruang make-up artis segala macam perintilan bedak dan teman temannya di aplikasikan pada wajah mereka belum lagi bau parfum yang membuat pusing seperti biduan dangdut koplo , gadis itu yang baru pertama bertemu saja wajah juteknya menggetarkan imanku ,wajah manis tapi judes nya mampu membuatku hampir menabrak salah satu teman sekolahku...
" ehhh..ehhh... Ram..hati hati atuh !!" pekiknya panik
" ehhh sorry euyyy !!!ga sengaja ,remnya kurang pakem !!" alasanku saja.
" remnya kurang pakem ,rem mata juga blong !!!" sarkas Gilang mengusap wajahku kasar hingga kutepis.
hatiku sudah menemukan penghentian terakhirnya satu kalimat untuk nya...
" hatiku sudah membunyikan sinyal alarm cintanya "
Lihat saja caraku untuk menaklukkan nya ...
.
.
.
.
.
__ADS_1